Tahun Gerejawi: Natal
Tema: Kelahiran Yesus/ Penggenapan
Bacaan Alkitab: Lukas 2:1-7
Ayat Hafalan: “Itulah sebabnya kita berjerih payah dan berjuang, karena kita menaruh pengharapan kita kepada Allah yang hidup, Juruselamat semua manusia, terutama mereka yang percaya.” (I Timotius 4:10)
Lagu Tema: Dia Lahir untuk Kami
Tujuan:
- Remaja dapat menunjukkan perjuangan Yusuf dan Maria mengemban tugas dari Allah.
- Remaja dapat menunjukkan sikap rela berjuang dalam menyambut kedatangan Yesus.
Penjelasan Teks (Hanya Untuk Pamong)
Injil Lukas menyampaikan kisah kelahiran Tuhan Yesus dengan sangat singkat sekali tentang dimana, dan dalam keadaan yang bagaimana Yesus lahir ke dalam dunia. Kisah ini diawali dari perjuangan pasangan Yusuf dan Maria untuk pergi ke suatu tempat atau desa kecil yang bernama Betlehem di negeri Yehuda (sekarang namanya Beth Lahm di negara Yordania). Yusuf dan Maria merupakan orang yang taat pada peraturan pemerintah. Hal itu terbukti ketika Kaisar Agustus mengeluarkan perintah untuk mengadakan sensus di seluruh negeri. Yusuf yang merupakan keturunan Daud juga turut mendaftarkan dirinya di kota asalnya bersama dengan Maria, tunangannya yang sedang mengandung itu. Betlehem dijuluki sebagai kota Daud karena disanalah Daud lahir (1 Sam 16:1). Jadi Yusuf yang merupakan keturunan Daud memiliki hak-hak kependudukan di Betlehem, dan bukan di Nazaret. Oleh sebab itu, Yusuf rela berjuang untuk pergi ke Betlehem.
Yusuf dan Maria yang tinggal di Nazaret (terletak di Galilea, bagian utara negeri Yahudi) pergi ke Betlehem (bagian selatan, yaitu sekitar 8km selatan Yerusalem) menempuh perjalanan kira-kira 170 km jauhnya. Jarak sejauh ini ditempuh dengan perjalanan kaki selama 4-5 hari. Tetapi karena panas terik, debu, jalan rusak, kekurangan air minum dan lain-lain, tentu perjalanan ini sangat melelahkan apalagi bagi Maria yang saat itu sedang mengandung. Mungkin sebagian orang bertanya-tanya, mengapa Maria harus ikut? Tidak bisakah jika ia tetap tinggal di rumah saja? Memang Injil Lukas tidak menyebutkan alasan Maria ikut dalam perjalanan panjang ini. Tetapi mungkin Yusuf mengajak serta Maria untuk menjalani sensus di Betlehem, karena status Maria yang masih menjadi tunangan Yusuf tetapi sudah mengandung. Mungkin Yusuf mengalami kekhawatiran jika ditinggal di Nazaret akan mendapat perlakuan tidak menyenangkan dari orang-orang disekitarnya, sebab dalam pandangan masyarakat saat itu Maria sedang mempunyai aib. Sekali lagi ini hanya kemungkinan penafsir, karena Injil Lukas tidak menyebutkan secara mendetail akan hal ini.
Perjuangan Yusuf dan Maria bukan hanya soal perjalanan panjang yang melelahkan, tetapi ketika sampai di Betlehem mereka berjumpa dengan persoalan baru yaitu tidak adanya tempat untuk mereka menginap sedangkan sudah waktunya bagi Maria untuk bersalin atau melahirkan. Dengan segala keterbatasan yang ada, Maria melahirkan Yesus di kandang, membungkusnya dengan kain lampin dan membaringkannya di palungan. Semua yang dilakukan Yusuf dan Maria menjadi bukti bahwa mereka mau berjuang dalam menjalani tugas dari Allah.
Pendahuluan
- Pamong mengajak remaja berdiskusi bentuk-bentuk perjuangan yang pernah dilakukan oleh remaja bagi orangtuanya, saudaranya, temannya.
- Bagaimana perasaan remaja ketika melakukan perjuangan itu? Merasa senang atau puas, atau malah merasa kesal karena tidak dihargai, atau ada hal lain.
- Ajaklah remaja membaca Injil Lukas 2: 1-7.
Cerita – Bahasa Indonesia
Remaja yang dikasihi Tuhan, tentu kita semua pernah melakukan sebuah perjuangan bagi orang-orang terkasih di sekitar kita. Mungkin ada diantara kita yang rela tidak mendapatkan uang saku karena orang tua sedang tidak mempunyai uang, atau kita rela jalan kaki demi menemani teman kita yang sepedanya sedang bocor, dan lain-lain. Begitu pula dengan Yusuf dan Maria yang juga melakukan banyak perjuangan ketika mengemban atau menjalankan tugas dari Allah.
Yusuf dan Maria mengawali perjuangannya ketika Kaisar Agustus mengeluarkan perintah untuk mengadakan sensus bagi semua orang di seluruh negeri. Yusuf dan Maria yang merupakan orang taat pemerintah, melaksanakan perintah ini. Mereka berdua berangkat dari Nazaret ke Betlehem, kota Daud. Yusuf yang masih keturunan Daud memiliki hak-hak kependudukan di Betlehem, sehingga ia dan Maria harus mendaftarkan diri di kota itu. Yusuf dan Maria menempuh perjalanan panjang dari Nazaret (bagian utara negri Yahudi) ke Betlehem (bagian selatan; sekitar 8 km selatan Yerusalem). Perjalanan itu sejauh 170 km. Jarak sejauh ini ditempuh dengan perjalanan kaki selama 4-5 hari. Tetapi karena panas terik, debu, jalan rusak, kekurangan air minum dan lain-lain, tentu perjalanan ini sangat melelahkan apalagi bagi Maria yang saat itu sedang mengandung.
Perjuangan Yusuf dan Maria tidak berhenti sampai disitu, ketika mereka tiba di Betlehem mereka tidak mendapatkan tempat penginapan, sedangkan tiba waktunya bagi Maria untuk melahirkan. Dengan segala keterbatasan yang ada, Maria melahirkan Yesus di kandang, membungkusnya dengan kain lampin dan membaringkannya di palungan. Semua yang dilakukan Yusuf dan Maria menjadi bukti bahwa mereka mau berjuang dalam menjalani tugas dari Allah.
Sikap mau berjuang yang dilakukan oleh Yusuf dan Maria inilah yang perlu kita teladan dalam hidup kita. Saat ini kita diingatkan agar kita juga mau terus berjuang di dalam menyambut kedatangan Tuhan Yesus. Sebagai contoh, kita tetap mau datang berlatih pujian atau musik untuk memberikan persembahan terbaik saat ibadah natal meskipun saat itu badan kita sedang lelah setelah seharian beraktivitas di sekolah. Melalui Yusuf dan Maria kita belajar bahwa melalui perjuangan itu, lahirlah sukacita besar yang dapat dirasakan oleh semua orang. Begitu juga dengan setiap perjuangan yang kita lakukan, pasti menghadirkan sukacita bagi orang-orang disekitar kita.
Carita – Basa Jawa
Para remaja kang ditresnani Gusti, kita kabeh mesti wes tau nglakoni perjuangan kanggo sedulur-sedulur utawa wong kang kita tresnani. Tuladhane nalika kita ora nampa duit sangu amarga wongtua isih ora duwe duit, utawa nalika kita bebarengan mlaku ngancani kanca kang sepedahe rusak, lan akeh liyane. Semono uga Yusuf lan Maria kang nglakoni akeh banget perjuangan nalika nindakake tugas saka Gusti Allah.
Yusuf lan Maria miwiti perjuangan kuwi nalika Sang Nata Agung Agustus paring dhawuh supaya kabeh wong ing saindenging kerajaan agung melu cacah-jiwa. Yusuf lan Maria iku kagolong wong kang patuh marang pemerintah banjur uga melu nindakake perintah iki. Yusuf lan Maria mangkat saka Nazaret menyang ing Betlehem, kuthane Daud. Yusuf lan Maria mlaku adoh banget, amarga Nazaret ana ing wilayah Lor, lan Betlehem ana ing wilayah Kidul. Jarak kang adoh iki kira-kira 170 km, lan bisa dilakoni kira-kira 4-5 dina. Ananging karana kahanan kang panas, akeh bledug, dalan kang rusak, lan akeh alangan liyane perjalanan iku sansaya abot apa maneh kanggo Maria.
Perjuangan kang dilakoni dening Yusuf lan Maria ana maneh, nalika dheweke wus tekan ing Betlehem dheweke ora nemu papan panginepan lan Maria anggone ngandheg wus tekan ing leke. Mula kanthi kahanan kang sarwa winates, Maria nglairake Yesus ing kandang lan bayi Yesus digedhong ngganggo kain lampin lan diselehake ing palungan. Kabeh kang dilakoni dening Yusuf lan Maria dadi bukti perjuangan nalika nindakake dhawuh saka Gusti Allah.
Kita kabeh kudu nuladha Yusuf lan Maria kang tansah nindakake perjuangan, utamane nalika kita mapak rawuhe Gusti Yesus. Salah sawijine tuladha nindakake perjuangan kanggo Gusti yaiku nalika kita tansah melu latihan pujian utawa musik kanggo persiapan natal, sinaosa ing dina iku awak krasa kesel lan akeh tugas sekolah liyane. Lumantar Yusuf lan Maria kita kabeh padha sinau yen kita nindakake perjuangan, ing kono uga ana kabingahan kang ditampa wong-wong ing sakiwa tengen kita.
Aktivitas
- Buatlah daftar 5 sikap rela berjuang demi Tuhan yang sudah pernah dilakukan remaja.
- Buatlah daftar 5 sikap rela berjuang demi Tuhan yang ingin dilakukan remaja.
- Presentasikan hasilnya di depan teman-teman remaja yang lain.