Kawan Seperjuangan Pancaran Air Hidup 12 Oktober 2022

12 October 2022

Bacaan: 2 Raja-raja 15 : 1 – 7 | Pujian: KJ. 249
Nats:
“Ia melakukan apa yang benar di mata TUHAN, tepat seperti yang dilakukan Amazia, ayahnya.” (Ayat 3).

Dalam setiap kehidupan selalu ada kisah tentang kawan seperjuangan. Suka dan duka bersama, cita-cita dan tujuan yang sama sampai pada akhirnya mencapai garis akhir yang sama. Hal tersebut menjadi cerita yang menarik untuk selalu diceritakan dan menjadi kisah inspirasi bagi banyak orang yang mendengarkannya.  

Bacaan kita kali ini mengisahkan tentang perjalanan dan proses kehidupan bangsa Yehuda yang ditandai dengan pergantian raja Yehuda dari generasi ke generasi. Raja Amazia digantikan oleh anaknya, Azarya. Alkitab mencatat Azarya sebagai raja yang melakukan apa yang benar di mata Tuhan (Ay. 3). Selama pemerintahannya, Azarya berhasil merebut dan membangun kembali kota Elat (14:22). Namun demikian Azarya juga pernah mengalami kegagalan. Dia gagal untuk memusnahkan tempat-tempat penyembahan berhala yang biasa dilakukan di bukit-bukit pengorbanan. Kegagalan Azarya dalam hal ini menyebabkan terjadinya terpecahnya kesatuan religius bangsa itu. Akibatnya, Tuhan menimpakan tulah berupa penyakit kusta pada Azarya, sehingga ia harus diasingkan sampai hari kematiannya. (Ay. 5).

Yang menjadi perenungan bagi kita bukanlah perihal bagaimana Tuhan memberikan sebuah hukuman kepada Azarya, tetapi kita belajar ada sebuah cita- cita yang dimiliki oleh raja – raja Yehuda untuk hidup seturut dengan kehendak Allah. Ayat 3 menyebutkan bahwa Azarya memiliki ketaatan kepada Tuhan sama seperti sang ayah, Amazia. Sebaliknya ayat 4 menyebutkan bangsa Yehuda menyembah kepada Baal dengan mempersembahkan korban di bukit-bukit. Ini menjadi misi yang tertunda di masa Azarya dan menjadi tugas bagi Yotam sampai dengan Ahas untuk membawa bangsa Yehuda, kembali menyembah hanya kepada Allah saja, meskipun semuanya mengalami kegagalan.

Bukankah kita sebagai gereja juga memiliki misi dan visi yang sama serta jelas, untuk menghadirkan kasih dan damai sejahtera Kristus di tengah kehidupan ini. Misi itu harus terus kita hidupi, menjawab setiap pergumulan yang ada, sesulit apapun, seberat apapun itu. Bersama sebagai bagian dari tubuh Kristus, mari kita melakukan tugas kita untuk terus menghadirkan kasih dan damai sejahtera Kristus itu di tengah dunia. Amin. [NR].

“Ringan sama dijinjing, berat sama dipikul.”

Renungan Harian

Renungan Harian Anak