Bacaan: Hosea 14 : 1 – 9 | Pujian: KJ. 320
Nats: “Efraim, apa lagi sangkut paut-Ku dengan berhala-berhala? Akulah yang menjawab dan memperhatikan engkau! Aku ini seperti pohon sanobar yang menghijau, dari-Ku engkau mendapat buah.” (Ayat 9)
Keluarga adalah tempat kita bertumbuh, berkembang, mengenal cinta, kasih, dan pengampunan. Keluarga juga tempat yang melindungi kita dari bahaya. Dengan adanya peran anggota keluarga dan lingkungan, kita mengenal Tuhan Allah dan silsilah keluarga. Kebiasaan yang dibangun di dalam keluarga menjadi karakter hidup kita. Kehangatan di tengah keluarga dan waktu berkumpul menjadi suasana yang selalu dirindukan oleh masing-masing anggota keluarga.
Dalam kitab Hosea 14:1-9 disampaikan bahwa Allah selalu menantikan bangsa Israel menyadari dosanya dan bertobat, kembali kepada-Nya sehingga dengan pertobatan yang terjadi, kehidupan mereka dipulihan dan kembali bersama-sama dengan Allah. Hosea dipakai Tuhan Allah untuk menegur bangsa Israel agar mereka berbalik dari dosa-dosa mereka, seperti: melakukan penyembahan berhala kepada dewa-dewi, memilih peperangan sebagai jalan menyelesaikan persoalan, dan pada saat berperang para raja lebih mengandalkan kekuatan orang Asyur yang terkenal dengan pasukan militernya daripada mengandalkan Tuhan Allah (Ay. 4). Di sinilah Hosea menyadarkan bangsa Israel untuk bertobat. Hosea menyampaikan janji Tuhan akan pengampunan dan pemulihan akan kehidupan mereka (Ay. 8). Tidak hanya diampuni dan dipulihkan, kehidupan bangsa Israel beserta anak cucu mereka juga akan diberkati dengan luar biasa jika mereka mau mengakui dosa dan bertobat dari perbuatan mereka yang jahat (Ay. 9).
Apa yang dialami bangsa Israel ini menjadi cerminan diri kita yang sering kali berbuat dosa. Terkadang kita merasa sombong dengan mengandalkan kekuatan atau harta yang kita miliki. Di sinilah Tuhan Allah selalu menantikan kita untuk bertobat dan dekat kepada-Nya. Dialah yang menciptakan, mengampuni, memberkati, dan menyelamatkan kita. Tuhan senang jika kita senantiasa setia dan taat kepada-Nya. Seperti ilustrasi di atas, keluarga adalah tempat yang dirindukan untuk berkumpul dan pulang, maka milikilah kerinduan untuk selalu dekat dengan Tuhan Allah. Bertobatlah dan taatlah akan firman-Nya, maka kita akan selamat. Amin. [Ry].
“Dekat dan mengandalkan Tuhan itulah sukacita dan kerinduanku.”