Tahun Gerejawi: Adven 4
Tema: Tuhan pasti menepati janji-Nya
Judul: Keeping promises
Bacaan: Yesaya 7:10-14
Ayat Hafalan: “Sebab itu Tuhan sendirilah yang akan memberi kepadamu suatu pertanda …” (Yesaya 7:14 TB2)
Lagu Tema:
- Kidung Siwi 151 Percayalah
- Jangan Pernah Menyerah
Penjelasan Teks (Hanya Untuk Pamong)
Allah, melalui sang nabi, memberikan tawaran yang murah hati kepada Ahas, untuk meneguhkan nubuat-nubuat terdahulu, dan menguatkan imannya dalam hal-hal tersebut, dengan pertanda atau mujizat seperti yang dia pilih (ay. 10-11): Mintalah suatu pertanda dari TUHAN, Allahmu. Tapi, Ahas menolak tawaran yang murah hati ini dengan kasar, dan (yang tidak sopan jika disampaikan kepada siapa pun yang lebih tinggi) mengeluhkan kebaikan hati tersebut, dan meremehkannya (ay. 12): Aku tidak mau meminta. Alasan yang sebenarnya bahwa dia tidak mau meminta pertanda adalah karena dia selama ini bergantung pada bantuan bangsa Asyur. Walaupun begitu, dia berpura-pura memiliki alasan yang saleh: Aku tidak mau mencobai TUHAN. Tindakan ketidaksetiaan yang tersembunyi terhadap Allah sering kali ditutupi dengan topeng penghormatan kepada-Nya.
Maka, Nabi Yesaya menegur dia dan istananya, dia dan keturunan Daud, seluruh keluarga kerajaan, karena mereka menghina nubuat, dan sama sekali tidak menghargai wahyu ilahi (ay. 13). Tidak ada yang lebih mendukakakan Allah selain tidak mempercayai-Nya. Ahas tidak akan mau mengatakan bahwa, “Dia adalah Allahku,” walaupun sang nabi telah mengajak dia mengatakan demikian (ay. 11): TUHAN, Allahmu. Namun Yesaya mau mengatakan, “Dia adalah Allahku.” Nabi Yesaya, atas nama Allah, memberi mereka suatu pertanda (ay. 14), suatu pertanda tentang hehadiran sang Mesias. Tanda itu disampaikan dengan lebih rinci, dari siapa Dia lahir, nama-Nya, dan bahkan kehidupannya. Dan beberapa ratus tahun kemudian, apa yang dinubutkan Yesaya benar-benar terjadi.
Refleksi untuk Pamong
Jika kita membaca kisah hari ini tanpa mengetahui konteksnya, seperti yang diungkapkan dalam tafsiran di atas. Khususnya karakter tersembuni Ahas. Ternyata dibalik kalimatnya yang ‘manis’ tersimpan ketidakpercayaan atas janji Tuhan, bahkan kalimat itu terkesan ‘melecehkan’. Dalam hidup sehari-hari bisa jadi kita berinteraksi dengan orang seperti Ahas ini, tampak baik dan sopan di depan, tetapi di belakang justru sebaliknya. Kita tidak bisa mengubah orang lain, tetapi kita bisa mengubah respon kita terhadap mereka, karena itu mari kita senantiasa memohon kepada Tuhan agar diberkati hati yang bijaksana sehingga kita bisa merespon dengan benar.
Di sisi lain, bacaan hari ini juga menunjukkan kepada kita, seperti apapun usaha manusia untuk “menutupi” karya kasih Allah, apa yang dikehendaki-Nya pasti tetap terjadi, apa yang dijanjikan-Nya pasti tetap terwujud. Karena itu mari kita percaya penuh akan janji-Nya, terlebih ketika menghadapi dunia dengan berbagai janji palsunya.
Tujuan:
- Remaja dapat menjelaskan bahwa Tuhan selalu menepati janji-Nya.
- Remaja memahami bahwa Tuhan memiliki waktu dan cara-Nya sendiri dalam menggenapi janji-Nya.
- Remaja belajar untuk tetap percaya meskipun janji Tuhan belum terlihat segera digenapi.
- Remaja mengevaluasi bagaimana kesetiaan Tuhan telah nyata dalam kehidupan mereka.
Pendahuluan
Selamat pagi teman-teman remaja, bagaimana kabarnya hari ini? (pamong bisa terlebih dahulu memberikan respon yang sesuai dengan kondisi remaja saat itu)
Natal sudah semakin dekat, sudah siap? Hari ini disebut minggu adven 4, tahukah teman-teman apa arti kata Adven? (pamong bisa menjelaskan bahwa Adven adalah masa penantian) – menjelang Natal dan sekaligus menyambut akhir jaman. Ada 4 Minggu adven, dan hari ini adalah minggu Adven 4.
Inti Penyampaian
Di minggu Adven 4 ini, kita diajak untuk membaca Kitab Yesaya. Kitab ini ditulis ratusan tahun sebelum Tuhan Yesus lahir, tetapi Yesaya menulis dengan jelas dan detail tetang berita kelahiran Mesias – bahwa anak dara akan mengandung dan melahirkan Imanuel. Berita kelahiran Tuhan Yesus nyatanya sudah ada jauh sebelum Dia lahir. Ada yang tau, disebut apa berita yang disampaikan (biasanya oleh para Nabi) jauh sebelum hal itu terjadi? (jawab : nubuat).
Nubuat tentang kelahiran Mesias sudah diwartakan oleh Yesaya, dalam bacaan kita dijelaskan bahwa hal itu disampaikan di jaman Raja Ahas. Jika kita membaca apa yang tertulis dalam perikob hari ini tentu kita merasa sikap Ahas adalah respon yang saleh atas apa yang disampaikan Yesaya. Dia tidak ingin mencobai Tuhan. Tapi ternyata hal itu tidak benar-benar mencerminkan maksud hatinya. Yang sebenarnya terjadi adalah Ahas tidak mau meminta tanda karena dia sudah menyimpang hatinya mengikuti bangsa Asyur, tidak hanya di bidang sosial politik, tapi juga dalam hal rohani. Jadi Ahas sebenarnya tidak percaya kepada Tuhan dan semua nubuat-Nya. Ketika berbincang dengan Yesaya Ahas menunjukkan dengan vulgar bahwa dia tidak ingin terkait dengan Tuhan Allah dan semua karya-Nya, bahasa sekarang, Ahas ora ngurus!
Penolakan, ketidakpercayaan dan kejahatan Ahas membuat Yesaya jengkel, tapi apakah itu semua membatalkan janji Tuhan? Tidak! Waktu membuktikan pada saatnya setiap hal yang dinubutkan Yesaya terjadi! Kita yang hidup hari ini mengetahui itu dengan pasti, bahwa Sang Mesias, keturunan Daud itu benar-benar sudah hadir di dunia. Setiap detail janji Tuhan digenapi pada waktu-Nya. Hari ini kita ada di minggu adven 4, kita diajak menghayati masa penantian, tetapi bukan penantian semu melainkan penantian yang pasti berujung pada pemenuhan janji Tuhan. Tuhan tidak pernah mengingkari janji-Nya hanya kadang kita yang kurang sabar untuk menunggu janji itu digenapi.
Penerapan
Teman-teman remaja yang terkasih,
Janji Tuhan berbeda jauh dengan janji kita manusia. Kalau manusia, biasanya setelah berjanji pun lupa apa yang baru diucapkan. Atau dengan banyak alasan kita bisa saja mengingkari janji yang kita buat. Belajar dari hal itu, yok, jangan gambang umbar janji dan ketika kita sudah berjanji untuk melakukan sesuatu atau pada seseorang – orang tua, teman, guru, dsb, mari kita berusaha untuk menepatinya.
Jika kita baca di Alkitab, kita akan tahu ada banyak janji Tuhan. Coba teman-teman sebutkan contoh 1 janji Tuhan yang ada di Alkitab atau teman-teman sudah punya ayat favorit, berisi janji Tuhan yang menjadi pengharapan kalian? Nah, mari kita jadikan itu quote di Sosmed kita hari ini.
Aktivitas
- Minta setiap remaja memilih 1 ayat berisi janji Tuhan yang relevan dengan kehidupan mereka.
- Beri waktu 5-10 menit untuk remaja bisa mengkreasikan ayat itu menjadi quote motivasi. Bisa memakai canva atau app lain yang mereka punya di HP.
- Minta remaja membagikan quote itu di rells atau status sosmed mereka.