Bertekun dalam Doa Pancaran Air Hidup 16 Oktober 2022

16 October 2022

Bacaan: Lukas 18 : 1 – 8 | Pujian : KJ. 436
Nats:Akan tetapi, jika Anak Manusia itu datang, adakah Ia mendapati iman di bumi?” (Ayat 8b)

Menjalani hubungan jarak jauh membutuhkan komunikasi yang baik, kesabaran menanti, dan komitmen bersama. Bayangkan betapa hancurnya seorang kekasih yang ketika kembali dari perantauan harus mendapati orang yang dicintai meninggalkan kesetiaannya dan memilih orang lain. Kesetiaan manusia kadang begitu rapuh saat berhadapan dengan berbagai tantangan.

Pertanyaan Yesus, “Akan tetapi, jika Anak Manusia itu datang, adakah Ia mendapati iman di bumi?”, menyiratkan kesan bahwa kesetiaan manusia dalam menanti kedatangan Tuhan sangatlah rapuh. Tawaran dunia dan pergumulan hidup rentan membuat manusia goyah. Maka doa yang tekun menjadi kekuatan dalam menjalani masa penantian itu dengan keteguhan dan kesetiaan. Doa mungkin tidak seketika mengubah keadaan menjadi baik. Berbagai krisis kehidupan juga tidak langsung beres begitu didoakan. Namun ketekunan dan kegigihan sang janda memotivasi kita untuk berdoa dengan tekun dan setia. Jika hakim yang lalim saja akhirnya mau mengabulkan permohonan janda yang meminta haknya, apalagi Allah yang setia dan adil. Ia terlebih akan memperhatikan seruan umat-Nya yang dengan tekun memohon dalam doa.

Intimasi/ kelekatan dengan Allah terbangun melalui ketekunan doa. Melalui doa, kita tidak hanya meminta, tapi juga belajar menyelaraskan kehendak kita dengan Bapa, agar kita diteguhkan untuk berjalan dalam kebenaran selama masa penantian. Jika kita mengabaikan pesan Tuhan untuk selalu bersiap menyambut kedatangan-Nya dan membiarkan diri kita dikendalikan keinginan-keinginan daging, sangat mungkin kita jatuh dalam pencobaan yang berbuahkan dosa.

Panggilan hidup sebagai orang percaya bukan hanya berdoa bagi keinginan dan harapan kita. Namun juga bagi kehidupan dunia yang dipenuhi krisis kemanusiaan, ketidak-adilan, kejahatan moral, bencana, kerusakan ekologis, ketamakan dan keegoisan. Supaya setiap manusia diteguhkan untuk berjalan dalam terang dan hidup dalam kebenaran. Meski tampaknya doa kita terlalu kecil untuk mengubah realitas dunia menjadi baik, tetapi ketekunan kita dalam doa menjawab pertanyaan reflektif Yesus, bahwa di dunia ini masih ada orang-orang yang setia menantikan kedatangan Anak Manusia dengan iman yang teguh. Amin. [wdp].

“Doa mungkin tak mengubah keadaan secara instan,
tapi menopang kita untuk bertahan dalam berbagai terpaan keadaan.”

Renungan Harian

Renungan Harian Anak