Tahun Gerejawi: Advent 2
Tema: Janji Juru Selamat/ Nubuat
Bacaan Alkitab: Lukas 1:4-25
Ayat Hafalan: “Sebab bagi Allah tidak ada yang mustahil” (Lukas 1:37)
Lagu Tema: Janjimu seperti Fajar
Tujuan:
- Remaja dapat menjelaskan reaksi Imam Zakharia atas berita yang dibawa oleh malaikat.
- Remaja dapat menyadari bahwa Allah Mahakuasa.
- Remaja memberi contoh perbuatan Allah Mahakuasa dalam hidup mereka sehari-hari.
Penjelasan Teks (Hanya Untuk Pamong)
Imam dalam tradisi masyarakat Yahudi adalah jabatan untuk seseorang yang memegang posisi sebagai kepala atau pemimpin umat. Imam juga memiliki tugas dan tanggung jawab untuk membantu umat mempersembahkan korban, mengadakan doa syafaat, dan memberi berkat. Zakharia, adalah seorang imam yang berasal dari dari golongan Abia (ayat 5), keturunan Yerobeam, raja Yehuda yang juga masih memiliki hubungan darah dengan Harun, seorang imam yang menemani Musa selama Musa melayani Tuhan. Zakharia menikah dengan wanita bernama Elisabet, keduanya adalah orang-orang yang baik, mereka taat terhadap hukum Tuhan, dan hidupnya benar di mata Tuhan (6). Namun, meski mereka hidup benar dan sudah menikah puluhan tahun hingga mereka menginjak usia lansia (ayat 7), mereka tidak dikaruniai anak atau mandul. Kemandulan itu sendiri, dalam masyarakat Israel Yahudi adalah sebuah kesialan, tanda dari nasib buruk, dan membawa penyesalan bahkan perceraian.
Pada suatu hari, Imam Zakharia sedang melaksanakan tugasnya untuk memimpin peribadatan umat yang akan memberikan korban bakaran, ketika dia masuk ke dalam Bait Suci dan menghadap ke mezbah, nampaklah di depannya seorang malaikat Tuhan sedang berdiri (8-11). Seketika Zakharia terkejut dan menjadi takut. Malaikat, dalam kepercayaan orang Israel adalah utusan dari Tuhan. Dalam kisah Zakharia ini, yang datang adalah malaikat Gabriel, yaitu malaikat yang bertugas membawa berita. Malaikat Gabriel menyampaikan bahwa Tuhan berjanji bahwa di usia Elisabet yang sudah tua, dia akan mengandung dan melahirkan anak laki-laki yang akan dinamai Yohanes, dan Yohanes akan menjadi orang yang juga benar di hadapan Tuhan (13-17). Zakharia semakin terkejut lagi mendengar berita itu, pasalnya wanita yang sudah tua tidak akan bisa mengandung karena sudah masuk dalam fase menopause. Jadi, hamil dan melahirkan pada wanita tua yang adalah sebuah hal mustahil, karena itulah Zakharia tidak percaya akan apa yang dikatakan oleh Malaikat Gabriel, meskipun saat itu Malaikat Gabriel membawa berita yang merupakan janji Tuhan kepada Zakharia.
Kebiasaan orang Israel atau umat kepunyaan Tuhan ribuan tahun yang lalu jika mereka ada dalam posisi yang menyulitkan dan penuh kebimbangan, kecenderungan mereka adalah meminta tanda kepada Tuhan. Tanda ini diminta agar mereka bisa tahu bahwa Allah akan menyelamatkan mereka, atau bisa juga tanda dibutuhkan untuk mereka menentukan pilihan dalam menghadapi masalah, tanda dibutuhkan agar mereka mampu mengambil keputusan dan mengetahui keputusan itu sejalan dengan kehendak Tuhan atau tidak. Zakharia, karena kebimbangannya dan keraguannya terhadap berita yang dibawa oleh Malaikat Gabriel, maka dia meminta tanda apakah benar yang dikatakan oleh Malaikat Gabriel bahwa istrinya akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki (ayat 18). Maka dari itu, Gabriel langsung memberi jawab terkait tanda yang diminta Imam Zakharia, sebagai tanda bahwa berita yang disampaikan kepada Zakharia bahwa dia akan bisu sampai apa yang diberitakan Gabriel benar-benar terjadi (ayat 19-22).
Setelah menjadi bisu, Imam Zakharia melihat bahwa semakin hari perut Elisabet semakin besar dan dia benar sedang mengandung, dan akhirnya dia memahami bahwa apa yang dikatakan Gabriel adalah benar, janji Tuhan yang dibawa oleh Malaikat Gabriel itu benar adanya dan digenapi oleh Tuhan (24-25). Akhirnya, Imam Zakharia memahami bahwa kemahakuasaan Tuhan itu nyata di hidupnya, apa yang mustahil bagi manusia, karena Tuhan Mahakuasa maka hal yang mustahil atau hal yang tidak mungkin itu menjadi mungkin bagi Tuhan, buktinya adalah bahwa Tuhan berjanji untuk memberikan seorang anak di usia Imam Zakharia dan Elisabet yang sudah lanjut, dan Tuhan menepati apa yang dijanjikanNya itu hingga mereka akhirnya benar-benar dikaruniai seorang anak. Betapa Tuhan itu Mahakuasa di hidup Imam Zakharia, maka begitu juga kemahakuasaan Tuhan itu juga nyata dalam hidup kita, entah melalui tanda atau tidak, kita harus yakin bahwa janji Tuhan untuk menyelamatkan kita dari situasi-situasi yang sulit pasti akan ditepatiNya.
Pendahuluan
- Pamong menyiapkan kertas putih, lalu dipotong menjadi beberapa bagian berbentuk persegi panjang.
- Pamong meminta remaja untuk membaca Alkitab dari Lukas 1: 4-25 secara bergantian.
- Pamong bertanya kabar remaja.
- Pamong membagikan kertas putih kepada remaja dan meminta remaja untuk menuliskan satu kondisi yang sulit yang sedang dialami atau pernah dialami (contohnya sakit, ujian, pertengkaran dengan teman, dll). Lalu kertas tersebut disimpan terlebih dahulu.
Cerita
Remaja yang dikasihi Tuhan, setiap manusia pasti memiliki masa-masa sulit mereka sendiri, contohnya dari bacaan kita saat ini adalah Imam Zakharia dan istrinya Elisabet. Mereka hidup benar di hadapan Tuhan namun hingga mereka menjadi lansia mereka tidak dikarunia anak. Zakharia adalah seorang Imam yang dihormati oleh orang-orang Israel, namun dia dan istrinya ada dalam kondisi yang menurut orang Israel sial atau bernasib buruk karena tidak memiliki keturunan. Maka dari itulah, ketika Imam Zakharia hendak memimpin peribadatan orang Israel di Bait Suci, dia didatangi oleh Malaikat Gabriel yang membawa berita kepada Imam Zakharia bahwa Tuhan berjanji akan memberikan mereka seorang anak laki-laki bernama Yohanes. Siapa itu Yohanes? Yohanes anak Zakharia adalah Yohanes Pembaptis yang diberkati Tuhan sejak dia kecil (Luk.1: 57-66) dan dialah yang membaptis Tuhan Yesus di sungai Yordan, dan juga ikut mengabarkan Injil hingga Yohanes meninggal dunia.
Zakharia oleh Tuhan dijanjikan seorang anak yang juga taat akan Tuhan seperti ayahnya yang seorang Imam yang hidupnya berkenan di hadapan Tuhan. Tidak seperti kebanyakan orang yang bahagia mendengar kabar itu, Imam Zakharia malah ragu dan bimbang akan kebenaran berita yang dibawa oleh Malaikat Gabriel (ayat 16), sehingga dia mendapat tanda kepada Malaikat Gabriel, jika apa yang dikatakannya sebagai janji Tuhan itu benar terjadi maka Imam Zakharia akan menjadi bisu. Lalu pada ayat selanjutnya kita bisa melihat bersama bahwa Imam Zakharia benar-benar bisu atau tidak bisa berbicara dan memang benar bahwa Elisabet sedang mengandung. Jadi, melalui tanda itu akhirnya Zakharia memahami bahwa Tuhan Allah yang selama ini disembah adalah Allah yang Mahakuasa dan mampu mengubah sesuatu yang tidak mungkin menjadi mungkin, hal yang sulit terjadi menjadi menjadi sangat mungkin terjadi. Tuhan yang disembah adalah Tuhan menepati janjiNya untuk menyelamatkan umatNya.
Sama seperti halnya Imam Zakharia yang mengalami kesulitan dan keraguan dalam menghadapi masalah yang sulit, kita sebagai manusia, berapapun usia kita pasti juga pernah mengalami masa sulit, entah kesulitan di dalam keluarga atau saat kita menempuh pendidikan, kadang kita merasa ragu, bisakah kita keluar dari masalah itu, atau malah langkah kita akan terhenti karena masalah yang sulit itu. Adik-Adik pasti pernah merasakan hal yang demikian juga, kan? Buktinya adik-adik tadi sudah menuliskan dalam kertas di awal tadi. Nah, jika kita pernah mengalami masa sulit dalam hidup kita, dan kita berhasil melewatinya, kita harus ingat bahwa itu adalah karena pertolongan Tuhan, kita bisa menyelesaikan masalah itu karena kemahakuasaan Tuhan. Begitu juga jika saat ini remaja sedang dalam kesulitan, percayalah bahwa Tuhan itu mahakuasa dan janjiNya untuk menyelamatkan kita pasti akan ditepati.
Saat ini kita ada dalam Minggu Adven yang kedua, yaitu masa-masa dimana kita menanti kedatangan Tuhan Yesus melalui peristiwa Natal. Sama seperti halnya Yohanes Pembaptis yang menyiapkan jalan untuk Tuhan Yesus menyelamatkan dunia dengan cara membaptis dan membuat banyak orang bertobat serta mengikut Tuhan Yesus, mari bersama-sama kita juga mempersiapkan diri menyambut kedatangan Tuhan Yesus dengan cara tetap percaya bahwa Dia Mahakuasa dan janjiNya kepada kita untuk menyelamatkan kita dari situasi yang
sulit akan ditepatiNya. Selamat menyambut kelahiran Yesus Kristus, selamat berpegang pada janji dan kemahakuasaanNya, Tuhan memberkati. Amin.
Aktivitas
“Membuat Bookmark (Pembatas Buku/Alkitab)”
- Alat : Gunting, Lem, Bolpoin atau spidol kecil
- Bahan :Kertas bufalo atau kertas lipat warna warni
- Langkah-langkah
- Minta remaja untuk mengeluarkan kembali kertas persegi panjang yang berisi tulisan situasi yang sulit yang pernah atau sedang dihadapi.
- Berikan kertas lain yang berwarna untuk digunting sama besarnya dengan kertas yang berisi tulisan.
- Tempel kertas berwarna pada kertas putih pada bagian depan maupun bagian belakang, sehingga kertas putih yang berisi tulisan tidak nampak lagi. Jadi akan ada tiga lapis kertas, kertas putih berada diantara kertas berwarna.
- Berikan tulisan “nothing is impossible – Luke 1:37” pada bagian depan dan belakang. Kalimat “nothing is impossible” adalah bahasa Inggris yang berarti “Tidak ada yang mustahil” ini adalah penggalan ayat dari Lukas 1: 37. Jadi, kertas yang berisi kesulitan itu ditutup dengan tulisan “nothing is impossible” dimaksudkan bahwa dalam keadaan yang penuh kesulitan, pasti ada jalan keluar jika kita percaya akan kemahakuasaan dan janji Tuhan, karena bagi Tuhan tak ada yang mustahil. Kesulitan itu kita tutup dengan kepercayaan akan janji Tuhan yang menjadikan segala sesuatu itu mungkin.
- Terakhir, berikan kebebasan kepada remaja untuk memberikan tambahan gambar atau unsur lain pada kertas tersebut sesuai dengan kreativitas masing-masing.