Tanda Kasih Pancaran Air Hidup 8 April 2023

8 April 2023

Bacaan: Matius 27 : 57 – 66 ǀ Pujian: KJ. 395 : 1 – 2
Nats: “Dan Yusuf pun mengambil mayat itu, mengapaninya dengan kain lenan yang putih bersih, lalu membaringkannya di dalam kuburnya yang baru, yang digalinya di dalam bukit batu,dan sesudah menggulingkan sebuah batu besar ke pintu kubur itu, pergilah ia.” (Ayat 59-60)

Sudahkah yang terbaik ‘ku berikan kepada Yesus Tuhanku?
Besar pengurbananNya di Kalvari! Diharap-Nya terbaik dariku
Reff:
Berapa yang terhilang t’lah ‘ku cari dan ‘ku lepaskan yang terbelenggu?
Sudahkah yang terbaik ‘ku berikan kepada Yesus, Tuhanku?

Sepenggal lirik lagu dari NKB 199:1 “Sudahkah yang terbaik ku berikan?” menjadi sebuah perenungan bagi kita akan seberapa besar kasih kita kepada Yesus Kristus yang telah mati untuk menebus kita dari dosa. Bila dalam kehidupan sehari-hari kita memberikan tanda kasih kepada sesama, seperti saat ulang tahun kita memberi hadiah, ucapan, doa atau dalam peristiwa reuni bersama keluarga, kita memberikan waktu khusus untuk mengikuti reuni keluarga. Sudahkah kita juga memberikan tanda kasih kita kepada Tuhan atas hadiah keselamatan yang diberikan-Nya kepada kita?

Mari kita belajar dari Yusuf Arimatea. Dia adalah salah seorang murid Yesus yang kaya. Walaupun dia seorang kaya, dia tetap mengasihi Tuhan Yesus. Hal ini dibuktikan melalui sikapnya yang berani datang kepada Pilatus untuk meminta mayat Yesus (Ay. 58). Tentu hal ini tidak mudah mengingat masih ada imam-imam kepala dan orang-orang Farisi yang mengawasi mayat Yesus. Selain itu, dengan tulus Yusuf Arimatea memberi diri untuk mengapani sendiri tubuh Yesus dan tanpa perhitungan dia memberi makam miliknya untuk Yesus. Apa yang dilakukan oleh Yusuf Arimatea ini adalah salah satu tanda kasihnya kepada Yesus, karena selama perjalanan hidupnya dia telah menyaksikan dan mendapatkan kasih Tuhan.

Kasih Tuhan pun selalu kita rasakan setiap hari. Itu ditandai dengan kita masih diberikan nafas hidup, kesehatan, kekuatan, dsb. Untuk itu, mari kita juga mewujudkan tanda kasih kita kepada Tuhan dengan beribadah, merawat alam, mengasihi tanpa membedakan latar belakang atau golongan, mengampuni, mendoakan, dan memberi nasihat bila ada orang lain yang melakukan perbuatan tidak benar didasarkan atas firman Tuhan. Amin. [Ry].

“ Tuhan selalu mengasihi kita, maka tidak ada kata terlambat untuk selalu mengasihi Tuhan”

Renungan Harian

Renungan Harian Anak