Pekerja Kristus yang Mulia Tuntunan Ibadah Remaja 5 November 2023

23 October 2023

Tahun Gerejawi: Bulan Budaya
Tema: Anak Kreatif
Judul: Pekerja Kristus yang Mulia

Bacaan: Lukas 19:11-27
Ayat Hafalan: “Apapun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia.” (Kolose 3:23)

Lagu Tema: Pekerja Kristus yang Mulia

Tujuan:

  1. Anak dapat menggali kemampuan atau talenta masing-masing
  2. Anak dapat menyebutkan hambatan-hambatan dalam mengembangkan kemampuannya
  3. Anak dapat memecahkan masalah tentang hambatan-hambatan untuk mengembangkan kemampuannya
  4. Anak dapat melatih diri untuk mengembangkan kemampuannya

Penjelasan Teks (Hanya untuk Pamong)
Perumpamaan tentang uang mina ini disampaikan oleh Yesus ketika Ia sedang dalam perjalanannya menuju ke Yerusalem, menjelang penderitaan dan kematianNya. Dalam perjalanan tersebut, Yesus diikuti oleh orang banyak yang ingin mendengarkan Dia. Setelah Yesus berkarya dalam hidup Zakheus, Yesus melanjutkan perkataan-Nya dengan menyampaikan sebuah perumpamaan tentang uang mina kepada orang-orang disekitar-Nya.

Orang-orang tersebut awalnya mengira bahwa Kerajaan Allah akan segera terlihat, mereka juga mengira bahwa Yerusalem adalah tempat di mana kedudukan Kerajaan Allah itu berada. Karena mereka melihat bahwa Yesus menuju ke sana dan mereka pun mengikutiNya. Mereka berangan-angan untuk dapat duduk di sebelah kanan dan sebelah kiri Yesus dalam kerajaan-Nya, menikmati kelegaan setelah bekerja keras, menikmati kehormatan dan kenyamanan. Namun sebenarnya mereka telah salah paham terkait dengan makna yang sesungguhnya dari Kerajaan Allah yang dimaksudkan Yesus. Oleh karena itu, melalui perumpamaan uang mina ini Yesus ingin menjelaskan tentang makna kerajaan Allah yang sesungguhnya – di mana ketika mereka memahami makna tersebut dengan benar, maka kepala mereka akan dipenuhi dengan pikiran-pikiran yang peduli, penuh perhatian dan sungguh-sungguh hidup dalam kasih bukan hanya menantikan upah yang muluk-muluk atau harapan duniawi yang sia-sia.

Dalam perumpamaan ini, Bangsawan (ayat 12) dapat diartikan sebagai Yesus Kristus yang mengutus mereka untuk menjadi pedagang yang tulus. Yesus akan memberikan mereka modal, sehingga mereka dapat menggunakannya sendiri dalam melayani dan memenuhi kepentingan kerajaan-Nya di antara umat manusia. Inilah kehormatan sejati para pengikut Kristus, sehingga jika mereka benar-benar bertekun mengembangkan modal tersebut, maka segala hal yang baik akan ditambahkan kepadanya. Selain dari pada itu, dalam tuntunan Roh Kudus mereka akan fokus melakukan pekerjaan Kristus dan tidak dipusingkan dengan hal-hal duniawi yang sifatnya hanya sementara seperti pujian, pengakuan dari orang lain, imbalan dan sebagainya.

Bangsawan itu memberi masing-masing hambanya satu uang mina. Uang tersebut bukan untuk membeli pakaian mewah, jubah dan pernak-pernik yang indah supaya mereka dapat diagung-agungkan orang, namun dalam perintah: “Pakailah ini untuk berdagang sampai aku datang kembali” (ayat 13) uang mina tersebut dapat diartikan sebagai modal dalam bentuk apapun yang harus mereka pakai dan kembangkan untuk menjadi berkat bagi orang lain, mengabarkan Injil, mendirikan jemaat bagi Kristus di dunia ini, serta untuk membawa bangsa-bangsa ke dalam ketaatan iman dan kehidupan yang penuh kasih. Jika semuanya itu dilakukan, maka akan nyatalah kerajaan Allah di muka bumi ini.

Refleksi Untuk Pamong
Menjadi Pelayan Tuhan sebagai seorang Pamong merupakan panggilan pelayanan yang luar biasa. Kita diutus untuk turut aktif menemani dan membimbing anak-anak bertumbuh baik secara roh, mental, jiwa dan juga iman mereka. Dengan demikian, perumpamaan uang mina ini seharusnya menjadi begitu dekat dengan kita. Ibarat kata Bangsawan itu adalah Yesus, dan kita adalah masing-masing hamba yang mendapatkan uang tersebut, mau menjadi seperti hamba keberapakah kita?

Selain memanggil kita untuk menjadi pekerja yang mulia dengan cara mengabarkan Injil, membawa berkat, menumbuhkan iman dan ketaatan anak-anak, Tuhan pun memperlengkapi kita dengan berbagai modal. Modal itu bisa berupa kreativitas-kreativitas yang ada dalam diri kita sebagai pamong, kemampuan untuk mengajar, kemampuan untuk bermain musik, kemampuan untuk menarik perhatian anak-anak, dan sebagainya. Nah, sekarang tinggal bagaimana cara kita – sebagai pekerja Kristus yang mulia – menggunakan modal tersebut secara maksimal, agar anak-anak dapat bertumbuh, nama Tuhan dipermuliakan, kerajaan Allah nyata memimpin kehidupan kita dan bersamaan dengan semuanya itu segala hal baik pun akan ditambahkan kepada kita.

Alat Peraga
Uang seratus ribu atau lima puluh ribu atau beberapa lembar uang puluhan ribu

Pendahuluan
Selamat pagi teman-teman yang dikasihi Tuhan,

Bagaimana kabar kalian? Kabar yang sesungguhnya ya… Ada yang sedih hari ini? Apapun keadaan kita hari ini, semoga Tuhan memampukan kita menerima Firman dan Sapaan-Nya ya…

(Sambil menunjukkan alat peraga) Teman-teman, kalian tahu acara TV yang berjudul “Uang Kaget?” Pasti pernah nonton ya… Bagaimana jika sekarang giliran kalian yang mendapatkan uang kaget itu, dan kalian bebas melakukan apapun dengan uang tersebut. Apa yang akan kalian lakukan?

Adakah di antara teman-teman yang berencana atau berfikiran untuk melipatgandakan uang tersebut agar jumlahnya lebih banyak? Mungkin dengan cara membeli sesuatu yang bisa dijual kembali dengan harga yang lebih tinggi sehingga kita bisa mendapatkan keuntungan lebih dan uang kita yang tadinya hanya seratus ribu bisa bertambah menjadi lebih dari pada itu… Adakah yang berencana demikian? Kalau tidak ada, tidak apa-apa. Kita simpan dulu ya uangnya.

Cerita
Ngomong-ngomong soal uang, dalam perjalanan menuju ke Yerusalem dan setelah berkarya dalam hidup Zakheus, Tuhan Yesus bercerita tentang perumpamaan uang mina pada orang-orang di sekitarNya yang mendengarkan Dia. Perumpamaan itu ingin menjelaskan tentang arti Kerajaan Allah yang sesungguhnya karena orang-orang yang mengikuti Yesus selama ini ternyata telah salah paham.

Yesus mengumpamakan Kerajaan Allah itu ibarat seorang hamba yang mampu mengembangkan sebuah modal dari seorang Bangsawan yang mengutusnya. Modal tersebut berupa uang mina. Hamba pertama dan kedua berhasil mengembangkan uang tersebut menjadi berlipat ganda. Sang Bangsawan pun memuji hamba pertama karena kesungguhannya, lalu mempercayakan hal baik yang lebih istimewa kepada mereka berdua.

Ibarat kata Bangsawan itu adalah Tuhan dan kita adalah hamba-hamba atau pekerja-pekerja yang menerima uang mina itu. Tuhan telah mempercayakan satu uang mina berupa kemampuan, bakat, potensi, hobi maupun talenta yang ada dalam diri kita. Semuanya itu kita miliki bukan untuk keuntungan diri kita saja, tetapi justru untuk membawa dampak baik bagi orang lain. Sehingga nantinya orang lain itu merasa terberkati dan tergerak untuk menjadi berkat bagi orang lain. Semakin banyak dan semakin sering kita menggunakan bakat serta kemampuan yang Tuhan percayakan kepada kita untuk menjadi sarana kebaikan bagi orang lain, maka akan semakin banyak pula kasih dan kebaikan yang nyata di muka bumi ini.

Demikianlah makna kerajaan Allah yang sesungguhnya, semua orang tidak sibuk memikirkan kepentingannya sendiri-sendiri, tetapi sibuk mengembangkan, melipatgandakan dan menebar kasih. Jadi, Kerajaan Allah bukanlah tentang istana megah, kedudukan dan tahta yang tinggi penuh kehormatan dan kenyamanan, tetapi tentang kehidupan yang menyatakan Firman Allah dan menjadi berkat bagi orang lain, baik melalui talenta, kemampuan, bakat ataupun peran dan studi kita masing-masing – karena hanya dengan itulah kenyamanan yang sejati bisa kita dapatkan, nama Allah dipermuliakan, pun bersamaan dengan itu bakat dan kemampuan kita pasti berkembang. Selamat bertekun menjadi pekerja Kristus yang mulia.

Aktivitas

  1. Bagikan sebuah kertas dengan tiga pertanyaan yang tertera dan siap untuk dijawab oleh teman-teman remaja. Lembar kerja bisa diunduh di sini.
  2. Ajak mereka belajar menggali dan menemukan kemampuan masing-masing, tidak harus kemampuan yang muluk-muluk, tetapi mulai dari kemampuan, potensi, hobi, kesukaan atau bakat yang paling sederhana.
  3. Setelah menemukan, ajak teman-teman remaja membangun sebuah komitmen pribadi mereka kepada Tuhan untuk mengembangkan kemampuan mereka dan menjadikannya sebagai saluran berkat bagi orang lain.

Renungan Harian

Renungan Harian Anak