Bacaan: Matius 5 : 17-48
Nats: “… tinggalkanlah persembahanmu di depan mezbah itu dan pergilah berdamai dahulu dengan saudaramu, lalu kembali untuk mempersembahkan persembahanmu itu. Segeralah berdamai dengan lawanmu selama engkau bersama-sama dengan dia ditengah jalan, supaya lawanmu itu jangan menyerahkan engkau kepada hakim dan hakim itu menyerahkan engkau kepada pembantunya dan engkau dilempar ke dalam penjara.” (Matius 5:24-25)
Teman-teman, jika kita membenci atau dendam kepada orang lain, maka akal dan nurani kita bisa menjadi “buta” hingga akhirnya kita membenci semua hal yang berhubungan dengan orang itu. Dampak lainnya adalah hati kita menjadi tersiksa akibat dendam dan amarah yang ada dalam diri kita sendiri.
Bacaan kita saat ini menegaskan bahwa kita harus berdamai dahulu sebelum menghadap Tuhan. Tuhan Yesus mengajarkan agar kita cinta damai. Lalu bagaimana caranya agar kita dapat selalu berdamai dengan sesama?
Yang pertama adalah mari kita mengoreksi diri apakah kita sedang berselisih atau memendam kemarahan pada orang lain atau tidak.
Yang kedua adalah kita harus memiliki sikap rendah hati untuk mengakui bahwa ada sesuatu yang salah yang mungkin telah kita perbuat terhadap orang lain.
Yang ketiga adalah “berdamai dahulu dengan saudaramu”. Menekankan pada tindakan untuk membuka hati dan berusaha untuk berdamai dengan orang lain yang sedang berselisih dengan kita.
Mari kita terus mengingat, jika kita berdoa atau beribadah namun masih disertai dengan kebencian dalam hati, Allah tidak akan berkenan atas doa kita. Mari kita datang kepada Tuhan dengan hati yang penuh sukacita, tidak dengan menyimpan dendam ataupun kebencian.
Matius 5 :9
Lengkapi ayat Alkitab dibawah ini
Berbahagialah…………yang membawa…………..karena……….akan disebut………………..Allah
Doaku: “Tuhan, ajarkanlah aku untuk tidak menyimpan dendam dan kebencian didalam hati. Amin”