Tahun Gerejawi: Adven 3
Tema: Bersabar dalam Penantian
Judul: Sabar
Bacaan: Yakobus 5: 7-11
Ayat Hafalan: “Kamu juga harus bersabar dan harus meneguhkan hatimu, karena kedatangan Tuhan sudah dekat!” ( Yakobus 5: 8 TB2)
Lagu Tema: Kidung Siwi 122 Kasih
Penjelasan Teks (Hanya Untuk Pamong)
Di dalam pasal ini, Rasul Yakobus menyatakan penghukuman Allah ke atas orang-orang kaya yang menindas kaum miskin, sambil menunjukkan betapa besar dosa dan kebodohan mereka di mata Allah, serta betapa berat hukuman yang akan ditimpakan kepada mereka (ay. 1-6). Kemudian, semua orang percaya dinasihati untuk bersabar di bawah segala pencobaan dan penderitaan mereka (ay. 7-11). Perikob ini memuat pesan, “Oleh sebab itu bersabarlah, karena Allah akan mendatangkan kesengsaraan kepada orang fasik, sehingga kamu bisa melihat apa kewajibanmu, dan bagaimana hatimu dapat dikuatkan.” Kerjakan kewajibanmu: Bersabarlah (ay. 7), teguhkan hatimu (ay. 8), Saudara-saudara, janganlah kamu bersungut-sungut dan saling mempersalahkan (ay. 9). Renungkan baik-baik makna ketiga ungkapan ini:
- “Bersabarlah, yakni tanggunglah penderitaanmu tanpa bersungut-sungut dan cederamu tanpa membalas dendam. Kalaupun Allah tidak segera datang membelamu melalui tanda apa pun, nantikanlah Dia. Sebab penglihatan itu masih menanti saatnya, tetapi ia bersegera menuju kesudahannya dengan tidak menipu; apabila berlambat-lambat, nantikanlah itu, sebab itu sungguh-sungguh akan datang dan tidak akan bertangguh. Biarlah kesabaranmu terus bertambah dalam penderitaan yang lama.” Demikianlah makna istilah makrothymēsate yang digunakan di sini. Kesabaran orang Kristen seperti ini bukanlah sekadar sikap bertahan karena terpaksa, melainkan dengan rendah hati bersedia tunduk di dalam hikmat serta kehendak Allah. Karena merupakan pelajaran yang harus diterima orang Kristen, meskipun terasa sangat berat dan sulit bagi mereka, hal ini diulangi dalam ayat 8, Kamu juga harus bersabar.
- “Teguhkan hatimu, yakni biarlah imanmu tetap teguh, tanpa bimbang. Teruskan berbuat baik tanpa lelah, dan tetap teguh hati terhadap Allah dan sorga, meskipun ada banyak penderitaan atau pencobaan.” Kemakmuran orang fasik dan penderitaan orang benar sepanjang zaman merupakan ujian berat bagi iman umat Allah. Daud berkata, Tetapi aku, sedikit lagi maka kakiku terpeleset, nyaris aku tergelincir. Sebab aku cemburu kepada pembual-pembual, kalau aku melihat kemujuran orang-orang fasik (Mzm. 73:2-3). Beberapa orang Kristen yang disurati Yakobus ini mungkin saja juga tertatih-tatih seperti itu. Oleh sebab itu mereka diimbau untuk teguh hati. Iman dan kesabaran akan meneguhkan hati.
- Saudara-saudara, janganlah kamu bersungut-sungut dan saling mempersalahkan. Ungkapan mē stenazete berarti, jangan saling berkeluh kesah, atau, “Jangan membuat tidak nyaman satu sama lain dengan bersungut-sungut perihal apa yang menimpamu, atau dengan berkeluh kesah karena tidak percaya tentang apa yang selanjutnya akan terjadi pada dirimu. Jangan juga menggerutu penuh dendam terhadap penyebab penderitaanmu, atau karena iri terhadap mereka yang mungkin tidak mengalami malapetaka seperti dirimu. Jangan membuat dirimu dan orang lain merasa tidak nyaman dengan menggerutu serta saling membuat sedih.” Orang-orang yang tengah menghadapi musuh bersama dan sama-sama ada dalam penderitaan, harus lebih berhati-hati lagi supaya tidak saling menyakiti hati dan saling menggerutu.
Perhatikanlah dorongan yang diberikan di sini agar orang Kristen bersabar, meneguhkan hati, dan tidak saling bersungut-sungut.
- “Lihatlah teladan petani: Sesungguhnya petani menantikan hasil yang berharga dari tanahnya dan ia sabar sampai telah turun hujan musim gugur dan hujan musim semi. Ketika kamu menabur benih di tanah, kamu menunggu datangnya hujan musim gugur dan hujan musim semi selama berbulan-bulan, dan bersedia menanti sampai tiba masa panen untuk menuai hasil kerja kerasmu.
- “Pikirkanlah betapa singkat waktu penantian yang mungkin akan kamu jalani nanti: kedatangan Tuhan sudah dekat! (ay. 8). Sesungguhnya Hakim telah berdiri di ambang pintu (ay. 9). Jangan bersikap tidak sabar, jangan saling bertengkar. Setiap kali kesabarannya dan anugerah kepada umat-Nya sedang diuji dengan cara luar biasa, kepastian tentang kedatangan Kristus sebagai Hakim yang sudah dekat, seharusnya cukup untuk membuat hati mereka teguh. Sekarang ini Sang Hakim yang akan menghakimi dunia sudah jauh lebih dekat dibanding dahulu ketika surat ini ditulis. Oleh sebab itu hal ini sudah seharusnya menimbulkan dampak lebih besar bagi kita.
- Bahaya bahwa kita bisa saja dihukum ketika Sang Hakim muncul, sudah seharusnya mendorong kita untuk memperhatikan kewajiban kita seperti yang disampaikan sebelum ini: Janganlah kamu bersungut-sungut, supaya kamu jangan dihukum. Jika kita menghindari semua kejahatan ini, dan bersabar di bawah semua pencobaan, maka Allah tidak akan menghukum kita.
- (4) Kita didorong untuk bersabar dengan meniru teladan para nabi (ay. 10): Turutilah teladan penderitaan dan kesabaran para nabi yang telah berbicara demi nama Tuhan. Amatilah di sini, para nabi yang sangat dihargai dan diperkenan Allah, telah mengalami penderitaan paling berat. Saat kita merenungkan bahwa orang-orang terbaiklah yang paling mengalami kesukaran di dunia ini, maka sudah sepatutnya kita berdamai dengan penderitaan. Karena itu Yakobus memandang masuk akal bagi orang-orang percaya bahwa: kami menyebut mereka berbahagia, yaitu mereka yang telah bertekun (ay. 11). Kami memandang mereka yang menderita dengan benar dan sabar sebagai orang-orang yang paling bahagia (lihat 1:2-12).
- (5) Ayub juga disebutkan sebagai teladan untuk menguatkan hati orang-orang yang dirundung kemalangan. Di dalam pengalaman Ayub, bisa dilihat contoh tentang berbagai kesengsaraan yang teramat menyedihkan. Namun, di bawah semua itu ia masih bisa memuji Allah. Mengenai keadaan batinnya secara umum, ia tetap bersabar dan rendah hati. Dan apa yang akhirnya terjadi pada dirinya? Dengan sesungguhnya Allah memenuhi dan menyebabkan hal-hal yang dengan jelas membuktikan bahwa Tuhan maha penyayang dan penuh belas kasihan. Cara terbaik untuk menanggung penderitaan adalah mengetahui apa yang akhirnya tersedia.
Refleksi Untuk Pamong
Sabar dalam renungan hari ini nyatanya tidak hanya sebatas pilihan untuk menahan diri, tetapi lebih dalam dari itu. Sabar terkait sikap batin, kemantapan iman, dan percaya penuh pada Tuhan. Kesabaran juga terkait dengan respon terhadap peristiwa kehidupan, bagaimana pikiran, tindakan, dan ucapan orang percaya tetap konsisten. Kesabaran yang demikian diundangkan bagi kita, khususnya dalam konteks pelayanan kepada Remaja, mari kita belajar untuk bersabar mendampingi anak-anak kita. Masa remaja apa lagi jaman ini, menghadapi multi tantangan, maka, menanamkan kesabaran di hati para remaja juga menjadi bekal baik bagi kehidupan mereka.
Tujuan:
- Remaja berusaha untuk bersabar dalam tantangan kehidupan sehari-hari, seperti dalam studi, keluarga, dan pertemanan.
- Remaja membedakan antara sikap menunggu dengan iman dan menunggu dengan bersungut-sungut.
- Remaja mengevaluasi bagaimana kesabaran memengaruhi kehidupan mereka secara positif.
- Remaja membuat jurnal harian tentang bagaimana mereka melatih kesabaran dan tidak menyalahkan orang lain dalam berbagai situasi.
Pendahuluan
Selamat pagi teman-teman remaja yang dikasihi Tuhan. Apa kabar hari ini? Oh ya Satnight (Saturday night) kemarin kemana? Nah kakak punya cerita tentang Geng Asik nih.
Suatu Malming, geng asik janjian nongkrong di cafe langganan mereka, tempatnya enak untuk mabar. Mereka ber 3 janjian jam 6 sore. Tepat jam 6 2 anggota geng sudah datang dan mencari tempat yang asik, 10, 20, 40 menit berlalu, tetapi 1 anggota lainnya belum datang juga. Mereka mulai bosan, nggrundel, dan tidak mood untuk mabar. Setelah 1 jam baru 1 anggota yang dinanti-nanti hadir. Sikap 2 orang lainnya adalah…
Nah, kalau teman-teman jadi penulis cerita ini, kira-kira apa kalimat selanjutnya? (memberi kesempatan mereka menjawab).
Inti Penyampaian
SABAR, sebuah kata yang hanya terdiri dari 5 huruf. Tapi, dari semua remaja dan juga pamong yang hadir hari ini, silahkan tunjuk jari bagi yang merasa dirinya sabar! Sepertinya tidak banyak (atau bahkan mungkin tidak ada) yang merasa sabar ya, kira-kira kenapa?
Padahal teman-teman, bacaan kita hari ini, Yakobus menulis dan mengingatkan agar kita ini bisa sabar. Sabar itu bagaimana sih? Apa cukup seperti lagu “kasih itu sabar, tidak suka marah-marah”? seorang Penafsir menuliskan Bersabar (dalam bahasa Yunani: makrothymēsate), yakni tanggunglah penderitaanmu tanpa bersungut-sungut dan cederamu tanpa membalas dendam. Nasihat untuk bersabar dikuatkan dengan semangat untuk teguh didalam iman. Jadi menurut Yakobus sabar tidak hanya sebatas tidak marah, tetapi dalam hati nggrundel, atau bahkan ingin membalas dendam. Wah, jangan ya dek ya!
Yakobus juga megajar kita tidak hanya dalam “teori” tetapi melalui contoh nyata. Ada beberapa contoh yang diberikan :
- Petani
Konteks petani yang ditulis Yakobus adalah petani di negara yang memiliki 4 musim. Coba teman-teman sebutkan dulu musim apa saja? Nah, di negara-negara 4 musim, bertani mebih menantang daripada di Indonesia. Tapi, jaman sekarang, bertani di Indonesia juga semakin sulit. Inti yang ingin disampaikan Yakobus adalah Ketika kamu menabur benih di tanah, kamu menunggu datangnya hujan selama berbulan-bulan, dan bersedia menanti sampai tiba masa panen untuk menuai hasil kerja kerasmu. Menunggu tentu tidak hanya dengan berdiam diri tapi mengupayakan, membersihkan, memupuk, menyiram, sampai panen tiba. Maka, kesabaran di sini bukanlah tindakan pasif, yaitu tidak berbuat apa-apa, sebaliknya, sabar itu tangguh berjuang sampai mencapai tujuan. - Para Nabi
Para nabi yang sangat dihargai dan diperkenan Allah, telah mengalami penderitaan paling berat. Saat kita merenungkan bahwa orang-orang terbaiklah yang paling mengalami kesukaran di dunia ini, maka sudah sepatutnya kita berdamai dengan penderitaan. - Ayub
Di dalam pengalaman Ayub, bisa dilihat contoh tentang berbagai kesengsaraan yang teramat menyedihkan. Namun, di bawah semua itu ia masih bisa memuji Allah. Mengenai keadaan batinnya secara umum, ia tetap bersabar dan rendah hati. Dan apa yang akhirnya terjadi pada dirinya? Allah membuktikan bahwa Tuhan maha penyayang dan penuh belas kasihan.
Kesabaran dalam iman Kristen tidak hanya sebatas menahan diri tapi dalam hari sebenarnya marah, nggrundel,dsb. Kesabaran erat hubungannya dengan sikap hari kita yang percaya pada kuasa Tuhan sepenuhnya bahwa Dia akan menolong dan menyelamatkan kita.
Penerapan
Nah, berarti sekarang teman-teman sudah bisa menemukan kalimat yang tepat untuk melanjutkan cerita geng asik di atas. Lebih dari itu, bagaimana dengan kehidupan para remaja sehari-hari, jika kita diejek, diremehkan, atau dalam hidup kita sedang menghadapi kesulitan-kesulitan, kesabaran seperti apa yang harus kita lakukan. Mari diskusikan beberapa kasus di bawah ini dan bagikan hasil diskusimu bersama teman-teman dalam ibadah hari ini.
Aktivitas
Diskusi studi kasus :
- Siswa Berkebutuhan Khusus Di-bully di SMP Depok hingga Lukai Diri Sendiri
Depok – Seorang siswa kelas IX di sekolah menengah pertama (SMP) di Cimanggis, Kota Depok, diduga menjadi korban bullying. Bocah berinisial R (15) di-bully oleh teman sekolah hingga melukai dirinya sendiri. Ayah korban berinisial F mengatakan putranya itu sering mendapatkan bullying dari temannya di sekolah. Puncaknya, pada saat upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila 1 Oktober 2024 kemarin, R dilempar batu oleh temannya.
“Memang dia sering menerima bullying, kemarin puncaknya di saat upacara dilempar batu,” kata F saat dihubungi detikcom, Rabu (2/10/2024). F mengatakan anaknya berkebutuhan khusus. Dia diterima di sekolah negeri melalui jalur inklusi. Meski demikian, R dapat mengikuti pelajaran dengan baik. “Memang anak saya berkebutuhan khusus, tapi tidak mengganggu. Kalau bercanda, kalau dia dimulai duluan, dia baru gitu (bereaksi),” ujarnya. Saat menerima bullying tapi R tidak bisa membalas temannya itu, akhirnya dia memecahkan kaca sekolah hingga tangannya terluka.
“Sampai selesai upacara mungkin dia mau membalas, kesal kali ya, dia mau membalas itu dia nggak bisa atau gimana gitu, jadi kemarin dia memukul kaca. Saking kesalnya,” tuturnya. R mengalami luka di bagian lengan kirinya. Akibat kejadian itu, R menjalani operasi penyambungan urat. “Semalam ada tindakan operasi untuk menyambung urat jarinya karena putus, jadi semalam ada tindakan (dari rumah sakit),” ujarnya.
Baca artikel detiknews, “Siswa Berkebutuhan Khusus Di-bully di SMP Depok hingga Lukai Diri Sendiri”.- Jika kamu jadi saudara R, bagaimana sikapmu?
- Jika kamu adalah teman sekolah R, bagaimana sikapmu?
- Keadilan pendidikan dan zonasi sekolah
Akhir Mei lalu terjadi peristiwa menggemparkan di Blitar, Jawa Timur. Seorang siswi SMP berprestasi memutuskan bunuh diri setelah tahu, bahwa dia tidak akan bisa mendaftar ke SMA favorit terbaik di daerah itu. Penyebabnya adalah sistem zonasi, dia yang tinggal di Kabupaten Blitar kecil peluangnya bersekolah di Kota Blitar.
Dalam keterangan resminya, Kementerian Pendidikan Nasional menyatakan sistem zonasi ditetapkan pemerintah sebagai upaya pemerataan akses pendidikan dan menghilangkan status sekolah favorit atau bukan. Setiap sekolah diharuskan menerima minimal 90 persen siswa dari area sekitarnya, dan hanya 5 persen kuota untuk calon siswa dari luar zona.
Pada praktiknya, dengan zonasi siswa diarahkan memilih sekolah negeri yang dekat dengan rumah. Sekolah bagus juga “dipaksa” menerima siswa dengan prestasi rendah, yang tinggal di dekat lokasinya untuk mengurangi beban biaya transportasi dan menciptakan keadilan akses pendidikan. Namun, sistem ini terus menimbulkan masalah. Ada daerah yang menerapkan penambahan poin, memakai sistem 3 gelombang penerimaan hingga menetapkan jalur-jalur khusus berdasar pertimbangan tertentu. Bagi sebagian orang tua, aturan-aturan yang ditetapkan dianggap terlalu rumit dan merepotkan.- Apa pendapatmu tentang sulitnya mencari sekolah?
- Apa yang kamu lakukan?