Tahun Liturgi: Bulan Pembangunan GKJW
Tema: Persekutuan Memperkuat Kemerdekaan dan Gereja
Judul: Bersama kita kuat, bersekutu kita bertumbuh
Bacaan: Ibrani 10:19-25 (Nats: ayat 24-25)
Ayat Hafalan: Janganlah kita menjauhkan diri dari pertemuan-pertemuan ibadah kita, seperti dibiasakan oleh beberapa orang, tetapi marilah kita saling menasihati, dan semakin giat melakukannya menjelang hari Tuhan yang mendekat. (Ibrani 10:25)
Lagu Tema: Kidung Siwi nomor 2 “Ayo Ibadah Minggu”
Penjelasan Teks (Hanya Untuk Pamong):
Bacaan kita minggu ini adalah kitab Ibrani yang oleh tradisi iman Kristen diyakini ditulis oleh Rasul Paulus. Ibrani 10:19-25 berisi tentang mengingat pengorbanan Yesus dan juga nasihat atau tentang apa saja yang harus dilakukan oleh para pengikut Kristus setelah menerima penebusan dosa.
Dimulai dari ayat 19, penulis kitab Ibrani mengingatkan tentang kematian Yesus di Kayu Salib yang memungkinan orang yang percaya untuk memasuki Ruang Mahasuci. Hal itu dapat dilakukan sebab Yesus mengorbankan diri-Nya sendiri sebagai korban penebusan dan disebut sebagai jalan yang memberi kehidupan(ayat 20). Ayat yang ke 22, dimulai dengan suatu perintah untuk mendekat kepada Allah. Caranya dilakukan dengan hati yang tulus, iman yang teguh, hati yang sudah disucikan dan tubuh yang bersih. Setalah perintah untuk mendekat kepada Allah, pada ayat yang ke 23, Rasul Paulus memberi nasihat untuk berpegang teguh pada pengharapan yang kita miliki kepada Allah sebab Allah akan menepati janji-Nya. Kita juga diajar untuk saling memperhatikan, saling mengasihi dan melakukan hal yang baik. Nasihat puncaknya adalah pada ayat ke 25 yaitu untuk tetap bersekutu bersama dengan orang-orang beriman. Nasihatnya jelas: “janganlah kita menjauhkan diri dari pertemuan-pertemuan ibadah.” Tujuannya agar kita dapat salaing menasihati dan giat dalam melakukan pekerjaan Tuhan dalam persekutuan yang kita lakukan.
Dari sini kita dapat melihat bahwa Rasul Paulus ingin agar orang percaya terus mengingat pengorbanan Yesus di Kayu Salib. Hidup sesuai dengan statusnya sebagai orang yang telah ditebus oleh Allah, yang ditunjukkan dengan gaya hidup baru sebagai pengikut Kristus.
Refleksi Untuk Pamong
Bersama kita kuat, bersekutu kita bertumbuh kiranya menjadi pedoman pamong dalam melayani. Bahwa dalam melayani kita tidak dapat melakukannya sendiri. Kita perlu bersama-sama untuk menolong anak-anak memiliki iman yang kuat dan teguh bersama Kristus. Pamong diingatkan untuk terus bersekutu, terus terlibat aktif dalam komunitas pelayanan agar imannya juga ikut bertumbuh sehingga dapat menolong anak-anak untuk bertumbuh.
Tujuan:
- Remaja dapat memahami bahwa tanpa persekutuan, iman bisa menjadi lemah, tetapi dengan persekutuan, mereka bisa saling menguatkan.
- Remaja dapat berpartisipasi aktif dalam komunitas gereja, seperti pelayanan, kelompok kecil, atau kegiatan sosial.
- Remaja dapat mengidentifikasi tantangan yang dihadapi gereja saat ini dalam mempertahankan persekutuan di tengah dunia digital dan kesibukan individu.
Pendahuluan
- Ajaklah remaja untuk menyanyikan pujian dari Kidung Siwi nomor 2 “Ayo Ibadah Minggu”
- Ajaklah remaja untuk membaca firman Tuhan dari Ibrani 10:19-25
Inti Penyampaian
Teman-teman, pernahkah kamu berpikir bahwa imanmu bisa bertumbuh dengan baik meskipun kamu jarang ke gereja? Mungkin dalam pikiranmu berkata: “yang penting memuji Tuhan dan membaca Alkitab di rumah. Ga perlu sering-sering ke gereja.” Kita terbiasa melakukan segala sesuatu sendiri dengan gadget yang kita miliki. Kan bisa ibadah online di rumah. Apa benar demikian?
Bacaan kita hari ini menunjukkan bahwa iman kita dapat bertumbuh jika kita ada dalam komunitas. Nah ibadah yang kita lakukan sekarang ini adalah bagian dari komunitas itu. Kita perlu bersekutu dengan orang lain. Artinya kita menggabungkan diri dengan orang lain. Penulis kitab ibrani memberi nasihat supaya para pengikut Kristus tidak menjauhkan diri dari pertemuan-pertemuan ibadah. Pertemuan ibadah atau yang kita kenal dengan persekutuan adalah tempat untuk saling menguatkan, belajar bersama dan bertumbuh dalam kasih Kristus. Maka dari itu, kehadiran kita dalam ibadah dan persekutuan penting, agar gerejanya, GKJW, tidak kehilangan remaja-remaja yang mau terus bertumbuh dalam iman.
Penerapan
Di Bulan Pembangunan GKJW, kita diajak merenungkan peran persekutuan dalam memperkuat gereja dan semangat kebangsaan. Seperti bangsa Indonesia yang bisa merdeka karena bersatu, gereja juga bisa kuat dan bertumbuh jika warganya saling mendorong dan memperhatikan satu sama lain. Hal itu bisa kita mulai dengan hal-hal sederhana seperti hadir dalam ibadah remaja, ikut pelayanan saat ibadah. Mari belajar membuka diri dan terlibat dalam pelayanan agar kita semakin kuat dan iman kita terus bertumbuh dalam Kristus.
Aktivitas
- Bagi remaja dalam kelompok yang beranggotakan 3-4 orang
- Minta remaja mendiskusikan dan menulis hasil diskusi dari pertanyaan: tantangan apa yang dihadapi gereja saat ini dalam mempertahankan persekutuan di tengah dunia digital dan kesibukan individu?
- Minta 1-2 kelompok mempresentasikan jawaban mereka.
BAHASA JAWA
Pendahuluan
- Ajakna para remaja kanggo nembang pujian saka Kidung Siwi nomer …
- Ajakna para remaja kanggo maca pangandikané Gusti saka Ibrani 10:19–25
Inti Penyampaian
Kanca-kanca, apa kowe tau mikir yèn imanmu bisa tuwuh apik senajan kowe arang menyang pasamuwan? Mbokmenawa ana ing pikiranmu ngomong: “sing penting memuji Gusti lan maca Kitab Suci ning omah. Ora perlu kerep-kerep menyang gereja.” Saiki kita wis biasa nindakake kabèh dewekan karo gadget sing ana ing tangan. Kan bisa ibadah online ning omah. Tapi, apa pancen bener kaya ngono?
Wacaan kita dina iki nuduhaké yèn iman kita bisa tuwuh menawa kita ana ing komunitas. Nah, ibadah sing saiki kok lakoni kuwi uga kalebu bagéan saka komunitas kuwi. Kita butuh padhangga, tegesé kita nyawiji karo wong liya. Panulis kitab Ibrani maringi pepeling supaya para pandhérék Kristus aja ngedohké awaké saka pepanggonan kanggo ngibadah bebarengan. Pepanggonan ngibadah utawa persekutuan kuwi panggonan kanggo saling nyemangati, sinau bareng, lan tuwuh bebarengan ing katresnané Kristus. Mulané, rawuhe awakmu ing ibadah lan persekutuan kuwi penting banget, supaya pasamuwané Gusti, GKJW, ora nganti kelangan para remaja sing gelem terus tuwuh ing iman.
Penerapan
Ing Bulan Pambangunan GKJW iki, kita diajak kanggo merenungaké sepira pentingé persekutuan kanggo nguwatké pasamuwan lan semangat kebangsaan. Koyok bangsa Indonesia sing bisa merdika merga guyub rukun, pasamuwan uga bisa dadi kuwat lan tuwuh yen anggotané padha nyemangati lan memperhatiké siji lan sijiné.
Kita bisa miwiti saka prakara sing prasaja, kaya ta rawuh ing ibadah remaja, melu pelayanan pas ibadah. Ayo padha sinau mbukak ati lan melu aktif ing pelayanan, supaya kita dadi remaja sing tambah kuwat lan iman kita tansah tuwuh ing Kristus.
Aktivitas
- Bagèkna para remaja dadi klompok cilik sing isiné 3–4 wong.
- Jalukna para remaja ngrembug lan nulis asil diskusi saka pitakon iki:“Apa tantangan sing diadhepi pasamuwan saiki kanggo njaga persekutuan ing tengahing donya digital lan kesibukan saben wong?”
- Jaluk 1 utawa 2 klompok kanggo medharaké (mempresentasikaké) jawabané ing ngarepé kanca-kanca.