Nantikan Kedatanganku Dusunku Pancaran Air Hidup 26 Desember 2022

26 December 2022

Bacaan: Kisah Para Rasul 7 : 59 – 8 : 8 ǀ Pujian: KJ. 370
Nats:… tersebar ke seluruh daerah Yudea dan Samaria.” (ay.1b)

Judul di renungan kita merupakan lirik dari lagu Natal Di Dusun Kecil yang dinyanyikan oleh Charles Hutagalung. Tersurat adanya keinginan yang tumbuh dari dirinya sendiri untuk melakukan perjalanan ke dusun yang menjadi tempat asalnya. Sambil berharap bisa merasakan kembali suasana yang syahdu. Berbicara tentang perjalanan, masih dalam suasana Natal, kita dibawa kepada kisah Yusuf dan Maria. Ambil contoh, mereka melakukan perjalanan dari Nazaret ke Betlehem. Apakah suasananya juga syahdu seperti lagu di atas? Kenyataannya berbeda. Yusuf dan Maria berangkat atas dasar perintah Kaisar Agustus dan mengalami situasi ketiadaan tempat untuk menginap. Adapun, sebagaimana yang kita imani, perjalanan berjerih lelah ini sangat bermakna dalam kelahiran Yesus Sang Juru Selamat.

Hari ini kita diingatkan tentang perjalanan Filipus. Dia berkeliling hingga di tanah Yudea dan Samaria. Pada awalnya, sepertinya tidak terbersit sedikitpun untuk pergi ke daerah lain apalagi meninggalkan Yerusalem. Namun, kenyataannya berbeda. Diawali dengan keadaan para murid yang terancam oleh fakta kematian Stefanus dan kemunculan Saulus yang menganiaya umat Tuhan. Justru pada keadaan inilah terdapat hikmah dari sebuah peristiwa aniaya pada awal sejarah gereja. Semuanya menjadi bagian dalam penyebaran berita Injil ke banyak tempat. Jika pada awalnya Filipus masih berkarya sebagai bagian tujuh orang diaken (Kis. 6:3,5), akhirnya justru bisa meluas hingga Etiophia. Pada awalnya seakan dimulai dengan keterpaksaan, tidak nyaman dan tidak tentram karena meninggalkan Yerusalem, namun kemudian berbuah persebaran Injil.

Bagaimanakah kita di hari-hari Natal ini? Bagaimana suasananya? Pergi kemana saja? Apakah bisa sekaligus memaknai layaknya perjalanan Filipus? Siapkah kita bersyukur atas setiap suasana Natal yang kita alami jika kenyataan tidak sesuai harapan? Siapkah kita berpergian dengan semangat layaknya Filipus sebagai pewarta Injil? Jika beberapa hari lagi kita akan memasuki perjalanan di tahun yang baru, semoga semangat Filipus bisa menjadi penyemangat kita. Memang kenyataan hidup tidak selalu tenang, malah mungkin ada pergumulan dan ancaman. Namun, bukankah akan selalu ada hikmahnya dalam iman? Amin. [WdK].

Dalam mewartakan kabar baik Yesus,
Gereja dipanggil untuk mengikuti Dia yang mengosongkan diri dan mengambil bentuk seorang hamba
.”
(Michael Amaladoss)

Renungan Harian

Renungan Harian Anak