Bersyukur Adalah Bukti Iman Pancaran Air Hidup 14 Mei 2025

14 May 2025

Bacaan: Yohanes 10 : 31 – 42  |  Pujian: PKJ. 7
Nats: “… tetapi jikalau Aku melakukannya dan kamu tidak mau percaya kepada-ku, percayalah akan pekerjaan-pekerjaan itu, supaya kamu boleh mengetahui dan mengerti, bahwa Bapa di dalam Aku dan Aku di dalam Bapa.” (Ayat 38)

Dalam sebuah pengadilan, seorang jaksa akan memberikan dakwaan kepada seorang tersangka jika dia mempunyai minimal dua bukti yang menyatakan kesalahannya. Tidak mungkin seorang jaksa menuduh dan mendakwa seseorang tanpa disertai bukti yang kuat. Dengan bukti tersebut, seorang jaksa mempunyai alasan yang kuat menyatakan kesalahan atau perbuatan jahat yang telah dilakukan oleh tersangka. Lantas bagaimana dengan hidup kita sebagai pengikut Tuhan Yesus? Apakah buktinya jika kita adalah pengikut Tuhan Yesus? Apakah cukup dengan KTP dan aktif beribadah di gereja saja?

Bacaan hari ini mengisahkan Yesus yang dihakimi oleh orang-orang Yahudi. Dikisahkan pada waktu itu adalah hari raya Pentahbisan Bait Allah di Yerusalem (Ay. 22). Orang-orang Yahudi bertanya tentang jati diri Yesus, tentang kemesiasan-Nya (Ay. 24). Kemudian Yesus menjawab pertanyaan orang-orang Yahudi itu, Ia memberikan kesaksian dan bukti kemesiasan-Nya melalui pekerjaan-pekerjaan yang telah Ia lakukan dalam nama Bapa, namun mereka tidak percaya dengan kesaksian dan bukti kemesiasan-Nya itu. Sebaliknya mereka mengambil batu dan melempari Yesus dengan batu itu (Ay. 31). Orang-orang Yahudi itu menganggap bahwa Yesus sedang menghujat Allah, mereka tidak mengakui-Nya sebagai Mesias tetapi hanya sebatas manusia biasa. (Ay. 33). Mereka berusaha menangkap Yesus tetapi Ia terluput dari tangan mereka (Ay. 39).

Melalui bacaan hari ini, kita tahu bahwa Yesus sudah menjelaskan dengan bukti, tentang jati diri-Nya, nyatanya orang-orang Yahudi tidak mengakui akan kemesiasan-Nya. Lantas bukti apa yang dapat kita tunjukkan sebagai pengikut Tuhan Yesus? Jawabnya adalah melalui laku hidup kita: sikap, ucapan, dan perbuatan kita yang memuliakan Tuhan. Iman kepada Tuhan,  kita tampakkan dengan bukti hidup selalu bersyukur, tidak mudah mengeluh dan putus asa. Dengan selalu bersyukur kita selalu memiliki pengharapan bahwa sesulit apapun persoalan dan tantangan yang ada dalam hidup kita, kita dapat melewatinya bersama Tuhan. Maka pada masa undhuh-undhuh ini mari kita terus menumbuhkan sikap iman selalu bersyukur, sebab itulah bukti kita percaya pada karya kasih Tuhan Allah di dalam hidup kita. Amin. [AR].

“Tetaplah bersyukur apapun keadaan yang engkau alami!”

Renungan Harian

Renungan Harian Anak