Menjadi Penolong    Tuntunan Ibadah Anak 12 April 2026

30 March 2026

Judul: Menjadi Penolong
Tahun Gerejawi: Paskah II
Tema: Tuhan mengutus kita menjadi penolong

Bacaan: Yohanes 20: 19 – 31
Ayat Hafalan: Bertolong-tolonganlah menanggung bebanmu! Demikianlah kamu memenuhi hukum Kristus (Galatia 6: 2)

Lagu Tema: Kidung Siwi No.155 “Yesus setia”

Alat Peraga:
Alat peraga dapat diunduh di sini.

Penjelasan Teks (Hanya Untuk Pamong)
Yohanes menceritakan situasi yang sangat menakutkan bagi para murid Yesus. Mereka bahkan mengunci pintu rumah tempat mereka berkumpul. Meskipun para perempuan sudah mengabarkan kebangkitan Yesus, tetapi mereka masih takut karena ada berita yang beredar yang mengatakan bahwa para murid mencuri mayat Yesus oleh karena itu mereka takut pada orang-orang Yahudi, yang mungkin akan menangkap mereka.

Di tengah kecemasan dan ketakutan para murid itu, Yesus menunjukkan diri-Nya untuk meyakinkan para murid bahwa mereka tidak perlu takut lagi, karena Tuhan Yesus itu benar-benar bangkit dan berkuasa, serta memberikan damai sejahtera. Untuk semakin menguatkan dan meneguhkan iman para murid dalam (pengutusan) menjalankan tugas-tugas mereka selanjutnya, Tuhan Yesus melengkapi mereka dengan penyertaan Roh Kudus. Karena tugas mereka selanjutnya adalah tugas yang sangat berat.

Pada saat itu Tomas tidak ada bersama dengan para murid dan ia tidak percaya pada cerita penampakan Yesus. Ia belum sepenuhnya memahami ajaran Yesus dan belum mengerti siapa Yesus sebenarnya. Maka dia tidak percaya jika belum melihat atau membuktikan sendiri. Bahkan ia tidak akan percaya jika belum menyentuh luka di tangan dan lambung Yesus oleh karena itu Tomas sering disebut juga sebagai murid yang secara iman masih ragu-ragu atau belum “bulat” menerima pengajaran Yesus. Namun sebenarnya para murid yang lain yang sudah berjumpa dengan Yesus yang bangkit pun, masih tetap ada perasaan takut. Masih belum yakin sepenuhnya dengan penyertaan yang dijanjikan Tuhan Yesus. Hal tersebut terlihat dari sikap mereka yang masih mengunci pintu, meskipun itu sudah hari yang kedelapan sejak Yesus menjumpai mereka.

Meskipun hanya Tomas di antara para murid yang belum melihat Yesus setelah bangkit, tetapi Tuhan Yesus berkenan datang dan berelasi secara personal dengan Tomas dan mengijinkan Tomas untuk menyentuh luka-lukaNya seperti yang diinginkan Tomas. Hasil dari perjumpaan itu adalah pengakuan Tomas bahwa Dia adalah benar-benar Allah.

Refleksi Untuk Pamong
Beban yang berat atau kedukaan yang mendalam, seringkali membuat kita “lumpuh” secara iman. Permasalahan yang kita hadapi dan kita anggap berat juga membuat kita “mandeg”. Sebagai pamong, kita mungkin juga pernah menghadapi permasalahan atau pergumulan baik intern dalam keluarga maupun dalam komunitas gereja. Lantas apa yang kita lakukan? Apakah ragu-ragu untuk terus berpelayanan seperti para murid yang sudah dihembusi Roh Kudus tapi masih tinggal dalam ruangan yang terkunci? Ataukah seperti Tomas yang tidak mempercayai teman-temannya dan meminta bukti seperti kehendak Tomas sendiri? Atau tetap percaya bahwa Tuhan akan menolong kita dengan cara Tuhan yang mungkin diluar perkiraan kita?


TUNTUNAN IBADAH ANAK BALITA

Tujuan:
Anak menyebutkan Tuhan Yesus menolong para murid yang sedih dan takut

Alat Peraga
Gambar anak dengan beberapa ekspresi (takut, sedih, cemas)
Gambar-gambar atau video atau alat peraga lain (sesuai metode yang akan dipakai pamong), untuk menceritakan tentang penampakan Yesus kepada murid-muridnya dan kepada Tomas.

Pendahuluan
(Tunjukkan gambar anak-anak dengan berbagai ekspresi, dan tanyakan perasaan apa yang dirasakan anak-anak dalam gambar tersebut) Tanyakan apakah anak-anak juga pernah merasakan sedih dan takut? Apa penyebab mereka sedih dan takut? Murid-murid Tuhan Yesus juga pernah sedih dan takut lho. Karena apa? Yuk kita lihat di Alkitab ya, mengapa mereka takut.

(Pamong membuka Alkitab. Meskipun anak-anak belum bisa membaca, tetap bukalah Alkitab supaya anak-anak tahu bahwa kisah Yesus menampakkan diri setelah bangkit, benar-benar ada di dalam Alkitab. Dan anak-anak juga belajar mengenal nama-nama kitab/ Injil) Kita akan lihat dari Injil Yohanes 20: 19 – 31

Inti Penyampaian
Anak-anak masih ingat, minggu kemarin kita merayakan hari apa ya? O…iya betul Paskah. Paskah itu merayakan kebangkitan Tuhan Yesus. Murid-murid Tuhan Yesus juga mendengar dari Maria Magdalena dan perempuan yang lain kalau Tuhan Yesus bangkit, tetapi mereka masih takut. Jangan-jangan mereka nanti juga akan ditangkap seperti Yesus. Karena takut, mereka berkumpul di sebuah rumah, dan mengunci pintunya.

Tiba-tiba Yesus sudah berada di antara mereka dan berkata, ”Damai sejahtera bagi kamu!”  Wah…. semua murid Yesus yang ada di tempat itu sangat terkejut. Setelah itu Yesus menunjukkan tangan-Nya yang berlubang bekas paku dan lubang di lambungNya. Murid-murid Yesus sangat senang karena Yesus benar-benar bangkit dan sekarang ada bersama-sama mereka. Tuhan Yesus bahkan juga mengutus mereka untuk mengabarkan kabar sukacita itu dan melengkapi mereka dengan penyertaan Roh Kudus.

Ada satu murid Yesus yang tidak ada di situ. Siapa? O…Tomas tidak ada di sana. Ketika teman-temannya mengatakan bahwa Yesus Bangkit, Tomas tidak percaya. Tomas bilang,” saya percaya Yesus bangkit kalau saya sudah melihat sendiri dan memegang bekas luka di tangan dan lambungNya.”

Delapan hari kemudian, Yesus menampakkan diri kepada Tomas dan menunjukkan bekas luka di tangan dan lambung-Nya dan menyuruh Tomas untuk menyentuhNya supaya Tomas percaya bahwa Yesus benar-benar bangkit. Dan sekarang Tomas percaya dan merasa senang.

Penerapan
Nah..anak-anak murid-murid Yesus yang tadinya sedih, sekarang tidak sedih lagi. Sekarang mereka bersuka cita. Mereka senang, karena Yesus datang untuk menemani mereka.

Aktivitas
Membuat kubus (pamong menyiapkan kubus dan gambar-gambar, lalu anak-anak tinggal menempelkan gambar-gambar tersebut) dengan gambar Tuhan Yesus dan murid-murid yang bersukacita. Setelah selesai, ajak anak-anak mengangkat atau menunjukkan kubus tersebut sambil mengucapkan “Tuhan menolong yang sedih menjadi gembira”


TUNTUNAN IBADAH ANAK PRATAMA

Tujuan:
Dengan bahasa sederhana anak dapat menceritakan Tuhan Yesus datang untuk menguatkan hati para murid yang sedang takut dan sedih

Alat Peraga
Gambar anak dengan beberapa ekspresi (takut, sedih, cemas)
Gambar-gambar atau video atau alat peraga lain (sesuai metode yang akan dipakai pamong untuk menceritakan tentang penampakan Yesus kepada murid-muridnya dan kepada Tomas)

Pendahuluan
(Tunjukkan gambar anak-anak dengan berbagai ekspresi, dan tanyakan perasaan apa yang dirasakan anak-anak dalam gambar tersebut)
Tanyakan apakah anak-anak juga pernah merasakan sedih dan takut? Apa penyebab mereka sedih dan takut? Murid-murid Tuhan Yesus juga pernah sedih dan takut lho. Karena apa?

Yuk kita lihat di Alkitab ya, mengapa mereka takut.
(Pamong membuka Alkitab. Meskipun anak-anak belum bisa membaca, tetap bukalah Alkitab supaya anak-anak tahu bahwa kisah Yesus menampakkan diri setelah bangkit, benar-benar ada di dalam Alkitab. Dan anak-anak juga belajar mengenal nama-nama kitab/ Injil)
Kita akan lihat dari Injil Yohanes 20: 19 – 31

Inti Penyampaian
Anak-anak masih ingat, minggu kemarin kita merayakan hari apa ya? O…iya betul Paskah. Paskah itu merayakan kebangkitan Tuhan Yesus. Murid-murid Tuhan Yesus juga mendengar dari Maria Magdalena dan perempuan yang lain kalau Tuhan Yesus bangkit, tetapi mereka masih takut. Jangan-jangan mereka nanti juga akan ditangkap seperti Yesus. Karena takut, mereka berkumpul di sebuah rumah, dan mengunci pintunya.

Tiba-tiba Yesus sudah berada di antara mereka dan berkata, ”Damai sejahtera bagi kamu!”  Wah…. semua murid Yesus yang ada di tempat itu sangat terkejut. Setelah itu Yesus menunjukkan tangan-Nya yang berlubang bekas paku dan lubang di lambungNya. Murid-murid Yesus sangat senang karena Yesus benar-benar bangkit dan sekarang ada bersama-sama mereka. Tuhan Yesus bahkan juga mengutus mereka untuk mengabarkan kabar sukacita itu dan melengkapi mereka dengan penyertaan Roh Kudus.

Ada satu murid Yesus yang tidak ada di situ. Siapa? O…Tomas tidak ada di sana. Ketika teman-temannya mengatakan bahwa Yesus Bangkit, Tomas tidak percaya. Tomas bilang,” saya percaya Yesus bangkit kalau saya sudah melihat sendiri dan memegang bekas luka di tangan dan lambungNya.”

Delapan hari kemudian, Yesus menampakkan diri kepada Tomas dan menunjukkan bekas luka di tangan dan lambung-Nya dan menyuruh Tomas untuk menyentuhNya supaya Tomas percaya bahwa Yesus benar-benar bangkit. Dan sekarang Tomas percaya dan merasa senang.

Penerapan
Nah..anak-anak, murid-murid Yesus yang awalnya merasa takut dan sedih karena merasa ditinggalkan Yesus, sekarang tidak sedih lagi karena mereka sudah percaya bahwa Tuhan Yesus bangkit. Kehadiran Yesus di tengah-tengah para murid yang ketakutan itu, memberi kekuatan dan sukacita pada mereka.

Aktivitas
Menyusun “kartu cerita”

Pamong menyiapkan gambar-gambar cerita Yesus menampakkan diri pada murid-murid-Nya ukuran kartu). Mintalah anak-anak untuk menyusun kartu-kartu tersebut (supaya menarik dan membuat anak-anak bersemangat, penyusunan kartu ini bisa “dilombakan”, adu cepat dan rapi.

Setelah kartu-kartu itu tersusun dengan urutan yang benar, anak-anak diminta untuk menceritakan kisah Yesus menampakkan diri pada para murid.


TUNTUNAN IBADAH ANAK MADYA

Tujuan:

  1. Anak dapat menilai mengapa Tuhan Yesus bersikap baik dengan mengundang Tomas untuk melihat dan meraba tubuh Yesus
  2. Anak dapat merencanakan kegiatan untuk membantu teman yang sedang merasa ragu / kesepian

Alat Peraga
Gambar anak dengan beberapa ekspresi (takut, sedih, cemas)
Gambar-gambar atau video atau alat peraga lain (sesuai metode yang akan dipakai pamong untuk menceritakan tentang penampakan Yesus kepada murid-muridnya dan kepada Tomas)

Pendahuluan
(Tunjukkan gambar anak-anak dengan berbagai ekspresi, dan tanyakan perasaan apa yang dirasakan anak-anak dalam gambar tersebut)
Tanyakan apakah anak-anak juga pernah merasakan sedih dan takut? Apa penyebab mereka sedih dan takut? Murid-murid Tuhan Yesus juga pernah sedih dan takut lho. Karena apa?

Yuk kita lihat di Alkitab ya, mengapa mereka takut.
(Pamong membuka Alkitab. Meskipun anak-anak belum bisa membaca, tetap bukalah Alkitab supaya anak-anak tahu bahwa kisah Yesus menampakkan diri setelah bangkit, benar-benar ada di dalam Alkitab. Dan anak-anak juga belajar mengenal nama-nama kitab/ Injil)

Kita akan lihat dari Injil Yohanes 20: 19 – 31

Inti Penyampaian
Anak-anak masih ingat, minggu kemarin kita merayakan hari apa ya? O…iya betul Paskah. Paskah itu merayakan kebangkitan Tuhan Yesus. Murid-murid Tuhan Yesus juga mendengar dari Maria Magdalena dan perempuan yang lain kalau Tuhan Yesus bangkit, tetapi mereka masih takut. Jangan-jangan mereka nanti juga akan ditangkap seperti Yesus. Karena takut, mereka berkumpul di sebuah rumah, dan mengunci pintunya.

Tiba-tiba Yesus sudah berada di antara mereka dan berkata, ”Damai sejahtera bagi kamu!”  Wah…. semua murid Yesus yang ada di tempat itu sangat terkejut. Setelah itu Yesus menunjukkan tangan-Nya yang berlubang bekas paku dan lubang di lambungNya. Murid-murid Yesus sangat senang karena Yesus benar-benar bangkit dan sekarang ada bersama-sama mereka. Tuhan Yesus bahkan juga mengutus mereka untuk mengabarkan kabar sukacita itu dan melengkapi mereka dengan penyertaan Roh Kudus.

Ada satu murid Yesus yang tidak ada di situ. Siapa? O…Tomas tidak ada di sana. Ketika teman-temannya mengatakan bahwa Yesus Bangkit, Tomas tidak percaya. Tomas bilang,” saya percaya Yesus bangkit kalau saya sudah melihat sendiri dan memegang bekas luka di tangan dan lambungNya.”

Delapan hari kemudian, Yesus menampakkan diri kepada Tomas dan menunjukkan bekas luka di tangan dan lambung-Nya dan menyuruh Tomas untuk menyentuhNya supaya Tomas percaya bahwa Yesus benar-benar bangkit. Dan sekarang Tomas percaya dan merasa senang.

Penerapan
Nah..anak-anak, murid-murid Yesus yang awalnya merasa takut dan sedih karena merasa ditinggalkan Yesus, sekarang tidak sedih lagi karena mereka sudah percaya bahwa Tuhan Yesus bangkit. Kehadiran Yesus di tengah-tengah para murid yang ketakutan itu, memberi kekuatan dan sukacita pada mereka. Bahkan Yesus juga berkenan bekas lubang di tangan dan lambungNya untuk dipegang Tomas, supaya Tomas juga percaya. Bukan karena hanya mendengar cerita saja, tetapi membuktikan sendiri. Karena Tomas mau percaya jika tidak menyentuh-Nya. Tuhan Yesus menolong Tomas supaya imannya semakin kuat.

Aktivitas
Mintalah anak-anak untuk membuat rencana kegiatan yang akan mereka lakukan untuk menolong temannya yang sedih (supaya lebih menarik, pamong bisa menyiapkan kertas warna warni atau kertas bergambar Yesus menampakkan diri pada murid-murid-Nya)

Renungan Harian

Renungan Harian Anak