Status Meningkat, Persekutuan Warga GKJW di Tarokan Kediri Resmi Jadi Pepanthan Kerep

25 July 2026

Perjalanan panjang persekutuan umat Kristen di wilayah Kabupaten Kediri akhirnya menapaki babak baru. Kelompok Rukun Warga (KRW) Galilea yang berada di bawah pelayanan Greja Kristen Jawi Wetan (GKJW) Jemaat Wonoasri resmi ditingkatkan statusnya menjadi Pepanthan Kerep. Peresmian yang berlangsung pada Sabtu, 25 Juli 2026 ini menandai tonggak sejarah baru bagi jemaat setelah merintis persekutuan di wilayah tersebut sejak empat dekade silam.

Persekutuan umat di Desa Kerep, Kecamatan Tarokan, Kabupaten Kediri, ini memiliki akar sejarah yang cukup panjang. Berawal dari kelompok kecil yang terbentuk pada tahun 1985, persekutuan tersebut terus tumbuh dan berkembang dalam pembinaan Majelis Jemaat Wonoasri hingga akhirnya berstatus sebagai KRW Galilea. Peningkatan status ini didasarkan pada Keputusan Sidang Majelis Daerah (MD) Kediri Utara 1 ke-30 Tahun 2026 Artikel 24, yang menetapkan peningkatan status KRW Galilea menjadi Pepanthan Kerep, Jemaat Wonoasri.

​​Prosesi peresmian dilaksanakan dalam kebaktian khusus hari Sabtu tanggal 25 Juli 2026 yang dimulai pukul 16.00 WIB. Ibadah tersebut dilayani oleh Pdt. Puput Yuniatmoko, S.Si. selaku Ketua PHMD Kediri Utara 1, serta diikuti oleh seluruh warga Pepanthan Kerep dan jemaat induk Wonoasri.

Dalam pelayanan firman yang didasarkan pada Kitab Efesus 4:1-16, Pdt. Puput menyampaikan pesan penting mengenai panggilan hidup sebagai pengikut Kristus: “Menjadi pengikut Kristus harus mau menerima konsekuensi untuk memikul salib, termasuk menderita untuk kemuliaan nama Tuhan. Tidak cukup menerima konsekuensi saja, tetapi juga harus konsisten dalam melaksanakan konsekuensi tersebut,” pesan beliau dalam khotbahnya.

Lebih lanjut, beliau menegaskan bahwa peresmian Pepanthan Kerep merupakan wujud nyata karya agung Allah sekaligus mencerminkan kedewasaan persekutuan jemaat setempat. Meski tantangan dan perjuangan ke depan diyakini akan semakin berat seiring bertambahnya tanggung jawab pelayanan, jemaat diingatkan untuk tetap teguh karena penyertaan Tuhan senantiasa ada. Kehadiran pepanthan ini pun diharapkan mampu menjadi saluran berkat bagi masyarakat luas.

Rangkaian acara inti dilanjutkan dengan pembacaan Surat Keputusan Peresmian oleh Bp. Nodya Andi Prakosa selaku Sekretaris PHMD Kediri Utara 1 setelahnya kemudian prosesi penandatanganan Berita Acara dan Prasasti Peresmian yang dilakukan oleh: Bp. Sutiknyo selaku Ketua Pepanthan Kerep, Pdt. Sandhi Hadiwijaya, S.Si. selaku Ketua PHMJ Wonoasri dan Pdt. Puput Yuniatmoko, S.Si. selaku Ketua PHMD Kediri Utara 1

Suasana kebersamaan semakin terasa dalam acara resepsi yang turut dihadiri oleh Kepala Desa Kerep, tokoh masyarakat setempat, warga sekitar, serta para tamu undangan dari berbagai unsur.

​Di balik sukacita peresmian ini, Pepanthan Kerep saat ini masih menyimpan satu kerinduan besar, yakni memiliki rumah ibadah yang mandiri. Hingga saat ini, kegiatan kebaktian rutin jemaat masih dilaksanakan di rumah kediaman Bp. Sutiknyo.

Dengan status baru sebagai pepanthan, segenap warga jemaat memanjatkan harapan agar di masa mendatang persekutuan ini dikaruniai kesempatan untuk membangun gedung gereja yang representatif sebagai tempat beribadah yang layak bagi kemuliaan nama Tuhan.

Berita :  Krisna,
Foto : Multimedia Wonoasri.

Renungan Harian

Renungan Harian Anak