Bacaan: Ulangan 17 : 14 – 20 | Pujian: KJ 256
Nats: “… supaya jangan ia tinggi hati terhadap saudara-saudaranya, supaya jangan ia menyimpang dari perintah itu ke kanan atau ke kiri, agar lama ia memerintah, ia dan anak-anaknya di tengah-tengah orang Israel.” (Ayat 20)
Kita tentu pernah merasakan moment makan bersama dengan keluarga atau teman, dimana di meja makan telah tersedia berbagai macam hidangan yang tampak lezat dan nikmat. Tetapi pernahkah kita memperhatikan setiap proses yang membuat makanan itu menjadi lezat dan nikmat? Di sana ada proses pembersihan bahan makanan, lalu memasak menggunakan panci, api kompor gas, sendok, spatula, pisau, piring, mangkok dan berbagai macam perlengkapan memasak yang lain. Tanpa manyadari fungsi dari setiap alat masak tersebut, tentunya makanan yang dihidangkan juga tidak akan bisa disajikan dengan maksimal. Ada berbagai macam syarat yang harus dipenuhi supaya hidangan yang disajikan bisa dinikmati dengan baik.
Bacaan kita saat ini berbicara tentang berbagai macam syarat yang ditetapkan oleh Allah melalui Musa ketika bangsa Israel hendak memilih seorang raja. Tujuannya tidak lain adalah supaya bangsa Israel menjadi bangsa yang layak dihadapan Allah. Syarat-syarat itu di antaranya: harus berasal dari bangsanya sendiri, bukan orang asing, tidak boleh mengumpulkan banyak harta dan tidak boleh memiliki banyak isteri. Melalui syarat-syarat itu Tuhan sedang menuntun mereka melalui raja terpilih untuk menjalani hidup sebagai umat Allah. Ketika syarat itu terpenuhi, harapannya ada kesatuan di antara mereka. Bangsa Israel bisa mempertahankan imannya, hanya menyembah Allah Israel saja dan tidak menyimpang dari jalan Allah. Itulah yang membuat bangsa Isarel peka untuk terlibat dalam karya Allah dan menjadikan mereka layak dihadapan Allah.
Hal yang perlu kita sadari dalam konteks keberagaman gereja, seringkali kita eksklusif lalu enggan menjalin relasi dengan gereja beda sinode atau dengan aliran lain. Mestinya sekalipun ada tembok pemisah, yaitu beda sinode atau aliran lain, kesatuan tubuh Kristus tetaplah harus dibangun. Sebagaimana perumpamaan tentang hidangan mengajarkan bahwa kombinasi dari berbagai macam alat masak itu menghadirkan hidangan yang baik, layak, dan nikmat. Perbedaan gereja ibarat keberagaman umat Israel dan keragaman piranti masak, yang ketika disatukan akan menghasilkan hal baik. Oleh sebab itu, mari kita mengambil bagian ikut serta terlibat dalam karya Allah dengan tidak menjadi gereja yang eksklusif sebab Allah suka kesatuan dalam menghasilkan hal baik. Amin. [KYP].
“Kita berbeda, tetapi justru Allah memakai perbedaan itu.”