Tahun Liturgi: HUT RI
Tema: Merdeka dalam Tanggung Jawab
Judul: Bebas dan Bertanggung Jawab
Bacaan: 1 Petrus 2:13-17 (Nats: ayat 16)
Ayat Hafalan: Hiduplah sebagai orang merdeka dan bukan seperti mereka yang menyalahgunakan kemerdekaan itu untuk menyelubungi kejahatan-kejahatan mereka, tetapi hiduplah sebagai hamba Allah (1 Petrus 2:16)
Lagu Tema: Kidung Siwi nomor 29 “Yang Diajarkan Tuhan”
Penjelasan Teks(Hanya Untuk Pamong)
Dalam tahun liturgi HUT RI, bacaan yang diambil adalah 1 Petrus 2:13-17. Bacaan ini berisi tentang nasihat yang harus dilakukan oleh pengikut Kristus tentang bagaimana hidup bermasyarakat ditengah orang-orang yang tidak mengenal Allah. Pada ayat 11-12 Rasul Petrus secara jelas menyampaikan bahwa pengikut Kristus harus hidup dengan baik supaya mereka tidak difitnah karena orang lain dapat melihat bagaimana mereka hidup dari perilaku mereka sehari-hari.
Setelah nasihat untuk hidup dengan baik, mulai dari ayat ke 13-15, Rasul Petrus secara rinci menuliskan apa saja yang harus dilakukan. Hal pertama yang harus dilakukan adalah tunduk. Itu berarti pengikut Kristus harus patuh, taat dan setia. Ketundukan itu ditujukan kepada Allah dan pemerintah. Yang kedua adalah menghormati orang yang baik(ayat 14) dan berbuat baik(ayat 15). Dan yang terakhir, hal yang harus dilakukan adalah hidup sebagai orang merdeka(ayat 16). Pesan dari ayat 16 jelas sekali bahwa kita perlu menjadi orang merdeka yang bertanggung jawab. Dijelaskan dengan lebih rinci bahwa kemerdekaan/kebebasan yang kita punya tidak dipakai untuk menutupi kejahatan tetapi untuk hidup sesuai dengan kehendak Allah(hidup sebagai hamba Allah).
Refleksi Untuk Pamong
Melalui bacaan minggu ini, pamong sebagai pengikut Kristus kembali diingatkan untuk terus patuh, taat dan setia kepada Allah dan gereja-Nya. Pamong adalah orang merdeka yang telah dilepaskan dari dosa oleh Kristus. Maka dari itu pamong perlu tunduk kepada Allah yang telah membebaskannya, perlu menghormati orang lain sebagai cerminan dan bukti dari mengasihi Allah, perlu berbuat baik kepada sesama untuk menunjukkan kasih Kristus yang telah memerdekakannya dan menjadi orang yang bertanggung jawab dengan kemerdekaan yang dimilikinya.
Tujuan:
- Remaja dapat memahami bahwa kebebasan bukan berarti melakukan segala sesuatu tanpa batas, tetapi harus selaras dengan firman Tuhan.
- Remaja dapat menunjukkan sikap bertanggung jawab dengan aktif dalam kegiatan sosial, gereja, dan organisasi sekolah.
- Remaja dapat mengidentifikasi bagaimana penyalahgunaan kebebasan dapat merugikan diri sendiri dan orang lain.
- Remaja dapat mengevaluasi tindakan pribadi dalam menggunakan kemerdekaan—apakah sudah bertanggung jawab atau masih semena-mena.
Pendahuluan
- Ajak remaja menyanyikan lagu dari Kidung Siwi no: Kidung Siwi nomor 29 “Yang Diajarkan Tuhan”
- Minta salah satu remaja untuk membaca 1 Petrus 2:13-17
Inti Penyampaian
Minggu ini kita masih dalam tahun liturgi HUT RI. Tahun liturgi yang sama dengan minggu lalu dan masih membahas tema yang sama yaitu kemerdekaan. Jika berbicara tentang kemerdekaan kita pasti fokus kepada kebebasan yang diperoleh orang yang merdeka. Tapi apakah orang yang merdeka itu memang bebas melakukan apa saja dengan cara berkata seenaknya, bertindak tanpa aturan, melakukan pelanggaran karena merasa itu adalah hak kita? Bacaan kita hari ini mengingatkan bahwa kebebasan sejati datang dengan tanggung jawab.
Nats kita hari ini, 1 Petrus 2:16 mengingatkan kita bahwa kita adalah orang yang merdeka, namun kemerdekaan yang kita punya tidak membuat kita berbuat seenaknya saja. Sebagai pengikut Kristus dan seperti penerima nasihat Rasul Petrus(1 Petrus 2:11-16) kita diminta untuk menggunakan kemerdekaan itu untuk hidup dalam kasih, kebenaran dan tanggung jawab. Jika kita hidup semena-mena/menggunakan kebebasan dengan seenaknya, perbuatan dan tindakan kita justru dapat merugikan diri sendiri dan orang lain. Misalnya bullying, menyebarkan hoaks, menolak aturan-aturan hanya karena “merasa bebas.”
Penerapan
Nah teman-teman, seperti yang telah kita bahas minggu lalu bahwa kemerdekaan itu tidak diperoleh dengan cara yang mudah. Semua butuh pengorbanan dan perjuangan. Maka dari itu penting untuk menjaga kebebasan dengan rasa tanggung jawab agar pengorbanan dan perjuangan itu tidak sia-sia. Kita tidak dipanggil untuk hidup sembarangan, tetapi memakai kemerdekaan sebagai sarana berbuat baik dan taat kepada Tuhan. Kamu bebas memilih teman, memakai media sosial berpendapat, dsbnya. Tapi, apakah yang kamu lakukan sudah bertanggung jawab? Atau malah semena-mena? Mari belajar menjadi remaja merdeka yang menjadi berkat dengan menggunakan kemerdekaan yang kita miliki untuk melayani, mengasihi dan menghormati orang lain.
Aktivitas
- Minta remaja untuk mengidentifikasi dan menyebutkan salah satu contoh hal yang pernah dilakukan tentang penyalahgunaan kebebasannya yang merugikan diri sendiri maupun orang lain. (Misal: tidak mau memakai helm saat naik motor dan mengalami kecelakaan sehingga luka-luka.)
- Ajak remaja untuk merenungkan apakah kemerdekaan yang mereka terima ditunjukkan dan dilakukan dengan bertanggung jawab atau malah masih semena-mena.