Tahun Gerejawi: Kenaikan Tuhan Yesus
Tema: Kenaikan Tuhan Yesus
Judul: “Ingat Pesan Tuhan Yesus”
Bacaan Alkitab: Kisah Para Rasul 1 : 6-11
Ayat Hafalan: “Sebab Aku pergi ke situ untuk menyediakan tempat bagimu. Dan apabila Aku telah pergi ke situ dan telah menyediakan tempat bagimu, Aku akan datang kembali dan membawa kamu ke tempat-Ku, supaya di tempat di mana Aku berada, kamu pun berada.” (Yohanes 14:2b-3)
Lagu:
- KJ 422:1 “ Yesus Berpesan”
- KJ 344:1 “Ingat akan Nama Yesus”
Penjelasan Teks (Hanya untuk Pamong)
Bacaan Alkitab kita pada saat ini yang terambil dari Kisah Para Rasul 1 : 6-11, berjudul “Yesus terangkat ke sorga.” Kisah kenaikan Yesus atau asensi, tidak bisa kita pisahkan dari kisah Tuhan Yesus yang bangkit dari kematian dan menampakan diri-Nya. Peristiwa kenaikan Yesus ke surga adalah peristiwa yang terjadi 40 hari setelah kebangkitan Tuhan Yesus. Peristiwa kebangkitan Tuhan Yesus disaksikan secara langsung oleh murid-murid-Nya. Setelah kebangkitan-Nya, Yesus hidup kembali dan mengunjungi murid-murid-Nya. Para murid sangat senang melihat Tuhan Yesus dan selama 40 hari setelah kebangkitan-Nya, Yesus mengajarkan murid-murid-Nya tentang Kerajaan Allah (Kisah Para Rasul 1 : 1-3). Setelah itu Yesus dan murid-murid-Nya pergi ke Bukit Zaitun dekat Yerusalem. Saat di Yerusalem, Tuhan Yesus berjanji kepada murid-murid-Nya bahwa mereka akan menerima Roh Kudus. Yesus menyuruh para murid-Nya untuk tetap tinggal di Yesrusalem sampai Roh Kudus turun atas mereka (Kisah Para Rasul 1:4-5).
Kisah Para Rasul pasal 1:6-7 mengisahkan para murid-Nya yang sedang berkumpul dan bertanya jawab dengan Tuhan Yesus. Dalam ayat ke-8 Tuhan Yesus menegaskan bahwa Dia memberi kuasa kepada setiap manusia untuk menjadi saksi tentang kasih Allah. Oleh sebab itu setiap umat-Nya harus senantiasa meresponnya dengan setia menjadi saksi-Nya yang berani mengisahkan kebaikan Tuhan melalui setiap kata dan perbuatan. Melalui ayat ke-8 Tuhan Yesus memberikan para murid-Nya kepercayaan untuk meneruskan misi Tuhan Yesus di dunia untuk mewartakan kabar sukacita.
Dalam ayat ke 8 dikatakan “Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi.”. Ayat ke 8 ini hendak menegaskan bahwa murid-murid Nya diberikan kepercayaan oleh Tuhan Yesus untuk meneruskan misi Tuhan Yesus di dunia yaitu mewartakan Firman Tuhan. Oleh karenanya para murid-Nya kembali ke Yesrusalem dengan penuh sukacita dan mewartakan kegembiraan itu kepada sesamanya.
Setelah Tuhan Yesus mengatakan bahwa murid-Nya akan menerima kuasa dan akan menjadi saksi-Nya, maka terangkatlah Yesus ke surga disaksikan oleh para murid-murid-Nya dan awan menutup-Nya dari pandangan mereka (Kisah Pararasul 1:9). Kemudian dalam ayat ke 10 dan 11, ketika para murid-Nya sedang menatap ke langit saat Tuhan Yesus terangkat ke surga, tiba-tiba berdirilah dua orang yang berpakaian putih dekat mereka dan berkata “Hai orang-orang Galilea, mengapakah kamu berdiri melihat ke langit? Yesus ini, yang terangkat ke sorga meninggalkan kamu, akan datang kembali dengan cara yang sama seperti kamu melihat Dia naik ke sorga.” Kalimat ini memberikan pengharapan dan menegaskan kepastian bahwa Tuhan tak pernah meninggalkan kita.
Refleksi untuk Pamong
Bapak, Ibu dan saudara/i pamong yang dikasihi dan mengasihi Tuhan Yesus Kristus..
Saat ini kita merayakan kenaikan Tuhan Yesus ke surga atau asensi. Peristiwa kenaikan Tuhan Yesus ke surga kiranya mengingatkan kembali akan pesan Tuhan Yesus sebelum Ia terangkat ke surga. Tuhan Yesus berpesan supaya setiap murid-murid-Nya setia menjadi saksi Kristus, mewartakan kabar sukacita, dan berani menyampaikan kasih dan kebaikan-Nya hingga ke ujung bumi.
Pesan terakhir yang disampaikan oleh Tuhan Yesus kepada murid-murid-Nya saat peristiwa kenaikan Tuhan Yesus ke surga juga merupakan sebuah penugasan bagi para murid-Nya untuk mewartakan kasih karunia Allah kepada manusia.
Peristiwa kenaikan Tuhan Yesus ke surga bukan berarti Tuhan pergi meninggalkan para murid-Nya, namun Ia naik ke surga untuk menyediakan tempat bagi kita semua. Jadi jika ada pertanyaan “Mengapa Yesus terangkat ke surga?,” maka jawabannya bisa kita lihat di dalam Injil Yohanes 14 : 2a – 3 “ Sebab Aku pergi ke situ untuk menyediakan tempat bagimu. Dan apabila Aku telah pergi ke situ dan telah menyediakan tempat bagimu, Aku akan datang kembali dan membawa kamu ke tempat-Ku, supaya di tempat di mana Aku berada, kamu pun berada.”
Sebagai pertanyaan refleksi untuk pamong kali ini yaitu:
- Sebagai murid-Nya kita pun mendapat anugerah kuasa Roh Kudus yang Tuhan Yesus janjikan sebelum naik ke surga. Apakah selaku pamong Anda meyakininya?
- Sejauh mana Anda menghidupi panggilan sebagai saksi Kristus yang mewartakan kasih karunia, cinta kasih, dan keselamatan Allah Bapa kepada sesama yang ada di sekitar kita?
TUNTUNAN IBADAH ANAK BALITA
Tujuan: Anak dapat menceritakan kembali kisah kenaikan Tuhan Yesus.
Alat Peraga:
- 14 gambar orang ( 1 gambar Yesus, 11 gambar murid Yesus dan 2 gambar malaikat) dan 4 gambar awan.
Gambar murid Tuhan Yesus:
Gambar Yesus Kristus:
Gambar Awan:

- Kertas VHS, Gunting, lem.
Pendahuluan
Sebagai pendahuluan, pamong tiba-tiba meninggalkan kelas jenjang Balita tanpa meninggalkan pesan/tanpa berkata apapun kepada anak, lalu beberapa saat kembali lagi. Saat kembali, tanyakan kepada anak-anak “Apakah ada yang salah saat pamong tiba-tiba keluar dari kelas?” “Apa yang seharusnya Pamong lakukan sebelum meninggalkan kelas?”
Anak-anak, seharusnya Pamong berbicara/berpesan dahulu sebelum meninggalkan kelas ya. Bukan langsung pergi/ke luar kelas begitu saja ya… Nah kini, kakak pamong mengulangi dengan sebelumnya berbicara meminta ijin dahulu ya.
(Pamong mengulangi bagaimana cara yang benar saat hendak meninggalkan kelas, dengan mengungkapkan pesan, misalnya “Anak-anak Pamong hendak keluar kelas sebentar untuk ambil alat peraga yang tertinggal, anak-anak jangan ribut/yang tenang di dalam kelas ya.” Setelah itu pamong keluar kelas meninggalkan anak-anak).
Nah anak-anak, hal inilah yang Tuhan Yesus lakukan saat peristiwa kenaikan-Nya ke surga. Saat peristiwa kenaikan Tuhan Yesus ke surga, Yesus tidak langsung pergi begitu saja meninggalkan para murid-murid-Nya, akan tetapi Tuhan Yesus memberikan pesan kepada murid-Nya. Anak-anak tahu pesan Yesus kepada murid-murid-Nya apa Ya?. Biar kita tahu jawabannya, maka mari melihat bacaan Alkitab kita hari ini yang terambil dari Kisah Para Rasul 1:6-11.
Inti Penyampaian
Anak-anak Balita yang dikasihi Tuhan Yesus…,
Bacaan Alkitab kita saat ini yang terambil dari Kisah Para Rasul 1:6-11 menggambarkan perpisahan terakhir antara Tuhan Yesus dengan murid-murid-Nya. Sebelumya, selama 40 hari Tuhan Yesus masih bersama-sama murid setelah kebangkitan-Nya. Setelah mati tersalib, Tuhan Yesus bangkit, hidup kembali dan mengunjungi murid-murid-Nya. Para murid sangat senang melihat Tuhan Yesus.
(Pamong membacakan ulang bacaan Kisah Para Rasul pasal 1 ayatnya yang ke 6 dan 7 kepada anak-anak jenjang Balita. Lalu pamong mengambil gambar Yesus dan kesebelas murid-Nya yang sudah dipersiapkan sebagai alat peraga).
(Sambil memperlihatkan gambar Yesus dan murid-Nya). Bacaan kita kali ini menceritakan tetang para murid-Nya yang sedang berkumpul dan bertanya jawab dengan tuhan Yesus.
Tuhan Yesus berkata bahwa Ia memberi kuasa kepada setiap manusia untuk menjadi saksi tentang kasih Allah. Jadi setiap anak pun harus siap menjadi saksi tentang kebaikan Tuhan. Dengan cara apa? Dengan cara menjaga perkataan dan perbuatan. Sebab Tuhan Yesus berpesan bahwa anak-anak-Nya harus meneruskan misi Tuhan Yesus di dunia untuk mewartakan kabar sukacita.
Setelah Tuhan Yesus mengatakan bahwa murid-Nya akan menerima kuasa dan akan menjadi saksi-Nya, maka terangkatlah Yesus ke surga disaksikan oleh para murid-murid-Nya dan awan menutup-Nya dari pandangan mereka (saat menceritakan ini, pamong bisa memperagakannya menggunakan alat peraga yang sudah dipersiapkan-gambar Yesus, murid-murid-Nya, kedua malaikat dan awan untuk memperlihatkan saat Yesus terangkat ke surga).
Kemudian dalam ayat selanjutnya (ayat ke 10 dan 11), ketika para murid-Nya sedang menatap ke langit saat Tuhan Yesus terangkat ke surga, tiba-tiba berdirilah di dekat murid-Nya dua orang malaikat dan berkata “Hai orang-orang Galilea, mengapakah kamu berdiri melihat ke langit? Yesus ini, yang terangkat ke sorga meninggalkan kamu, akan datang Kembali dengan cara yang sama seperti kamu melihat Dia naik ke sorga”.
Penerapan
Anak-anak jenjang Balita yang dikasihi Tuhan…,
Kisah kenaikan Tuhan Yesus ke surga mengingatkan kita akan pesan Tuhan Yesus sebelum Ia terangkat ke surga. Pesan Tuhan Yesus adalah supaya kita semua, selaku murid-murid-Nya haruslah setia menyampaikan kasih, kebaikan, dan keselamatan dari Tuhan Allah hingga ke ujung bumi.
Bagaimana caranya ya untuk kita dapat menyampaikan kasih, kebaikan, dan karya keselamatan Tuhan?. Wah berat/susah sekali, apalagi aku harus melakukannya sampai ke ujung bumi. Bisa tidak ya? Wah pasti aku tidak bisa melakukannya karena aku masih kecil, apalagi aku masih di kelas jenjang balita.
Lho jangan khawatir dahulu ya anak-anak jenjang balita, yakin dan percayalah kalian bisa menyampaikan kasih dan kebaikan Tuhan dengan cara yang sederhana yaitu melalui perkataan dan perbuatan. Misalnya contoh kecil dalam menyampaikan kasih dan kebaikan Tuhan melalui perkataan yaitu selalu mengucapkan terima kasih saat menerima sesuatu, meminta ijin bila hendak pergi atau melakukan sesuatu, dan meminta maaf ketika melakukan kesalahan. Begitupula dalam perbuatan, anak-anak juga harus menjadi anak yang peka, peduli dan perhatian terhadap orang-orang yang ada di sekeliling kita. Misalnya jika ada teman yang terjatuh, maka apa yang harus kita lakukan? bukan ditertawakan ya, tetapi segera dibantu/memberi pertolongan. Atau bila ada teman yang terlihat sedih, apa yang harus kita lakukan? Kita harus menemani dan menghiburnya ya, bukan malah mengejek atau menertawakannya.
Dari contoh melakukan kasih dan kebaikan Tuhan melalui perkataan dan perbuatan itu sulit untuk dilakukan tidak ya?. Kalau kalian merasa kesulitan untuk melakukannya, maka kalian harus minta pertolongan dari Tuhan. Tuhan Tolong mampukan kami untuk dapat melakukan kasih dan kebaikan seperti pesan Tuhan Yesus sebelum Ia terangkat ke surga. AMIN. Tuhan Yesus memampukan dan memberkati kita semua.
Aktivitas
Menempel Gambar sesuai dengan kisah “Kenaikan Tuhan Yesus ke surga” (gambar Tuhan Yesus, 11 murid-murid-Nya dan awan di kertas HVS yang sudah dipersiapkan sebagai alat peraga).
TUNTUNAN IBADAH ANAK PRATAMA
Tujuan: Anak dapat menceritakan kembali kisah kenaikan Tuhan Yesus.
Alat Peraga:
- 14 gambar orang ( 1 gambar Yesus, 11 gambar murid Yesus) dan 4 gambar awan (Lih. Lampiran di Jenjang Balita)
- Kertas VHS, Gunting, lem.
Pendahuluan
Sebagai pendahuluan di kelas jenjang Pratama, Pamong mengajak anak Pratama untuk bermain peran untuk mengisahkan peristiwa Yesus terangkat ke sorga- sesuai dengan Bacaan Alkitab Kisah Para Rasul 1:6-11 (peran yang diperlukan adalah sebagai narator, Tuhan Yesus, 11 Murid Yesus dan dua malaikat).
Inti Penyampaian
Anak-anak Pratama yang dikasihi Tuhan Yesus…,
Bacaan Alkitab kita saat ini yang terambil dari Kisah Para Rasul 1:6-11 hendak menggambarkan perpisahan terakhir antara Tuhan Yesus dengan murid-murid-Nya setelah 40 hari lamanya Tuhan Yesus masih bersama-sama setelah kebangkitan-Nya. Setelah kebangkitan Yesus hidup Kembali dan mengunjungi murid-murid-Nya. Para murid sangat senang melihat Tuhan Yesus.
Dari bacaan Kisah Para Rasul pasal 1 ayatnya yang ke 6 dan 7 dikisahkan tetang para murid-Nya yang sedang berkumpul dan memberikan pertanyaan, lalu Yesus menjawab pertanyaan yang diberikan oleh para murid-murid-Nya tersebut (Pamong mengajak anak jenjang Pratama untuk membaca kembali ayat ke 6 dan 7 secara bersama-sama).
Dalam ayat ke-8 dikisahkan bahwa Tuhan Yesus memberi kuasa kepada setiap manusia untuk menjadi saksi tentang kasih Allah. Oleh sebab itulah setiap umat-Nya harus senantiasa meresponnya dengan selalu menjadi saksi tentang kebaikan Tuhan melalui setiap kata dan perbuatan.
Perkataan yang Tuhan Yesus ungkapkan di dalam ayat ke-8, hendak menegaskan bahwa murid-Nya diberikan kepercayaan untuk meneruskan misi Tuhan Yesus di dunia yaitu mewartakan kabar sukacita. Selanjutnya dalam ayat ke-9, setelah Tuhan Yesus mengtakan bahwa murid-Nya akan menerima kuasa dan akan menjadi saksi-Nya, maka terangkatlah Yesus ke surga disaksikan oleh para murid-murid-Nya dan awan menutup-Nya dari pandangan mereka. Kemudian dalam ayat ke 10 dan 11, ketika para murid-Nya sedang menatap ke langit saat Tuhan Yesus terangkat ke surga, tiba-tiba berdirilah di dekat murid-Nya dua orang malaikat dan berkata “Hai orang-orang Galilea, mengapakah kamu berdiri melihat ke langit? Yesus ini, yang terangkat ke sorga meninggalkan kamu, akan datang Kembali dengan cara yang sama seperti kamu melihat Dia naik ke sorga”.
Penerapan
Anak-anak jenjang Pratama yang dikasihi Tuhan…,
Dari kisah kenaikan Tuhan Yesus ke surga berarti setiap kita diingatkan kembali akan pesan Tuhan Yesus sebelum Ia terangkat ke surga. Pesan dari-Nya yaitu setiap murid-murid-Nya haruslah menyampaikan kasih, kebaikan dan keselamatan dari Tuhan Allah hingga ke ujung bumi.
Bagaimana caranya ya untuk kita dapat menyampaikan kasih dan kebaikan Tuhan ?.
Wah berat/susah sekali, apalagi aku harus melakukannya sampai ke ujung bumi. Bisa tidak ya?, bagaimana melakukannya aku kan masih kecil. Aku khawatir tidak akan bisa melakukannya. Lho sebagai anak-anak Tuhan tidak boleh khawatir ya. Yakin dan percayalah kalian bisa menyampaikan kasih dan kebaikan Tuhan dengan cara yang sederhana yaitu melalui perkataan dan perbuatan.
Misalnya contoh kecil dalam menyampaikan kasih dan kebaikan Tuhan melalui perkataan: kita bisa selalu mengucapkan terima kasih saat menerima sesuatu, meminta tolong ketimbang menyuruh orang lain, meminta ijin bila hendak melakukan sesuatu, dan mengucapkan maaf ketika melakukan kesalahan. Begitu pula dalam perbuatan, anak-anak bisa menjadi anak yang peka, peduli, dan perhatian terhadap orang-orang yang ada di sekeliling kita. Misalnya jika ada teman yang terjatuh, apa yang harus kita lakukan? bukan ditertawakan ya, tetapi segera dibantu/memberikan pertolongan. Atau bila ada teman yang terlihat sedih apa yang harus kita lakukan? Kalian harus segera menemani dan menghiburnya ya, bukan malah ditertawakan. Demikian pula jika ada kawan yang lemah, apakah boleh kita membully atau melakukan perundungan kepadanya, seperti mengolok-olok, memukul, melakukan kekerasan kepadanya? Tentu tidak. Itu adalah hal yang buruk. Sebaliknya, kita harus mencintai dan menyahabatinya.
Nah, kira-kira contoh-contoh melakukan kasih dan kebaikan Tuhan melalui perkataan dan perbuatan itu merupakan hal yang sulit untuk dilakukan atau tidak ya? jikalau kalian merasa kesulitan untuk melakukannya, maka kalian harus minta pertolongan dari Tuhan. Katakan, “Tuhan tolong mampukan kami untuk dapat melakukan kasih dan kebaikan seperti pesan Tuhan Yesus.” AMIN. Tuhan Yesus memampukan dan memberkati kita semua.
Aktivitas
Menempel Gambar sesuai dengan kisah “Kenaikan Tuhan Yesus ke surga” (gambar Tuhan Yesus, 11 murid-murid-Nya dan awan di kertas HVS yang sudah dipersiapkan sebagai alat peraga).
TUNTUNAN IBADAH ANAK MADYA
Tujuan:
- Anak dapat menunjukan tugas para murid sebelum Yesus naik ke sorga.
- Anak dapat menjelaskan alasan ucapan para malaikat kepada para murid.
Alat Peraga:
- Kertas HVS berbentuk hati seukuran telapak tangan.
- Alat tulis
Pendahuluan
Sebagai pendahuluan di kelas jenjang Madya, pamong memberikan kertas HVS berbentuk hati dan meminta anak jenjang madya untuk menuliskan tugas anak madya sebagai :
- Anak murid di sekolah
- Anak di rumah
- Anak-anak Tuhan
Inti Penyampaian
Anak-anak jenjang Madya yang dikasihi Tuhan Yesus…,
Bacaan Alkitab kita saat ini yang terambil dari Kisah Para Rasul 1:6-11 hendak menggambarkan perpisahan terakhir antara Tuhan Yesus dengan murid-murid-Nya setelah 40 hari lamanya Tuhan Yesus masih bersama-sama setelah kebangkitan-Nya. Setelah kebangkitan Yesus hidup Kembali dan mengunjungi murid-murid-Nya. Para murid sangat senang melihat Tuhan Yesus.
Dari bacaan Kisah Para Rasul pasal 1 ayatnya yang ke 6 dan 7 dikisahkan tetang para murid-Nya yang sedang berkumpul dan memberikan pertanyaan, lalu Yesus menjawab pertanyaan yang diberikan oleh para murid-murid-Nya tersebut (Pamong mengajak anak jenjang Madya untuk membaca kembali ayat ke 6 dan 7 secara bersama-sama).
Dalam ayat ke-8 dikisahkan bahwa Tuhan Yesus memberi kuasa kepada setiap manusia untuk menjadi saksi tentang kasih kebaikan dan keselamatan yang bersumber dari Tuhan Allah. Perkataan yang Tuhan Yesus ungkapkan di dalam ayat ke-8, hendak menegaskan bahwa murid-Nya diberikan kepercayaan untuk meneruskan misi Tuhan Yesus di dunia yaitu mewartakan kabar sukacita hingga ke ujung bumi. Oleh sebab itulah setiap umat-Nya harus senantiasa meresponnya dengan cara selalu menjadi saksi Kristus melalui setiap kata dan perbuatan.
Selanjutnya dalam ayat ke-10-11, kita bisa melihat alasan dari ucapan para malaikat kepada para murid. Setelah Tuhan Yesus mengtakan bahwa murid-Nya akan menerima kuasa dan akan menjadi saksi-Nya, maka terangkatlah Yesus ke surga disaksikan oleh para murid-murid-Nya dan awan menutup-Nya dari pandangan mereka. Ketika para murid-Nya sedang menatap ke langit saat Tuhan Yesus terangkat ke surga, tiba-tiba berdirilah di dekat murid-Nya dua orang malaikat dan berkata “Hai orang-orang Galilea, mengapakah kamu berdiri melihat ke langit? Yesus ini, yang terangkat ke sorga meninggalkan kamu, akan datang Kembali dengan cara yang sama seperti kamu melihat Dia naik ke sorga”.
Penerapan
Anak-anak jenjang Madya yang dikasihi Tuhan…,
Dari kisah kenaikan Tuhan Yesus ke surga berarti setiap kita diingatkan kembali akan pesan Tuhan Yesus kepada murid-murid-Nya sebelum Ia terangkat ke surga. Apakah pesan Tuhan Yesus? Tuhan Yesus memberi pesan atau bisa dikatakan bahwa Tuhan Yesus memberikan tugas kepada setiap murid-murid-Nya yaitu supaya setia menyampaikan kasih, kebaikan dan karya keselamatan Tuhan Allah hingga ke ujung bumi.
Bagaimana caranya ya untuk kita dapat menyampaikan kasih dan kebaikan Tuhan ?. Apakah kalian tahu bagaimana caranya (pamong menanyakan kebeberapa anak madya). Ya, cara sederhana yang bisa kita lakukan untuk menyampaikan kasih dan kebaikan Tuhan adalah melalui perkataan dan perbuatan.
Contoh kecil dalam menyampaikan kasih dan kebaikan Tuhan adalah melalui perkataan; yaitu selalu mengucapkan terima kasih saat menerima sesuatu, meminta tolong ketimbang menyuruh, meminta ijin bila hendak melakukan sesuatu, dan mengucapkan maaf ketika melakukan kesalahan. Begitu pula dalam perbuatan, anak-anak juga harus belajar menjadi pribadi yang peka, peduli dan perhatian terhadap orang-orang yang ada di sekeliling kita. Misalnya ada teman yang terjatuh bukan ditertawakan, tetapi segera dibantu/memberikan pertolongan. Jika ada kawan yang lemah, bukan malah dibully, diolok-olok, atau diperlakukan secara kasar, melainkan harus dibantu, dikasihi, dibela. Atau bila ada teman yang terlihat tidak membawa bekal saat di sekolah, maka kalian segera menawarkan/berbagi bekal yang dibawa.
Jadi, upaya melakukan kasih dan kebaikan Tuhan melalui perkataan dan perbuatan itu sulit untuk dilakukan tidak ya?. Kalau kalian merasa kesulitan untuk melakukannya, maka mari meminta pertolongan dari Tuhan yang telah menjajikan kuasa Sang Roh Kudus. Katakanlah, “Tuhan Tolong mampukan kami untuk dapat melakukan kasih dan kebaikan seperti pesan Tuhan Yesus.” AMIN. Tuhan Yesus memampukan dan memberkati kita semua.
Aktivitas
Sebagai akivitas anak jenjang madya, silahkan menuliskan Ayat Hafalan di kertas HVS berbentuk hati (kertas yang digunakan sama seperti kertas yang dipakai saat melakukan tugas di pendahulua-penulisan ayat hafalan di balik kertas tersebut).
Ayat hafalan dari Yohanes 14:2b-3: “Sebab Aku pergi ke situ untuk menyediakan tempat bagimu. Dan apabila Aku telah pergi ke situ dan telah menyediakan tempat bagimu, Aku akan datang kembali dan membawa kamu ke tempat-Ku, supaya di tempat di mana Aku berada, kamu pun berada.”