Ketekunan Hana Tuntunan Ibadah Remaja 24 Juli 2022

11 July 2022

Tahun Gerejawi: Hari ANak Nasional
Tema: Tokoh Wanita

Bacaan Alkitab: I Samuel 1: 1-28
Ayat Hafalan: “Bersukacitalah dalam pengharapan, sabarlah dalam kesesakan, dan bertekunlah dalam doa!” (Roma 12:12)

Lagu Tema: Bagi Tuhan Tidak Ada yang Mustahil

Tujuan:

  1. Remaja dapat menunjukkan perjuangan ibu Hana untuk mendapatkan seorang anak.
  2. Remaja dapat menyebutkan faktor penghambat untuk tekun memperjuangkan keinginan kepada Tuhan.
  3. Remaja membiasakan diri memperjuangkan keinginannya dengan berdoa kepada Tuhan terus menerus.

Penjelasan Teks (Hanya untuk Pamong)
Dalam suatu fase hidupnya, seseorang pasti pernah mengalami pergumulan berat, yang membuat ia sampai bertekuk lutut menaikkan doa-doanya. Mungkin tatkala orang yang dia kasihi sedang meregang nyawa karena sakit, atau karena kesulitan ekonomi yang membuat dia sampai tidak bisa memberi makan keluarganya.

Hana juga sedang mengalami pergumulan berat, sampai-sampai ia tidak bisa dihiburkan siapapun. Apa masalahnya? Ia tidak bisa mengandung dan melahirkan anak! Ini merupakan aib bagi seorang istri dalam budaya patriarkat, seperti Israel. Elkana, suaminya, menambah penderitaannya dengan ketidakmampuan mengerti perasaan istri yang tertekan (ayat 8).

Apalagi sikap merendahkan dari madunya, Penina yang bisa memberikan keturunan bagi Elkana. Pandangan yang berlaku dalam bangsa Israel pada masa itu, kemandulan merupakan hukuman Tuhan atas seorang wanita. Itulah kata-kata hinaan Penina kepada Hana (ayat 6-7). Lalu, apakah benar Tuhan sedang menghukum Hana?

Saat kisah ini berlanjut, kita menyadari bahwa pandangan seperti ini tidak benar. Memang Tuhan yang menutup kandungan Hana (ayat 5), tetapi bukan dengan maksud menghukum. Di tengah kepedihan hati tiada tara, Hana mengadukan nasibnya kepada Tuhan. Sengsara memang bisa membuat orang mendekatkan diri pada Tuhan. Kalau hidup lancar dan masalah tidak seberapa, betapa mudahnya kita menganggap bahwa memang sudah seharusnya situasi itu yang terjadi.

Melalui doa yang dipanjatkan dengan hati yang hancur, Tuhan memakai Eli untuk menjawab pergumulan Hana. Hana terhibur karena ia tahu bahwa Tuhan mendengar dan menjawab doanya. Namun buat kita, jangan tunggu persoalan datang baru kita mencari Tuhan. Biasakan diri mencari kehendak-Nya dan mengucap syukur atas semua hal yang Tuhan sudah lakukan dalam hidup kita. Percayalah bahwa saat Anda benar-benar bersandar kepada Tuhan, Dia dapat diandalkan dan jawaban-Nya tidak mengecewakan!

https://alkitab.sabda.org/commentary.php?passage=1+SAM+1%3A+1-28

Pendahuluan

  1. Ajak remaja membaca 1 Samuel 1: 1-28!
  2. Ajak remaja “Bermain Peran” sesuai dengan bacaan dengan tokoh; Elkana, Hana, Penina, Imam Eli.
  3. Minta remaja lain yang tidak ambil peran untuk menjawab pertanyaan berikut setelah melihat Role Play:
    • Sebutkan perjuangan Hana untuk mendapatkan anak!

Cerita (Bahasa Indonesia)
Teman remaja yang dikasihi Tuhan,
Dalam suatu fase hidupnya, seseorang pasti pernah mengalami pergumulan berat, yang membuat ia sampai bertekuk lutut menaikkan doa-doanya. Mungkin tatkala orang yang dia kasihi sedang meregang nyawa karena sakit, atau karena kesulitan ekonomi yang membuat dia sampai tidak bisa memberi makan keluarganya, dan seterusnya.

Hana juga sedang mengalami pergumulan berat, sampai-sampai ia tidak bisa dihiburkan siapapun. Apa masalahnya? Ia tidak bisa mengandung dan melahirkan anak! Ini merupakan aib bagi seorang istri dalam budaya patriarkat, seperti Israel.

Elkana, suaminya, menambah penderitaannya dengan ketidakmampuan mengerti perasaan istri yang tertekan (ayat 8). Apalagi sikap merendahkan dari madunya, Penina yang bisa memberikan keturunan bagi Elkana. Pandangan yang berlaku dalam bangsa Israel pada masa itu, kemandulan merupakan hukuman Tuhan atas seorang wanita. Itulah kata-kata hinaan Penina kepada Hana (ayat 6-7). Lalu, apakah benar Tuhan sedang menghukum Hana?

Saat kisah ini berlanjut, kita menyadari bahwa pandangan seperti ini tidak benar. Memang Tuhan yang menutup kandungan Hana (ayat 5), tetapi bukan dengan maksud menghukum. Di tengah kepedihan hati tiada tara, Hana mengadukan nasibnya kepada Tuhan. Sengsara memang bisa membuat orang mendekatkan diri pada Tuhan. Kalau hidup lancar dan masalah tidak seberapa, betapa mudahnya kita menganggap bahwa memang sudah seharusnya situasi itu yang terjadi.

Melalui doa yang dipanjatkan dengan hati yang hancur, Tuhan memakai Eli untuk menjawab pergumulan Hana. Hana terhibur karena ia tahu bahwa Tuhan mendengar dan menjawab doanya. Namun buat kita, jangan tunggu persoalan datang baru kita mencari Tuhan. Biasakan diri mencari kehendak-Nya dan mengucap syukur atas semua hal yang Tuhan sudah lakukan dalam hidup kita. Percayalah bahwa saat kita benar-benar bersandar kepada Tuhan, Dia dapat diandalkan dan jawaban-Nya tidak mengecewakan! Ketekunan untuk terus berdoa kepada Tuhan menjadi kuncinya. Maukah kita bertekun di dalam Tuhan?

Carita (Basa Jawa)
Ning tahap uripe manungsa, pastine nate ngalami masalah sing abot, nganti deweke sujud donga marang Gusti. Mungkin wektu kelangan sing ditresnani, masalah ekonomi nganti ora bisa mangan lan liya liyane.

Kaya Hana ning crita dina iki, deweke ngalami masalah sing abot banget, nganti ora ana sing bisa nglipur. Apa ta masalahe? Deweke ora bisa meteng, ora bisa nglairke. Iku ngunu aib kanggo wong wadon ning budaya patriarki (budaya sing ngunggulke wong lanang), kaya ning Israel iki.

Elkana, bojone, nyatane ora bisa nglipur malah nambah susahe Hana awit ora bisa ngerti kahanane Hana (ayat 8). Apa maneh Penina, sing uga bojone Elkana ngece kahanane Hana awit deweke isa wenehi anak. Wong wadon sing ora bisa wenehi anak iku dianggap diukum Gusti Allah, iku bab sing ditrima Hana saka Penina. Ning, apa bener yen Hana diukum Gusti Allah?
Nyatane ning wacanan kita dina iki bab iku ora bener. Bener yen Gusti Allah durung wenehi anak (nutup kandungan), nanging dudu duwe maksud ngukum. Kanti lara ati sing banget iku Hana donga, Hana sambat nasibe marang Gusti Allah. Lan iku sing asring dipetuki ning uripe manungsa, sangsara dadeke manungsa nyelaki Gusti Allah. Yen uripe lancar, ora ana masalah dianggep iku sing mestine kudu kedaden.

Dongane Hana sing diucapke kanti ati remuk, Gusti Allah mirengake, Eli dadi sarana paring wangsulan. Hana ngrasake kalipur awit Gusti mirengake lan uga mangsuli pandongane. Nanging kangge kita, aja ngenteni masalah teka baru nyelak donga marang Gusti Allah. Kudu dibiasakake madosi karsane Gusti, ngucap syukur kangge kabeh berkahe Gusti. Pracaya yen kita pasrah dateng Gusti, Gusti bisa kaandelake lan paring wangsulan sing ora gawe kuciwa.

Kuncine yaiku tekun ing pandonga. Punapa purun tumemen ing Gusti Yesus?

Aktivitas
Minta remaja membentuk kelompok dengan jumlah 3 orang/kelompok mendiskusikan pertanyaan berikut dan bergantian mempresentasikan hasil diskusi mereka!

  1. Sebutkan faktor penghambat untuk tekun memperjuangkan keinginan kepada Tuhan!
  2. Sebutkan apa impian yang ingin remaja perjuangkan!
  3. Bagaimana cara memperjuangkan impian tersebut dalam hidup sehari-hari

 

Renungan Harian

Renungan Harian Anak