Berani Bertanggungjawab Tuntunan Ibadah Anak 22 Oktober 2023

9 October 2023

Tahun Gerejawi: Bulan Ekumene
Tema: Tokoh Pemuda

Judul: Berani Bertanggungjawab
Bacaan: Kisah Para Rasul 11:1-18
Ayat Hafalan: Janganlah takut, sebab Aku menyertai engkau, janganlah bimbang, sebab Aku ini Allahmu; Aku akan meneguhkan, bahkan akan menolong engkau; Aku akan memegang engkau dengan tangan kanan-Ku yang membawa kemenangan. (Yesaya 41:10)

Lagu:

  1. Kidung Ria 165 Tiap Langkahku
  2. Kuat, Kuat Yang Terkuat (Kuat, Hebat, Besar)

Penjelasan Teks
Pada awalnya Petrus merasa ragu saat mendapatkan penglihatan tentang berbagai binatang haram karena dia adalah seorang Yahudi yang taat, tidak pernah melanggar peraturan agama. Akan tetapi akhirnya Petrus menuruti perintah Tuhan untuk mengabarkan Injil dan membaptis Kornelius seorang perwira pasukan Italia. Ternyata keputusan Petrus untuk menaati Tuhan dan memberitakan Injil kepada Kornelius menjadi masalah di Yerusalem. Beberapa golongan murid Yesus yang ketat di dalam tradisi Yahudi berdebat dengan Petrus. Orang-orang dari golongan yang bersunat (adalah orang-orang Yahudi yang telah dipertobatkan dan masih memelihara pentingnya sunat) berselisih pendapat dengan dia. Mereka mengecam perbuatan Petrus yang telah masuk ke rumah orang-orang yang tidak bersunat dan makan bersama. Mereka beranggapan itu sebagai suatu kejahatan dan Petrus telah menodai jika bukan mengkhianati, kehormatan jabatan kerasulannya, sehingga harus dibawa ke hadapan jemaat.

Di mata orang-orang ini Petrus sedang bersekutu dengan orang kafir. Ini tentu akan mendatangkan penghukuman dari Tuhan. Mereka tidak sadar bahwa Tuhan telah mengubah target pernyataan diri-Nya. Dia tidak lagi mengutamakan Israel atas bangsa-bangsa lain. Sekarang Dia telah menyatakan diri-Nya kepada semua bangsa tanpa perbedaan. Petrus pun berusaha menjelaskan rencana Allah memanggil bangsa-bangsa lain sama seperti Dia telah memanggil Israel. Dia menceritakan penglihatannya dan penglihatan yang dilihat oleh Kornelius.

Ada suatu hal yang sangat unik dari penglihatan kedua orang ini. Petrus memberi tahu mereka bahwa penglihatan itu terjadi sampai tiga kali (Kisah Para Rasul 11: 10). Perintah yang sama, yaitu untuk menyembelih dan memakan, dan alasan yang sama, yaitu bahwa apa yang telah dinyatakan tahir oleh Allah tidak boleh disebut haram, diulangi untuk kedua dan ketiga kalinya. Dan, untuk menegaskan lebih jauh kepadanya bahwa itu adalah penglihatan ilahi, hal-hal yang dilihatnya itu tidak hilang begitu saja, tetapi semuanya ditarik kembali ke langit, yaitu dari mana mereka turun. Begitu pula selanjutnya, ketika Petrus mendapat tuntunan khusus dari Roh Kudus menyuruh dia pergi bersama mereka yang diutus dari Kaisarea itu, dengan tidak bimbang (Kisah Para Rasul 11: 11-12). Meskipun orang-orang yang hendak didatanginya dan yang berangkat bersamanya itu bukan orang Yahudi, ia tidak boleh ragu pergi bersama mereka. Sebaliknya, Kornelius juga mendapat penglihatan, dan berdasarkan penglihatan itu ia dituntun untuk menyuruh orang pergi kepada Petrus (Kisah Para Rasul 11: 13). Kornelius diteguhkan oleh penglihatan Petrus.“Ia akan menyampaikan suatu berita kepada kamu, yang akan mendatangkan keselamatan bagimu dan bagi seluruh isi rumahmu (Kisah Para Rasul 11: 14), dan karena itu sangatlah penting bagimu, dan sangat besar manfaatnya untukmu, jika kamu menyuruh orang pergi kepadanya.”

Keunikannya adalah bahwa Petrus melihat binatang-binatang haram di dalam penglihatannya, sedangkan Kornelius melihat seorang malaikat Allah. Seorang rasul melihat binatang-binatang haram dan seorang kafir melihat malaikat! Penglihatan Petrus mengajarkan kepadanya bahwa dia tidak boleh menganggap haram apa yang Tuhan tidak anggap haram. Sedangkan penglihatan Kornelius mengajarkan kepada dia bahwa dia telah diperkenan oleh Tuhan dan tidak dianggap najis. Tuhan begitu bijaksana di dalam dua penglihatan ini. Pengalaman Petrus ini membuat dia belajar untuk tidak menganggap orang lain najis (Kis. 10:28). Ternyata penglihatan ini bukan hanya untuk mengajar Petrus saja, tetapi juga untuk mengajar orang-orang Yahudi lain yang telah menjadi murid Yesus. Mereka juga perlu tahu bahwa Tuhan tidak mau mereka menyebut orang lain najis. Jika Tuhan menganggap Kornelius layak melihat seorang malaikat dan mendengarkan pesan Allah kepada dia, maka tidak masuk akal kalau ada orang Yahudi yang menganggap Kornelius najis.

Petrus menekankan bahwa Allah sendirilah mengerjakan semuanya dan dia hanya menaati Allah saja. Allahlah yang mempersiapkan Kornelius untuk mendengarkan berita Injil. Allah jugalah yang memerintahkan Petrus untuk datang ke rumah Kornelius dan memberitakan Injil di sana. Allah jugalah yang membuka telinga Kornelius dan seisi rumahnya sehingga mereka percaya kepada pemberitaan Petrus. Allah jugalah yang mencurahkan Roh Kudus ke Kornelius dan semua orang yang mendengar berita Injil dari Petrus. Petrus mengingatkan bahwa Kristus lah yang membaptis orang dengan Roh Kudus. Roh Kudus turun atas Kornelius karena Kristus memberikan Roh Kudus kepada Kornelius. Jika Kristus telah membaptis Kornelius dengan Roh Kudus, bagaimana mungkin Petrus melarang Kornelius dibaptis dengan air?

Petrus juga menekankan karunia yang sama yang telah diterima oleh para murid, sekarang diberikan dengan limpah juga kepada Kornelius. Murid-murid berdoa, menanti dengan sabar di dalam rumah, penuh ketakutan dan kegentaran hingga akhirnya mendapatkan karunia Roh Kudus (Kis. 1:14; 2:1-4). Kornelius juga adalah seorang yang tekun di dalam menantikan Tuhan dan berdoa kepada Tuhan (Kis. 10:2) hingga akhirnya menerima karunia Roh Kudus atasnya. Karunia ini adalah karunia jiwa yang menyala-nyala untuk mengabarkan Kristus dan memuliakan nama-Nya. Inilah karunia yang diperoleh para murid di Yerusalem dan yang juga diperoleh Kornelius di Kaisarea. Tuhan tidak lagi memberikan perbedaan. Jika dulu Israel memiliki kelebihan daripada bangsa-bangsa lain, maka sekarang Israel sama dengan bangsa-bangsa lain. Jika dulu orang-orang yang mau menyembah Tuhan harus datang ke Israel, mengikuti tradisi Israel dan beribadah dengan tata cara yang Tuhan tetapkan melalui Israel, maka sekarang baik orang Israel maupun bangsa-bangsa lain yang mau menyembah Tuhan sama-sama harus menyembah Dia di dalam Kristus. Inilah pengertian yang Petrus bagikan. Petrus tidak sedang mengatakan bahwa Kornelius menjadi orang percaya setelah dia disunat atau setelah dia menjadi petobat di dalam agama Yahudi. Petrus mengatakan bahwa Kornelius mendapatkan anugerah yang persis sama dengan para rasul.

Refleksi Untuk Pamong
Kisah Petrus dan Kornelius ini mengingatkan para pamong bahwa mengabarkan Injil dan berbuat baik atas nama Yesus Kristus. Pada saat ini ada banyak sekali tantangan dan hambatan yang harus dihadapi dari luar dirinya. Ada orang-orang yang menolak apa yang dilakukan oleh orang-orang percaya. Akan tetapi dari kisah Petrus dan Kornelius ini, para pamong diingatkan agar tidak pernah menyerah walaupun banyak tantangan dan hambatan dalam mengabarkan Injil dan berbuat baik atas nama Yesus Kristus. Allah sendiri yang akan menyertai para pamong dalam mewartakan Injil dan berbuat baik atas nama Yesus Kristus bagi sesama.


TUNTUNAN IBADAH ANAK BALITA

Tujuan: Anak dapat menceritakan kembali pertanggungjawaban Petrus terhadap baptisan Kornelius di Yerusalem.

Alat Peraga

  1. Untuk cerita pendahuluan dibutuhkan 2 orang pamong yang akan melakukan fragmen.
  2. Alat yang dibutuhkan untuk cerita pendahuluan adalah gelas berisi air minum dan kain pel.
  3. Untuk cerita inti dimohon pamong menyiapkan gambar-gambar untuk pendukung cerita.

(gambar 1)

(gambar2)

(gambar 3)

(gambar 4)

Pendahuluan
Pamong 1: (berjalan sambil membawa gelas berisi air, sambil menyapa pamong 2). Hai kak. Ya panas-panas seperti ini, aku punya minuman dingin yang enak sekali. (sambil menyeruput minumannya).

Pamong 2: Ah masak enak, gak percaya aku kalau minuman itu enak.

Pamong 1: Dibilangin enak kok gak percaya ya sudah.

Pamong 2: (berusaha merebut minuman dari pamong 1) Mana-mana, mana minuman enaknya, aku mau coba dong.

Pamong 1: (mempertahankan minumannya, tetapi pamong 2 terus berusaha merebutnya). Jangan dong, kamu buat sendiri saja. (akhirnya minuman tersebut tumpah) Yah, tumpah deh minumanku, padahal minuman itu enak sekali (lalu menangis).

Pamong 2: (meminta maaf ke pamong 1) Aku minta maaf kalau tadi sudah merebut minumanmu sehingga tumpah. Aku minta maaf dan aku mau bertanggungjawab untuk membersihkannya. (pamong 2 mengambil kain pel lalu membersihkan minuman yang tumpah).

Inti Penyampaian
Anak-anak, kira-kira apa ya yang bisa kita pelajari dari cerita tadi? (tunggu jawaban anak-anak). Yang bisa kita pelajari adalah meminta maaf saat berbuat salah dan mau bertanggungjawab terhadap apa yang sudah dilakukannya. Ada seorang rasul yang juga mau bertanggungjawab dengan apa yang sudah diperbuatnya. Anak-anak mau tahu siapa nama rasul itu? Namanya adalah PETRUS. Mari kita ulangi lagi, siapa namanya? P-E-T-R-U-S. Iya namanya adalah Petrus. Lalu apa yang dilakukannya sehingga dia harus bertanggungjawab atas apa yang sudah diperbuatnya? Mari kita dengarkan.

(Pamong menunjukkan gambar 1)
Setelah mendengar bahwa Petrus datang ke rumah Kornelius, orang Kaisarea bukan Yahudi dan membaptisnya. Maka para rasul di Yerusalem memanggil Petrus untuk bertanya kepadanya sekaligus meminta pertanggungjawaban dari Petrus, mengapa datang ke rumah orang non Yahudi, mengajar dan bahkan membaptisnya. Setelah bertemu dengan para rasul di Yerusalem, Petrus menjelaskan apa yang dialaminya.

(Pamong menunjukkan gambar 2)
Petrus bercerita bahwa saat dia lapar dan ingin makan, lalu dia mendapatkan penglihatan ada kain yang turun dari langit terbuka dan di dalam kain itu ada berbagai jenis binatang berkaki empat, binatang menjalar dan burung. Tetapi semua binatang itu haram bagi orang Yahudi, tidak boleh dimakan oleh mereka. Penglihatan itu datang kepada Petrus sampai 3 kali dan Petrus menolak untuk memakannya karena semua itu tidak boleh dimakan oleh orang Yahudi. Tetapi Tuhan berkata bahwa Petrus tidak boleh menolak apa yang dinyatakan halal oleh Tuhan, yang diperbolehkan oleh Tuhan.

(Pamong menunjukkan gambar 3)
Petrus kembali bercerita bahwa setelah ada penglihatan itu, ada 3 orang yang menjemputnya karena dia diundang oleh Kornelius seorang perwira Italia yang berada di Kaisarea. Petrus berangkat tanpa bimbang karena Tuhan sendiri yang telah mengutusnya.   Di sana Petrus mengajar dan bersaksi tentang Tuhan Yesus. Lalu Petrus melihat bahwa ada Roh Kudus turun kepada orang-orang yang mendengar pengajarannya serta mereka dapat berkata-kata dalam bahasa Roh serta memuliakan Allah. Hal ini sama seperti yang diterima Petrus dan rasul-rasul lainnya pada saat peristiwa Pentakosta. Dengan apa yang terjadi, lalu Petrus membaptis Kornelius beserta orang-orang yang mendengar pengajarannya.

(Pamong menunjukkan gambar 4)
Mendengar penjelasan Petrus, maka para rasul di Yerusalem bersukacita karena apa yang diperbuat oleh Allah bagi Kornelius dan semua orang yang mendengar pengajaran Petrus. Pada saat itu mereka tahu bahwa Tuhan Yesus mengasihi orang-orang Yahudi dan juga orang-orang non-Yahudi. Mengasihi para rasul dan orang-orang yang berbeda dengan mereka sehingga para rasul pun juga harus meneladani Tuhan Yesus dengan mengasihi semua orang walau berbeda dengan mereka.

Penerapan
Anak-anak, Petrus bertanggungjawab dengan apa yang dilakukannya seperti halnya kakak pamong tadi juga bertanggungjawab terhadap apa yang dilakukannya. Saat Petrus mau bertanggungjawab dengan menjelaskan apa yang dilakukannya kepada Kornelius, maka para rasul yang lainnya mau membuka diri untuk berteman dengan orang-orang yang berbeda dengan dirinya. Demikian juga kalian bisa belajar bertanggungjawab dengan melakukan semua tugas yang harus dikerjakan dengan baik. Apa saja contoh tugas yang harus kalian kerjakan: belajar, melipat selimut setelah bangun tidur, mencuci piring setelah makan, dll (pamong bisa memberikan contoh yang lain). Semua tugas itu akan kita kerjakan dengan bahagia bukan dengan menggerutu agar Tuhan Yesus juga bahagia karena melihat kalian walaupun kecil tetapi bertanggungjawab terhadap tugas yang diberikan.

Aktivitas
Membuat hiasan gantungan berbentuk hati yang menunjukkan tanggungjawab anak-anak bersedia melakukan dan menyelesaikan tugas yang diberikan kepadanya.

  1. Sediakan kertas karton, gunting dan tali kur.
  2. Anak-anak diajak menggunting kertas karton membuat bentuk hati sebanyak 4 buah.
  3. Lalu kertas bentuk hati itu di tempel memanjang menggunakan tali kur.
  4. Setelah itu masing-masing kertas karton bentuk hati ditulisi janji anak-anak.
    1. Karton hati pertama (paling atas) ditulisi : Nama Anak
    2. Karton hati kedua ditulisi : Berjanji
    3. Karton hati ketiga ditulisi : Menyelesaikan
    4. Karton hati keempat (paling bawah) ditulisi : Tugas anak (contoh : mencuci piring, melipat baju, melipat selimut, menyapu, dll)
  5. Hiasan gantung ini dibawa pulang anak-anak dan ditempel di kamar masing-masing untuk mengingatkan mereka bertanggungjawab menyelesaikan tugasnya.


TUNTUNAN IBADAH ANAK PRATAMA

Tujuan: Anak dapat menceritakan kembali pertanggungjawaban Petrus terhadap baptisan Kornelius di Yerusalem

Alat Peraga

  1. Untuk cerita pendahuluan dibutuhkan 2 orang pamong yang akan melakukan fragmen.
  2. Alat yang dibutuhkan untuk cerita pendahuluan adalah gelas berisi air minum dan kain pel.
  3. Untuk cerita inti dimohon pamong menyiapkan gambar-gambar untuk pendukung cerita yang terdapat pada Alat Peraga BALITA

Pendahuluan
Pamong 1: (berjalan sambil membawa gelas berisi air, sambil menyapa pamong 2). Hai kak. Ya panas-panas seperti ini, aku punya minuman dingin yang enak sekali. (sambil menyeruput minumannya).

Pamong 2: Ah masak enak, gak percaya aku kalau minuman itu enak.

Pamong 1: Dibilangin enak kok gak percaya ya sudah.

Pamong 2: (berusaha merebut minuman dari pamong 1) Mana-mana, mana minuman enaknya, aku mau coba dong.

Pamong 1: (mempertahankan minumannya, tetapi pamong 2 terus berusaha merebutnya). Jangan dong, kamu buat sendiri saja. (akhirnya minuman tersebut tumpah) Yah, tumpah deh minumanku, padahal minuman itu enak sekali (lalu menangis).

Pamong 2: (meminta maaf ke pamong 1) Aku minta maaf kalau tadi sudah merebut minumanmu sehingga tumpah. Aku minta maaf dan aku mau bertanggungjawab untuk membersihkannya. (pamong 2 mengambil kain pel lalu membersihkan minuman yang tumpah).

Inti Penyampaian
Anak-anak, kira-kira apa ya yang bisa kita pelajari dari cerita tadi? (tunggu jawaban anak-anak). Yang bisa kita pelajari adalah meminta maaf saat berbuat salah dan mau bertanggungjawab terhadap apa yang sudah dilakukannya. Ada seorang rasul yang juga mau bertanggungjawab dengan apa yang sudah diperbuatnya. Anak-anak mau tahu siapa nama rasul itu? Namanya adalah PETRUS. Mari kita ulangi lagi, siapa namanya? P-E-T-R-U-S. Iya namanya adalah Petrus. Lalu apa yang dilakukannya sehingga dia harus bertanggungjawab atas apa yang sudah diperbuatnya? Mari kita dengarkan.

(Pamong menunjukkan gambar 1)
Setelah mendengar bahwa Petrus datang ke rumah Kornelius, orang Kaisarea bukan Yahudi dan membaptisnya. Maka para rasul di Yerusalem memanggil Petrus untuk bertanya kepadanya sekaligus meminta pertanggungjawaban dari Petrus, mengapa datang ke rumah orang non Yahudi, mengajar dan bahkan membaptisnya. Setelah bertemu dengan para rasul di Yerusalem, Petrus menjelaskan apa yang dialaminya.

(Pamong menunjukkan gambar 2)
Petrus bercerita bahwa saat dia lapar dan ingin makan, lalu dia mendapatkan penglihatan ada kain yang turun dari langit terbuka dan di dalam kain itu ada berbagai jenis binatang berkaki empat, binatang menjalar dan burung. Tetapi semua binatang itu haram bagi orang Yahudi, tidak boleh dimakan oleh mereka. Penglihatan itu datang kepada Petrus sampai 3 kali dan Petrus menolak untuk memakannya karena semua itu tidak boleh dimakan oleh orang Yahudi. Tetapi Tuhan berkata bahwa Petrus tidak boleh menolak apa yang dinyatakan halal oleh Tuhan, yang diperbolehkan oleh Tuhan.

(Pamong menunjukkan gambar 3)
Petrus kembali bercerita bahwa setelah ada penglihatan itu, ada 3 orang yang menjemputnya karena dia diundang oleh Kornelius seorang perwira Italia yang berada di Kaisarea. Petrus berangkat tanpa bimbang karena Tuhan sendiri yang telah mengutusnya.   Di sana Petrus mengajar dan bersaksi tentang Tuhan Yesus. Lalu Petrus melihat bahwa ada Roh Kudus turun kepada orang-orang yang mendengar pengajarannya serta mereka dapat berkata-kata dalam bahasa Roh serta memuliakan Allah. Hal ini sama seperti yang diterima Petrus dan rasul-rasul lainnya pada saat peristiwa Pentakosta. Dengan apa yang terjadi, lalu Petrus membaptis Kornelius beserta orang-orang yang mendengar pengajarannya.

(Pamong menunjukkan gambar 4)
Mendengar penjelasan Petrus, maka para rasul di Yerusalem bersukacita karena apa yang diperbuat oleh Allah bagi Kornelius dan semua orang yang mendengar pengajaran Petrus. Pada saat itu mereka tahu bahwa Tuhan Yesus mengasihi orang-orang Yahudi dan juga orang-orang non-Yahudi. Mengasihi para rasul dan orang-orang yang berbeda dengan mereka sehingga para rasul pun juga harus meneladani Tuhan Yesus dengan mengasihi semua orang walau berbeda dengan mereka.

Penerapan
Anak-anak, Petrus bertanggungjawab dengan apa yang dilakukannya seperti halnya kakak pamong tadi juga bertanggungjawab terhadap apa yang dilakukannya. Saat Petrus mau bertanggungjawab dengan menjelaskan apa yang dilakukannya kepada Kornelius, maka para rasul yang lainnya mau membuka diri untuk berteman dengan orang-orang yang berbeda dengan dirinya. Demikian juga adik-adik bisa belajar bertanggungjawab dengan melakukan semua tugas yang harus dikerjakan adik-adik selesai dengan baik. Apa saja contoh tugas yang harus dikerjakan adik-adik : belajar, melipat selimut setelah bangun tidur, mencuci piring setelah makan, dll (pamong bisa memberikan contoh yang lain). Semua tugas itu akan kita kerjakan dengan bahagia bukan dengan menggerutu agar Tuhan Yesus juga bahagia karena melihat adik-adik walaupun kecil tetapi bertanggungjawab terhadap tugas yang diberikan.

Aktivitas
Membuat hiasan gantungan berbentuk hati yang menunjukkan tanggungjawab anak-anak bersedia melakukan dan menyelesaikan tugas yang diberikan kepadanya. Adapun petunjuk kegiatan dapat dilihat pada AKITIVAS BALITA


TUNTUNAN IBADAH ANAK MADYA

Tujuan:

  1. Anak dapat menjelaskan sikap Petrus dalam mempertanggungjawabkan baptisan Kornelius.
  2. Anak dapat menunjukkan hambatan untuk menerima teman yang berbeda dengan dirinya.
  3. Anak dapat menerapkan sikap untuk menerima perbedaan sebagai ciptaan Tuhan seperti yang dicontohkan oleh Petrus.

Alat Peraga

  1. Untuk cerita pendahuluan anak-anak diajak untuk mencari perbedaan dari 2 gambar.
  2. Untuk cerita inti dimohon pamong menyiapkan gambar-gambar untuk pendukung cerita yang terdapat pada Alat Peraga BALITA

Pendahuluan
Selamat pagi anak-anak, disini ada 2 buah gambar. Kalau kita lihat sekilas sama tetapi sebenarnya kedua gambar ini memiliki perbedaan.  Sekarang kalian memiliki tugas untuk mencari perbedaan dari kedua gambar ini. (masing-masing anak diberi 2 buah gambar tsb untuk dicari perbedaannya, setelah semua menerima, pamong memberi waktu kepada anak-anak untuk mencari perbedaan dari 2 buah gambar tersebut).

Anak-anak, tadi kalian sudah mencari perbedaan dari 2 buah gambar. Ada berapa perbedaannya? Lalu apa yang kalian rasakan saat mencari perbedaan dari 2 gambar? Adakah yang menemui kesulitan? Jika ada coba ceritakan apa yang menjadi kesulitannya?

Anak-anak, seringkali yang menjadikan kita merasa kesulitan untuk mengerjakan sesuatu karena kita sudah memiliki sudut pandang bahwa suatu hal yang akan kita kerjakan itu sulit sehingga akhirnya kita tidak mau mencoba.

Inti Penyampaian
Anak-anak, kira-kira apa ya yang bisa kita pelajari dari cerita tadi? (tunggu jawaban anak-anak). Yang bisa kita pelajari adalah meminta maaf saat berbuat salah dan mau bertanggungjawab terhadap apa yang sudah dilakukannya. Ada seorang rasul yang juga mau bertanggungjawab dengan apa yang sudah diperbuatnya. Anak-anak mau tahu siapa nama rasul itu? Namanya adalah PETRUS. Lalu apa yang dilakukannya sehingga dia harus bertanggungjawab atas apa yang sudah diperbuatnya? Mari kita dengarkan.

(Pamong menunjukkan gambar 1)
Setelah mendengar bahwa Petrus datang ke rumah Kornelius, orang Kaisarea bukan Yahudi dan membaptisnya. Maka para rasul di Yerusalem memanggil Petrus untuk bertanya kepadanya sekaligus meminta pertanggungjawaban dari Petrus, mengapa datang ke rumah orang non Yahudi, mengajar dan bahkan membaptisnya. Setelah bertemu dengan para rasul di Yerusalem, Petrus menjelaskan apa yang dialaminya.

(Pamong menunjukkan gambar 2)
Petrus bercerita bahwa saat dia lapar dan ingin makan, lalu dia mendapatkan penglihatan ada kain yang turun dari langit terbuka dan di dalam kain itu ada berbagai jenis binatang berkaki empat, binatang menjalar dan burung. Tetapi semua binatang itu haram bagi orang Yahudi, tidak boleh dimakan oleh mereka. Penglihatan itu datang kepada Petrus sampai 3 kali dan Petrus menolak untuk memakannya karena semua itu tidak boleh dimakan oleh orang Yahudi. Tetapi Tuhan berkata bahwa Petrus tidak boleh menolak apa yang dinyatakan halal oleh Tuhan, yang diperbolehkan oleh Tuhan.

(Pamong menunjukkan gambar 3)
Petrus kembali bercerita bahwa setelah ada penglihatan itu, ada 3 orang yang menjemputnya karena dia diundang oleh Kornelius seorang perwira Italia yang berada di Kaisarea. Petrus berangkat tanpa bimbang karena Tuhan sendiri yang telah mengutusnya.   Di sana Petrus mengajar dan bersaksi tentang Tuhan Yesus. Lalu Petrus melihat bahwa ada Roh Kudus turun kepada orang-orang yang mendengar pengajarannya serta mereka dapat berkata-kata dalam bahasa Roh serta memuliakan Allah. Hal ini sama seperti yang diterima Petrus dan rasul-rasul lainnya pada saat peristiwa Pentakosta. Dengan apa yang terjadi, lalu Petrus membaptis Kornelius beserta orang-orang yang mendengar pengajarannya.

(Pamong menunjukkan gambar 4)
Mendengar penjelasan Petrus, maka para rasul di Yerusalem bersukacita karena apa yang diperbuat oleh Allah bagi Kornelius dan semua orang yang mendengar pengajaran Petrus. Pada saat itu mereka tahu bahwa Tuhan Yesus mengasihi orang-orang Yahudi dan juga orang-orang non-Yahudi. Mengasihi para rasul dan orang-orang yang berbeda dengan mereka sehingga para rasul pun juga harus meneladani Tuhan Yesus dengan mengasihi semua orang walau berbeda dengan mereka.

Penerapan
Anak-anak, Petrus bertanggungjawab dengan apa yang dilakukannya seperti halnya kalian yang tadi bertanggungjawab menyelesaikan mencari perbedaan. Saat Petrus mau bertanggungjawab dengan menjelaskan apa yang dilakukannya kepada Kornelius, maka para rasul yang lainnya mau membuka diri untuk berteman dengan orang-orang yang berbeda dengan dirinya. Awalnya para murid yang lain menutup diri dari orang yang bukan Yahudi karena merasa bahwa mereka adalah kafir. Tetapi karena mendengar apa yang disampaikan oleh Petrus, akhirnya mereka mau terbuka dan mau menerima orang-orang non-Yahudi sebagai orang percaya. Coba bayangkan kalau para rasul itu bertahan dengan sudut pandangnya tentang orang non-Yahudi, lalu bagaimana dengan kita saat ini? Kita akan berada dalam bagian orang kafir yang tidak diselamatkan karena kita bukan orang Yahudi asli. Tetapi karena para rasul mau membuka diri maka Injil Kristus dan keselamatan dari Kristus akhirnya dapat dirasakan dan diterima oleh semua orang walaupun  bukan orang Yahudi, termasuk dengan kita. Oleh karena itu, kitapun diingatkan untuk selalu mengasihi, peduli dan menerima teman-teman kita yang berbeda dengan kita. Bukan malah membully mereka tetapi mengasihi mereka dengan tulus karena mereka adalah sama-sama ciptaan Allah yang indah.

Aktivitas
Membuat kantong “Aku Peduli” untuk teman-temannya yang lain sebagai wujud kepedulian, kasih dan perhatian mereka kepada teman yang berbeda dengan dirinya.

  1. Sediakan kertas kado, gunting, spidol dan lem.
  2. Sediakan permen lolipop atau kue untuk mengisi kotak
  3. Anak-anak diajak menggunting kertas kado dan membentuknya menjadi paper bag. Untuk paper bag bisa dikreasikan dengan berbagai macam bentuk sesuai dengan kreatifitas anak-anak dan pamong.
  4. Setelah paperbag jadi, isilah paperbag dengan permen lolipop atau kue lalu tutup paperbag.
  5. Paperbag yang sudah diisi, diberi tulisan “AKU PEDULI KARENA KAMU TEMANKU”.
  6. Anak-anak diajak untuk membagikan paperbag itu kepada teman-teman lain di luar kelas ibadah anak madya atau kepada orang-orang lain di sekitar gereja.

BAHASA JAWA

TUNTUNAN IBADAH ANAK BALITA

Pendahuluan
Pamong 1: (mlampah kaliyan ngastha gelas dipun isi toya, lajeng nyapa pamong 2). Hai kak. Ya ampun, panas-panas ngene iki, aku duwe ombenan adem sing enak banget (sinambi nyeruput ombenanipun).

Pamong 2: Ah tenane enak, gak percaya aku lek kuwi enak.

Pamong 1: Tenanan, dikandani kok ora percaya ya.

Pamong 2: (kepingin ngrebut ombenan saka pamong 1) Ndi to, ndi ombenan sing enak kui, aku ya pingin ngincipi.

Pamong 1: (nyekeli ombenane, ananing pamong 2 terus ngrebut ombenanipun) Ojo, ojo, nggawea dewe wae. (dumadakan ombenan ingkang dicepeng kutah) Yah, ngombeku kutah, padahal ombenanku mau kui enak tenan  (lajeng menangis).

Pamong 2: (nyuwun pangapura dhateng pamong 1) Aku nyuwun pangapura, mau uwis ngrebut ombenanmu dadine kutah. Aku nyuwun pangapura lan aku bakalan tanggungjawab ngresiki ombenan sing kutah mau. (pamong 2 mendet kain pel lajeng ngresiki omben ingkang kutah).

Inti Penyampaian
Bocah-bocah kinasih, kira-kira apa ya sing bisa disinauni saka cerita mau? (pamong ngrantos bocah-bocah paring wangsulan). Sing bisa disinauni ya kuwi nyuwun pangapura nalika tumindak salah lan gelem tanggungjawab tumrap apa wae kang wus dilakoni. Ana salah sijining rasul sing gelem tanggungjawab karo apa kang wus ditumindakake. Bocah-bocah ngerti sapa rasul kui? Iya, asmane PETRUS. Ayo, diambali maneh, sapa asmane? P-E-T-R-U-S. Iya asmane Petrus. Apa kira-kira sing ditumindakake dening Petrus? Ayo dipirengke bareng-bareng.

(Pamong nuduhake gambar 1)
Sawuse mireng Petrus marani omahe Kornelius, wong Kaisarea sing dudu uwong Yahudi lan malahan baptis Kornelius. Para rasul ing Yerusalem nimbali Petrus sarta takon lan nyuwun tanggungjawabe Petrus, kenapa gelem teko marani omahe uwong Yahudi, ngajar sarta mbaptis.

(Pamong nuduhake gambar 2)
Sawuse ketemu karo para rasul ing Yerusalem, Petrus paring wangsulan apa kang wus katindakake. Petrus paring wangsulan bilih nalika deweke luwe lan pingin mangan, Petrus mirsani ono kain kang mudun saka langit, sanjerone kain mau ono macem-macem jenise kewan sikil papat, kewan sawer lan uga manuk. Ananging kabeh kui kewan kang haram kanggone uwong Yahudi, ora oleh dipangan. Petrus mirsani nganthi kaping 3 sarta Petrus nolak, ora gelem mangan kewan-kewan kuwi mau karana ora pareng dipangan dening uwong Yahudi. Ananging Gusti dhawuh Petrus ora oleh nolak apa kang wus dinyatakake halal tumraping Allah, apa kang wus diolehi dening Allah.

(Pamong nuduhake gambar 3)
Petrus paring cariyos menawa sabibare mirsani kain isi kewan kui mau, ono wong 3 nyusul piyambake sarta dipunundang dening Kornelius, salah sajine perwira Italia kang ono ing Kaisarea. Petrus mangkat tanpa ngrasa owel karana Gusti kang ngutus piyambake.

Ono ing omahe Kornelius, Petrus ngajar sarta paring kesaksian bab Gusti Yesus. Petrus mirsani ono Roh Suci tumedak tumraping uwong-uwong kang mirengke pengajarane Petrus, uwong-uwong kuwi iso ngomong nganggo basa Roh sarta memuji Allah. Apa kang dipirsani Petrus podo kaya kang dialami dening Petrus lan para rasul nalika Pentakosta. Adhedasar apa kang wus dipirsani, Petrus nuli gelem mbaptis Kornelius karo uwong-uwong kang mirengke pengajarane.

(Pamong nuduhake gambar 4)
Krungu wangsulane Petrus, para rasul ing Yerusalem bungah karana apa kang ditumindakake Allah tumraping Kornelius lan kabeh uwong kang mirengke pengajarane Petrus. Tumuli pirso bilih Gusti Yesus nresnani sakabehe uwong, wong Yahudi lan uga wong dudu Yahudi. Nresnani para rasul lan ugi uwong kang beda karo dheweke saengga para rasul gelem nuladhani apa kang ditumindakake dening Gusti Yesus ya kuwi nresnani uwong kabeh sanadjan beda karo dheweke.

Penerapan
Bocah-bocah kinasih, Petrus uwis tanggungjawab karo apa kang ditumindakake kaya dene pamong mau sing uga tangungjawab tumrap apa kang ditumindakake. Nalika Petrus gelem tanggungjawab lan paring wangsulan tumraping apa kang ditumindakake dhateng Kornelius, para rasul liane gelem mbukak dhirine, gelem kekancan karo uwong kang beda karo dheweke. Semono uga adik-adik iso sinau tanggungjawab kanthi nindakake apa wae tugas kang kudu dirampungke adik-adik nganthi rampung apik. Apa wae contone tugas sing bisa dilakoni adik-adik : sinau, nglempiti selimut sawise tangi turu, isah-isah piring sawise mangan, lsp (pamong iso menehi conto liane). Kabeh tugas kuwi nalika dilakoni kanthi bungah ora ngersula tamtu iso rampung kanthi apik, Gusti Yesus uga bungah karana mirsani adik-adik sanadjan isih cilik ananging gelem tanggungjawab tumraping tugas sing diwenehno.


TUNTUNAN IBADAH ANAK PRATAMA

Pendahuluan
Pamong 1: (mlampah kaliyan ngastha gelas dipun isi toya, lajeng nyapa pamong 2). Hai kak. Ya ampun, panas-panas ngene iki, aku duwe ombenan adem sing enak banget (sinambi nyeruput ombenanipun).

Pamong 2: Ah tenane enak, gak percaya aku lek kuwi enak.

Pamong 1: Tenanan, dikandani kok ora percaya ya.

Pamong 2: (kepingin ngrebut ombenan saka pamong 1) Ndi to, ndi ombenan sing enak kui, aku ya pingin ngincipi.

Pamong 1: (nyekeli ombenane, ananing pamong 2 terus ngrebut ombenanipun) Ojo, ojo, nggawea dewe wae. (dumadakan ombenan ingkang dicepeng kutah) Yah, ngombeku kutah, padahal ombenanku mau kui enak tenan  (lajeng menangis).

Pamong 2: (nyuwun pangapura dhateng pamong 1) Aku nyuwun pangapura, mau uwis ngrebut ombenanmu dadine kutah. Aku nyuwun pangapura lan aku bakalan tanggungjawab ngresiki ombenan sing kutah mau. (pamong 2 mendet kain pel lajeng ngresiki omben ingkang kutah).

Inti Penyampaian
Bocah-bocah kinasih, kira-kira apa ya sing bisa disinauni saka cerita mau? (pamong ngrantos bocah-bocah paring wangsulan). Sing bisa disinauni ya kuwi nyuwun pangapura nalika tumindak salah lan gelem tanggungjawab tumrap apa wae kang wus dilakoni. Ana salah sijining rasul sing gelem tanggungjawab karo apa kang wus ditumindakake. Bocah-bocah ngerti sapa rasul kui? Iya, asmane PETRUS. Ayo, diambali maneh, sapa asmane? P-E-T-R-U-S. Iya asmane Petrus. Apa kira-kira sing ditumindakake dening Petrus? Ayo dipirengke bareng-bareng.

(Pamong nuduhake gambar 1)
Sawuse mireng Petrus marani omahe Kornelius, wong Kaisarea sing dudu uwong Yahudi lan malahan baptis Kornelius. Para rasul ing Yerusalem nimbali Petrus sarta takon lan nyuwun tanggungjawabe Petrus, kenapa gelem teko marani omahe uwong Yahudi, ngajar sarta mbaptis.

(Pamong nuduhake gambar 2)
Sawuse ketemu karo para rasul ing Yerusalem, Petrus paring wangsulan apa kang wus katindakake. Petrus paring wangsulan bilih nalika deweke luwe lan pingin mangan, Petrus mirsani ono kain kang mudun saka langit, sanjerone kain mau ono macem-macem jenise kewan sikil papat, kewan sawer lan uga manuk. Ananging kabeh kui kewan kang haram kanggone uwong Yahudi, ora oleh dipangan. Petrus mirsani nganthi kaping 3 sarta Petrus nolak, ora gelem mangan kewan-kewan kuwi mau karana ora pareng dipangan dening uwong Yahudi. Ananging Gusti dhawuh Petrus ora oleh nolak apa kang wus dinyatakake halal tumraping Allah, apa kang wus diolehi dening Allah.

(Pamong nuduhake gambar 3)
Petrus paring cariyos menawa sabibare mirsani kain isi kewan kui mau, ono wong 3 nyusul piyambake sarta dipunundang dening Kornelius, salah sajine perwira Italia kang ono ing Kaisarea. Petrus mangkat tanpa ngrasa owel karana Gusti kang ngutus piyambake.

Ono ing omahe Kornelius, Petrus ngajar sarta paring kesaksian bab Gusti Yesus. Petrus mirsani ono Roh Suci tumedak tumraping uwong-uwong kang mirengke pengajarane Petrus, uwong-uwong kuwi iso ngomong nganggo basa Roh sarta memuji Allah. Apa kang dipirsani Petrus podo kaya kang dialami dening Petrus lan para rasul nalika Pentakosta. Adhedasar apa kang wus dipirsani, Petrus nuli gelem mbaptis Kornelius karo uwong-uwong kang mirengke pengajarane.

(Pamong nuduhake gambar 4)
Krungu wangsulane Petrus, para rasul ing Yerusalem bungah karana apa kang ditumindakake Allah tumraping Kornelius lan kabeh uwong kang mirengke pengajarane Petrus. Tumuli pirso bilih Gusti Yesus nresnani sakabehe uwong, wong Yahudi lan uga wong dudu Yahudi. Nresnani para rasul lan ugi uwong kang beda karo dheweke saengga para rasul gelem nuladhani apa kang ditumindakake dening Gusti Yesus ya kuwi nresnani uwong kabeh sanadjan beda karo dheweke.

Penerapan
Bocah-bocah kinasih, Petrus uwis tanggungjawab karo apa kang ditumindakake kaya dene pamong mau sing uga tangungjawab tumrap apa kang ditumindakake. Nalika Petrus gelem tanggungjawab lan paring wangsulan tumraping apa kang ditumindakake dhateng Kornelius, para rasul liane gelem mbukak dhirine, gelem kekancan karo uwong kang beda karo dheweke. Semono uga adik-adik iso sinau tanggungjawab kanthi nindakake apa wae tugas kang kudu dirampungke adik-adik nganthi rampung apik. Apa wae contone tugas sing bisa dilakoni adik-adik : sinau, nglempiti selimut sawise tangi turu, isah-isah piring sawise mangan, lsp (pamong iso menehi conto liane). Kabeh tugas kuwi nalika dilakoni kanthi bungah ora ngersula tamtu iso rampung kanthi apik, Gusti Yesus uga bungah karana mirsani adik-adik sanadjan isih cilik ananging gelem tanggungjawab tumraping tugas sing diwenehno.


TUNTUNAN IBADAH ANAK MADYA

Pendahuluan
Sugeng enjang bocah-bocah kinasih, iki ana gambar 2. Menawa dipirsani kaya podo ananging gambar iki ono bedane. Saiki ayo adik-adik nggoleki apa bedane gambar 2 iki. (masing-masing anak diberi 2 buah gambar tsb untuk dicari perbedaannya, setelah semua menerima, pamong memberi waktu kepada anak-anak untuk mencari perbedaan dari 2 buah gambar tersebut).

Adik-adik, mau uwis nggoleki bedane saka gambar 2 mau. Ono piro bedane? Apa sing dirasakne nalika nggoleki bedane gambar 2 mau? Apa ono sing kangelan? Menawa ono coba dicritakake apa kang dadi kangelane?

Adik-adik, asring kang ndadekake kita ngrasa kangelan nindakake sawijining hal karana awake dhewe duwe pemanggih bilih hal kuwi perkara kang angel dadine  wedi kanggo nyoba.

Inti Penyampaian
Bocah-bocah kinasih, kira-kira apa ya sing bisa disinauni saka cerita mau? (pamong ngrantos bocah-bocah paring wangsulan). Sing bisa disinauni ya kuwi nyuwun pangapura nalika tumindak salah lan gelem tanggungjawab tumrap apa wae kang wus dilakoni. Ana salah sijining rasul sing gelem tanggungjawab karo apa kang wus ditumindakake. Bocah-bocah ngerti sapa rasul kui? Iya, asmane PETRUS. Ayo, diambali maneh, sapa asmane? P-E-T-R-U-S. Iya asmane Petrus. Apa kira-kira sing ditumindakake dening Petrus? Ayo dipirengke bareng-bareng.

(Pamong nuduhake gambar 1)
Sawuse mireng Petrus marani omahe Kornelius, wong Kaisarea sing dudu uwong Yahudi lan malahan baptis Kornelius. Para rasul ing Yerusalem nimbali Petrus sarta takon lan nyuwun tanggungjawabe Petrus, kenapa gelem teko marani omahe uwong Yahudi, ngajar sarta mbaptis.

(Pamong nuduhake gambar 2)
Sawuse ketemu karo para rasul ing Yerusalem, Petrus paring wangsulan apa kang wus katindakake. Petrus paring wangsulan bilih nalika deweke luwe lan pingin mangan, Petrus mirsani ono kain kang mudun saka langit, sanjerone kain mau ono macem-macem jenise kewan sikil papat, kewan sawer lan uga manuk. Ananging kabeh kui kewan kang haram kanggone uwong Yahudi, ora oleh dipangan. Petrus mirsani nganthi kaping 3 sarta Petrus nolak, ora gelem mangan kewan-kewan kuwi mau karana ora pareng dipangan dening uwong Yahudi. Ananging Gusti dhawuh Petrus ora oleh nolak apa kang wus dinyatakake halal tumraping Allah, apa kang wus diolehi dening Allah.

(Pamong nuduhake gambar 3)
Petrus paring cariyos menawa sabibare mirsani kain isi kewan kui mau, ono wong 3 nyusul piyambake sarta dipunundang dening Kornelius, salah sajine perwira Italia kang ono ing Kaisarea. Petrus mangkat tanpa ngrasa owel karana Gusti kang ngutus piyambake.

Ono ing omahe Kornelius, Petrus ngajar sarta paring kesaksian bab Gusti Yesus. Petrus mirsani ono Roh Suci tumedak tumraping uwong-uwong kang mirengke pengajarane Petrus, uwong-uwong kuwi iso ngomong nganggo basa Roh sarta memuji Allah. Apa kang dipirsani Petrus podo kaya kang dialami dening Petrus lan para rasul nalika Pentakosta. Adhedasar apa kang wus dipirsani, Petrus nuli gelem mbaptis Kornelius karo uwong-uwong kang mirengke pengajarane.

(Pamong nuduhake gambar 4)
Krungu wangsulane Petrus, para rasul ing Yerusalem bungah karana apa kang ditumindakake Allah tumraping Kornelius lan kabeh uwong kang mirengke pengajarane Petrus. Tumuli pirso bilih Gusti Yesus nresnani sakabehe uwong, wong Yahudi lan uga wong dudu Yahudi. Nresnani para rasul lan ugi uwong kang beda karo dheweke saengga para rasul gelem nuladhani apa kang ditumindakake dening Gusti Yesus ya kuwi nresnani uwong kabeh sanadjan beda karo dheweke.

Penerapan
Bocah-bocah kinasih, Petrus gelem tanggungjawab karo apa kang ditindakake kaya adik-adik mau kang wus tanggungjawab ngrampungake tugas nggoleki bedane gambar. Nalika Petrus gelem tanggungjawab lan njelasake apa kang wus ditindakake tumraping Kornelius, para rasul liane tumuli gelem mbuka dhiri kekancan karo uwong kang beda karo dheweke. Wiwitane para murid ora gelem kekancan karo uwong sing dudu Yahudi karana mikir menawa wong kuwis kafir. Ananging karana mireng apa kang didhawuhake Petrus, para rasul gelem mbuka dhiri lan nampa wong dudu Yahudi dadi kancane, dadi uwong percaya marang Gusti Yesus. Ayo dibayangake menawa para rasul tetep ora gelem ngrubah panemune, piye awake dhewe saiki? Awake dhewe bakal dadi wong kafit sing ora dislametake karana dudu wong Yahudi asli. Ananging karana para rasul gelem mbuka dhiri, Injiling Sang Kristus lan kaslametan saka Kristus iso dirasakne lan ditampa kabeh wong sanadjan dudu wong Yahudi, termasuk awake dhewe. Saengga awake dhewe uga diemutke supaya gelem nresnani, peduli lan nampa kanca-kanca kang beda karo awake dewe. Ora malah di bully ananging gelem nresnani kanthi tulus karana pada titahe Allah kang elok.

Renungan Harian

Renungan Harian Anak