Fokus pada Berkat atau Sumber Berkat Pancaran Air Hidup 2 September 2022

2 September 2022

Bacaan: Ulangan 7 : 12 – 26 | Pujian: KJ. 235
Nats:
“Ia akan mengasihi engkau, memberkati engkau dan membuat engkau banyak, …” (Ayat 13a)

Jika pertanyaan tersebut ditujukan kepada kita? Apa yang akan saudara jawab? Renungkan dalam hati. Ketika mendapatkan berkat Tuhan, khususnya berupa materi atau kedudukan, kadang kita melupakan asal muasal dan sumbernya, karena terlalu enak dan lupa. Terkadang kemanusiaan kitalah yang berfokus kepada jenis dan berapa banyak berkat yang kita terima. Dengan pelbagai argumen kita merasa layak mendapatkannya. “Ini karena kerja kerasku, karena kerja cerdasku, karena pengalamanku, karena kuatnya relasiku, karena kepemimpinanku, dsb.” Memang tidak sepenuhnya salah, namun bahaya jika sebagai umat Tuhan, kita menyingkirkan peran, kuasa, dan kedaulatan Tuhan atas hidup kita.

Bacaan kita menegaskan beberapa hal sehubungan dengan janji Tuhan yang akan melimpahkan berkat-Nya kepada umat pilihan-Nya. Israel dipilih dan dikasihi Tuhan, bahkan dijanjikan berkat dalam segala hal. Janji berkat Tuhan atas mereka meliputi jumlah yang banyak, buah kandungan, hasil bumi, pertanian, dan peternakan yang berhasil (Ay. 12-13). Mereka dijanjikan kesuburan dan tidak ada yang mandul, dijauhkan dari segala sakit penyakit dan wabah celaka (Ay. 14-15). Segala bangsa yang ada di hadapan mereka akan mereka taklukkan, bagaimanapun besar dan kuatnya bangsa itu. Tuhan mengacaukan mereka di hadapan Israel dan menyerahkan mereka secara langsung untuk dikalahkan (Ay. 17-24). Atas semua berkat itu, Tuhan meminta bangsa Israel untuk melenyapkan segala bangsa yang tidak setia, bangsa yang menyembah kepada illah lain, dan menghancurkan alat-alat penyembahan mereka.

Berkat Tuhan atas Israel dinyatakan dalam segala hal. Bagi orang percaya saat ini, berkat itu masih tetap sama, sudah digenapi, dan sudah kita rasakan melalui Yesus Kristus. Kita dilimpahi begitu banyak berkat oleh Tuhan Yesus namun seringkali kita kurang menyadarinya. Hal ini karena kita hanya memaknai berkat Tuhan itu terbatas pada angka dan materi saja. Untuk itu, kita perlu mengkoreksi, berkat Tuhan sesungguhnya adalah penyertaan, keselamatan, dan pemeliharaan-Nya yang nyata dalam kehidupan kita. Mari kita terus melekat dekat kepada Tuhan Allah Sang Sumber Berkat melalui doa, ibadah, dan penyembahan kita. Berfokuslah kepada Sang Sumber Berkat bukan sekedar pada berkat-Nya saja, karena Sang Sumber Berkat tidak bisa binasa, melainkan kekal abadi menggenapi janji-Nya. Amin. [tma].

“Manusia mendapat berkat Tuhan karena ketulusan dan kepatuhanya”

Renungan Harian

Renungan Harian Anak