Berani Jujur Pancaran Air Hidup Junior 7 November 2025

7 November 2025

Bacaan: Kejadian 33 : 1-20
Nats: “…Dan ia sendiri berjalan di depan mereka dan ia sujud sampai ke tanah tujuh kali, hingga ia sampai dekat kakaknya itu.” (Kejadian 33:3)

Teman-teman, kita semua tahu bahwa manusia sebagai makhluk berdosa tentu tidak terlepas dari kesalahan. Ketika seorang telah melakukan kesalahan, maka ada dua kemungkinan yang akan terjadi. Pertama, ia mengakui, memohon pengampunan. Kedua, ia mengingkarinya.

Bacaan kita saat ini menceritakan tentang kisah Yakub dan Esau. Yakub sadar dengan siapa ia berhadapan. Ia berhadapan dengan Esau, kakak yang pernah ditipunya. Yakub menduga, Esau akan marah jika berjumpa dengannya. Perbuatan curang yang pernah dilakukannya yaitu mencuri hak sulung berkat Esau, masih menghantuinya.

Alkitab menuliskan, Yakub bersujud tujuh kali saat menghampiri kakaknya untuk merendahkan diri. Esau pun luluh. Ia berlari menghampiri, memeluk, bahkan menangis bersamanya.

Dari cerita ini kita bisa melihat karya Allah yang sungguh luar biasa. Allah berkenan mengubah hati manusia. Dendam dan permusuhan dapat berubah ketika kasih yang bertahta. Mari kita belajar dari Yakub yang berani jujur untuk mengakui kesalahannya. Yakub pun rela merendahkan dirinya.

Susun di selembar kertas ayat Alkitab di bawah ini:
Amsal 28 :13

Pelanggarannya – siapa – tidak akan – beruntung – menyembunyikan – mengakuinya – tetapi – siapa – akan disayangi – meninggalkannya – dan

Doaku: “Tuhan, ajari aku untuk berani jujur mengakui kesalahan dan hidup berdamai dengan orang lain. Amin”

Renungan Harian

Renungan Harian Anak