Mengasihi Semua Orang Tuntunan Ibadah Anak 16 Oktober 2022

3 October 2022

Tahun Gerejawi: Bulan Ekumene
Tema: Ekumene : Antar agama

Bacaan: Matius 15 : 21 –2
Ayat Hafalan:Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu ialah : kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.” ( Matius 22 : 39 )

Lagu: Yesus sayang semua

Penjelasan Teks (Hanya Untuk Pamong)
Dalam perikop ini diceritakan tentang kisah terkenal mengenai Kristus yang
mengusir setan dari anak perempuan seorang wanita Kanaan. Kisah ini unik dan sangat mengejutkan. Di dalamnya orang-orang bukan-Yahudi juga mendapat perhatian dan ada belas kasihan sungguh yang disimpan Kristus bagi mereka.. Permohonan wanita Kanaan itu kepada Kristus (ay. 22). Wanita ini bukan orang Yahudi, ia seorang asing yang tidak termasuk kewargaan Israel. Ia mungkin keturunan dari salah satu bangsa yang dikutuk, seturut perkataan yang ada dalam Alkitab, “Terkutuklah Kanaan.”

Permintaan Wanita itu sangatlah mendesak. Ia berseru dengan sungguh-sungguh kepada Kristus. Ia berseru, agak jauh dari Kristus, dan tidak berani menghampiri-Nya terlalu dekat, sebab ia seorang Kanaan, takut jangan sampai membuat marah orang lain.

Dalam permohonannya ini:

  1. Ia mengungkapkan kesengsaraannya, “Anakku perempuan kerasukan setan dan sangat menderita, kakōs daimonizetaidia dikuasai atau dirasuki setan.” Ada berbagai macam tingkatan dalam kesengsaraan itu, dan ini adalah tingkat yang paling buruk. Masalah seperti ini sering terjadi pada waktu itu, dan sangat menyengsarakan.
  2. Ia meminta belas kasihan, “Kasihanilah aku, ya Tuhan, Anak Daud.” Ia mengakui-Nya sebagai Mesias, dan inilah hal terbesar yang harus dipegang oleh iman. Meskipun bukan orang Yahudi, wanita Kanaan ini mengakui janji yang dibuat kepada nenek moyang orang Yahudi dan kemuliaan yang dijanjikan bagi keturunan Daud. Ia memohon, “Kasihanilah aku.” Ia tidak membatasi Kristus untuk memberi belas kasihan khusus untuk ini atau itu, melainkan hanya meminta belas kasihan dan belas kasihan saja.

Tanggapan yang ia terima untuk permohonannya ini sungguh dapat mematahkan semangat. Dalam semua kisah pelayanan Kristus, kita tidak pernah menjumpai tanggapan yang seperti ini. Biasanya Ia mendukung dan memberikan semangat kepada semua orang yang datang kepada-Nya, entah dengan menjawab sebelum mereka memanggil atau mendengar sewaktu mereka masih berbicara. Namun dalam kisah ini kita melihat seorang wanita yang diperlakukan sebaliknya, dan apakah alasannya?

Kristus memperlakukannya demikian untuk menguji dia. Ia mengetahui apa yang ada dalam hatinya, mengetahui kekuatan imannya, dan seberapa mampu ia, dengan anugerah-Nya, untuk mengatasi keadaan-keadaan yang dapat mematahkan semangat ini. Inti dari kisah tentang wanita Kanaan ini dapat memperjelas banyak cara Kristus yang tidak dimengerti dan sangat membingungkan dalam memelihara umat-Nya, terutama dalam memberikan anugerah kepada mereka. Untuk itulah kisah ini dicatat dalam Injil, yaitu untuk mengajar kita bahwa di balik hal-hal yang mengecewakan masih ada kasih yang terpancar dari wajah-Nya,

Perhatikanlah hal-hal yang bisa mengecewakan wanita ini:

  1. Ketika wanita itu berseru kepada Yesus. Ia sama sekali tidak menjawab dia (ay. 23). kepada wanita yang malang ini, Ia sama sekali menutup telinga-Nya; dan kendati wanita itu memohon, dia tidak memperoleh derma atau jawaban apa-apa. Namun Kristus tahu apa yang dilakukan-Nya, dan karena itu Ia tidak menjawab, supaya wanita itu lebih sungguh-sungguh lagi memohon kepada-Nya. Ia mendengarkannya, dan berkenan kepadanya.
  2. Ketika murid-murid mengatakan sesuatu untuk menolong wanita itu, Kristus memberikan alasan mengapa Ia menolaknya, dan ini lebih mematahkan semangat lagi.

Jawaban Kristus kepada murid-murid-Nya menghancurkan segala harapan wanita itu, “Aku diutus hanya kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel. Engkau tahu bahwa Aku hanya diutus kepada mereka, dan wanita itu bukan salah satu dari mereka. Maukah kamu supaya Aku berbuat sesuatu di luar tugas-Ku? Sebuah desakan jarang dapat menaklukkan akal budi orang bijak yang kukuh; penolakan mereka mengatup mulut, karena didukung dengan alasan yang sangat kuat. Ia tidak hanya menjawab wanita itu, tetapi juga menentangnya dengan alasan kuat.

Ketika wanita itu terus memaksa, Kristus tetap pada pendirian-Nya bahwa tidaklah pantas bagi-Nya untuk melakukan seperti yang dia minta, dan Kristus bukan hanya menolaknya, melainkan juga tampak menegurnya (ay. 26), “Tidak patut mengambil roti yang disediakan bagi anak-anak dan melemparkannya kepada anjing.” Perkataan ini sungguh dapat memupuskan segala harapannya dan membuatnya putus asa seandainya dia tidak mempunyai iman yang benar-benar kuat.

Nah, inilah yang ditekankan Kristus kepada wanita Kanaan itu, “Bagaimana bisa dia berharap makan roti yang disediakan untuk anak-anak, sedangkan dia bukan anggota keluarga?”

Tetapi Wanita itu menerobos segala yang mengecilkan hati ini:

Dengan keinginan yang kudus dan sungguh-sungguh dalam menyampaikan permohonannya. Ini tampak dalam tanggapannya terhadap penolakan yang pertama (ay. 25). Perempuan itu mendekat dan menyembah Dia sambil berkata, “Tuhan, tolonglah aku.”

 Ia terus memohon. Perkataan Kristus membuat murid-murid terdiam, kita tidak lagi mendengar mengenai mereka. Mereka menerima jawaban itu, namun tidak demikian dengan wanita itu. Perhatikanlah, semakin berat beban yang kita rasakan, semakin teguh kita harus berdoa untuk meminta kelepasan darinya. Adalah kehendak Allah supaya kita bertekun dalam doa dengan tidak putus-putusnya, terus-menerus, dan jangan menyerah.

Ia menjadi lebih baik dalam permohonannya ini. Bukannya mempersalahkan Kristus, atau menuduh-Nya yang bukan-bukan, ia malah tampak lebih mempertanyakan dan mempersalahkan dirinya sendiri. Maka terjadilah peristiwa itu menurut perkataan Kristus. Seketika itu juga anaknya sembuh. Mulai dari saat itu ia tidak pernah lagi menderita kerasukan setan. Iman sang ibu berhasil membawa kesembuhan bagi sang anak. Meskipun orang yang sakit itu berada jauh dari Kristus, hal ini tidaklah menjadi halangan bagi keberhasilan perkataan-Nya. Dia berfirman, maka terjadilah.

Refleksi untuk Pamong
Biasanya kita sulit untuk menganggap orang yang berbeda ras, bahasa, suku, dan status sosial sebagai sesama yang patut dihargai. Bagaimana sikap Tuhan yang bisa kita pelajari dari perikop ini ?

Tuhan Yesus menyembuhkan anak perempuan seorang perempuan Kanaan. Tindakan ini menunjukkan bahwa kepedulian-Nya tidak dibatasi hanya kepada suku-Nya sendiri. Percakapan Tuhan Yesus dengan perempuan Kanaan pada ay. 24 seakan-akan menyiratkan pelayanan Tuhan Yesus sempit. Padahal di balik perkataan-Nya itu, Ia mengoreksi pandangan “sempit” para murid. Mereka beranggapan bahwa Tuhan Yesus hanya diutus kepada orang Yahudi.

Perbuatan mukjizat yang pernah dibuat-Nya terhadap umat Yahudi kini dilakukan-Nya kepada orang-orang nonyahudi. Bagi Tuhan Yesus mereka pun domba-domba hilang yang perlu ditemukan, dihantar pulang, dan diselamatkan.

Sebagai pamong ternyata “tugas” kita tidak hanya terbatas mengajarkan tentang “Kasih Keselamatan” kepada anak-anak warga gereja saja. Tetapi lebih luas lagi, Tuhan ingin kita membagikan kasih penyelamatan-Nya kepada orang-orang yang kita temui. Mulailah dengan mendoakan tetangga, dan orang-orang di sekitar kita.


TUNTUNAN IBADAH ANAK  BALITA

Tujuan: Anak dapat menceritakan Kembali percakapan Yesus dengan perempuan Kanaan

Alat Peraga
Catatan untuk pamong: Pamong bisa memakai metode dan alat peraga sesuai dengan kreativitas masing-masing pamong disesuaikan dengan kondisi anak serta situasi dan kondisi masing-masing jemaat.

Misalnya bisa dilakukan dengan dengan boneka, cerita dengan gambar, role play ( drama), menayangkan film atau video, dsb.

Pendahuluan
Anak-anak, Tuhan Yesus itu hebat ya, bisa melakukan banyak mujizat. Di dalam Alkitab ini ( tunjukkan Alkitab kepada anak-anak ), ada cerita tentang mujizat Tuhan Yesus. Tuhan Yesus bisa meredakan badai, mengubah air menjadi anggur, membuat 2 roti dan 5 ikan bisa cukup untuk dimakan banyak orang, lima ribu orang ( gunakan gambar atau peragaan supaya anak-anak bisa mengerti )

Nah, pagi hari ini kita akan mendengarkan cerita tentang mujizat Yesus yang lain yang juga ada di dalam Alkitab ( tunjukkan lagi Alkitab kepada anak-anak ). Semuanya sudah siap mendengarkan ?

Inti Penyampaian
Pada suatu hari Yesus dan murid-murid-Nya pergi ke tempat yang bernama Tirus dan Sidon. ( ajak anak-anak untuk mengulang kata Tirus dan Sidon ). Mau apa ya Yesus disana? Ternyata Yesus disana menceritakan tentang Kasih Tuhan. Mengajarkan tentang kebaikan da juga untuk menyembuhkan orang-orang sakit.

Banyak sekali orang ditempat itu. Ada yang ingin mendengarkan Yesus, ada yang ingin disembuhkan dari sakitnya.

Ada juga seorang ibu disana. Ibu itu berteriak,” kasihani aku Tuhan, karena anakku sakit .

Yesus belum menjawab perempuan itu.

Lalu ibu itu mendekat dan menyembah Yesus,” Tuhan tolonglah aku.”

Lalu Yesus menjawab ,”Hai ibu, besar imanmu, maka jadilah kepadamu seperti yang kaukehendaki.”

Dan saat itu juga, anak ibu itu sembuh.

Wah…..luar biasa ya Tuhan Yesus.

Penerapan
Selain Tuhan Yesus itu hebat karena bisa menyembuhkan anak dari ibu itu, Yesus juga baik karena mau menolong semua orang .

Aktivitas
Pamong bisa melakukan pantomime/drama (menjadi Yesus dan perempuan Kanaan. Untuk mempermudah anak-anak mengenali tokohnya, gunakan / pakai assesoris untuk membedakan tokoh Yesus dan perempuan Kanaan) Lalu bimbing anak-anak menebak siapakah tokoh tersebut dan apa yang dikatakan.


TUNTUNAN IBADAH ANAK PRATAMA

Tujuan: Anak dapat menceritakan Kembali percakapan Yesus dengan perempuan Kanaan

Alat Peraga
Catatan untuk pamong: Pamong bisa memakai metode dan alat peraga sesuai dengan kreativitas masing-masing pamong disesuaikan dengan kondisi anak serta situasi dan kondisi masing-masing jemaat. Misalnya bisa dilakukan dengan dengan boneka, cerita dengan gambar, role play ( drama), menayangkan film atau video, dsb.

Pendahuluan
Anak-anak, apakah kalian masih ingat cerita-cerita tentang mujizat Tuhan Yesus ?

Apa saja mujizat yang dilakukan Tuhan Yesus ( beri kesempatan anak-anak untuk menjawab )

Tuliskan jawaban anak-anak di papan tulis / kertas karton

Banyak ya, mujizat yang dilakukan Tuhan Yesus.

Hari ini kita juga akan mendengar cerita tentang salah satu mujizat yang dilakukan Tuhan Yesus.

Apakah cerita ini tadi sudah disebutkan oleh teman-teman atau belum ya ……?

Inti Penyampaian
Pada suatu hari, Yesus dan murid-murid-Nya pergi ke suatu daerah bernama Tirus dan Sidon. Apa ya yang akan dilakukan Yesus ditempat itu ? Seperti biasanya Yesus selalu mengajarkan tentang Kasih Tuhan. Mengajarkan kebaikan, mengajarkan tentang cinta kasih pada sesama.

Banyak orang mengerumuni Yesus. Ada yang ingin mendengarkan apa yang dikatakan Yesus dan ada juga yang ingin ditolong, disembuhkan oleh Yesus.

 Diantara orang banyak yang berkerumun itu ada seorang perempuan Kanaan. Perempuan itu mempunyai seorang anak perempuan yang kerasukan setan.

Perempuan itu berseru : “Kasihanilah aku, ya Tuhan, Anak Daud, karena anakku perempuan kerasukan setan dan sangat menderita.

Yesus diam saja.

Murid-murid Yesus merasa terganggu oleh perempuan itu, karena perempuan itu berteriak-teriak. Mereka meminta Yesus mengusir perempuan itu.

Yesus menjawab ,” Aku diutus hanya kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel”

Apa sih maksud atau arti dari jawaban Yesus itu ?

Artinya , Yesus hanya akan menolong orang-orang Israel saja. Sedangkan perempuan itu dari Kanaan. Orang-orang Kanaan biasanya tidak percaya pada Tuhan Yesus. Mereka menyembah berhala, menyembah patung-patung.

Wah.., apakah Yesus memang tidak mau menolong perempuan itu ? apakah memang benar Yesus hanya untuk orang Israel saja ?

Yuk simak dulu lanjutannya supaya kita tahu jawabannya.

Perempuan itu tidak pergi, tetapi malah mendekat dan menyembah Yesus sambal berkata : “ Tuhan tolonglah aku.”

Yesus menjawab : “Tidak patut mengambil roti yang disediakan bagi anak-anak dan melemparkannya kepada anjing.”

Apalagi ini artinya ?

Artinya masih sama dengan jawaban Yesus yang pertama tadi yaitu , berkat dari Tuhan Yesus hanya untuk orang-orang Israel saja, bukan untuk orang Kanaan.

Waduh… apakah Tuhan Yesus benar-benar tidak mau menolong perempuan itu ?

Lalu perempuan itu menjawab : “ Benar Tuhan, namun anjing itu makan remah-remah yang jatuh dari meja tuannya.”

Perempuan itu bermaksud mengatakan bahwa dia tetap yakin bahwa Tuhan Yesus pasti akan memberikan berkat pertolongan pada dirinya juga meskipun dia bukan orang Israel.

Maka Yesus menjawab ,” Hai ibu, besar imanmu, maka jadilah kepadamu seperti yang kau kehendaki.”

Dan apa yang terjadi ? Seketika itu juga anak perempuan Kanaan itu sembuh….

Penerapan
Sekarang kita tahu bahwa Tuhan Yesus tidak pernah membeda-bedakan orang. Siapapun orang itu, dari mana asalnya semuanya akan ditolong.

Tapi mengapa ya Tuhan Yesus tadi tidak langsung menolong perempuan itu ?

Karena Tuhan Yesus ingin melihat apakah perempuan itu benar-benar percaya pada Tuhan Yesus. Ternyata iman atau rasa percayanya pada Tuhan Yesus sangat besar. Dan karena dia yakin Tuhan Yesus bisa menolongnya maka Tuhan Yesuspun menolongnya. Dan sembuhlah anaknya.

Aktivitas
Bagi anak-anak dalam kelompok ( tergantung pada jumlah anak di jemaat masing-masing )

Kemudian Pamong bisa melakukan pantomim ( menjadi Yesus , murid-murid-Nya, dan perempuan Kanaan.) Kemudian anak-anak menebak siapakah tokoh tersebut dan apa yang dikatakannya.

Supaya lebih menarik dan menantang bagi anak-anak, tiap jawaban yang benar diberi nilai / ada hadiah kecil bagi anak-anak yang jawabannya benar. Atau bisa juga diberi stiker untuk setiap poin yang diperoleh.


TUNTUNAN IBADAH ANAK MADYA

Tujuan:

  1. Anak dapat menunjukkan percakapan Yesus dengan perempuan Kanaan.
  2. Anak dapat menyadari bahwa Yesus mempunyai sikap terbuka bagi orang lain
  3. Anak dapat menunjukkan sikap terbuka bagi agama lain 

Alat Peraga:
Catatan untuk pamong: Pamong bisa memakai metode dan alat peraga sesuai dengan kreativitas masing-masing pamong disesuaikan dengan kondisi anak serta situasi dan kondisi masing-masing jemaat.

Misalnya bisa dilakukan dengan dengan boneka, cerita dengan gambar, role play ( drama), menayangkan film atau video, dsb.

Pendahuluan
(Pamong menyiapkan beberapa gambar yang berkaitan dengan beberapa mujizat Tuhan Yesus. Misalnya gambar air, gambar roti dan ikan, gambar perahu, dsb)

Masukkan gambar-gambar tersebut kedalam kantong atau kotak. Kemudian mintalah salah seorang anak mengambil kartu tersebut dengan mata tertutup. Lalu anak tersebut ( atau dengan teman satu kelompoknya) untuk menceritakan mujizat dengan clue / berkaitan dengan gambar tersebut.

Nah selain mujizat-mujizat tersebut, masih ada mujizat Yesus yang akan kita pelajari pada pagi ini.

Inti Penyampaian
Pada suatu hari, Yesus dan murid-murid-Nya pergi ke suatu daerah bernama Tirus dan Sidon. Apa ya yang akan dilakukan Yesus ditempat itu ? Seperti biasanya Yesus selalu mengajarkan tentang Kasih Tuhan. Mengajarkan kebaikan, mengajarkan tentang cinta kasih pada sesama.

Banyak orang mengerumuni Yesus. Ada yang ingin mendengarkan apa yang dikatakan Yesus dan ada juga yang ingin ditolong, disembuhkan oleh Yesus.

Diantara orang banyak yang berkerumun itu ada seorang perempuan Kanaan. Perempuan itu mempunyai seorang anak perempuan yang kerasukan setan.

Perempuan itu berseru : “Kasihanilah aku, ya Tuhan, Anak Daud, karena anakku perempuan kerasukan setan dan sangat menderita.

Yesus diam saja.

Murid-murid Yesus merasa terganggu oleh perempuan itu, karena perempuan itu berteriak-teriak. Mereka meminta Yesus mengusir perempuan itu.

Yesus menjawab ,” Aku diutus hanya kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel”

Apa sih maksud atau arti dari jawaban Yesus itu ?

Artinya , Yesus hanya akan menolong orang-orang Israel saja. Sedangkan perempuan itu dari Kanaan. Orang-orang Kanaan biasanya tidak percaya pada Tuhan Yesus. Mereka menyembah berhala, menyembah patung-patung.

Wah.., apakah Yesus memang tidak mau menolong perempuan itu ? apakah memang benar Yesus hanya untuk orang Israel saja ?

Yuk simak dulu lanjutannya supaya kita tahu jawabannya.

Perempuan itu tidak pergi, tetapi malah mendekat dan menyembah Yesus sambal berkata : “ Tuhan tolonglah aku.”

Yesus menjawab : “Tidak patut mengambil roti yang disediakan bagi anak-anak dan melemparkannya kepada anjing.”

Apalagi ini artinya ?

Artinya masih sama dengan jawaban Yesus yang pertama tadi yaitu , berkat dari Tuhan Yesus hanya untuk orang-orang Israel saja, bukan untuk orang Kanaan.

Waduh… apakah Tuhan Yesus benar-benar tidak mau menolong perempuan itu ?

Lalu perempuan itu menjawab : “ Benar Tuhan, namun anjing itu makan remah-remah yang jatuh dari meja tuannya.”

Perempuan itu bermaksud mengatakan bahwa dia tetap yakin bahwa Tuhan Yesus pasti akan memberikan berkat pertolongan pada dirinya juga meskipun dia bukan orang Israel.

Maka Yesus menjawab ,” Hai ibu, besar imanmu, maka jadilah kepadamu seperti yang kau kehendaki.”

Dan apa yang terjadi ? Seketika itu juga anak perempuan Kanaan itu sembuh….

Penerapan
Sekarang kita tahu bahwa Tuhan Yesus tidak pernah membeda-bedakan orang. Siapapun orang itu, dari mana asalnya semuanya akan ditolong.

Tapi mengapa ya Tuhan Yesus tadi tidak langsung menolong perempuan itu ?

Karena Tuhan Yesus ingin melihat apakah perempuan itu benar-benar percaya pada Tuhan Yesus. Ternyata iman atau rasa percayanya pada Tuhan Yesus sangat besar. Dan karena dia yakin Tuhan Yesus bisa menolongnya maka Tuhan Yesuspun menolongnya. Dan sembuhlah anaknya.

Selain itu Yesus ingin mengajarkan pula pada para murid-Nya dan orang-orang yang ada disana, bahwa Tuhan Yesus itu tidak hanya untuk orang Israel atau kelompok tertentu saja.

Dan jiika kita akan menolong orang, tidak perlu memandang atau membeda-bedakan asal usul atau agamanya.

Aktivitas
Ajak anak-anak membuat poster sederhana tentang ajakan untuk bertoleransin (menolong/berbagi kebaikan) dengan teman yang berbeda agama.

Tugas ini bisa dilakukan secara berkelompok ( disesuaikan dengan jumlah anak di masing-masing jemaat ).

Renungan Harian

Renungan Harian Anak