Menjadi Gereja Kristen Pancaran Air Hidup 20 Agustus 2025

20 August 2025

Bacaan: Yeremia 25 : 30 – 38  |  Pujian: KJ. 439 : 1, 4
Nats: “Merataplah dan berteriaklah, hai para gembala! Berguling-gulinglah dalam debu, hai pemimpin-pemimpin kawanan kambing domba!” (Ayat 34a)

Para pendahulu GKJW telah bersusah payah memelihara gereja ini dengan banyak pengorbanan dan air mata. Mereka telah menjaga persekutuan di GKJW, sehingga kita mendapatkan warisan yang indah dan membanggakan. Di mana saat kita bertemu dengan warga GKJW ada saja cerita, bahkan kita bisa terhubung dengan sejarah, nenek moyang bahkan sering diplesetkan bahwa GKJW itu GKDW Greja Kristen Dulure Dhewe. Tak ada greja sekuat GKJW dalam hal persaudaraan dan kesetiaannya bersekutu. Kesetiaan merawat gereja Tuhan di Jawa Timur ini telah terbukti di masa-masa kemerdekaan bahkan sampai sekarang dengan banyak tantangan yang dihadapi.

Peristiwa yang sama dialami umat Tuhan Israel di zaman Yeremia. Tantangan berupa kemerosotan moral juga spiritual, dimana banyak umat meninggalkan Tuhan dan mengikuti berhala. Nabi Yeremia dipanggil untuk mengingatkan bangsa ini tentang murka Tuhan bagi mereka yang tidak mau bertobat (Ay. 30-31). Malapetaka akan menjalar dan semua orang akan bergelimpangan dan tak akan diratapi bahkan tak terkubur dengan layak (Ay. 33). Semua gembala berteriak dan mengeluh sampai berguling-guling tetapi tetap saja hukuman Tuhan terjadi, bahkan tidak ada harapan dan kelepasan bagi mereka.

Sebagai umat Tuhan kita diingatkan untuk kritis terhadap kemerosotan moral serta ketidaksetiaan pada janji setia pada Tuhan saat gereja ini dibentuk. Kritis tidak berarti selalu mengkritik, namun juga apresiatif, menghargai, dan mensyukuri atas apa yang ada dan Tuhan lakukan bagi persekutuan ini. Kita harus memahami bahwa gereja bukan hanya gedungnya, Gereja itu adalah kita, yaitu orang percaya dan mengikut Kristus serta meneladani apa yang dilakukan-Nya. Mari kita bersama melihat persoalan sebagai kesempatan untuk menjadi gereja yang sebenar-benarnya. Setiap kesulitan sebagai kesempatan untuk menjadi milik Tuhan. Mari menjadi umat yang siap menerima kesempatan, bahkan kritik sepedas apapun untuk mengevaluasi diri dan memastikan kita tetap setia di jalan Tuhan sekaligus menghargai apa yang telah Tuhan lakukan bagi GKJW. Selamat membangun gereja-Nya sebagai tubuh Kristus, dalam ketaatan kepada-Nya, itulah gereja yang menjadi berkat. Amin. [LUV].

”Kesetiaan kepada Tuhan adalah jalan yang membawa kepada harapan,  kekuatan, dan kasih sayang tak terhingga dan membukakan pintu berkat-Nya.”

Renungan Harian

Renungan Harian Anak