Purna Tugas Pendeta Agus Wasono & Pendewasaan GKJW Jemaat Tanjung Anom

8 December 2025

Ibadah Emeritasi Pdt. Agus Wasono, S.Th.

Suasana penuh khidmat meliputi pelaksanaan Ibadah Emeritasi Pdt. Agus Wasono, S.Th. yang berlangsung pada hari Minggu, 7 Desember 2025 di GKJW Jemaat Nganjuk. Ibadah yang menandai akhir perjalanan pelayanan Pdt. Agus Wasono sebagai seorang pendeta aktif dalam jabatan struktural di GKJW ini dilayani oleh Majelis Agung GKJW, dengan dihadiri oleh warga jemaat setempat, rekan-rekan sepelayan se-Majelis Daerah Kediri Utara II, serta keluarga besar. Ibadah ini menjadi momen penuh makna bagi perjalanan hidup dan pelayanan panjang Pdt. Agus Wasono.

Pdt. Agus Wasono lahir di Kediri pada 29 Agustus 1965. Panggilan untuk melayani Tuhan membawanya menempuh pendidikan teologi Strata 1 (S1) di Fakultas Teologi Universitas Kristen Duta Wacana (UKDW), Yogyakarta, dan dinyatakan lulus pada tahun 1990. Setelah menyelesaikan studinya, beliau segera menjalani serangkaian masa vikariat sebagai persiapan untuk menjadi pelayan Tuhan yang utuh di ruang lingkup pelayanan GKJW.

Masa-masa persiapan tersebut menghantar beliau pada momen penting dalam kependetaannya. Melalui Sidang Majelis Agung GKJW yang dilaksanakan di GKJW Jemaat Malang pada 29 September 1991, Pdt. Agus Wasono dinyatakan layak dan ditahbiskan menjadi pendeta. Sejak saat itu, beliau mendedikasikan diri dalam pelayanan di berbagai ladang Tuhan, baik di jemaat maupun lembaga:

  1. GKJW Jemaat Purwosari (MD Besuki Timur), tahun 1991 – 1995.
  2. GKJW Jemaat Sengkaling (MD Malang III Barat), tahun 1995 – 2002.
  3. GKJW Jemaat Babatan (MD Surabaya Timur II), tahun 2002 – 2011.
  4. GKJW Jemaat Kediri (MD Kediri Utara I), tahun 2011 – 2017.
  5. GKJW Jemaat Mojokerto (MD Mojokerto SB), tahun 2017 – 2019.
  6. IPTh. Balewiyata, tahun 2019 – 2021.
  7. GKJW Jemaat Nganjuk (MD Kediri Utara II), tahun 2021 hingga emeritus pada tahun 2025.

Perjalanan pelayanan Pdt. Agus Wasono tidak lepas dari dukungan penuh keluarga yang penuh kasih. Beliau menikah dengan Ibu Sri Wuryatiningsih di Jombang pada 11 Januari 1992. Dari pernikahan ini, Tuhan menganugerahkan dua orang anak, yaitu Eka Wury Batsyeba dan Imanuel Dwi Agung Wicaksono. Kehadiran dan dukungan keluarga menjadi pondasi kekuatan tersendiri bagi beliau dalam menjalani dinamika panggilan pelayanan selama puluhan tahun.

Dalam momen yang bersejarah ini, beliau menyampaikan pesan pastoral terakhirnya melalui kotbah bungsu yang didasarkan pada Mazmur 127: 1-5. Pdt. Agus Wasono menekankan bahwa segala upaya manusia, baik dalam membangun kehidupan maupun pelayanan, akan berakhir sia-sia jika tidak melibatkan Tuhan. Merefleksikan 34 tahun perjalanan pelayanannya, beliau mengingatkan jemaat bahwa kerja keras—”bangun pagi-pagi dan duduk makan roti dengan susah payah”—hanya akan bermakna jika Tuhan yang “membangun rumah” dan “mengawal kota”. Bagi beliau, segala pertumbuhan dan capaian dalam pelayanan bukanlah hasil kekuatan diri sendiri, melainkan semata-mata karena campur tangan dan perkenan Tuhan Sang Arsitek sejati.

Ibadah Emeritasi ini bukanlah tanda berhentinya pengabdian Pdt. Agus Wasono, melainkan sebuah peralihan fase pelayanan. Pelayanan beliau tidak berhenti pada saat memasuki masa emeritasi, melainkan terus berlanjut dalam bentuk yang berbeda. Sebagaimana dipahami dalam Tata Gereja dan Pranatanya, meskipun seorang pendeta memasuki masa purna tugas (emeritasi) secara kelembagaan, status kependetaannya tetap melekat seumur hidup. Pdt. Agus Wasono masih dapat terus mengambil bagian dalam pelayanan gerejawi, termasuk pelayanan sakramen. Masa emeritasi adalah masa di mana seorang pendeta dilepaskan dari jabatan strukturalnya, namun tetap memegang peran sebagai pendeta fungsional. Hal ini selaras dengan Tata dan Pranata GKJW mengenai jabatan-jabatan khusus, di mana panggilan untuk melayani Tuhan adalah panggilan seumur hidup.

GKJW Jemaat Tanjung Anom Resmi Menjadi Jemaat ke-182

Pada waktu yang bersamaan, setelah prosesi emeritasi Pdt. Agus Wasono, rangkaian ibadah dilanjutkan dengan momen bersejarah bagi perkembangan gereja, yaitu prosesi pendewasaan Calon Jemaat Tanjung Anom menjadi Jemaat Tanjung Anom. Peristiwa yang berlangsung pada Minggu, 7 Desember 2025 ini secara resmi menetapkan GKJW Jemaat Tanjung Anom sebagai Jemaat mandiri yang ke-182 dalam persekutuan Greja Kristen Jawi Wetan (GKJW).

Prosesi pendewasaan diawali dengan pembacaan Surat Keputusan Majelis Agung. Dalam pembacaan tersebut, ditegaskan bahwa peresmian ini didasarkan pada keputusan Sidang ke-123 Majelis Agung GKJW yang telah dilaksanakan di GKJW Jemaat Sitiarjo pada Juni 2025 lalu. Berdasarkan pertimbangan teologi, daya, dan dana, Calon Jemaat Tanjung Anom yang sebelumnya merupakan bagian dari wilayah pelayanan GKJW Jemaat Nganjuk dinyatakan layak dan mampu untuk berdiri sendiri sebagai jemaat dewasa.

Dalam Surat Keputusan tersebut, disebutkan pula identitas resmi dan domisili gereja baru ini. GKJW Jemaat Tanjung Anom kini secara administratif memiliki sekretariat yang beralamat di Jl. Gatot Subroto no. 84, Dusun Dipan Timur, Kelurahan Tanjung Anom, Kecamatan Tanjung Anom, Kabupaten Nganjuk.

Suasana sakral semakin terasa saat prosesi berlanjut pada pelantikan Penatua dan Diaken untuk GKJW Jemaat Tanjung Anom. Para pelayan Tuhan yang terpilih dipanggil ke depan altar untuk mengucapkan janji kesediaannya. Di hadapan Tuhan dan jemaat-Nya, mereka diteguhkan untuk memegang jabatan gerejawi ini, siap menggembalakan jemaat yang baru berdiri dengan penuh tanggung jawab. Sebagai simbol kemandirian, dilakukan penyerahan dokumen kelembagaan dan inventaris dari Majelis Jemaat Induk (GKJW Jemaat Nganjuk) kepada Pelayan Harian Majelis Jemaat (PHMJ) GKJW Jemaat Tanjung Anom yang baru didewasakan. Dengan peresmian ini, GKJW Jemaat Tanjung Anom kini berdiri sejajar dengan jemaat-jemaat lain dalam ikatan Patunggilan Kang Nyawiji, siap menjadi terang dan berkat bagi lingkungan sekitarnya.

Video Ibadah Emeritasi Pendeta Agus Wasono & Pendewasaan GKJW Jemaat Tanjung Anom dapat diikuti dibawah ini

Foto & Video oleh Tim Multimedia MD Kediri Utara II

Renungan Harian

Renungan Harian Anak