Pemahaman Alkitab I
Semester II
Bulan: Juli
Tema: Mengenal Tokoh Yusuf
Bacaan: Kejadian 39:1-23
Penjelasan Teks
Yusuf dijual oleh saudara-saudaranya dan dibawa ke Mesir sebagai budak. Secara manusia, hidup Yusuf tampak hancur. Ia kehilangan keluarga, kebebasan, dan masa depannya. Namun ada kalimat penting yang berulang dalam pasal ini: “Tetapi TUHAN menyertai Yusuf.”
Penyertaan Tuhan tidak berarti hidup Yusuf langsung mudah. Yusuf tetap menjadi budak. Tetapi Tuhan membuat Yusuf tetap kuat, bijaksana, dan dipercaya. Potifar melihat bahwa Yusuf bekerja dengan jujur dan bertanggung jawab. Karena itu Yusuf diberi kepercayaan besar untuk mengurus rumah Potifar. Meskipun Potifar telah percaya dan mempercayakan hartanya kepada Yusuf, bukan berarti hidup Yusuf berjalan dengan lancar. Buktinya istri Potifar membuat Yusuf masuk penjara.
Apakah Yusuf menyerah dengan kedaan itu? Jika kita mencermati bacaan ini, nampaklah bahwa Yusuf bukanlah orang yang menyerah dengan penderitaan. Dia tetap mengandalkan Tuhan meskipun hidupnya selalu dalam kesulitan.
Pelajaran yang dapat kita ambil dari kisah Yusuf ini adalah:
- Kadang hidup tidak berjalan seperti yang kita inginkan. Tetapi Tuhan tetap bekerja bahkan di masa paling sulit sekalipun.
- Sebagai remaja, kita juga menghadapi banyak godaan: berkata bohong, menonton hal yang tidak baik, ikut pergaulan yang salah, iri hati dan melakukan hal yang Tuhan tidak suka. Yusuf mengajarkan kita untuk berani berkata “tidak” pada dosa.
- Saat hidup terasa berat, Tuhan tetap ada bersama kita. Tuhan bisa memakai masa sulit untuk membentuk hidup kita menjadi lebih kuat dan lebih baik.
Pertanyaan Untuk Mendalami Teks
- Apa yang membuat Yusuf tetap setia kepada Tuhan?
- Godaan apa yang paling sering dialami remaja saat ini?
- Mengapa Yusuf memilih lari dari godaan?
- Pernahkah kamu merasa diperlakukan tidak adil? Apa yang kamu lakukan?
- Apa yang bisa kamu lakukan supaya tetap setia kepada Tuhan setiap hari?