Rendah Hati Menyambut Kehadiran Tuhan Tuntunan Ibadah Remaja 18 Desember 2022

5 December 2022

Tahun Gerejawi: Advent 4
Tema: Pemberitaan Kelahiran Tuhan Yesus

Bacaan Alkitab: Lukas I: 26-28
Ayat Hafalan: “Hendaklah kamu selalu rendah hati, lemah lembut, dan sabar.” (Efesus 4:2A)

Lagu Tema: “Dia Harus MakinBertambah (Kidung Ria No.72)

Tujuan

  1. Remaja dapat menyebutkan reaksi Maria ketika bertemu dengan malaikat.
  2. Remaja dapat menunjukkan sikap Maria terhadap tugas yang harus diembannya
  3. Remaja dapat menerapkan sikap rendah hati menyambut kedatangan Yesus.

Penjelasan Teks (Hanya Untuk Pamong)
Kisah tentang kelahiran Yesus selalu menarik untuk dicermati, karena masing-masing Injil menceritakan kisah yang berbeda-beda sudut pandangnya. Begitu juga kisah kelahiran Yesus menurut Injil Lukas ini yang diawali dengan kisah kelahiran Yohanes Pembaptis dan baru menceritakan pemberitaan tentang kelahiran Yesus. Secara manusiawi, kelahiran Yohanes Pembaptis melalui diri Elisabet merupakan sebuah berita sukacita karena Elisabet yang selama ini dikatakan mandul akhirnya dianugerahi anak. Tetapi sebaliknya, Maria yang saat itu statusnya masih perawan dan baru bertunangan dengan Yusuf, mendapatkan berita melalui Malaikat bahwa ia akan menerima anak dalam rahimnya. Tentu berita ini akan membuat Maria bingung, terkejut, dan takut karena itu akan menjadi aib baginya, dan tentu hal ini akan membuat gempar orang-orang di sekitarnya.

Dalam tradisi Yahudi, bertunangan dilakukan upacara tertentu dimana ada pemberian hadiah-hadiah perkawinan dari kedua belah pihak.

Calon mempelai laki-laki dan perempuan telah dihubungkan melalui upacara tersebut. Sedangkan untuk perayaan perkawinan biasanya dilakukan satu tahun setelah upacara ini. Meskipun baru bertunangan, menurut catatan tradisi Yahudi sejak upacara itu pasangan tersebut diijinkan untuk tinggal bersama-sama.

Meskipun pada saat menerima kabar dari Malaikat, Maria kebingungan dan takut tetapi pada akhirnya Maria menerima berita itu dengan rendah hati. Hal itu dibuktikan dari pernyataan Maria di ayat 38 “Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan’ jadilah padaku menurut perkataanmu itu”. Maria menyadari bahwa hidupnya sepenuhnya milik Allah. Jika Allah menghendaki sesuatu terjadi pada dirinya, maka ia hanya bisa menerima dan menjalaninya. Maria yang masih perawan itu mendapatkan tugas atau mandat dari Allah untuk menjadi jalan lahirnya Sang Juru Selamat. Tidak ada kuasa pada dirinya untuk menolak apa yang menjadi kehendak Allah ini. Sikap rendah hati dalam menerima tugas dari Allah seperti yang dilakukan Maria inilah yang perlu kita contoh dan kita lakukan dalam hidup kita sehari-hari.

Pendahuluan

  1. Ajaklah remaja membaca Injil Lukas 1: 26-38.
  2. Pamong mengajak remaja untuk sharing bersama tentang bagaimana asal-usul/proses lahirnya manusia.
  3. Pamong menjelaskan dengan benar dan tepat kepada remaja tentang proses pembuahan, kehamilan, hingga proses melahirkan.

Cerita
Remaja yang dikasihi Tuhan, kita semua tahu bahwa kelahiran seorang manusia dalam dunia dapat terjadi karena adanya proses pembuahan yang dilakukan antara laki-laki dan perempuan. Tetapi dalam hal kelahiran Yesus ke dunia, hal ini tidak berlaku. Yesus memang dilahirkan melalui seorang perempuan yang bernama Maria, tetapi kehadiranNya dalam rahim Maria melalui karya Roh Kudus dan bukan hasil pembuahan dari Yusuf. Hal inilah yang membuat status ganda dalam diri Yesus, yaitu seratus persen manusia dan seratus persen Allah.

Kehadiran dan kelahiran Yesus dalam dunia tidak terlepas dari peran serta seorang perempuan yang bernama Maria. Dalam Injil Lukas 1: 26-38 yang telah kita baca tadi, kita dapat merasakan bagaimana ekspresi Maria ketika ia menerima berita yang disampaikan Malaikat kepadanya. Maria merasa bingung, terkejut, dan juga takut ketika mendengar salam dan berita yang disampaikan oleh Malaikat. Sebab Malaikat menyampaikan kabar bahwa Maria akan mengandung dan melahirkan seorang anak yang dinamai Yesus. Perasaan bingung, terkejut, dan takut yang dialami Maria pada saat itu adalah hal itu wajar terjadi sebab pada saat itu Maria masih berstatus perawan dan baru bertunangan. Jika dipikir secara logika manusiawi, tentu hal itu tidak mungkin terjadi. Atau jika terjadi, tentu akan menjadi aib baginya dan menimbulkan berita heboh bagi orang-orang disekitarnya.

Meskipun pada saat menerima kabar dari Malaikat, Maria kebingungan dan takut tetapi pada akhirnya Maria menerima berita itu dengan rendah hati. Hal itu dibuktikan dari pernyataan Maria di ayat 38 “Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan’ jadilah padaku menurut perkataanmu itu”. Maria menyadari bahwa hidupnya sepenuhnya milik Allah. Jika Allah menghendaki sesuatu terjadi pada dirinya, maka ia hanya bisa menerima dan menjalaninya. Maria yang masih perawan itu mendapatkan tugas atau mandat dari Allah untuk menjadi jalan lahirnya Sang Juru Selamat. Tidak ada kuasa pada dirinya untuk menolak apa yang menjadi kehendak Allah ini.

Remaja yang dikasihi Tuhan, sikap rendah hati dalam menerima tugas dari Allah seperti yang dilakukan Maria inilah yang perlu kita contoh dan kita lakukan dalam hidup kita sehari-hari terlebih disaat kita akan menyambut kelahiran Tuhan Yesus Kristus Sang Juru Selamat. Maria dengan rendah hati menyediakan dirinya untuk menjadi sarana Allah menyatakan karyaNya. Maria melunakkan hatinya, merendahkan egonya, dan menyediakan dirinya untuk menjadi jalan lahirnya Yesus ke dalam dunia. Ketika ia dipakai Allah menjadi sarana lahirnya Sang Juru Selmat, Maria juga tidak meminta imbal balik atau semacam pengakuan bahwa Yesus telah lahir melalui dirinya. Kesadaran diri akan status hamba Allah lah yang membuat Maria rendah hati dalam menerima tugas dari Allah ini.

Aktivitas: Bermain Pantul Bola

  1. Pamong menyiapkan 2 ember kecil dan 2 bola kecil (bola bekel atau bola pingpong)
  2. Remaja membagi diri dalam 2 kelompok dengan jumlah yang sama, dan berdiri berbaris memanjang
  3. Ember diletakkan dengan jarak minimal 1,5m dari urutan terdepan
  4. Baris yang paling depan memegang bola, dan harus memasukkan bola ke dalam ember dengan cara dipantulkan di lantai.
  5. Sebelum bola mulai dipantulkan, remaja harus menyebutkan contoh sikap rendah hati dalam menyambut kelahiran Tuhan
  6. Sebagai contoh: “Saya tidak akan memamerkan hasil dekorasi natal yang sudah saya buat bersama tim saya”, atau “Saya tidak akan marah jika usulan ide saya tidak dipakai oleh seksi acara”, dan lain sebagainya.
  7. Pamong mengamati hal-hal apa saja yang disampaikan oleh remaja sebagai bentuk komitmennya untuk bersikap rendah hati dalam menyambut kelahiran Tuhan.

 

Renungan Harian

Renungan Harian Anak