Menjadi Penolong Tuntunan Ibadah Anak 31 Juli 2022

18 July 2022

Tahun Gerejawi: Hari Anak Nasional
Tema:
Karakter Moral – Tokoh
Judul:
Menjadi Penolong

Bacaan: 2 Raja-Raja 5:1-5
Ayat Hafalan:Inilah perintah-Ku kepadamu: “Kasihilah seorang akan yang lain.” (Yohanes 15:17)

Lagu Tema: Allahku Besar, Kuat dan Perkasa 

Penjelasan Teks (Hanya Untuk Pamong)
Dalam perikop ini (ayat 1-27) ada 2 tokoh yang dipakai Tuhan untuk kesembuhan Naaman. Kedua tokoh ini hanyalah orang rendahan, tetapi Tuhan tidak memandang rendah mereka. Lalu siapakah kedua tokoh itu? Tidak lain adalah seorang perempuan tawanan dari negeri Israel. Rupanya sebagian bangsa Israel dibawa ke negeri Aram sebagai tawanan, termasuk seorang perempuan yang mengusulkan pada istri Naaman agar Naaman menghadap nabi di Samaria karena nabi itu bisa menyembuhkan Naaman. Tentu perempuan itu membutuhkan keberanian yang besar untuk menyampaikan usulan pada istri Naaman agar menemui nabi di Samaria (ayat3), sebab ia hanyalah seorang pelayan dan seorang tawanan. Untunglah istri Naaman mau menerima usulannya.

Adapun tokoh kedua yang berperan dalam kesembuhan Naaman adalah para pegawai Naaman yang ikut mendampinginya mencari kesembuhan. Seperti perempuan dari Israel, tentu para pegawai Naaman itu berjuang melawan rasa takut untuk memberi nasihat pada Naaman agar melakukan apa yang diperintahkan nabi Elisa. Meskipun awalnya Naaman menolak, akhirnya ia melakukan perintah nabi Elisa.

Tuhan memakai seorang perempuan tawanan dan para pegawai Naaman bukan karena status mereka yang ‘rendah’ tetapi karena mereka berani mempertaruhkan nyawanya demi keselamatan orang lain. Itu berarti bahwa Tuhan tidak membeda-bedakan orang untuk menjadi saluran berkat-Nya. Orang lain boleh menganggap ‘rendah’ kita tetapi di hadapan Tuhan semua adalah sama. Artinya semua orang mempunyai kesempatan yang sama untuk dipakai Tuhan.

Refleksi Untuk Pamong
Tuhan sudah memilih kita untuk terlibat dalam pelayanan Anak dan Remaja. Apapun keberadaan kita, kita telah dipanggil oleh Tuhan untuk menjadi saluran berkat, oleh sebab itu kita harus menghayati panggilan Tuhan itu dengan segenap hati. Jangan lagi kita mempersoalkan kekurangan kita atau kekurangan orang lain. Saatnya setiap Pamong bekerja sama membangun kinerja yang sehat dan berdaya guna demi pertumbuhan iman anak-anak yang dititipkan Tuhan pada kita.


TUNTUNAN IBADAH ANAK BALITA

Tujuan: Anak dapat menceritakan kembali peranan seorang anak perempuan dari negeri Israel atas kesembuhan Namaan

Pendahuluan
(Pamong bermain monolog sebagai anak perempuan dari negeri Israel. Keluar dengan gerakan gelisah)

===== berjalan mondar-mandir sambal ngobrol sendiri =====

“Aduh…kasihan tuanku. Sekujur tubuhnya penuh dengan luka, padahal beliau sebagai panglima perang tentu dibutuhkan tubuh yang sehat. Jika penuh luka, pasti beliau tidak bisa memimpin pasukan untuk berperang. Aku sebetulnya pingin memberi usul agar beliau pergi ke negeri asalku. Di negeri asalku ada seorang nabi bernama Elisa. Beliau diberkati Tuhan sehingga dapat menyembuhkan luka. Tapi…bagaimana ngomongnya ya…Aduh. Aku bingung nich. Enaknya ngomong atau nggak ya…..”

Inti Penyampaian
Eh…..

Aku kok ngomong sendiri. Padahal di sini banyak anak-anak yang hebat. Akh…jadi malu. Aku sapa dulu. Hallo…anak-anakku. Apa kabar kalian? Semoga kalian dalam keadaan baik. Maaf…perkenalkan. Aku adalah seorang perempuan dari Israel. Sekarang aku tinggal di negeri Aram. Banyak penduduk Israel yang dibawa ke negeri ini karena bangsaku kalah berperang. Aku termasuk orang yang dibawa ke negeri ini. Aku bekerja di keluarga Panglima Naaman. Makanya aku ingin tuanku mendapat kesembuhan, tetapi aku takut mengusulkan agar tuanku Naaman pergi negeri asalku. Menurut kalian, apakah aku perlu ngomong nggak ya….(memberi waktu anak-anak menjawab). Kalau nggak omong kasihan tuanku Naaman. Tapi kalau ngomong bagiamana caranya. Aku takut. Aku khan hanya seorang pembantu. Aduh….bingung (sambil meremas-remas tangan dan berjalan mondar- mandir). Aku harus kuat. Aku akan menemui istri tuanku Naaman dan memberitahunya jika di Israel ada seorang nabi yang bisa menyembuhkan.

Penerapan
(sambil bernyanyi: Allahku Besar, Kuat Dan Perkasa)

Wah…aku senang sekali. Akhirnya tuanku Naaman sembuh. Yach…aku akhirnya memberanikan diri menemui istri tuanku Naaman dan akhirnya tuan Naaman menemui nabi Elisa dan akhirnya tuanku Naaman sembuh.

Anak-anak yang dikasihi Tuhan,

Jika ingin menolong orang lain jangan ragu-ragu atau takut ya. Memang sich awalnya aku takut, tetapi akhirnya aku memberanikan diri menemui istri tuanku Naaman.

Aktivitas
Pamong mengajak anak-anak untuk bernyanyi : Allahku Besar, Kuat dan Perkasa sambil membuat gerakan sambil menebali tulisan di bawah ini:

AKU ANAK YANG BERANI


TUNTUNAN IBADAH ANAK PRATAMA

Tujuan:

  1. Anak dapat menceritakan kembali peranan seorang anak perempuan dari negeri Israel atas kesembuhan Namaan.
  2. Anak melatih diri untuk berani melakukan kebaikan kepada semua orang.

Pendahuluan:
(Pamong bermain monolog sebagai anak perempuan dari negeri Israel. Keluar dengan gerakan gelisah)

===== berjalan mondar-mandir sambal ngobrol sendiri =====

“Aduh…kasihan tuanku. Sekujur tubuhnya penuh dengan luka, padahal beliau sebagai panglima perang tentu dibutuhkan tubuh yang sehat. Jika penuh luka, pasti beliau tidak bisa memimpin pasukan untuk berperang. Aku sebetulnya pingin memberi usul agar beliau pergi ke negeri asalku. Di negeri asalku ada seorang nabi bernama Elisa. Beliau diberkati Tuhan sehingga dapat menyembuhkan luka. Tapi…bagaimana ngomongnya ya…Aduh. Aku bingung nich. Enaknya ngomong atau nggak ya…..”

Inti Penyampaian
Eh…..

Aku kok ngomong sendiri. Padahal di sini banyak anak-anak yang hebat. Akh…jadi malu. Aku sapa dulu. Hallo…anak-anakku. Apa kabar kalian? Semoga kalian dalam keadaan baik. Maaf…perkenalkan. Aku adalah seorang perempuan dari Israel. Sekarang aku tinggal di negeri Aram. Banyak penduduk Israel yang dibawa ke negeri ini karena bangsaku kalah berperang. Aku termasuk orang yang dibawa ke negeri ini. Aku bekerja di keluarga Panglima Naaman. Makanya aku ingin tuanku mendapat kesembuhan, tetapi aku takut mengusulkan agar tuanku Naaman pergi negeri asalku. Menurut kalian, apakah aku perlu ngomong nggak ya….(memberi waktu anak-anak menjawab). Kalau nggak omong kasihan tuanku Naaman. Tapi kalau ngomong bagiamana caranya. Aku takut. Aku khan hanya seorang pembantu. Aduh….bingung (sambil meremas-remas tangan dan berjalan mondar- mandir). Aku harus kuat. Aku akan menemui istri tuanku Naaman dan memberitahunya jika di Israel ada seorang nabi yang bisa menyembuhkan.

Penerapan
(sambil bernyanyi: Allahku Besar, Kuat Dan Perkasa)

Wah…aku senang sekali. Akhirnya tuanku Naaman sembuh. Yach…aku akhirnya memberanikan diri menemui istri tuanku Naaman dan akhirnya tuan Naaman menemui nabi Elisa dan akhirnya tuanku Naaman sembuh.

Anak-anak yang dikasihi Tuhan,

Jika ingin menolong orang lain jangan ragu-ragu atau takut ya. Memang sich awalnya aku takut, tetapi akhirnya aku memberanikan diri menemui istri tuanku Naaman. Dibutuhkan latihan terus menerus lho untuk berani, tetapi jangan menyerah jika kamu gagal ya. Meskipun gagal berlaku berani, kalian dapat mengulangi lagi di lain waktu. Yang penting tetap semangat untuk berlatih menjadi Pemberani.

Aktivitas:  BERMAIN LOMPAT TALI
Pamong menyiapkan tali dari karet. Ajak anak-anak bermain lompat tali. Tujuan permainan ini untuk melatih KEBERANIAN.


TUNTUNAN IBADAH ANAK MADYA

Tujuan:

  1. Anak dapat menceritakan kembali peranan seorang anak perempuan dari negeri Israel atas kesembuhan Namaan.
  2. Anak melatih diri untuk berani melakukan kebaikan kepada semua orang.

Pendahuluan
(Pamong bermain monolog sebagai anak perempuan dari negeri Israel. Keluar dengan gerakan gelisah)

===== berjalan mondar-mandir sambal ngobrol sendiri =====

“Aduh…kasihan tuanku. Sekujur tubuhnya penuh dengan luka, padahal beliau sebagai panglima perang tentu dibutuhkan tubuh yang sehat. Jika penuh luka, pasti beliau tidak bisa memimpin pasukan untuk berperang. Aku sebetulnya pingin memberi usul agar beliau pergi ke negeri asalku. Di negeri asalku ada seorang nabi bernama Elisa. Beliau diberkati Tuhan sehingga dapat menyembuhkan luka. Tapi…bagaimana ngomongnya ya…Aduh. Aku bingung nich. Enaknya ngomong atau nggak ya…..”

Inti Penyampaian
Eh…..

Aku kok ngomong sendiri. Padahal di sini banyak anak-anak yang hebat. Akh…jadi malu. Aku sapa dulu. Hallo…anak-anakku. Apa kabar kalian? Semoga kalian dalam keadaan baik. Maaf…perkenalkan. Aku adalah seorang perempuan dari Israel. Sekarang aku tinggal di negeri Aram. Banyak penduduk Israel yang dibawa ke negeri ini karena bangsaku kalah berperang. Aku termasuk orang yang dibawa ke negeri ini. Aku bekerja di keluarga Panglima Naaman. Makanya aku ingin tuanku mendapat kesembuhan, tetapi aku takut mengusulkan agar tuanku Naaman pergi negeri asalku. Menurut kalian, apakah aku perlu ngomong nggak ya….(memberi waktu anak-anak menjawab). Kalau nggak omong kasihan tuanku Naaman. Tapi kalau ngomong bagiamana caranya. Aku takut. Aku khan hanya seorang pembantu. Aduh….bingung (sambil meremas-remas tangan dan berjalan mondar- mandir). Aku harus kuat. Aku akan menemui istri tuanku Naaman dan memberitahunya jika di Israel ada seorang nabi yang bisa menyembuhkan.

Penerapan
(sambil bernyanyi: Allahku Besar, Kuat Dan Perkasa)

Wah…aku senang sekali. Akhirnya tuanku Naaman sembuh. Yach…aku akhirnya memberanikan diri menemui istri tuanku Naaman dan akhirnya tuan Naaman menemui nabi Elisa dan akhirnya tuanku Naaman sembuh.

Anak-anak yang dikasihi Tuhan,

Jika ingin menolong orang lain jangan ragu-ragu atau takut ya. Memang sich awalnya aku takut, tetapi akhirnya aku memberanikan diri menemui istri tuanku Naaman. Dibutuhkan latihan terus menerus lho untuk berani, tetapi jangan menyerah jika kamu gagal ya. Meskipun gagal berlaku berani, kalian dapat mengulangi lagi di lain waktu. Yang penting tetap semangat untuk berlatih menjadi Pemberani.

Aktivitas: MEMBUAT POSTER tentang KEBERANIAN atau kata-kata PENYEMANGAT untuk menyatakan Kebranian

Pamong menyiapkan bahan-bahan yang dibutuhkan :

  1. Kertas manila
  2. Alat tulis
  3. Pensil warna
  4. Bahan-bahan lainnya yang mendukung kegiatan tersebut

Renungan Harian

Renungan Harian Anak