Judul: Aku Percaya Kepada Tuhan
Tahun Gerejawi: Penutupan Bulan Kesaksian dan Pelayanan
Tema: Bagi Tuhan Tidak ada yang Mustahil
Bacaan Alkitab: Kejadian 18:1-15
Ayat Hafalan: “Sebab bagi Allah tidak ada yang mustahil.” (Lukas 1:37)
Lagu Tema: Kidung Siwi No. 151 “Percayalah”
Alat Peraga dan Aktivitas: Dapat diunduh di sini.
Penjelasan Teks (Hanya Untuk Pamong)
Bacaan hari ini merupakan jawaban Tuhan atas janji-Nya terhadap Abraham dalam cerita di pasal 15:1-6. Sekaligus menjadi bukti bahwa Tuhan Allah senantiasa menepati janji-Nya kepada umat-Nya.
Diceritakan bahwa pada suatu waktu ketika Abraham sedang duduk dipintu kemahnya, datanglah tiga orang dan berdiri di depannya (Alkitab tidak menyebutkan siapa ketiga orang ini, namun ketiganya membawa pesan penting bagi Abraham). Lalu Abraham menyambut ketiga orang itu dengan penuh keramahtamahan. Dia menyediakan air untuk membilas kaki sebagaimana yang umum dilakukan pada jaman itu. Dia juga menyediakan hidangan yang sangat baik, menu yang istimewa untuk tiga orang tamu istimewanya itu. Penyambutan tamu ini bukan hanya dilakukan oleh Abraham seorang diri, tapi dia melibatkan Sara, istrinya, dan orang-orang lain yang ada di rumahnya. Demikian ketiga orang itu menikmati semua yang disediakan oleh Abraham dan keluarganya (ayat 8).
Selanjutnya mereka menyampaikan pesan Tuhan Allah bahwa Sara istrinya akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki. Sara yang mendengar kabar itu kemudian tertawa sebab dia tidak percaya bahwa dia dan Abraham suaminya yang sudah lanjut akan menerima berkat keturunan dari Tuhan (ayat 12). Namun, Tuhan Allah berfirman: “Adakah sesuatu apa pun yang mustahil untuk TUHAN?”. Pernyataan ini adalah pernyataan Tuhan Allah kepada Abraham dan Sara yang mengisyaratkan bahwa bagi Tuhan tidak ada yang mustahil. Semua bisa saja terjadi sesuai dengan yang telah dijanjikan-Nya kepada umat milik-Nya. Tuhan Allah tahu bahwa Sara tertawa, tanda ketidakpercayaannya. Namun, Sara menyangkalnya karena takut. Meski demikian Tuhan Allah tidak ingkar janji. Pada pasal 21:1-7 diceritakan tentang Tuhan Allah kembali menggenapi janji-Nya. Lahirlah Ishak, seorang anak laki-laki buah kandungan Sara dan Abraham di masa tua mereka.
Sungguh bagi Tuhan tidak ada yang mustahil. Tuhan menggenapi janji-Nya, tepat pada waktu-Nya. Kini Sara yang tadinya tidak percaya pun menjadi yakin dengan segala pernyataan Tuhan dalam hidupnya. Mungkin bagi Sara dan kebanyakan orang pada saat itu, sangatlah mustahil bagi seorang yang sudah usia lanjut untuk mempunyai keturunan. Bahkan di masa kita sekarang, itu sangatlah tidak mustahil. Tapi melalui kisah Abraham dan Sara ini, firman Tuhan menunjukkan bahwa bagi Tuhan tidak ada yang mustahil. Hal terpenting yang perlu diingat adalah semua ada masa dan waktu-Nya Tuhan, maka tugas umat-Nya adalah taat dan setia di dalam pengharapan melalui doa.
Refleksi untuk Pamong
Bagaimana dengan kita? Bukankah perasaan, sikap dan respon Sara adalah juga perasaan, sikap dan respon kita terhadap sesuatu yang kita anggap terlalu besar dan mustahil untuk terjadi dalam kehidupan kita? Bahkan seringkali kita merasakan itu di tengah pelayanan kita, bahkan sadar atau tidak kita ungkapkan ketidakpercayaan itu. Misalnya: saya hanya seorang ibu rumah tangga, lulusan SD, tidak kuliah, apakah saya bias melayani anak-anak? Atau saya ini tidak pandai berbicara, apalagi ke anak-anak, saya mau melayani di jenjang anak asalkan tidak dibagian cerita Alkitab, saya bagian Seksi Konsumsi saja yang gampang! Tidak sadarkah kita bahwa Tuhan mendengar segala pernyataan kita seperti Tuhan tahu respon Sara yang tertawa? Oleh sebab itu, mari sebelum menyampaikan pelayanan minggu ini kepada anak-anak, mari mantapkan dulu hati kita. Nyatakan bahwa bagi Tuhan tidak ada yang mustahil, apa yang kelihatannya tidak mungkin dan mustahil bagi kita menjadi sangat mungkin bagi Tuhan. Jika Tuhan menggenapi janji-Nya kepada Sara, maka Tuhan yang sama juga akan tersu menepati janji-Nya kepada setiap kita, para pamong, umat-Nya dan pelayan-pelayan-Nya.
TUNTUNAN IBADAH ANAK BALITA
Tujuan:
Anak mengulang nama “Abraham”, “Sarah”, dan juga kata “Tuhan Berjanji”, “Tuhan memberi anak”.
Alat Peraga
Minggu ini pamong menggunakan media video sebagai alat peraga, maka download video ini.
Video ini berisi tentang kisah Abraham dan Sara sesuai dengan isi firman Tuhan hari ini. Jika di jemaat tidak memungkinkan untuk mendownload video maka pamong bisa menggunakan media gambar di bawah ini:
Gambar 1 (Abraham didatangi oleh 3 orang tamu)
Gambar 2 (Abraham, Sara dan seorang pelayannya mempersiapkan hidangan untuk para tamu)
Gambar 3 (Para tamu makan dan memberikan berita sukacita kepada Abraham dan Sara ikut mendengarnya)
Gambar 4 (Tuhan Allah yang menegur Abraham karena tertawa tetapi Sara menyangkalnya)
Pendahuluan
Selamat pagi anak-anak..
Hari ini kita akan mendengar cerita tentang Abraham. Kita akan menyaksikan video. Tugas anak-anak adalah mengamati siapa saja orang-orang dalam video ini? (jika pamong menggunakan gambar, maka pamong bisa langsung menceritakan kisah Abraham sesuai teks Alkitab dan bahan ajar hari ini)
Inti Penyampaian
(setelah selesai menonton)
Anak-anak, dari cerita ini coba sebutkan siapa saja tokoh-tokohnya? (berikan kesempatan kepada anak untuk merespon) Dalam cerita ini ada: Abraham, Sara, tiga orang tamu dan pelayan. Waktu itu Abraham dan Sara sudah sangat tua sekali. Orang yang sudah tua sekali tidak mungkin bisa mempunyai anak. Oleh sebab itu Sara tertawa ketika mendengar firman Tuhan bahwa Sara akan melahirkan seorang anak laki-laki. Bagaimana? Apa firman Tuhan kepada Ibu Sara? “Adakah sesuatu apapun yang mustahil untuk TUHAN?” Tuhan mengingatkan kepada Ibu Sara, bahwa di dalam Tuhan segala sesuatu mungkin terjadi. Di dalam Tuhan tidak ada yang mustahil.
Penerapan
Anak-anak pesan firman Tuhan ini juga berlaku untuk setiap kita. Tuhan mengingatkan kepada kita bahwa di dalam Tuhan tidak ada yang tidak mungkin. Di dalam Tuhan segala sesuatu bisa terjadi. Meskipun bagi kita itu sangat sulit, tapi selama kita mau bertekun di dalam doa, Tuhan pasti berkenan dan mewujudkan apapun itu sesuatu dengan keinginan Tuhan dan waktunya Tuhan. Tugas kita adalah percaya kepada Tuhan.
Aktivitas
Lihat aktivitas Balita 14062025
TUNTUNAN IBADAH ANAK PRATAMA
Tujuan:
Anak menyebutkan wujud berkat-berkat Tuhan di tengah keluarga yang pernah dialami.
Alat Peraga
Minggu ini pamong menggunakan media video sebagai alat peraga, maka download video ini. Video ini berisi tentang kisah Abraham dan Sara sesuai dengan isi firman Tuhan hari ini. Jika di jemaat tidak memungkinkan untuk mendownload video maka pamong bisa menggunakan media gambar di bawah ini:
Gambar 1 (Abraham didatangi oleh 3 orang tamu)
Gambar 2 (Abraham, Sara dan seorang pelayannya mempersiapkan hidangan untuk para tamu)
Gambar 3 (Para tamu makan dan memberikan berita sukacita kepada Abraham dan Sara ikut mendengarnya)
Gambar 4 (Tuhan Allah yang menegur Abraham karena tertawa tetapi Sara menyangkalnya)
Pendahuluan
Selamat pagi anak-anak..
Hari ini kita akan mendengar cerita tentang Abraham. Kita akan menyaksikan video. (jika pamong menggunakan gambar, maka pamong bisa langsung menceritakan kisah Abraham sesuai teks Alkitab dan bahan ajar hari ini)
Inti Penyampaian
–setelah selesai menonton—
Anak-anak, apa yang dapat kita pelajari dari kisah Abraham dan Sara ini? (berikan kesempatan kepada anak untuk merespon) Ya, kita menyaksikan bagaimana Tuhan begitu mengasihi Abraham dan Sara.
Sebagaimana diceritakan bahwa kedua orang ini sudah sangat tua. Bagi orang di masa itu sampai masa sekarang perempuan yang sudah usia lanjut atau tua tidak akan bisa hamil dan melahirkan lagi oleh sebab itu Ibu sara tertawa saat mendengar pesan firman Tuhan bahwa ia akan hamil dan melahirkan seorang anak laki-laki. Tuhan tahu bahwa Sara yang tertawa itu adalah tanda bahwa Sara tidak percaya kepada firman Tuhan itu. Namun bagaimana kelanjutan ceritanya? Apakah Tuhan Allah membiarkan Abraham dan Sara tidak punya keturunan? TIDAK! Tuhan Allah menjawab doa mereka. Tuhan Allah juga menepati janji-Nya. Setelah setahun kemudian lahirnya seorang bayi laki-laki di tengah keluarga Abraham dan Sara yang diberi nama…. siapa? Diberi nama Ishak. Tahukah kamu arti nama Ishak? Sama seperti respon Sara yang tertawa saat menerima firman Tuhan, maka arti nama Ishak ada tertawa.
Penerapan
Anak-anak, dari cerita hari ini kita belajar dari keluarga Abraham dan Sara bahwa bagi Tuhan tidak ada yang mustahil. Sekalipun mungkin secara manusia kita berpikir itu tidaklah mungkin, tapi nyatanya bagi Tuhan tidak ada yang tidak mungkin. Selama kita mau terus taat dan setia di dalam pengharapan melalui doa. Tuhan Allah menggenapi janji-Nya kepada Abraham dan Sara, maka Tuhan yang sama juga akan memberkati dan menggenapi janji-janji-Nya di tengah keluarga kita. Maka mari terus percaya dan hanya bersandar kepada Tuhan yang bisa membuat apa yang mustahhil bagi manusia menjadi nyata dihadapan Tuhan.
Aktivitas
Lihat aktivitas Pratama 14062025
TUNTUNAN IBADAH ANAK MADYA
Tujuan:
Anak menuliskan doa yang belum dijawab oleh Tuhan dan bagaimana cara mereka menantikan jawaban dari doa tersebut
Alat Peraga
Kertas HVS atau kertas lipat (menyesuaikan kondisi jemaat masing-masing)
Alat tulis
Pendahuluan
Selamat pagi anak-anak…
Bagaimana kabar hari ini? Anak-anak pernahkah kamu punya keinginan yang sangat besar sekali, yang sangat luarbiasa tapi kamu ragu bahwa sesuatu itu apakah mungkin tercapai atau tidak? Misalnya: saya ingin sekali berkunjung ke luar negeri bersama dengan keluarga, tapi saat ini saya masih kecil dan belum bekerja, bagaimana mungkin? Tapi ada hal-hal yang bisa saya kerjakan untuk bisa mencapai keinginan saya itu. Sekarang coba tuliskan pengalamanmu atas sesuatu yang besar yang seakan-akan tidak mungkin kamu terima atau tidak mungkin terjadi tapi ternyata Tuhan memberikannya kepadamu bahkan lebih dari apa yang kamu minta dan harapkan. Coba ceritakan dan tuliskan.
–Setelah anak-anak menulis, beri kesempatan kepada beberapa anak untuk maju dan bercerita kepada teman-temannya—
Inti Penyampaian
Anak-anak, ragu itu adalah hal yang wajar bagi kita manusia, sebab kita memang terbatas dan tidak tahu apakah sesuatu itu mungkin terjadi atau tidak. Namun hari ini kita mau belajar dari sepasang suami istri yang diberkati oleh Tuhan. Mereka adalah Abraham dan Sara. Sepasang suami istri yang sudah berusia lanjut atau sangat tua. Bagi orang di masa itu sampai masa sekarang perempuan yang sudah usia lanjut atau tua tidak akan bisa hamil dan melahirkan lagi oleh sebab itu Sara tertawa saat mendengar pesan firman Tuhan bahwa ia akan hamil dan melahirkan seorang anak laki-laki.
Tuhan tahu bahwa Sara yang tertawa adalah tanda bahwa Sara tidak percaya kepada firman Tuhan itu. Namun bagaimana kelanjutan ceritanya? Apakah Tuhan Allah membiarkan Bapa Abraham dan Ibu Sara tidak punya keturunan? TIDAK! Tuhan Allah menjawab doa mereka, Tuhan Allah juga menepati janji-Nya. Setelah setahun kemudian lahirnya seorang bayi laki-laki di tengah keluarga Abraham dan Sara yang diberi nama…. siapa? Diberi nama Ishak. Tahukah kamu arti nama Ishak? Sama seperti respon Sara yang tertawa saat menerima firman Tuhan, maka arti nama Ishak ada tertawa.
Penerapan
Anak-anak, dari cerita hari ini kita belajar dari keluarga Abraham dan Sara bahwa bagi Tuhan tidak ada yang mustahil. Sekalipun mungkin secara manusia kita berpikir itu tidaklah mungkin, tapi nyatanya bagi Tuhan tidak ada yang tidak mungkin. Selama kita mau terus taat dan setia di dalam pengharapan melalui doa. Tuhan Allah menggenapi janji-Nya kepada Abraham dan Sara, maka Tuhan yang sama juga akan memberkati dan menggenapi janji-janji-Nya di tengah keluarga kita. Maka mari terus percaya dan hanya bersandar kepada Tuhan yang bisa membuat apa yang mustahhil bagi manusia menjadi nyata dihadapan Tuhan.
Aktivitas
Lihat aktivitas Madya 14062025