Hikmat dan Karya Allah melalui Roh Kudus Menuntun Kita untuk Bersaksi dengan Penuh Rasa Damai Sejahtera Khotbah Minggu 15 Juni 2025

2 June 2025

Minggu Tri Tunggal | Bulan Kespel
Stola Putih

 

Bacaan 1: Amsal 8 : 1 – 4, 22 – 31
Mazmur: Mazmur 8
Bacaan 2: Roma 5 : 1 – 5
Bacaan 3: Yohanes 16 : 12 – 15

Tema Liturgis: Generasi GKJW Bersaksi dan Beraksi
Tema Khotbah: Hikmat dan Karya Allah melalui Roh Kudus Menuntun Kita untuk Bersaksi dengan Penuh Rasa Damai Sejahtera

Penjelasan Teks Bacaan:
(Tidak perlu dibaca di mimbar, cukup dibaca saat mempersiapkan khotbah)

Amsal 8 : 1 – 4, 22 – 31
(Bagian Pertama: Hikmat Berseru kepada Anak-anak Muda yang Tidak Berpengalaman)
Narator dalam ayat 1-3 memperkenalkan “Hikmat” yang berseru-seru di tempat yang tinggi, di tepi jalan, di persimpangan jalan, dan di pintu gerbang. Ini berarti suara Hikmat dapat didengar oleh orang-orang yang lalu lalang, karena ia ada di tempat tinggi. Banyak orang yang akan mendengar dia karena dia ada dipersimpangan jalan dan di pintu gerbang kota yang merupakan pusat segala kegiatan. Dari apa yang dinyatakan, kita dapat melihat bahwa Hikmat yang dimaksud ternyata merupakan personifikasi. Suatu hal yang digambarkan sebagai manusia.

Hikmat berseru kepada para pria dan anak muda yang tidak berpengalaman (Ay. 4-5), karena mereka berada di persimpangan jalan. Hikmat memperkenalkan dirinya sebagai pribadi yang mengatakan kebenaran, keadilan, yang tidak belat belit, dan yang lurus. Dia menjauhi kefasikan dan apa yang serong. Seharusnya dirinya diterima lebih dari perak dan emas pilihan, bahkan permata (Ay. 10-11).

(Bagian Kedua: Hikmat Allah Mendahului Segala Ciptaan)
Dunia ini tidak terjadi begitu saja. Ia diciptakan. Begitu pula dengan segala makhluk yang berdiam di dalamnya. Allah menciptakan semua itu di dalam hikmat-Nya, yang kekal adanya. Untuk menegaskan bahwa hikmat mendahului ciptaan, Amsal menggambarkan hikmat seolah ciptaan Allah yang pertama (Ay. 22). Sesungguhnya hikmat ada sebelum alam semesta diciptakan (Ay. 23-29). Ia (hikmat) lebih tua dari bumi ini.

Dengan hikmat-Nya, Tuhan menciptakan dunia ini (band. Ams. 3:19-20), sehingga segala sesuatu berada dalam keteraturan sesuai dengan kodratnya (Ay. 27-30). Manusia juga diciptakan (Ay. 31) sebagai puncak karya Allah (lih. Kej. 1:26-27). Maka pada akhirnya, segala ciptaan terbentuk menjadi sungguh amat baik (Kej. 1:31).

Hikmat adalah sumber sukacita, baik bagi Sang Khalik, Pencipta, maupun bagi si makhluk, yang diciptakan (Ay. 30-31). Tampak bahwa hikmat bagaikan pondasi, diatasnyalah segala sesuatu dibangun. Oleh karena itu, penting bagi manusia untuk mendengarkan nasihat hikmat karena hikmat berasal dari Allah. Hikmat memang menganggap pendengarnya sebagai anak-anaknya, maka ia mengimbau pendengarnya untuk menaati dia agar mereka berbahagia dan mendapatkan berkat (Ay. 32-35).

Hikmat mempengaruhi seluruh aspek hidup manusia. Hikmatlah yang akan memimpin orang yang bersedia mendengarkan dia, sementara hidup orang yang mengabaikan hikmat akan berakhir sia-sia (Ay. 36). Membenci hikmat berarti menyukai maut, menyukai hikmat berarti menyukai hidup. Yang mana yang Anda pilih? Ingatlah bahwa melalui hikmat orang bisa mengetahui rahasia hidup yang memberi kepuasan, yakni hidup yang mendapat perkenan Allah. Sebab itu, jadilah orang yang berhikmat! Yakinkan diri Anda bahwa setiap aspek dalam hidup Anda terbuka pada tuntunan hikmat Allah, agar Anda tidak binasa. Berjalanlah dalam pimpinan hikmat Tuhan melalui pembacaan firman Tuhan tiap hari. Hikmat ada bagi orang yang mencarinya dengan rajin.

Roma 5 : 1 – 5    Hidup dalam Damai Sejahtera
Damai sejahtera sangat dirindukan dan terus dicari banyak orang. Damai sejahtera itu selain berhubungan dengan kondisi hati, juga berkait dengan hubungan-hubungan yang baik dan benar dengan sesamanya. Kita patut bersukacita dan merasa beruntung bahwa di dalam Kristus kita telah diperdamaikan dengan Allah. Dari musuh, kita dijadikan sahabat Allah. Inilah wujud nyata pembenaran Allah di dalam Yesus Kristus. Karena ada dalam hubungan damai dengan Allah, kita dimungkinkan bermegah bahkan di tengah-tengah kesulitan dan penderitaan hidup seberat apapun.

Bermegah dalam setiap keadaan. Hidup dalam damai sejahtera tidak berarti kita bebas dari pergumulan, masalah, dan penderitaan. Janganlah kita salah mengartikannya. Di sinilah letak dialektika kehidupan Kristen. Di satu pihak kita telah menjadi milik Kristus, di pihak lain kita sedang bertumbuh dalam Kristus. Dalam iman, masalah, pergumulan, penderitaan itu tetap ada, namun tidak lagi bersifat merusak. Sebaliknya semuanya itu akan membuat kita makin tekun, tahan uji dan berpengharapan pada Allah. Melaluinya kita belajar untuk selalu bergantung pada kuasa Kristus yang memberdayakan kita, melalui Roh Kudus yang diam di dalam kita (Ay. 1-5). Bermegah bukan berarti pongah, sebab sumber dan isi kemegahan kita ialah kasih karunia dan kuasa Allah dalam Kristus.

Yohanes 16 : 12 – 15   Kedatangan Roh Kudus
Kedatangan Roh Kudus adalah kedatangan yang ditunggu para murid Kristus setelah peristiwa kenaikan Tuhan Yesus. Oleh karena Ia tidak meninggalkan para murid sendirian tetapi Ia menjanjikan Roh Kudus bersama mereka (Yoh. 14:16-17, Yoh. 16:7). Roh yang penuh kuasa akan menyertai dan memberikan tuntunan dalam kehidupan para murid dalam menjalankan kelangsungan tugas yang diberikan oleh Tuhan Yesus (Yoh. 14:26). Mengapa Roh Kudus harus turun ke dunia?

Pertama, Roh Kudus adalah Roh Penolong yang diberikan Bapa dan Tuhan Yesus kepada para murid untuk menyertai mereka selamanya. Mereka akan bersaksi tentang Kristus kepada dunia (Yoh. 15:26). Karena itu, mereka memerlukan kuasa ilahi bersama dengan mereka (Luk. 24:49, Kis. 1:8). Tidak hanya itu, dalam menjalankan misi tersebut nyawa mereka adalah taruhannya (Ay. 1-2) karena dunia akan menolak mereka. Artinya diri mereka dan misi yang dijalankan adalah penting.

Kedua, karena hal tersebut berkenaan dengan misi kedatangan Roh Kudus itu sendiri, yaitu menginsafkan dunia akan dosa, kebenaran, dan penghakiman (Ay. 8-11). Di mana terjadi penolakan dunia atas semuanya. Artinya dunia akan melawan dengan keras kehadiran murid Kristus dan memberi tantangan hebat terhadap ajaran Kristus.

Ketiga, Roh Kudus menyatakan kebenaran. Dia adalah Roh Kebenaran (Ay. 13). Hal ini berkaitan langsung dengan Tuhan Yesus sendiri (Yoh. 1:17, Yoh. 14:6). Roh Kudus akan memimpin orang percaya kepada Kristus itu sendiri. Kristus dan firman-Nya adalah satu-satunya yang dapat memerdekakan orang dari dosa yang membelenggunya (Yoh. 8:31-31, 34). Jadi, keputusan penting yang harus diambil yaitu mengikuti Kristus atau tidak.

Sebagai orang percaya kita perlu menyadari kehadiran Roh Kudus dalam hidup kita supaya kita menyatakan diri sebagai murid Tuhan.

Benang Merah Tiga Bacaan:
Karya Allah sangatlah luar biasa di dalam mengasihi umat-Nya, meskipun umat yang dikasihi-Nya penuh dosa. Allah memprakarsai penyelamatan dan sekaligus menyertai manusia dengan Roh Kudus, Roh Kebenaran dari Allah. Hal ini karena Hikmat Allah yang sudah ada sebelum dunia ini diciptakan. Dampak dari karya dan penyertaan Allah ini, manusia beroleh hidup yang penuh damai sejahtera dan layak bermegah di dalam Tuhan Yesus Kristus.

 

Rancangan Khotbah : Bahasa Indonesia
(Ini hanyalah sebuah rancangan khotbah, silakan dikembangkan sesuai dengan konteks jemaat masing-masing)

Pendahuluan
Kehilangan hal yang kita senangi adalah suatu keadaan yang tidak menyenangkan. Baik itu dalam skala kecil sampai dengan dalam hal dan skala yang besar. Bagi yang mengalaminya pasti akan merasakan kesedihan, bahkan dalam hal tertentu dapat pula menjadikan seseorang frustasi dan menjadi depresi. Namun perlu diakui suka atau tidak, cepat atau lambat, seseorang di dunia ini pasti akan mengalami kehilangan, khususnya kehilangan hal yang disenangi atau dibanggakan. Sebagai contoh sederhana: Setiap orang akan merasakan kehilangan usia mudanya. Jika tidak berhati-hati dan menjaga dirinya maka di tengah kehilangan masa mudanya ia juga akan kehilangan kesehatannya. Oleh sebab itu, setiap orang perlu mempersiapkan diri sebelum ia kehilangan sesuatu hal yang disukai, agar ia dapat meresponsnya dengan tetap bersyukur dan optimis untuk melanjutkan kehidupannya.

Isi
Pada bacaan kita hari ini, yakni Yohanes 16:12-15, Tuhan Yesus mengingatkan para murid-Nya bahwa mereka belum bisa dan belum memiliki kekuatan untuk melaksanakan tugas dan tanggungjawab memberitakan kabar keselamatan dari Tuhan Allah. Selain itu, Tuhan Yesus juga mempersiapkan mereka untuk menghadapi kehilangan. Kehilangan yang dimaksud adalah ketika Tuhan Yesus tidak lagi berada di tengah-tengah mereka dan pergi ke Rumah Bapa (Yoh. 16:5-6). Cara unik Tuhan Yesus dalam menyiapkan para murid-Nya mengalami kehilangan tersebut ialah dengan menjanjikan datangnya Roh Kebenaran, yaitu Roh Kudus yang akan memimpin mereka kepada kebenaran (Yoh. 16:13).

Dengan janji yang telah disampaikan Tuhan Yesus kepada para murid-Nya itu, harapannya para murid tidak lagi mengalami kedukaan dan kesedihan secara berlarut-larut. Namun justru mereka memiliki penghiburan dan kekuatan untuk melanjutkan kehidupan mereka. Selain itu, mereka tetap dapat secara konsisten melaksanakan tugas dan panggilannya mewartakan kabar keselamatan melalui kematian dan kebangkitan Tuhan Yesus, sehingga dunia tidak lagi dikuasai oleh dosa dan maut.

Dalam hal inilah, mengapa Rasul Paulus menyerukan kepada umat Kristen di Kota Roma untuk bermegah di dalam Kristus (Roma 5:2-3), tentunya berlaku juga bagi kita saat ini. Bermegah bukan berarti pongah/sombong, sebab sumber dan isi kemegahan kita ialah kasih karunia dan kuasa Allah dalam Kristus. Hal ini dikarenakan kita telah dibenarkan oleh karena iman kepada Tuhan Yesus Kristus, sehingga kita dapat hidup damai sejahtera (Roma 5:1).

Tentunya damai sejahtera itu selain berhubungan dengan kondisi hati, juga berkaitan dengan hubungan yang baik dan benar dengan sesama manusia dan alam semesta. Kita patut bersukacita dan merasa beruntung bahwa di dalam Kristus kita telah diperdamaikan dengan Allah. Dari musuh, kita dijadikan sahabat Allah. Inilah wujud nyata pembenaran Allah di dalam Yesus Kristus. Karena ada dalam hubungan damai dengan Allah, kita dimungkinkan bermegah bahkan di tengah-tengah kesulitan dan penderitaan hidup seberat apapun, bahkan saat kita kehilangan.

Dari berbagai hal yang saya sampaikan, hal ini tidak terlepas dari rencana Allah sendiri atas dunia ini. Hikmat Allah yang mendasari permulaan segala perbuatan Allah (Amsal 8:22). Hikmat adalah awal dari segala ciptaan Allah. Sehingga jika kita renungkan dan mengambil kesimpulan, segala sesuatu ini terjadi hanya dan oleh karena Tuhan Allah sendiri, sehingga pada akhirnya semua akan baik adanya. Dan jikalau kita menyinggung pada awal bacaan pertama kita, Amsal 8:1-4, kita diingatkan kembali bahwa Hikmat itu senantiasa berseru-seru dan mengingatkan seluruh umat manusia. Pertanyaannya mengapa hikmat itu mengingatkan umat manusia? Karena manusia identik tidak berpengalaman dan bebal (Amsal 8:4-5). Maka pesan dan Firman Tuhan sebagai perwujudan Hikmat haruslah diperdengarkan dan diajarkan kepada seluruh umat manusia.

Penutup
Tuhan tidak pernah kekurangan akal di dalam menyatakan karya indah-Nya bagi semua ciptaan. Sejak sebelum dunia ini diciptakan hingga saat ini, Hikmat dan kebijaksanaan-Nya melampaui akal manusia yang terbatas. Oleh sebab itu, di tengah kehidupan kita yang terbatas ini, dalam keadaan susah-senang, sehat-sakit, berkelimpahan maupun saat kita kehilangan segalanya, Tuhan tetap menyertai kita dalam kuasa Roh Kudus. Sehingga kita tetap merasakan damai sejahtera dalam batin kita dan layak untuk bermegah atau berbangga atas anugerah tersebut.

Damai sejahtera dan kekuatan dari Tuhan Yesus Kristus melalui Roh Kudus, seharusnya tidak hanya untuk kita simpan dan nikmati sendiri. Sebagai umat Kristen kita dituntut untuk mewartakannya di tengah dunia ini. Kita percaya Hikmat dari Tuhan melalui Roh Kudus, Roh Kebenaran-Nya akan senantiasa ada dalam hidup kita. Tuhan Yesus memberkati. Amin. [PY].

 

Pujian: KJ. 237 : 1 – 2   Roh Kudus, Tetap Teguh

 

Rancangan Khotbah: Basa Jawi
(Punika namung rancangan khotbah, saged dipun kembangaken miturut konteks pasamuwan piyambak)

Pambuka
Kecalan barang darbe ingkang kita remeni punika saged dadosaken swasana ingkang mboten nyenengaken. Sae punika bab ingkang alit/sepele ugi ngantos bab ingkang ageng. Kanggenipun tiyang ingkang ngalami prekawis punika tamtu badhe ngraosaken sisah, malah ing bab sanes saged ndadosaken tiyang punika nglokro ngantos stres. Pramila dipun akeni, purun punapa mboten, cepet punapa mboten, tiyang ing alam donya punika badhe ngalami kecalan prekawis ingkang dipun trenani lan dipun unggulaken. Contonipun ingkang limrah: saben tiyang badhe kecalan mangsa enemipun. Menawi kita mboten ngatos-atos lan njagi dhiri kita pribadi, kita saged kecalan ing bab kesehatan. Pramila saking punika, saben tiyang kedah cecawis sakderengipun kecalan bab ingkang dipun tresnani, supados kita saged nanggapi, kita kedah saos sokur ing sadengah kahanan kita lan tetep nglajengaken lampahing gesang kita.

Isi
Waosan kita saking Yokanan 16:12-25 , Gusti Yesus ngengetaken dhateng para sakabat-Ipun bilih para sakabat dereng saged lan dereng nggadhah kakiyatan kangge nindakaken tugas lan tanggel jawab kangge martosaken pawartos kawilujengan saking Gusti Allah. Kejawi saking punika Gusti Yesus ugi taksih nyawisaken para sakabat kangge ngadepi kecalan. Kecalan ingkang dipun maksudaken, inggih punika nalika Gusti Yesus mboten wonten malih ing satengah-tengahipun para sakabat awit tindak dhateng Dalemipun Sang Rama (Yok. 16:5-6). Cara ingkang dipun agem Gusti Yesus kangge nyawisaken para sakabat-Ipun, inggih punika kanthi prajanji bab tumedhakipun Sang Roh Suci. Sang Roh Suci punika ingkang badhe mimpin para sakabat dhateng kaleresan (Yok. 16:13).

Kanthi janji ingkang sampun dipun wartosaken Gusti Yesus punika, pangajeng-ajengipun para sakabat mboten badhe ngalami kasisahan ingkang dangu, nanging kalipur lan kakiyataken kangge nglajengaken gesang. Kejawi saking punika,  para sakabat  kedah  purun netepi tanggel jawabipun nindakaken tugas lan timbalanipun Gusti kangge martosaken pawartos kawilujengan lumantar seda lan wungunipun Gusti Yesus. Satemah alam donya mboten dipun kwasani dening dosa lan pati.

Saking bab punika, Rasul Paulus martosaken kanthi sora dhateng umat Kristen ing kitha Rum supados umat Kristen ing Rum saged nampeni pangalembana sajroning pangajeng-ajeng nampi kamulayaning Allah (Rum. 5:2-3). Pangatak Rasul Paulus punika ugi katujokaken dhateng kita sadaya ing wekdal punika. Nalika kita nampi pangalembana mboten ateges kita lajeng gumunggung awit pangalembana ingkang kita tampi punika isinipun bab katresnan lan kuwaosipun Gusti Allah ing Gusti Yesus. Kita sampun nampi sih-rahmat karana pitados dhateng Gusti Yesus Kristus, satemah kita saged gesang kanthi tentrem rahayu (Rum. 5:1).

Estunipun tentrem rahayu punika sesambetan kaliyan kawontenan batos, ugi sembetan kaliyan ingkang sae lan leres kaliyan sesami lan alam donya. Kita saestu bingah lan ngraosaken untung bilih wonten ing Sang Kristus, kita karukunaken kaliyan Gusti Allah. Saking mengsah, kita dipun dadosaken rencangipun Allah. Bab punika ingkang dados wujud nyata kaleresaning  Gusti Allah ing Gusti Yesus Kristus. Ing sesambetan karukunaken kaliyan sih-ramatipun Gusti Allah punika, kita nampi pangalembana sanadyan kita ngadepi rubeda,  kasangsaran gesang, malah kecalan bab-bab sanesipun.

Saking bab-bab ingkang kula aturaken, prekawis punika mboten uwal saking rancanganipun Gusti Allah dhateng donya. Hikmah saking Gusti Allah dados pondasi wiwitaning sadaya karsa-Nipun (WB. 8:22). Wulang Bebasan 8:22-23, njelasaken bilih hikmah punika wiwitaning pakaryanipun Gusti Allah. Satemah bilih kita raosaken lan mendhet ringkesipun, samukawis prekawis ingkang kedadosan ing donya punika namung karana kuwaosipun Gusti Allah piyambak. Pramila ing wusananipun sadaya sae lan endah kawontenanipun.

Lan menawi kita tinggali wiwitaning waosan kita, Wulang Bebasan 8:1-4, kita dipun engetaken bilih hikmah punika tansah dipun uwuh-uwuhaken lan ngemutaken sadaya umat manungsa. Ingkang dados pitakenan, kenging punapa hikmah punika ngemutaken umat manungsa? Awit manungsa mboten nggadhah pengalaman lan ndableg (WB. 8:4-5). Pramila ingkang dipun wartos dan dipun dhawuhipun Gusti Allah punika dados wujuding Hikmah, ingkang kedah dipun kumandhangaken dhateng sadaya manungsa .

Panutup

Gusti mboten kirang akal anggenipun nedahaken pakaryan ingkang  endah kangge sadaya titah-Ipun. Wiwit saderengipun alam donya punika dipun titahaken ngantos wekdal punika. Hikmah lan kawicaksanan-Ipun nglangkungi akal budi manungsa ingkang sarwa winates. Pramila ing satengah-tengahing gesang kita ingkang sarwa winates punika, sae ing swasana bingah utawi sisah, sehat utawi sakit, kaluberan utawi kecalan sadayanipun, Gusti tetep nuntun kita ing panguwaosipun Sang Roh Suci. Satemah kita tetep ngraosaken sih-rahmat ing batos kita lan saged ngalembana lumantar sih rahmat-Ipun.

Tentrem rahayu lan kakiyatan saking Gusti Yesus Kristus lumantar Sang Roh Suci, saestunipun mboten dipun simpen lan dipun raosaken piyambak. Minangka umat Kristen, kita dipun suwun kangge martosaken sih rahmat lan pawartos kawilujengan ing satengah-tengahing donya punika. Kita pitados bilih Hikmah saking Gusti Allah lumantar Sang Roh Suci tansah wonten ing salebeting gesang kita. Gusti Yesus mberkahi kita. Amin. [PY].

 

Pamuji: KPJ. 292 : 1, 3   Sang Roh Suci, Rohing Katresnan

Renungan Harian

Renungan Harian Anak