Tuhan Yesus Baik Tuntunan Ibadah Remaja 27 November 2022

14 November 2022

Tahun Gerejawi: Adven I
Tema: Mujizat Yesus

Bacaan Alkitab: Markus 8: 1-10
Ayat Hafalan:Bersyukurlah kepada TUHAN, sebab Ia baik! Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya.” (1 Tawarikh 16:34)

Lagu Tema: Tuhan Yeus Baik

Tujuan:

  1. Remaja dapat mencirikan sikap Tuhan Yesus sebagai seorang yang penuh belas kasihan.
  2. Remaja dapat memberi contoh sikap belas kasihan dalam kehidupan sehari-hari.
  3. Remaja menerapkan sikap menolong karena belas kasihan dalam hidup sehari-hari.

Penjelasan Teks (Hanya untuk Pamong)
Yesus tergerak oleh belas kasihan melihat keperluan dan penderitaan umat manusia. Kini Yesus masih tergerak oleh belas kasihan dengan penderitaan anak-anak Tuhan. Hal ini meyakinkan kita bahwa di dalam kesukaran, kita dapat menghampiri-Nya untuk memperoleh kasih karunia, kemurahan, dan pertolongan. Kita juga menemukan kisah mujizat yang hampir sama sebelumnya di dalam Injil ini (6:35), dan mengenai mujizat yang sama (Mat. 15:32). Yesus Tuhan kita diikuti orang banyak, orang banyak yang besar jumlahnya (ay. 1). Kita boleh mengira bahwa orang banyak ini biasanya berasal dari kalangan kelas bawah dan Kristus sudah biasa berbicara dan bergaul dengan orang seperti itu. Ia merendahkan diri-Nya sebagai orang yang tidak penting, supaya dapat mengajak orang-orang yang paling rendah tersebut datang kepada-Nya untuk memperoleh kehidupan dan anugerah.

Orang-orang yang mengikuti-Nya mengalami banyak kesusahan dalam mengikuti-Nya, Sudah tiga hari mereka mengikuti-Nya dan mereka tidak mempunyai makanan. Itu benar-benar merupakan pelayanan yang sulit. Mungkin ada di antara mereka yang membawa makanan dari rumahnya, tetapi sekarang ini semuanya sudah habis, dan rumah mereka sangat jauh. Namun demikian, mereka terus mengikuti Kristus dan tidak ingin meninggalkan-Nya sampai Ia menyuruh mereka pergi. Perhatikanlah, semangat yang sejati mengalahkan berbagai kesukaran sewaktu melaksanakan tugas. Mereka yang bersukaria dalam jiwanya bisa tetap puas dengan bekal yang kurang untuk tubuhnya.

Seperti Kristus berbelas kasihan kepada mereka yang dalam kekurangan dan kesukaran, Ia juga mempunyai kepedulian khusus bagi mereka yang mengalami kesukaran karena bertekun mengikuti Dia. Kristus berkata, Hati-Ku tergerak oleh belas kasihan kepada orang banyak ini. Jika orang-orang Farisi yang angkuh memandang dengan hina, Yesus yang rendah hati memandang dengan belas kasihan dan kelembutan. Demikianlah kita juga harus menghormati semua orang. Itulah yang dipikirkan Yesus, sudah tiga hari mereka mengikuti Aku dan mereka tidak mempunyai makanan. Kerugian apa pun yang kita derita atau kesukaran apa pun yang kita hadapi, jika semuanya itu dilakukan untuk Kristus karena kasih kepada-Nya, maka pasti Ia akan memelihara kita sehingga kita bisa melalui berbagai kesukaran itu. Pemberian makanan kepada empat ribu orang di tempat yang terpencil ini mengingatkan mereka kepada Allah yang memberi makan orang Israel di padang gurun ketika keluar dari tanah Mesir. Angka tujuh yang disimbulkan dalam tujuh bakul didalam bacaan hari ini merupakan angkat keramat dalam pandangan Timur Dekat Kuno. Artinya yang disimbolkan oleh angka ini adalah kesempurnaan dan kepenuhan.

https://alkitab.sabda.org/commentary.php?passage=MARKUS+8%3A+1-10

Pendahuluan

  1. Minta remaja untuk membacaakan bacaan hari ini dari Markus 8: 1-10 secara bergantian.
  2. Siapkanlah kertas manila yang sudah ditempelkan di papan tulis atau dinding.
  3. Suruhlah remaja untuk menuliskan contoh tindakan baik atau menolong sesama yang dilandasi belas kasihan dalam kehidupan mereka pada kolom di dalam kertas manila yang telah disediakan.
  4. Setelah satu per satu menuliskan, ajak mereka untuk mempercakapkan apa yang mereka tulis sebagai bahan awal untuk masuk dalam perenungan.

CeritaBahasa Indonesia
Rekan remaja yang terkasih, di awal renungan kita hari ini kalian telah bisa menuliskan perbuatan-perbuatan baik apa sajakah yang kalian tahu atau pernah kalian lakukan yang berkaitan dengan belas kasihan kepada orang lain. Sebagai makhluk sosial kita ini memerlukan orang lain dalam kehidupan, karena kita menyadari ada keterbatasan sehingga kita memerlukan perhatian bahkan pertolongan dari orang lain. Tuhan Yesus dalam segala karya yang dikerjakanNya selalu mengedepankan apa yang menjadi kebutuhan dan kenyamanan banyak orang. Semuanya dilakukan sebagai wujud cinta kasih Tuhan bagi manusia. Tuhan Yesus menginginkan bahwa semua manusia dapat mendapatkan kebahagiaan, kenyamanan, keselamatan, dan segala yang baik dalam hidupnya. Hal itu terbukti ketika Tuhan Yesus banyak melakukan mujizat-mujizat yang ajaib dalam kehidupan umatNya.

Orang-orang yang mencari Tuhan, tidak kekurangan sesuatu pun yang baik. Perhatikanlah bahwa Yesus dengan rasa kasih berkata (ay. 3); “Jika mereka Kusuruh pulang ke rumahnya dengan lapar, mereka akan rebah di jalan”. Kristus mengerti dan memikirkan tubuh kita. Jika kita memuliakan Dia, kita akan dipuaskan. Dia mempertimbangkan bahwa banyak dari antara mereka datang dari jauh dan berada jauh dari rumah. Saat kita melihat orang banyak yang besar jumlahnya mendengarkan khotbah, menyenangkan untuk berpikir bahwa Kristus mengetahui dari mana mereka datang, meskipun kita tidak mengetahuinya. Kristus tentu tidak mau menyuruh mereka pulang dengan lapar, karena bukan kebiasaan-Nya membiarkan mereka yang telah mengikuti Dia pergi dengan perut kosong.

Terkadang keraguan orang-orang Kristen justru dipakai untuk menyatakan kebesaran kuasa Kristus. Murid-murid tidak dapat membayangkan bagaimana mungkin orang bisa menyediakan cukup roti bagi mereka di tempat yang sunyi seperti ini (ay. 4). Kebutuhan ini harus dipandang mustahil oleh para murid ini supaya ketika terpenuhi, kebutuhan tersebut memang benar-benar sangat ajaib bagi mereka. Kristus biasanya bertindak untuk menolong umat-Nya ketika mereka sudah berada dalam saat-saat yang paling sulit. Ketika orang-orang itu sudah hampir ambruk, Kristus menyediakan apa yang mereka butuhkan. Yesus tidak mengundang mereka mengikuti Dia untuk mendapatkan roti, Ia tidak menyediakannya bagi mereka kecuali ketika mereka sedang benar-benar membutuhkannya, dan setelah itu Ia menyuruh mereka pergi. Rahmat Kristus tidak habis-habisnya, dan untuk membuktikannya, Kristus mengulangi mujizat ini, untuk memperlihatkan bahwa Ia tetap menyediakan dan memberikan pertolongan kepada umat-Nya yang mengikuti Dia. Kemurahan-Nya selalu baru seperti halnya dengan keperluan dan kebutuhan kita yang juga selalu baru.

Pada mujizat sebelumnya, Kristus menggunakan semua roti yang ada padanya yaitu lima roti dan memberi makan kepada semua orang yang mengikuti Dia yang jumlahnya lima ribu orang. Hal yang sama juga dilakukannya sekarang, Ia mengambil ke semua tujuh roti yang ada dan memberi makan kepada empat ribu orang, walaupun sebenarnya Ia dapat berkata, “Jika lima roti dapat memberi makan lima ribu orang, empat roti dapat memberi makan empat ribu orang.” Dengan demikian, Ia mengajar kita untuk menerima sesuatu apa adanya dan mencukupkan diri kita dengannya, untuk menggunakan apa yang kita miliki dan melakukan yang terbaik dengannya. Maka sekarang tugas kita adalah terus melakukan kebaikan karena Tuhan Yesus telah menanamkan dan memberikan banyak kebaikan bagi kita. Amin

CaritaBasa Jawa
Kanca-kanca Remaja sing dipun tresnani Gusti, wonten ing wiwitan renungan dinten menika kita sampun kaajak nulis conto-conto tumindak utawi perbuatan sing apik-apik sing tau dilakoni utawi sing dipun mangertosi. Kita sedaya menika kalebet tiyang ingkang kasebat mahkluk sosial, sing uripe ora bisa yen tanpa wong liya. Karana kita menika nggadahi kekirangan, lajeng kita mbetahaken tiyang sanes supados kita saged gesang lan nampi pitulungan. Gusti Yesus nalika mujudtaken sedaya pakaryanipun asring peduli dan mentingaken kabutuhan lan kenyamanan tiyang kathah ketimbang menapa ingkang dados keperluanipun Piyambak. Sedaya ingkang dipun lampahi menika kangge wujud katresnanipun kangge sedaya manungsa kalebet kita sami. Gusti Yesus menika kepengen kita umat ingkang dipun tresnani menika nampi kabingahan, kenyamanan, kaadilan, kaslametan lan sanes-sanesipun ingkang sae. Kawontenan menika mawujud nalika kathah carios ing Kitab Suci ingkang nyebataken Gusti Yesus kwasa maringi mujizat.

Saben tiyang ingkang madosi Gusti, mboten nate ngalami kekurangan. Ayo padha digatekno ing ayat 3 “Jika mereka Kusuruh pulang ke rumahnya dengan lapar, mereka akan rebah di jalan”, Gusti Yesus Kristus mangertos lan ugi mikiraken kabetahan kita. Menawi kita mulyakaken Gusti, kita sedaya nampi kapuasan diri karana berkahipun Gusti. Panjenenganipun mikir yen kathah saking para tiyang ingkang ndherekaken Panjenenganipun menika saking tebih papan panggenanipun. Nalika kita nyawang tiyang kathah ingkang cacahe akeh banget mirengaken khotbahipun, Gusti Yesus pirsa saking pundi asalipun tiyang kathah kala wau, sanadyan tiyang kathah kala wau mboten mangertos. Gusti Yesus Kristus mboten paring prentah kangge tiyang kathah kala wau wangsul ing kawontenan kakirangan.

Kadangkala tiyang pitados mangu-mangu tapi justru dipun agem dening Gusti kangge mujutaken panguwaosipun. Para muridipun Gusti Yesus mboten saged mbayangaken kados pundi saged nyawisaken roti ingkang cukup kangge tiyang kathah ingkang wonten ing papan panggenan kang sepi. Kanggenipun para murid perkawis menika kasebat perkawis ingkang ageng. Gusti Yesus Kristus biasanipun nulungi pandherekipun nalika tiyang kala wau ngalami perkawis-perkawis ingkang awrat ing gesangipun. Nalika kathah tiyang ingkang telas semangatipun, lan mboten kiyat ngrampungaken masalahipun, Kristus nyawisaken menapa ingkang dipun betahaken dening manungsa. Gusti Yesus mboten ngundang para tiyang kathah wau kangge ndherekaken Panjenenganipun kangge angsal roti, nanging Panjenenganipun nyawisaken menapa ingkang saestu dados kabetahaning umatipun. Rahmat Kristus mboten nate telas, lan kangge mbuktekaken, Kristus maringi mujizat malih kangge nyariosaken bilih Panjenenganipun nyawisaken lan maringaken pitulungan anyar kados dene keperluan lan kabetahan kita manungsa ingkang enggal.

Nalika Gusti Yesus ngawontenaken Mujizat sakderengipun, Kristus migunakaken sedaya roti ingkang dipun gadahi menika 5 roti lan maringi tetedan kangge sedaya tiyang ingkang ndherekaken Panjenenganipun ingkang cacahipun 5.000 orang. Kawontenan ingkang sami dipun lajengaken ing samangke, Gusti Yesus mendet 7 roti ingkang wonten lan maringi makanan kangge 4.000 orang. Lumantar kawontenan menika Gusti Yesus paring piwucal kangge kita kangge purun nampi menapa kemawon, kangge nampi lan rumaos cukup ing kawontenan kita. Lajeng samangke tugas kita menika terus nglampahi menapa ingkang sae, awit Gusti Yesus sampun maringaken sedaya kasaenan kangge kita sami. Amin.

Aktivitas
Berilah tugas kepada masing-masing remaja untuk memilih satu perbuatan baik yang dilandasi belas kasihan untuk menolong orang lain. Setelah mereka melakukannya, remaja harus menggambarkan perbuatan baik itu dalam bentuk poster yang kemudian dikumpulkan pada Minggu berikutnya saat Ibadah.

 

Renungan Harian

Renungan Harian Anak