Aku Ingin Begini dan Begitu Tuntunan Ibadah Remaja 22 Maret 2026

9 March 2026

Tahun Liturgi: Pra Paskah 5
Tema: Di tengah berbagai keinginan, mari kita berserah pada karya Tuhan.
Judul: Aku Ingin Begini dan Begitu

Bacaan: Yohanes 11:17-45
Ayat Hafalan: “Tuhan, sekiranya Engkau ada di sini, saudaraku pasti tidak mati”  (Yohanes 11: 21)

Lagu Tema:

  1. Kidung Siwi 37 “Seturut KehendakMu”
  2. Kidung Jemaat 362 “Aku MilikMu, Yesus Tuhanku”

Tujuan:

  1. Remaja dapat menilai bagaimana kematian Lazarus menjadi sarana penyataan kemesiasan Yesus dan penyataan bahwa di dalam diri Yesus ada kuasa Allah;
  2. Remaja dapat menuliskan atau bercerita tentang bagaimana pengalaman pribadi atau orang di sekitar mereka, yang tidak sesuai dengan kehendak, pada akhirnya memperkuat iman mereka

Penjelasan Teks  (Hanya Untuk Pamong)
Pasal 11:17-45 ini memperlihatkan Yesus yang mendemonstrasikan mukjizat yang lebih spektakuler dan menggemparkan, yaitu membangkitkan Lazarus. Lazarus telah dinyatakan meninggal selama 4 hari, dalam kondisi yang demikian tentu mayatnya sudah membusuk dan mulai rusak. Sehingga tidak ada lagi yang bisa diharapkan dari kematiannya. Maka kita bisa memahami bagaimana respon Maria ataupun Marta yang menyayangkan keterlambatan Yesus, “Tuhan, sekiranya Engkau ada di sini, saudaraku pasti tidak mati”  (ayat 21, 32).

Maria dan Marta meyakini bahwa satu-satunya orang yang bisa menyembuhkan Lazarus hanyalah Yesus, bahkan Marta menyampaikan pengharapannya itu (ayat 22). Respons Marta mencerminkan jawaban standar yang belum dilengkapi dengan terang pemahaman yang diberikan oleh Tuhan Yesus. Sikap Marta ini memang benar dan baik, juga tidak sesat, hanya saja belum lengkap.

Allah punya kehendak khusus bagi situasi ini, yaitu bahwa Lazarus akan dibangkitkan demi kemuliaan Tuhan Yesus, Anak Allah (lih. ayat 4). Ini belum disadari Marta. Barulah pada respons kedua Marta mengungkapkan kepercayaannya, yakni dalam kalimat yang mirip sekali dengan Yoh. 1:9. Kini Marta bukan sekadar percaya kepada mukjizat Yesus (yang memang belum terjadi), tetapi kepada firman Yesus bahwa Ia adalah “kebangkitan dan hidup”. Kematian dan kebangkitan manusia tidak bisa dilepaskan dari sikap percaya kepada Yesus.

Respons inilah yang hendak diusung Injil Yohanes dalam bacaan ini, respons kepada Sang Anak Allah yang telah datang ke dunia ini. Kristus melakukan mukjizat ini dengan beberapa tujuan bagi banyak orang. Bagi para murid, Yesus bermaksud agar mereka belajar percaya (15); bagi Maria dan Marta, agar mereka mengakui bahwa Ia adalah Mesias Anak Allah (27, 40); bagi khalayak ramai yang mengelilingi-Nya, supaya mereka percaya bahwa Kristus adalah utusan Allah (42), dan sekaligus membungkam beberapa orang Yahudi yang mempertanyakan kuasa-Nya (37).

Dalam semua tujuan tersebut, hal mendasar yang ingin diberitahukan-Nya adalah bahwa Dialah sumber kebangkitan dan hidup. Yesus menyatakan kuasa kehidupan yang hanya dapat dilakukan Allah. Melalui peristiwa ini Yesus memproklamasikan bahwa Dia adalah sumber kehidupan, dan Dia adalah Allah.

Pendahuluan:
Pamong dapat memutarkan penggalan Lagu Doraeman.

Aku ingin begini, Aku ingin begitu
Ingin ini ingin itu banyak sekali
Semua, semua, semua Dapat dikabulkan
Dapat dikabulkan dengan kantong ajaib

Aku ingin terbang bebas di angkasa
Hei, maling-maling jambu baling-baling bambu
Lah lah lah, aku sayang sekali, Doraemon
Lah lah lah, aku sayang sekali, Doraemon
Lah lah lah, aku sayang sekali, Doraemon

Seandainya teman-teman Remaja punya Kantong doraemon, alat seperti apa yang ingin dikeluarkan? Mengapa? (beri kesempatan beberapa teman remaja mengungkapkan imajinasinya untuk menjawab pertanyaan tersebut). Lagu ini ingin membenarkan bahwa banyak keinginan manusia, ‘ingin ini ingin itu banyak sekali’. Yap, memang benar bahwa banyak keinginan yang dimiliki orang seorang manusia. Saking banyaknya, jika semua keinginan seseorang dibuat daftar dan dibukukan akan bersaing tebalnya dengan Alkitab kita.

Cerita:
Bagamana jika keinginan kita tidak segera terjadi? Kecewa atau marah mungkin menjadi respon kita. Rasanya demikian pula yang dirasakan Maria dan Marta, mereka sedih dan menyayangkan keadaan. Keinginan Kedua saudari adalah bahwa saudaranya, Lazarus dapat sembuh dan terhindar dari kematian dengan kuasa kesembuhan yang dimiliki Yesus. Namun keinginan mereka segera kandas ketika Yesus tak kunjung datang dan Lazarus meninggal dunia. Sudah tidak ada harapan, jangankan sembuh, saudara mereka telah meninggal!

Empat hari telah berlalu, Yesus yang mereka nantikan datang. Marta dan Maria segera mengungkapkan kesedihan mereka pada-Nya, “Tuhan, sekiranya Engkau (segera) ada di sini, saudaraku pasti tidak mati”. Sekilas menyayangkan kehadiran Yesus yang berselang empat hari dari kematian Lazarus. Namun Yesus memiliki maksud tertentu dalam pristiwa kematian Lazarus ini. Yesus mau menyampaikan bahwa ada rancana Tuhan yang baik yang terjadi, yakni kebangkitan Lazarus dari kematian. Lazarus tak hanya sekedar sembuh seperti yang diinginkan oleh saudari-saudarinya, melainkan dibangkitkan dari kematian. Yesus ingin menunjukkan bahwa diri-Nya adalah Anak Allah yang hadir di tengah dunia untuk menawarkan keselamatan, sebab Dialah ‘Kebangkitan dan Hidup’ (ayat 25), kematian dan dukacita tidak lagi punya kuasa dalam kasih-Nya.

Akhirnya, para murid semakin meyakini bahwa Yesus adalah sang Mesias. Lazarus dan saudari-saudarinya dapat berkumpul kembali. Tak hanya bangkit dari kematian, mereka juga bangkit dalam pengharapan akan kauasa Anak Allah yang Kudus. Selain itu, peristiwa ini mengubah pemahaman orang banyak bahwa kebangkitan nyata dan terjadi.

Nah, Mari kita belajar bahwa setiap orang memang bisa memiliki keinginan setinggi gunung. Tetapi mari kita menyadari bahwa ada sosok yang lebih berkuasa yang merancang hidup kita dalam rencana yang indah dan penuh berkat yakni Tuhan sendiri. Keinginan kita mungkin bermacam-macam dan banyak yang belum terjadi, jangan kecewa! Percayalah Tuhan sedang menata hidup kita dalam kasih dan keselamatan. Amin.

Aktivitas
“Pengalaman Tidak Sesuai”

  1. Ajak para remaja mengungkapkan pengalaman atau kisah yang tidak sesuai dengan harapan tetapi malah menjadi berkat!
  2. Arahkan para remaja mengambil kesimpulan bahwa hal tersebut adalah rencana baik Tuhan atas hidup kita.
  3. Apresiasi kisah mereka berhasil menuliskan dan berbagi kisah di depan teman-teman remaja lainnya.

BASA JAWA

Pambuka:
Pamong muter Lagu Kartun Doraeman.

Aku ingin begini, Aku ingin begitu
Ingin ini ingin itu banyak sekali
Semua, semua, semua Dapat dikabulkan
Dapat dikabulkan dengan kantong ajaib

Aku ingin terbang bebas di angkasa
Hei, maling-maling jambu baling-baling bambu
Lah lah lah, aku sayang sekali, Doraemon
Lah lah lah, aku sayang sekali, Doraemon
Lah lah lah, aku sayang sekali, Doraemon

Yen kanca-kanca Remaja duwe Kantong Ajaib kaya Doremon, alat opo sing ingin dietokake? Opo alesane? (beri kesempatan beberapa teman remaja mengungkapkan imajinasinya untuk menjawab pertanyaan tersebut). Lagu iku mau kaya-kaya mbenerake yan manungsa kuwi akeh pengene, ‘ingin ini ingin itu banyak sekali’. Ya, pancen bener yen akeh pepenginane manungsa urip. Saking akehe, yeng kabeh pepenginan manungsa iku mau didaftar lan ditulis ing buku, kandele bakal saingan kro kandele Kitab Suci.

Cerita
piye yen pepenginane awakdewe ora ndang kelakon? Mangkel utawa nesu mungkin dari respon kang kawetu. Kayadene sing dirasakne Maria lan Marta, kabeh pada sedhih lan nggetuni kehanan. Kekarone ingin yen dulure lanang, Lazarus iso waras, mari saka lelara, lan kalis saka pati kanthi panguwasane Gusti Yesus. Ananging pangarep-arep iku mau ora kelakon, Gusti Yesus mboten enggal rawuh, lan Lazarus mati. Uwis ora ana pangarep-arep meneh, ojo kok waras, dulure lanang wes ngajal ing pati!

Patang dina kelakon, Gusti Yesus ingkang dipun ajeng-ajeng, rawuh. Marta lan Maria gage-gage ngaturake rasa dhukita ing ngarsane Gusti Yesus, “Gusti, manawi  Paduka wonten ing ngriki, sadherek kawula mesthi boten pejah.” Kaya-kaya nggetuni rawuhe Gusti Yesus sing nembe rawuh patang dina sawise Lazarus mati. Nanging Gusti Yesus nggadah maskud khusus ing prastawa patine Lazarus. Gusti Yesus badhe mbabarken rancangan apik sing bakal kelakon, yaiku Lazarus katangekake saka pati. Ora mung waras saka sesakit kaya sing dipengini para sedulure wedok, Lazarus malah uga oleh kesempatan urip maneh awit ditangekake saka pati. Gusti Yesus ingin nduduhne yen Piyambakipun punika Putraning  kang rwauh ding satengahing jagad kanggo paring kawilujengan, awit piyambakipun minangka “Patangen lan Kauripan” (ayat 25), pati lan ras dehih ora duwe kuwasa ing pangauban Katresnan-Ipun.

Wusanan, para sakabat/murid tansaya mantep ing pracaya yen Gusti Yesus iku Sang Mesias. Lazarus lan dulur-dulur wedhok iso ngumpul maneh. Ora mung tangi saka pati, sedulur telu mau uga tangi ing pangarep-arep ing panguwasane Sang Putrane Allah kang Suci. Kajaba iku, prastawa iki uga ngowahi pemikiran wong akeh yen patangen iku nyata kelakon.

Nah, ayo padha sinau yen saben wong urip iku iso nduweni pepnginan ngungkuli dhudwre Gunung, tapi kudu mesthin pada ngerti yen ana sosok sing luwih kuwasa sing ngrancang uripe manungsa ing sajroning rancangan kan endah lan kebak berkat, inggih punika Gusti Allah piyambak. Pepenginane awakdewe ana werna-werna lan akeh sing durung lan ora kelakon. Nanging, aja mangkel lan getun! Padha pracayaa yen Gusti Alah lagi nata urip kita ing sajroning katresnan lan kawilujengan. Amin

Renungan Harian

Renungan Harian Anak