Bacaan: Yudas 1 : 17 – 25 | Pujian: PKJ. 202
Nats: “… peliharalah dirimu dalam kasih Allah sambil menantikan rahmat Tuhan kita Yesus Kristus, untuk hidup yang kekal.” (Ayat 21)
Menantikan hari bahagia bagi calon pengantin adalah masa yang sangat indah dalam peristiwa hidup mereka. Ada banyak yang harus disiapkan, mulai dari rencana hari lamaran, pemilihan baju, sampai tempat di mana perhelatan dilakukan, demikian juga siapa-siapa yang diundang, pemilihan wedding organizer, sampai catering, juga di mana acara inti dilakukan. Tentu ini sangat menyita waktu, pikiran, dan tenaga. Semua berharap pada hari yang ditentukan acara berlangsung meriah, mengesankan, dan menjadi kenangan terindah. Persiapan selalu lebih panjang dari acara sebenarnya yang biasanya berlangsung tidak lebih dari 3 jam itu.
Persiapan untuk menyambut kedatangan Tuhan sebenarnya juga tidak mudah. Dalam dunia yang dipenuhi dengan kehidupan yang menuruti keinginan manusia, orang percaya dipanggil untuk menunjukkan imannya yang teguh. Saat banyak hinaan dan cemooh ketika hidup sesuai dengan ajaran Tuhan Yesus, surat Yudas ini mengajak kita untuk tetap setia dan percaya kepada Tuhan Yesus Kristus dan tetap berbelas kasih kepada mereka yang bimbang hatinya. Itu berarti tidak mudah untuk menjalani hidup penuh dengan ketaatan dan kasih apalagi diperhadapkan kepada mereka yang tidak mau mengerti bahkan mengolok-olok. Hidup dengan kesabaran inilah yang menjadi panggilan orang percaya saat menantikan kedatangan Tuhan. Itu tidak hanya persiapan fisik seperti penyiapan acara, tempat, dan dana sebagaimana saat kita menyambut hari Natal. Namun yang lebih penting dari itu kita menyiapkan diri dan hati kita untuk menyambut Tuhan Yesus Sang Putra Natal itu. Saat kita menjawab iya, itu berarti hati kita dipenuhi sukacita serta kerinduan untuk meneladan Sang Putra Natal.
Natal adalah adalah penggenapan pengharapan manusia atas keselamatan yang telah lama dinantikan. Sambutan kita tidak harus gegap gempita di luar, namun di dalam hati yang berkobar dan meluap dengan cinta berbentuk tindakan ucapan syukur sampai saat-Nya tiba. Mari kita menyatakan cinta dan syukur kita melalui hati yang berbelas kasih, sabar dan setia meneladani Sang Putra Natal. Kedatangan-Nya biarlah selalu menjadi peristiwa yang membawa kedamaian bagi kita, semesta, dan siapapun yang menantikan-Nya. Amin. [LUV].
“Jangan menunggu waktu yang sempurna untuk memulai, karena waktu yang sempurna tidak akan pernah datang.” (Anonim)