Bacaan: Amsal 2 : 1 – 5 | Pujian: KJ. 324
Nats: “… sehingga telingamu memperhatikan hikmat, dan engkau mencenderungkan hatimu kepada kepandaian, …” (Ayat 2).
Siapa di antara kita yang belum pernah mendengar atau menonton film Titanic? Film ini didasari sejarah kelam dalam dunia pelayaran, dimana tenggelamnya kapal Titanic di tahun 1912 memakan banyak korban. Pada akhirnya setelah tenggelam di tahun 1912, maka 73 tahun setelahnya atau tepatnya 1 September 1985 bangkai kapal Titanic dapat ditemukan oleh Dr. Robert D. Ballard setelah melewati banyak percobaan untuk pencarian bangkai kapal. Dari sejarah ini, kita dapat belajar bahwa untuk menemukan “harta” yang terpendam tentu membutuhkan usaha yang tidak mudah karena membutuhkan tenaga, waktu, serta pengorbanan yang besar.
Hal ini sama dengan harapan seseorang yang sungguh-sungguh memiliki keinginan untuk semakin mengenal Tuhan. Seseorang itu harus melewati proses yang sangat panjang karena belajar tentang Tuhan bukan hanya sesekali saja namun seumur hidup kita. Bacaan hari ini mengajarkan kepada kita tentang langkah-langkah yang harus dilalui untuk dapat mengenal Tuhan dan dapat memiliki rasa takut pada-Nya. Firman Tuhan itu akan memampukan seseorang memperoleh hikmat dan kepandaian (ay. 2). Seperti halnya mencari harta terpendam atau harta yang berharga, demikian halnya mencari hikmat dan kepandaian lewat firman Tuhan dalam kehidupan sehari-hari juga membutuhkan pengorbanan yang sangat besar.
Dari perenungan kita hari ini diperlukan kesetiaan dan ketekunan untuk belajar akan firman Tuhan meskipun dalam melakukannya kita sering berhadapan dengan berbagai persoalan kehidupan. Tetapi ketika kita setia dan tekun mempelajarinya, itu akan membentuk kepribadian serta iman kita semakin kuat. Di dalam kepribadian dan iman yang kuat ini, kita akan memperoleh dan mengenal lebih dalam tentang Tuhan serta kuasa-Nya, itulah harta kita yang sesungguhnya. Amin. [artha].
“Allah tidak pernah mempertanyakan kemampuan dan ketidakmampuan kita, melainkan kesediaan kita.”
Fletcher