Bersyukur Kepada Tuhan Tuntunan Ibadah Anak 7 Mei 2023

24 April 2023

Tahun Gerejawi: Paskah 5
Tema: Masa Raya Unduh-unduh
Judul: Bersyukur kepada Tuhan

Bacaan Alkitab: Mazmur 118 : 1-4
Ayat Hafalan:  “Aku mau bersyukur kepada Tuhanku dengan segenap hati” (Mazmur 9:2a)

Lagu:

  1. KJ 299:  “Bersyukur Kepada Tuhan”
  2. ”Bersyukurlah kepada Tuhan Sebab Ia Baik”

Penjelasan Teks (Hanya untuk Pamong)
Lembaga Alkitab Indonesia memberi judul perikop Mazmur 118:1-4 sebagai “Nyanyian puji-pujian.” Dalam ayat pembuka (ayat 1-2), pemazmur mengungkapkan bahwa Tuhan itu baik!. Sang pemazmur mengakui bahwa Tuhan itu baik dan kasih setia-Nya kekal, sampai selama-lamanya. “Bersyukurlah kepada TUHAN, sebab Ia baik! Bahwasannya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya.” Dengan demikian, secara lugas sang pemazmur hendak mengajar kita tentang bagaimana seharusnya manusia menaruh kepercayaan yang penuh kepada Tuhan Allah, Sang Sumber Kehidupan.

Dalam ayat 3, sang pemazmur mengajak bangsa Israel, kaum Harun dan semua umat yang takut akan Tuhan untuk memuji Tuhan. Sama seperti manusia pada umumnya, sang pemazmur pun mengalami kesesakan dan masa-masa sulit dalam menjalani hidupnya. Namun di tengah keadaan yang berat dan menyesakkan, sang pemazmur masih dimampukan untuk berseru dan memohon pertolongan dari Tuhan Sang Sumber Kehidupan. Situasi yang berat tidak membuat sang pemazmur berhenti mengarahkan hidupnya kepada Tuhan. Sang pemazmur yakin dan percaya pada perbuatan tangan Tuhanlah yang pada akhirnya akan menopang serta menolong dari segala kesesakan. Keyakinan itulah yang menjadi dasar atas pujian dan ungkapan syukur sang pemazmur kepada Tuhan Allah.

Kesaksian dari pemazmur mengundang kita untuk menghayati pertolongan Tuhan. Dalam segala kesesakan, kesulitan, dan pergumulan, mari meyakini bahwa kasih pertolongan, kesetiaan, dan keselamatan yang bersumber dari Tuhan.

Ketika kita meyakini bahwa penyertaan Tuhan senantiasa nyata, maka kita akan mampu mengucap syukur atas kasih setia Tuhan yang kita hayati tiada berkesudahan. Keyakinan atas kasih setia Tuhan yang tak berkesudahan, akan menguatkan iman iman dan meneguhkan kita dalam menghadapi pergumulan, sehingga kita tidak akan mudah kehilangan harapan, putus asa, dan gampang menyerah dengan keadaan yang sukar dan menantang. Mari mengandalkan Tuhan yang kasih setianya tak terbatas, “Bersyukurlah kepada Tuhan, Bahwasannya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya”

Refleksi untuk Pamong
Bapak, Ibu dan saudara/i pamong yang dikasihi dan mengasihi Tuhan Yesus Kristus.., berikut ini ada beberapa pertanyaan refleksi yang dapat Anda jawab secara pribadi, yaitu:

  1. Apakah Anda merasakan kebaikan dan kasih setia Tuhan di sepanjang perjalanan hidup Anda?
  2. Kapankah Anda mengalami kebaikan Tuhan?
  3. Apakah di tengah pergumulan dan kesukaran hidup, Anda meyakini bahwa Tuhan itu baik?

Jika Anda dapat menjawab beberapa pertanyaan di atas dengan mudah, Syukur kepada Allah karena kebaikan dan kasih setia Tuhan senantiasa dirasakan oleh para pamong yang akan melayani ibadah anak.

Mazmur 118 mengungkapkan dengan jelas bahwa kasih setia Tuhan untuk selama-lamanya. Artinya, kasih setia Tuhan tidak pernah habis. Jika Hari Raya Undhuh-Undhuh, menandai rasa syukur dan pengakuan akan kebaikan Tuhan, maka rasa syukur tersebut tentu didasari oleh iman dan keyakinan akan kasih setia Tuhan yang melimpahruahi kita untuk selama-lamanya. Maka, mari menghaturkan persembahan kepada-Nya dengan penuh cinta dan rasa syukur, sebab Tuhan itu baik, bahwasanya kasih setianya untuk selama-lamanya!


TUNTUNAN IBADAH ANAK BALITA

Tujuan: Anak dapat bersyukur kepada Tuhan.

Alat Peraga:

  1. Tangan (untuk menunjukkan sikap bersyukur ”Mengatupkan kedua tangan” dan menunjukkan sikap “baik” dengan mengacungkan kedua ibu jari ).
  2. 4 gambar : 1. Rumah, 2. Mainan, 3. Pakaian & 4. Makanan (Lihat Lampiran I)

Pendahuluan
Sebagai pendahulan, pamong mengajak anak Balita untuk mengikuti perintah yang diberikan sebagai berikut:

  1. Pamong berkata “BERSYUKUR,” sembari katupkan kedua tangan di dada/memeragakan “namaste”
  2. Pamong berkata “TUHAN” sembari menunjukan kedua jari telunjuk mengarah ke atas.
  3. Pamong berkata “BAIK” sembari menunjukan ibu jari/jempol ke atas.

Pamong menjelaskan tema hari ini “ Bersyukurlah kepada Tuhan, sebab Ia Baik” dengan menggunakan gerakan seperti di pendahuluan tadi.

Inti Penyampaian
Anak-anak Balita yang dikasihi Tuhan Yesus…,
Bacaan Alkitab kita hari ini dari Kitab Mazmur pasal 118:1-4. Pemazmur hendak mengajar anak-anak tentang bagaimana seharusnya anak-anak Tuhan bersyukur. Kalau tadi anak-anak sudah diajak untuk menunjukkan gerakan bersyukur, coba tunjukan sekali lagi bagaimana gerakan bersyukur!. Ya Bagus!. Ya Baik (pamong menunjukkan dengan gerakan jempol ke atas).

Wah kalau anak-anak sudah bisa menunjukkan gerakan bersyukur, berarti anak-anak pernah bersyukur kepada Tuhan ya? Coba sekarang diingat-ingat ya.., anak-anak pernah mensyukuri apa saja ya? coba sebutkan!. Pamong mempersilahkan anak Balita untuk menjawab sesuai dengan pengalaman mereka masing-masing.

Mengapa kita harus selalu bersyukur? karena Tuhan itu baik. Coba sekarang diingat-ingat lagi, “Apa saja kebaikan yang sudah Tuhan anugerahkan untuk anak-anak?.” Pamong bisa membantu anak untuk mengingat dengan meperlihatkan beberapa contoh kebaikan Tuhan, dengan menunjukkan satu-persatu dari ke-4 gambar yang sudah dipersiapkan sebagai alat peraga). Keluarga, rumah, makanan, pakaian dan mainan yang anak-anak miliki adalah salah satu bentuk kasih setia Tuhan kepada kita semua. Walaupun rumah yang kita miliki tidak besar seperti istana raja, meskipun mainan, pakaian, makanan yang kita miliki tidak selalu seperti yang anak-anak bayangkan akan tetapi kita harus tetap beryukur, sebab kebaikan Tuhan selalu nyata dalam hidup kita. Maka, mari belajar untuk mengendalikan keluhan, rengekan, dan lebih banyak bersyukur.

Penerapan
Anak-anak Balita yang dikasihi Tuhan…,
Hari ini kita semua diingatkan kembali oleh kitab Mazmur 118:1-4 bahwa Tuhan Baik. Oleh karena kebaikan Tuhan, kita semua dimampukan untuk selalu bersyukur dengan apa yang kita miliki. Jadi, bila suatu hari nanti, anak-anak sedang dalam kondisi sedih atau merasa terluka oleh teman-teman yang mengejek tentang segala hal yang kalian miliki (seperti rumah, mainan, pakaian) tidak sebagus yang teman kalian miliki, tetaplah bersyukur karena Tuhan Baik. Walaupun rumah, mainan atau pakaian yang anak-anak miliki tidak sebagus yang orang lain miliki “It’s OK”.., tidak masalah ya. Karena semua itu tidak pernah sekalipun menghalangi kebaikan Tuhan kepada kita. Maka, mari bersyukur dengan apa yang ada pada kita. Amin. Tuhan Yesus menguatkan dan memampukan kita semua.

Aktivitas
Pamong mengajak anak Balita untuk menghafalkan ayat hafalan dari Mazmur 9:2a dengan bernyanyi (mengikuti nada lagu 2 mata saya). Berikut ini syairnya :

AKU MAU BERSYUKUR ….
KEPADA TUHANKU ….
KEPADA TUHANKU ….
DENGAN SEGENAP HATI …..


TUNTUNAN IBADAH ANAK PRATAMA

Tujuan:
Anak dapat menghafal Mazmur 118:1“Bersyukurlah kepada TUHAN, sebab Ia Baik! Bahwasannya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya”

Alat Peraga:

  1. Tangan
  2. 4 kertas gambar.
  3. Alat tulis/Crayon.

Pendahuluan:
Sebagai pendahuluan, pamong bertanya kepada anak-anak  :

  1. Apakah anak-ajak memiliki tangan ?. Coba tunjukan mana tangannya.
  2. Siapa yang menciptakan tangan?. Tangan diciptakan oleh Tuhan Allah, bukan Tuhan Yesus lho ya.
  3. Berapa jumlah tangan yang Tuhan Allah ciptakan? Kita memiliki dua tangan dan 10 jari. Coba sebutkan ada jari apa saja? Kalau ibu jari/jari jempol biasanya kita gunakan untuk menunjukkan dan menandai hal baik atau buruk?
  4. Apa fungsi atau kegunaan tangan? (Ajaklah anak menjawab pertanyaan ini dengan menggunakan gerakan, misalnya memeragakan gerakan makan, menggaruk, menulis,dll.)
  5. Apakah dengan kedua tangan, anak-anak bisa menunjukkan gerakan bersyukur?. Coba tunjukan bagaimana caranya/gerakan “bersyukur”?
  6. Siapa yang bisa menggambar? Tentu kita semua bisa menggambar ya. Nah, menggunakan tangan untuk menggambar adalah bentuk rasa syukur kepada Tuhan lho! Saat ini kakak Pamong akan meminta tolong kepada perwakilan empat anak Pratama untuk menggambarkan: 1.Rumah, 2. Mainan, 3. Pakaian & 4. Makanan. (Setelah selesai, gambar diserahkan kepada pamong)

Inti Penyampaian
Anak-anak Pratama yang dikasihi Tuhan Yesus…,
Kitab Mazmur pasal 118:1-4 yang menjadi bacaan Alkitab pada hari ini, mengajarkan kepada kita untuk bersyukur. Biasanya anak-anak mensyukuri apa saja ya? (Pamong memperlihatkan kembali keempat gambar yang telah dibuat oleh anak Pratama.)

Anak-anak bisa bersyukur karena memiliki tangan yang bisa kita gunakan untuk menggambar. (Sambil menunjukkan gambar rumah, mainan, pakaian dan makanan, pamong mengingatkan kepada anak-anak Pratama bahwa kita juga harus selalu mensyukuri apa yang kita miliki.)

Apa yang bis akita syukuri? Aku bersyukur karena bisa tinggal di dalam rumah dan memiliki keluarga. Aku bersyukur walau mainanku tidak sebanyak mainan yang dimiliki temanku. Aku bersyukur mengenakan pakaian walau bukan pakaian baru tetapi layak dipakai. Aku bersyukur atas makanan yang aku makan, walaupun makananku sederhana namun menyehatkan. Nah itulah salah satu contoh ungkapan syukur kepada Tuhan, sebagaimana yang disarankan oleh Sang Pemazmur.

Anak-anak Tuhan harus selalu bersyukur karena apa ya?, karena Tuhan Baik!  Sekarang mari mengingat-ingat kebaikan Tuhan. Hayoo, coba sekarang diingat-ingat lagi apa saja kebaikan yang sudah Tuhan berikan untuk anak-anak, selain contoh empat gambar tadi?” (beri kesempatan anak untuk mengungkapkan gagasannya)

Rumah, makanan, pakaian dan mainan yang anak-anak miliki adalah bentuk kasih setia Tuhan kepada kita semua. Walaupun rumah yang kita miliki bisa jadi tidak sesuai harapan anak-anak, tidak sebesar istana raja, dan mainan, pakaian, makanan yang kita miliki tidak sebanyak yang dimiliki oleh orang kaya raya… akan tetapi kita harus tetap bersyukur. Sebab kebaikan Tuhan nyata, dan cinta-Nya Tuhan tak pernah berhenti melimpahruahi kita semua. Maka, mari bersyukur atas kebaikan Tuhan.

Penerapan
Anak-anak Pratama yang dikasihi Tuhan…,
Hari ini Firman Tuhan mengingatkan dan mengajarkan setiap kita untuk apa?. Yak betul! Firman Tuhan mengajar kita untuk bersyukur atas kebaikan Tuhan. Maka, yuk sekarang kita bersama-sama mengucapkan “ Bersyukurlah kepada Tuhan, sebab Ia baik!”

Ingatlah selalu bahwa Tuhan itu baik!. Ketika kita ingat akan kebaikan Tuhan, maka kita semua akan dimampukan untuk selalu bersyukur dengan apa yang kita miliki. Jadi, bila suatu hari nanti, anak-anak sedang dalam kondisi sedih atau merasa terluka oleh teman-teman yang mengejek tentang segala hal yang kalian miliki (seperti misalnya rumah, mainan, pakaian) tidak sebagus yang teman kalian miliki, tetaplah bersyukur karena Tuhan Baik. Walaupun rumah, mainan atau pakaian yang anak-anak miliki tidak sebagus yang orang lain miliki “It’s Okay”.., tidak masalah Oke. Karena yang terpenting ialah anak-anak sadar bahwa kasih setia Tuhan Allah senantiasa nyata, apa pun yang terjadi. Dengan bekal kesadaran akan kebaikan dan kasih setia Tuhan Allah, anak-anak akan mampu bersyukur dalam segala keadaan. Amin. Tuhan Yesus menguatkan dan memampukan kita semua.

Nah sekarang, kakak Pamong akan meminta kepada setiap anak Pratama untuk mengulangi sekali lagi, Bacaan Alkitab kita hari ini dari Mazmur 118:1“Bersyukurlah kepada TUHAN, sebab Ia Baik! Bahwasannya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya”

Aktivitas
Pamong mengajak anak Pratama untuk menghafalkan ayat hafalan dari Mazmur 9:2a dengan bernyanyi (mengikuti nada lagu 2 mata saya). Berikut ini syairnya:

AKU MAU BERSYUKUR ….
KEPADA TUHANKU ….
KEPADA TUHANKU ….
DENGAN SEGENAP HATI …..


TUNTUNAN IBADAH MADYA

Tujuan :

  1. Anak dapat menyebutkan alasan untuk bersyukur
  2. Anak mampu mengucap syukur dalam susah ataupun senang, dalam segala hal!

Alat Peraga:

  1. Kertas
  2. Alat tulis

Pendahuluan:
Sebagai pendahuluan, pamong memberikan beberapa perintah sebagai berikut :

  1. Pamong menanyakan kepada seluruh anak Madya “Siapa yang pernah merasa bersyukur kepada Tuhan?”.
  2. Bila pernah, silahkan setiap anak mengambil kertas dan alat tulis untuk menuliskan sebanyak-banyaknya rasa syukur apa sajakah yang pernah anak Madya rasakan disepanjang hidup!
  3. Setelah semua anak Madya selesai menuliskannya, pamong menugaskan anak Madya untuk membentuk dua Lalu, persilahkan masing-masing anak untuk menuliskan kurang lebih lima hal yang dapat disyukuri, beserta alasannya.

Inti Penyampaian
Anak-anak Madya yang dikasihi Tuhan Yesus…,
Setelah apa yang kita lakukan bersama tadi di pendahuluan, kita sepakat ya kalau setiap kita pernah merasa bersyukur kepada Tuhan ( karena setiap proses yang dilakukan di setiap tempat akan berbeda, maka silahkan pamong mengulas sedikit proses yang terjadi di pendahuluan).

Dalam bacaan Alkitab kita pada hari ini yang terambil dari Kitab Perjanjian Lama yaitu Mazmur pasal 118:1-4, hendak mengajarkan kita semua untuk apa ya?. Ya benar sekali, Mazmur 118:1-4 hendak mengajarkan kepada kita untuk bersyukur kepada Tuhan. Kalau anak-anak Madya tadi sudah mengingat-ingat dan menuliskan rasa syukur kepada Tuhan, maka sekarang pertanyaan selanjutnya adalah “Apa alasan kita untuk bersyukur kepada Tuhan?”.

Ya.., kita bisa menemukan jawabannya di dalam Mazmur 118:1“Bersyukurlah kepada TUHAN, sebab Ia Baik! Bahwasannya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya”. Dalam ayat pembuka (ayat 1), pemazmur mengungkapkan bahwa Tuhan itu baik!.Pada ayat pertama, diawali dengan sebuah pengakuan bahwa Tuhan itu baik dan Kasih setia-Nya sampai selama-lamanya “Bersyukurlah kepada TUHAN, sebab Ia baik! Bahwasannya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya”. Sang pemazmur hendak mengajar kita tentang bagaimana seharusnya manusia menaruh kepercayaan yang penuh kepada Sang Sumber Kehidupan yang tidak lain adalah Tuhan.

Dalam ayat 3, sang pemazmur mengajak bangsa Israel, kaum Harun dan semua umat yang takut akan Tuhan untuk memuji Tuhan. Sama seperti manusia pada umumnya, sang pemazmur pun mengalami kesesakan dan masa-masa sulit dalam menjalani hidupnya. Namun di tengah keadaan yang berat dan menyesakkan, sang pemazmur masih dimampukan untuk berseru dan memohon pertolongan dari Tuhan Sang Sumber Kehidupan. Situasi yang berat tidak membuat sang pemazmur berhenti mengarahkan hidupnya kepada Tuhan. Sang pemazmur yakin dan percaya pada perbuatan tangan Tuhanlah yang pada akhirnya akan menopang serta menolong dari segala kesesakan. Keyakinan itulah yang menjadi dasar atas pujian dan ungkapan syukur sang pemazmur kepada Tuhan Allah.

Penerapan
Anak-anak Madya yang dikasihi dan mengasihi Tuhan Yesus Kristus…,
Hari ini Firman Tuhan mengingatkan setiap kita untuk bersyukur dan bagaimana seharusnya kita sebagai manusia ciptaan-Nya menaruh kepercayaan yang penuh kepada Tuhan. Kiranya setiap anak-anak Tuhan dimampukan untuk senantiasa bersyukur dalam segala hal. Kalau sang pemazmur saja yakin dan percaya pada perbuatan tangan Tuhan yang pada akhirnya menopang serta menolongnya dari segala kesesakan, maka kiranya anak-anak Madya juga dimampukan seperti pemazmur.

Jadi anak-anak Madya yang dikasihi Tuhan harus yakin bahwa penyertaan Tuhan senantiasa nyata, maka setiap kita diajak untuk mengucap syukur atas kasih setia Tuhan yang tiada berkesudahan. Tanpa kasih setia Tuhan, tanpa iman pada pertolongan Tuhan, setiap manusia dimungkinkan putus asa, tidak punya harapan dan menyerah terhadap keadaan yang tidak mudah dijalani.

Aktivitas
Aktivitas untuk anak Madya adalah menyusun puzzle kata (acak kata) yang dilakukan perkelompok.

Pamong menyiapkan kata-kata yang diambil dari lagu Kidung Jemaat No.450:1 “Hidup Kita Yang Benar”.  Lalu mintalah anak Madya untuk menyusun kata-kata menjadi kalimat yang sesuai dengan dengan syair lagu KJ 450 bait pertama.

 

Renungan Harian

Renungan Harian Anak