Bacaan: Bilangan 24 : 1 – 14 ǀ Pujian: KJ. 237
Nats: “Sekalipun Balak memberikan kepadaku emas dan perak seistana penuh, aku tidak akan sanggup melanggar titah TUHAN dengan berbuat baik atau jahat atas kemauanku sendiri; apa yang akan difirmankan TUHAN, itulah yang akan kukatakan.” (Ayat 13).
Dalam kutipan Kamus Besar Bahasa Indonesia, kata gigih memiliki arti “tetap teguh pada pendirian atau pikiran”. Itu berarti bila kita tarik dalam makna hidup sehari-hari, gigih berarti sebuah perjuangan tiada henti yang didalamnya membutuhkan sebuah pendirian atau pola pikir yang teguh.
Hal serupa juga mewarnai dinamika yang terjadi pada bacaan kita hari ini. Bileam yang merupakan seorang utusan Allah berjuang dengan pendiriannya, dimana ia harus menghadapi godaan tawaran emas dan perak seistana penuh dari Balak. Bileam tetap mengutamakan keyakinannya untuk tetap memegang teguh titah Tuhan. Sebagai manusia tentu tawaran yang diberikan kepada Bileam tersebut begitu menggiurkan. Bila seseorang tidak dapat berdiri tegak pada kehendak Allah maka bisa jadi ia akan menerima tawaran tersebut. Tetapi tidaklah demikian dengan Bileam. Dia tetap setia kepada Tuhan. Dari sikap Bileam ini, kita bisa melihat bagaimana Bileam tetap gigih berjuang dengan keyakinan penuh bahwa apa yang difirmankan Tuhan jauh lebih berkuasa di atas segalanya.
Sebagai umat percaya kepada Allah, tentu salah satu contoh kisah dari bacaan kita hari ini menjadi ajakan bagi kita untuk senantiasa mengupayakan keyakinan teguh kepada Tuhan. Sekalipun tawaran dunia begitu menggoda dan menggiurkan, kita harus tetap berpegang teguh pada Tuhan saja. Bilamana godaan atau tawaran dunia yang membawa kita jauh dari Tuhan itu datang pada kita, maka kita perlu waspada. Kita harus berfokus hanya pada terang tuntunan Tuhan semata. Ingatlah selalu bahwa hidup adalah perjuangan yang tiada henti. Dengan memiliki mata hati yang selalu tertuju pada Tuhan Allah, maka kita akan dimampukan terhindar dari bujuk rayu kemewahan dan gemerlapnya dunia. Amin. [cito].
“Tetaplah gigih berjuang hingga mencapai gari akhir yang ditetapkan oleh Tuhan.”