Menjadi sahabat Tuntunan Ibadah Anak 26 Juli 2026

13 July 2026

Judul: Menjadi sahabat
Tahun liturgi: Hari Persahabatan Internasional
Tema: Mengasihi orang lain

Bacaan: Roma 8: 26 – 39
Ayat Hafalan: Seorang sahabat menaruh kasih setiap waktu, dan menjadi seorang saudara dalam kesukaran { Amsal 17:17)

Lagu Tema: Aku Mau Menolong

Penjelasan Teks (Hanya Untuk Pamong)
Nasihat Paulus kepada jemaat di Roma ini diberikan supaya jemaat tetap percaya kepada Tuhan dalam penderitaan dan memilih untuk tetap bertahan menghadapi apapun yang terjadi karena Tuhan memegang kendali. Manusia perlu memercayakan dirinya kepada Allah yang tidak pernah melupakan ciptaan-Nya.

Doa sering dikatakan sebagai nafas orang percaya, namun seringkali doa bukan perkara yang mudah. Tidak jarang kita tidak tahu apa yang semestinya kita ucapkan dalam doa. Paulus menyatakan bahwa manusia tidak tahu bagaimana seharusnya berdoa. Tetapi, Allah tidak membiarkan kita dalam kebingungan. Roh sendiri berdoa kepada Allah dengan keluhan-keluhan yang tidak terucapkan. Roh Kudus dikaruniakan kepada kita karena manusia itu lemah.Bahkan tidak jarang doa hanya dipenuhi dengan permohonan untuk menyenangkan diri kita sendiri dengan waktu yang juga kita tentukan untuk segera terkabulnya doa kita. Namun jika Roh Kudus dilibatkan dalam doa kita, maka doa kita tidak akan egois hanya untuk kepentingan diri kita sendiri, tetapi doa kita akan lebih luas untuk kepentingan orang lain juga. Sebagai bentuk kasih dan kebaikan sesuai dengan rencana Allah.

Refleksi Untuk Pamong
Sebagai orang percaya (Kristen), tentu berdoa bukanlah sesuatu yang asing. Apalagi sebagai seorang pamong. Pasti doa sudah menjadi sesuatu yang sangat sangat biasa. Namun dalam situasi yang sulit, pernahkah para pamong merasakan bahwa sangat sulit untuk berdoa?

  1. Jika tidak pernah merasa kesulitan untuk berdoa, apakah fokus doa masih tentang keinginan pribadi yang harus dituruti oleh Tuhan
  2. Pernahkah berpasrah diri ketika berdoa, karena Tuhan sejatinya sudah tahu segala sesuatu yang terjadi, serta tahu akan semua kebutuhan kita dan sudah menyiapkan segala sesuatu bagi kita ?
  3. Pernahkah kita secara pribadi mendoakan orang lain juga ?

TUNTUNAN IBADAH ANAK BALITA

Tujuan: Sambil bernyanyi bersama, anak dapat mengikuti gerakan memeluk teman sebagai tanda menjadi sahabat yang baik dan ceria.

Alat Peraga

  1. Gambar anak yang sedang berdoa
  2. Sebuah amplop dan “surat” di dalamnya

Pendahuluan
Selamat pagi anak-anak,

Siapa yang tadi pagi , setelah bangun tidur berdoa? Apa isi doanya? Kamu berbicara apa kepada Tuhan? (pamong bisa memberikan pertanyaan sederhana seputar doa. Dan pamong memberi respon atau komentar atas jawaban anak-anak tersebut) Wah, anak-anak ternyata rajin berdoa ya. Didalam Alkitab ada juga lho bagian yang mengajarkan tentang berdoa. Yuk kita baca atau lihat dari Kitab Roma 8: 26 – 39. (pamong membuka Alkitab untuk meyakinkan anak-anak bahwa cerita itu benar-benar ada di dalam Alkitab).

Inti Penyampaian
Anak-anak, bapak Paulus mengirimkan surat kepada orang-orang yang ada di kota Roma. (pamong menunjukkan sebuah amplop dan membukanya serta mengeluarkan isinya). Apa ya isinya? Bapak Paulus menuliskan pesan, “pada waktu kamu sedang bingung, tidak bisa berdoa atau tidak tahu mau berbicara seperti apa waktu berdoa, kamu tidak perlu bersedih. Karena sebenarnya Tuhan sudah tahu apa yang kamu rasakan.  Jadi kalau kita bisa berdoa dengan kata-kata kita sendiri. Tidak harus lama dan panjang doanya.

Penerapan
Kalau anak-anak biasanya berdoa pada waktu bangun tidur, mau makan, mau tidur. Itu bagus karena kita selalu bersyukur, berterimakasih pada Tuhan. Tetapi kita juga harus berdoa untuk orang lain juga. Mendoakan teman-teman kita. Kalau ada teman yang sakit, kita doakan supaya cepat sembuh. Kalau teman kita tidak sakit, juga bisa kita doakan supaya selalu sehat. Atau kita berdoa supaya teman kita selalu gembira. Karena berdoa untuk teman, itu juga salah satu cara mengasihi teman kita. Seperti yang Tuhan Yesus ajarkan, supaya kita saling mengasihi.

Aktivitas
Ajak anak-anak untuk menyanyikan sebuah lagu tentang persahabatan (kukasihi kau dengan kasih Tuhan atau lagu lain yang sudah dikenal anak-anak) atau mengasihi dengan gerakan. Atau bisa juga sambil bergandengan atau melakukan gerakan yang menunjukkan saling mengasihi.

Catatan
Untuk aktivitas minggu depan dengan tema berbagi, tolong diumumkan pada anak-anak (orang tua anak-anak) untuk membawa makanan atau mainan.


TUNTUNAN IBADAH ANAK PRATAMA

Tujuan: Dengan simulasi di kelas, anak dapat membantu teman yang sedang kesulitan sebagai wujud membagikan kasih Allah dengan tulus).

Alat Peraga
Sebuah amplop dan surat di dalamnya

Pendahuluan
Selamat pagi anak-anak,

Siapa yang tadi pagi , setelah bangun tidur berdoa? Apa isi doanya? Kamu berbicara apa kepada Tuhan? (pamong bisa memberikan pertanyaan sederhana seputar doa. Dan pamong memberi respon atau komentar atas jawaban anak-anak tersebut) Wah, anak-anak ternyata rajin berdoa ya. Didalam Alkitab ada juga lho bagian yang mengajarkan tentang berdoa. Yuk kita baca atau lihat dari Kitab Roma 8: 26 – 39. (pamong membuka Alkitab untuk meyakinkan anak-anak bahwa cerita itu benar-benar ada di dalam Alkitab).

Inti Penyampaian
Bacaan yang sudah bersama-sama kita baca tadi menceritakan tentang surat Rasul Paulus kepada jemaat di Roma. (pamong menunjukkan sebuah amplop dan membukanya serta mengeluarkan isinya). Pada waktu itu orang-orang di Roma sedang dalam keadaan sedih. Saking sedihnya, mereka jadi bingung tidak tahu apalagi yang mau disampaikan dalam doanya. Lalu apa ya isi surat tersebut? Inilah pesan Paulus : “pada waktu kamu sedang bingung, sedih atau mempunyai masalah, biasanya kamu tidak bisa berdoa atau tidak tahu mau berbicara seperti apa waktu berdoa. Jika itu terjadi, kamu tidak perlu kuatir dan takut. Roh Kudus akan menolongmu. Karena sebenarnya Tuhan sudah tahu apa yang kamu rasakan dan pikirkan. Jadi kita bisa berdoa dengan kata-kata kita sendiri. Tidak harus lama dan panjang doanya. Nah, oleh karena itu tidak perlu malu untuk berdoa atau merasa tidak bisa berdoa.

Penerapan
Kalau anak-anak biasanya berdoa pada waktu bangun tidur, mau makan, mau tidur. Itu bagus karena kita selalu bersyukur, berterimakasih pada Tuhan. Tetapi pernahkah kalian berdoa untuk orang lain?Mendoakan teman-teman kita? Jika pernah mungkin hanya ketika kita berdoa safaat di gereja atau dalam ibadah keluarga atau ibadah yang lain di sekolah (pamong bisa memberikan contoh yang sesuai dengan kondisi atau lingkungan anak-anak). Pernahkah kalian berdoa secara pribadi di rumah mendoakan teman yang sakit, kita doakan supaya cepat sembuh. Kalau teman kita tidak sakit, juga bisa kita doakan supaya selalu sehat. Atau kita berdoa supaya teman kita selalu gembira. (pamong bisa menanyakan kepada anak-anak, doa untuk teman seperti apa yang pernah mereka lakukan) Karena berdoa untuk teman, itu juga salah satu cara mengasihi teman kita. Seperti yang Tuhan Yesus ajarkan, supaya kita saling mengasihi.

Aktivitas
Memang berdoa adalah salah satu cara mengasihi teman kita. Tetapi untuk menunjukkan kasih kita, doa juga harus didukung dengan tindakan nyata. Ajak anak-anak untuk berdiskusi, apa saja yang bisa kita lakukan untuk mendukung doa kita kepada teman.

Misalnya: kalau ada teman kita sakit, selain mendoakan, kita bisa mengunjunginya. (pamong bisa membimbing dengan membahas hal-hal yang relevan dengan situasi anak-anak di jemaat setempat)


TUNTUNAN IBADAH ANAK MADYA

Tujuan: Melalui doa berpasangan, anak dapat mengajak teman sebangkunya untuk saling mendoakan sebagai bentuk kasih persaudaraan dengan sungguh-sungguh.

Alat Peraga
Sebuah amplop dan “surat” di dalamnya

Pendahuluan
Selamat pagi anak-anak,

Siapa yang tadi pagi, setelah bangun tidur berdoa? Apa isi doanya?(pamong bisa memberikan pertanyaan seputar doa dan pamong memberi respon atau komentar atas jawaban anak-anak tersebut). Wah, anak-anak ternyata semuanya pernah dan bisa berdoa ya. Di dalam Alkitab ada juga bagian yang mengajarkan tentang berdoa. Yuk kita baca dari Kitab Roma 8: 26–39. (ajak anak-anak untuk membaca Alkitab dengan cara yang kreatif).

Inti Penyampaian
Bacaan yang sudah bersama-sama kita baca tadi menceritakan tentang surat Rasul Paulus kepada jemaat di Roma. (pamong menunjukkan sebuah amplop dan membukanya serta mengeluarkan isinya). Pada waktu itu orang-orang di Roma sedang dalam keadaan sedih. Saking sedihnya, mereka jadi bingung tidak tahu apalagi yang mau disampaikan dalam doanya. Lalu apa ya isi surat tersebut? Inilah pesan Rasul Paulus: “pada waktu kamu sedang bingung, sedih atau mempunyai masalah, biasanya kamu tidak bisa berdoa atau tidak tahu mau berbicara seperti apa waktu berdoa. Jika itu terjadi, kamu tidak perlu kuatir dan takut. Roh Kudus akan menolongmu karena sebenarnya Tuhan sudah tahu apa yang kamu rasakan dan pikirkan. Jadi kita bisa berdoa dengan kata-kata kita sendiri. Tidak harus lama dan anjang doanya. Nah, oleh karena itu tidak perlu malu untuk berdoa atau merasa tidak bisa berdoa.

Penerapan
Kalau anak-anak biasanya berdoa pada waktu bangun tidur, mau makan, mau tidur. Itu bagus karena kita selalu bersyukur, berterimakasih pada Tuhan. Tetapi pernahkah kalian berdoa untuk orang lain?Mendoakan teman-teman kita? Jika pernah mungkin hanya ketika kita berdoa safaat di gereja atau dalam ibadah keluarga atau ibadah yang lain di sekolah (pamong bisa memberikan contoh yang sesuai dengan kondisi atau lingkungan anak-anak). Pernahkah kalian berdoa secara pribadi di rumah mendoakan teman yang sakit, kita doakan supaya cepat sembuh. Kalau teman kita tidak sakit, juga bisa kita doakan supaya selalu sehat. Atau kita berdoa supaya teman kita selalu gembira. (pamong bisa menanyakan kepada anak-anak, doa untuk teman seperti apa yang pernah mereka lakukan) Karena berdoa untuk teman, itu juga salah satu cara mengasihi teman kita seperti yang Tuhan Yesus ajarkan, supaya kita saling mengasihi.

Aktivitas
Bagilah anak-anak dalam kelompok atau berpasangan. Minta anak-anak untuk mendoakan temannya. Sebelumnya tanyakan kepada temannya , apakah ada hal khusus yang perlu didoakan atau teman itu ingin didoakan dalam hal apa saja. Kemudian mereka bisa saling mendoakan.


BAHASA JAWA

TUNTUNAN IBADAH ANAK BALITA

Pendahuluan
Sugeng enjang, bocah-bocah.

Sapa sing wes ndedonga esuk iki ? Kepiye carane padha ndedonga? (pamong bisa menehi pitakonan sing prasaja babagan pandonga. Pamong banjur  menehi tanggapan utawa menehi komentar babagan wangsulane bocah-bocah.)

Wah, bocah-bocah padha sregep ndedonga. Ana wacan ing Kitab Suci sing mulang babagan pandonga. Ayo padha mirengake dawuh e Gusti saka  Roma 8:26-39. (Pamong mbukak Kitab Suci kanggo ngyakinake bocah-bocah manawa crita kasebut pancen ana ing Kitab Suci.)

Inti Penyampaian
Bocah-bocah, Bapak Paulus ngirim surat marang wong-wong ing Roma. (Guru nuduhake amplop, mbukak, lan ngetokake isine.) Apa ya isine? Bapak Paulus nyerat, ”Yèn kowé bingung, sedih, ora isa ndonga, utawa ora ngerti cara ngomong nalika arep ndonga, kowé ora perlu sedih. Merga Gusti Allah wis ngerti apa sing kok rasakake. Dadi,  awaké dhéwé isa ndonga nganggo tembungé dhéwé, kuwi ora usah dawa utawa ora kudu suwe yen ndedonga.

Penerapan
Biasane bocah-bocah ndedonga nalika tangi, sadurunge mangan, lan sadurunge turu. Kuwi yo apik,  amarga kita tansah ngucap syukur lan matur nuwun marang Gusti Allah. Nanging kita uga kudu ndedonga kanggo wong liya. Ndedonga kanggo kanca-kanca. Yen kanca lara, kita dongakake supaya cepet waras. Yen kanca kita ora lara, kita uga bisa ndongakake supaya tansah sehat. Utawa kita bisa ndedonga supaya kanca kita tansah seneng. Amarga ndedonga kanggo kanca uga minangka cara kanggo nresnani kanca. Kaya sing diwulangké Yésus, awaké dhéwé kudu nresnani siji lan sijiné.


TUNTUNAN IBADAH ANAK PRATAMA

Pendahuluan
Sugeng enjang, bocah-bocah.

Sapa sing wes ndedonga esuk iki sawise tangi? Kepiye carane padha ndedonga? (Pamong bisa takon babagan donga. Pamong  bisa nanggapi utawa menehi komentar babagan jawabane bocah-bocah.)

Wah, e kabeh wis padha ndedonga lan bisa ndedonga. Alkitab uga mulang bab pandonga. Ayo diwaca saka kitab  Roma 8:26–39. (pamong ngajak  bocah-bocah maca Alkitab kanthi kreatif.)

Inti Penyampaian
Kitab Roma pasal 8 iku nyritakake bab surate  Rasul Paulus kanggo pasamuwan ing Roma. (pamong  nuduhake amplop, mbukak, lan ngetokake isine.) Wektu kuwi, wong-wong ing Roma lagi sedhih. Padha sedhih banget nganti bingung lan ora ngerti apa maneh sing kudu diucapake ing pandonga. Dadi apa isi layang kasebut? Paulus nulis, “Yen sampeyan bingung, sedhih, utawa duwe masalah, biasane sampeyan ora bisa ndedonga utawa ora ngerti apa sing kudu diomongake nalika ndedonga. Yen kedadeyan kaya mangkono, sampeyan ora perlu kuwatir utawa wedi. Roh Suci bakal nulungi sampeyan. Amarga Gusti Allah wis ngerti apa sing sampeyan rasakake lan sampeyan pikirake. Dadi, kita bisa ndedonga nganggo tembung kita dhewe. Ora perlu ndedonga kanthi ukara kang dawa utawa suwe . Dadi ora perlu wedi yen ndedonga.

Penerapan
Biasane bocah-bocah ndedonga nalika tangi, sadurunge mangan, lan sadurunge turu. Iku apik amarga kita tansah ngucap syukur lan matur nuwun marang Gusti Allah. Nanging apa sampeyan wis ndedonga kanggo wong liya? Ndedonga kanggo kanca-kanca sampeyan? Apa donga kanggo wong liya ,  mung nalika kita ndedonga safaat ing gereja, nalika ibadah kulawarga, utawa kebaktian  liyane ing sekolah (guru bisa menehi conto sing cocog karo kahanan / lingkungan bocah-bocah). Apa sampeyan tau ndedonga sacara pribadi ing omah kanggo kanca sing lara? Kita dongakake supaya cepet pulih. Yen kanca kita ora lara, kita uga bisa ndongakake supaya tetep sehat. Utawa kita ndonga supaya kanca kita tansah seneng. (Guru bisa takon marang bocah-bocah apa sing wis didongakake kanggo kanca-kanca.) Amarga ndongakake kanca-kanca uga minangka salah sawijining cara kanggo tresna marang kanca-kanca. Kaya sing diwulangké  GustiYésus, awaké dhéwé kudu nresnani siji lan sijiné.


TUNTUNAN IBADAH ANAK MADYA

Pendahuluan
Sugeng enjang, bocah-bocah.

Sapa sing ndedonga esuk iki sawise tangi? Kepiye carane padha ndedonga? (pamong bisa takon babagan pandonga. Pamong  bakal nanggapi utawa menehi komentar babagan jawabane bocah-bocah.)

Wah, jebule kabeh wis padha ndedonga lan bisa ndedonga. Alkitab uga mulang bab pandonga. Ayo diwaca saka Kitab Roma 8:26–39. (Ajak bocah-bocah maca Alkitab kanthi kreatif.)

Inti Penyampaian
Kitab Roma pasal 8 iku nyritakake bab surate Rasul Paulus kanggo pasamuwan ing Roma. (Pamong  nuduhake amplop, mbukak, lan ngetokake isine.) Wektu kuwi, wong-wong ing Roma lagi sedhih. Padha sedhih banget nganti bingung lan ora ngerti apa maneh sing kudu diucapake ing pandonga. Dadi apa isi layang kasebut? Paulus nulis, “Yen sampeyan bingung, sedhih, utawa duwe masalah, biasane sampeyan ora bisa ndedonga utawa ora ngerti apa sing kudu diomongake nalika ndedonga. Yen ngalami kedadeyan kaya ngono, sampeyan ora perlu kuwatir utawa wedi. Roh Suci bakal nulungi sampeyan. Amarga Gusti Allah wis ngerti apa sing sampeyan rasakake lan sampeyan pikirake. Dadi, kita bisa ndedonga nganggo tembung kita dhewe. Ora perlu ndedonga kanthi ukara kang dawa utawa suwe.  Dadi ora perlu wedi yen ndedonga. Utawa rumangsa ora bisa ndendonga.

Penerapan
Biasane bocah-bocah ndedonga nalika tangi, sadurunge mangan, lan sadurunge turu. Iku apik amarga kita tansah ngucap syukur lan matur nuwun marang Gusti Allah. Nanging apa sampeyan wis ndedonga kanggo wong liya? Ndedonga kanggo kanca-kanca sampeyan? Apa ndonga kanggo wong liya  mung nalika  ndedonga safaat ing gereja, nalika ibadah kulawarga, utawa kebaktian  liyane ing sekolah (guru bisa menehi conto sing cocog karo kahanan / lingkungan bocah). Apa sampeyan tau ndedonga pribadi ing omah kanggo kanca sing lara? Kita dongakake supaya cepet pulih. Yen kanca kita ora lara, kita uga bisa ndongakake supaya tetep sehat. Utawa kita ndonga supaya kanca kita tansah seneng. (pamong bisa takon marang bocah-bocah apa sing wis didongakake kanggo kanca-kanca.) Amarga ndongakake kanca-kanca uga minangka salah sawijining cara kanggo tresna marang kanca-kanca. Kaya sing diwulangké Gusti Yésus, awaké dhéwé kudu nresnani siji lan sijiné.

Renungan Harian

Renungan Harian Anak