Pemahaman Alkitab Juni 2022

1 May 2022

Pemahaman Alkitab (PA) Juni 2022 (I)
Bulan Kesaksian dan Pelayanan

Bacaan: Daniel 1 : 1 – 21.
Tema Liturgis: Allah Memperlengkapi Kita Bersaksi dan Melayani dengan Ragam Cara, Media, dan Usia.
Tema PA: Semua Orang Bisa Bersaksi dan Melayani.

Pengantar
“Bocah wingi sore isa apa?” Kalimat seperti inilah yang biasanya dipakai oleh seseorang, baik di lingkungan masyarakat, tempat kerja, bahkan gereja untuk merendahkan atau meragukan kemampuan seseorang dalam mengerjakan sesuatu. Pada umumnya orang merendahkan atau meragukan kemampuan orang lain karena mereka memandang dari segi usia, status sosial (ekonomi, pendidikan, budaya, keluarga), jenis kelamin (gender) dan pengalaman bekerja maupun pelayanan. Melalui keteladanan empat orang pemuda (Daniel, Hanaya, Misael dan Azarya) yang akan kita bahas dalam PA saat ini, marilah kita berusaha agar tidak mudah merendahkan dan meragukan kemampuan orang lain, karena semua orang pasti bisa bekerja, bisa berkarya, bisa bersaksi, bisa melayani sesuai dengan kemampuan dan caranya masing-masing.

Penjelasan Teks
Dalam Alkitab Ibrani, kitab Daniel termasuk bagian Ketubim (tulisan). Sedangkan dalam terjemahan Yunani (Septuaginta) dan terjemahan Indonesia, kitab ini termasuk ke dalam golongan kitab nabi-nabi. Sebenarnya kitab Daniel ini ditujukan bukan untuk masyarakat secara umum melainkan untuk sekelompok kecil pembaca Yahudi yang setia kepada Tuhannya. Isinya terutama bukan mengenai sejarah, tetapi tentang penyataan Allah berkaitan dengan peristiwa-peristiwa yang akan terjadi sehingga dapat dikatakan bahwa kitab Daniel ini juga tergolong dalam tulisan atau sastra apokaliptis1. Daniel hidup pada masa pembuangan di Babel. Ia diangkut tertawan ke dalam pembuangan pada tahun 587 SM dan mendapatkan kepercayaan dari raja Nebukadnezar sehingga diangkat menjadi seorang pejabat penting dalam kerajaannya.

Ayat 1 2 Awal Pembuangan di Babel
Bagian ini menjadi latar belakang bangsa Yehuda (Israel Selatan) dibawa ke dalam pembuangan di Babel. Peristiwa ini merupakan bentuk hukuman Allah karena orang Yehuda telah banyak berbuat dosa dan tidak setia kepadaNya. Kekalahan raja Yoyakim oleh Nebukadnezar menyebabkan orang-orang Israel hidup di bawah kekuasaan bangsa Babel. Bukan hanya orangnya saja, tetapi juga sebagian perkakas atau peralatan di rumah Allah juga ikut dibawa ke Sinear2 dan diletakkan di kuil dewa Marduk (dewa tertinggi orang Babel).

Ayat 3 5 Persyaratan sebagai Pelayan Raja Nebukadnezar
Untuk semakin memperkuat pengaruh dan kekuasaanya, raja Nebukadnezar berinisiatif mengambil beberapa orang Israel yang berhasil dikalahkan itu untuk bekerja kepadanya sesuai dengan kualifikasi atau persyaratan yang sudah ditentukan. Adapun persyaratannya adalah: berasal dari keturunan raja dan kaum bangsawan, orang-orang muda yang tidak bercela, berperawakan baik, berhikmat, banyak pengetahuan, cakap untuk belajar tulisan dan bahasa orang Kasdim, dididik selama 3 tahun dan pada akhirnya bekerja pada raja.

Ayat 6 11 Orang-orang yang Terpilih sebagai Pelayan Raja Nebukadnezar.
Dari persyaratan yang telah ditetapkan di atas maka terpilih 4 orang pemuda Yehuda yang memenuhi kualifikasi, yaitu: Daniel, Hanaya, Misael dan Azarya. Supaya bisa diterima sebagai pegawai raja mereka harus memiliki status kewargaan Babel. Hal ini dilakukan dengan cara mengubah nama-nama mereka. Daniel (Allah adalah hakimku) diganti Beltsazar (Bel, dewa tertinggi Babel). Hanaya (Tuhan menunjukkan kasih karunia) diganti Sadrakh (Hamba Aku, Dewa Bulan). Misael (siapa yang setara dengan Allah) diganti Mesakh (bayangan pangeran). Azarya (Tuhan menolong) diganti Abednego (hamba Nego, yaitu dewa hikmat atau bintang fajar)3.

Meskipun mendapatkan nama-nama baru dan hidup di tengah-tengah lingkungan kafir, keempat pemuda Yahudi ini memutuskan untuk tetap setia kepada Tuhan dan kepada peraturan-peraturan agamanya. Hal ini salah satunya diwujudkan dengan cara tidak menajiskan dirinya melalui makanan santapan raja dan anggur minuman raja (ayat 8). Bagi orang Yahudi makanan istana itu adalah haram. Pertama, oleh karena pada waktu orang mulai makan dipersembahkan korban kepada dewa-dewa. Kedua, oleh karena baik jenis makanan dan minuman itu maupun cara menyediakannya bertentangan dengan peraturan makanan Yahudi (lih. Imamat 11).

Ayat 12 17 Ujian atau Cobaan Seorang Pelayan Raja
Untuk menunjukkan kesetiaannya kepada Tuhan dan peraturan agama, Daniel beserta kawan-kawannya berinisiatif untuk mengadakan ujian atau percobaan terhadap dirinya sendiri. Mereka minta agar dalam kurun waktu 10 hari hanya diberi makan sayur (vegetarian) dan air untuk diminum. Kemudian dibandingkan dengan orang-orang muda yang makan dari santapan raja. Ternyata hasilnya mereka jauh lebih baik dan gemuk dari orang-orang muda yang makan dari santapan raja. Tidak hanya itu saja, mereka juga mendapatkan pengetahuan dan kepandaian tentang berbagai tulisan dan hikmat. Bahkan Daniel sendiri juga memiliki kemampuan penglihatan dan mimpi. Hal ini hendak menegaskan bahwa Allah memberikan karunia, talenta, dan kemampuan kepada orang-orang yang setia kepadaNya untuk bersaksi dimanapun berada.

Ayat 18 21 Siap Berkarya atau Bekerja
Setelah melewati proses selama 3 tahun itu, keempat orang pemuda itu memperoleh kedudukan yang baik sebagai pegawai kerajaan dari raja Nebukadnezar yang kafir itu. Bahkan mereka mendapatkan kepercayaan raja terhadap hal-hal yang bersifat penting, yaitu berkaitan dengan kebijaksanaan dan pengertian. Keempat orang itu memiliki kecerdasan (IQ) melebihi semua orang berilmu dan ahli jampi di seluruh kerajaan itu.

Bahan Diskusi

  1. Sebagai umat milik Allah, bagaimana cara menunjukkan kesetiaan kita kepada Allah dan peraturan agama (gereja) sebagaimana yang dilakukan oleh Daniel dan kawan kawannya?
  2. Apa saja yang menjadi tantangan atau kendala bagi warga jemaat (anak, remaja, pemuda, wanita, lansia) dalam bersaksi dan melayani saat ini?
  3. Apa yang semestinya dilakukan oleh gereja agar semua warga jemaat (anak, remaja, pemuda, wanita, lansia) dapat bersaksi dan melayani? [gimbul].

1  Tulisan apokaliptis adalah tulisan tentang pernyataan Ilahi kepada para bijak masa lampau. Para bijak ini dianggap menerima pernyataan Ilahi yang kemudian ditulis di dalam tulisan-tulisan yang bersifat rahasia.

2  Sinear nama lain dari Babel.

3  Alkitab Penuntun Hidup Berkelimpahan, hlm 1341

 


 

Pemahaman Alkitab (PA) Juni 2022 (II)
Bulan Kesaksian dan Pelayanan

Bacaan: Efesus 4 : 1 – 16.
Tema Liturgis: Allah Memperlengkapi Kita Bersaksi dan Melayani dengan Ragam Cara, Media, dan Usia.
Tema PA: Bersatu Untuk Bersaksi dan Melayani.

Penjelasan Teks
Pada awalnya kota Efesus merupakan kota terpenting di propinsi Roma wilayah Asia, karena memiliki pelabuhan yang menjadi pusat kegiatan ekspor pada ujung jalan kafilah Asia dan juga tempat pendaratan penumpang kapal laut dari Roma1. Akan tetapi pada zaman Paulus, pelabuhan ini sudah tidak digunakan oleh karena dipenuhi dengan lumpur laut. Dalam hal keagamaan, di Efesus terdapat tempat yang dikeramatkan untuk ibadah kepada berhala, yaitu dewi kesuburan Anatolia dan Artemis. Selain itu juga diberlakukan peraturan supaya warga menyembah kepada kaisar yang dimotori oleh wangsa Julius-Claudius.

Efesus 4:1-16 merupakan bagian dari Efesus 4:1 6:20 yang secara umum berisi serangkaian nasehat dan anjuran rasul Paulus yang diungkapkan secara teratur. Hal yang ditekanan dalam nasehat ini adalah pentingnya sebuah kesatuan (satu tubuh, satu Roh, satu pengharapan, satu Tuhan, satu iman, satu baptisan). Kesatuan ini harus terus-menerus diperjuangkan dan dipertahankan dalam kehidupan jemaat2.

Ayat 1 6 Hidup sesuai Panggilan Allah
Setelah menaikkan doa kepada Allah (3:14-21), rasul Paulus memberikan nasehat kepada jemaat Efesus. Sebagai umat yang dipanggil Allah kehidupan mereka harus berpadanan dengan panggilan itu. Istilah berpadanan diambil dari kata Yunani axios, yang berarti mempunyai bobot yang sama, seimbang, sesuai, dan selaras. Berpadanan dalam hal kepercayaan, perkataan dan perbuatan, ajaran dan kewajiban. Hal yang menarik dari nasehat rasul Paulus ini adalah justru diberikan kepada jemaat dengan latar belakang non Yahudi atau kafir. Namun latar belakang mereka sebagai non Yahudi tidak lagi menjadi alasan atau batasan dalam mengikut Kristus, karena mereka telah “dipanggil” atau dapat dikatakan bahwa tidak ada lagi batasan, suku, agama, dan ras yang menjadi alasan untuk seseorang taat kepada Allah ketika ia telah dipanggil.

Hidup sesuai panggilan Allah diwujudkan melalui 4 cara, yaitu:

  1. Rendah Hati (tapeinofrosune), berarti kerendahan hati, kesederhanaan, dan kesopananDalam bahasa Yunani tidak ada istilah kerendahan hati yang tidak dihubungkan dengan pengertian kehinaan. Kata rendah hati yang dimaksudkan disini adalah kerendahan hati yang memanifestasi sebagai suatu penyataan perasaan. Sikap rendah hati ini sangat penting karena menjadi pondasi dasar dalam membangun kesatuan jemaat.
  2. Lemah lembut (prautetos) mengandung dua pengertian dasar. Pertama, menunjukkan orang yang praus, yaitu orang yang selalu marah pada saat yang tepat dan yang tidak pernah marah pada saat yang tidak tepat (lemah lembut). Kedua, praus juga dipakai untuk menyebut binatang yang sudah terlatih, jinak, dan dapat dikuasai. Dari kedua arti ini menunjukkan bahwa Paulus tidak bermaksud untuk menekankan tentang cara berbicara atau intonasi dalam berbicara atau bermaksud agar jemaat tidak dapat lagi marah karena menjadi lemah lembut. Lemah lembut di sini dimaksudkan agar jemaat bisa mengendalikan diri.
  3. Sabar (makrothumias) dapat dipahami sebagai sebuah semangat yang tak kenal menyerah dan yang mendatangkan pahala karena ketahanannya sampai akhir. Semangat ini tak dapat dihancurkan oleh kegagalan ataupun penderitaan, oleh kekecewaan atau keputusasaan, semangat ini akan tetap bertahan sampai akhir. Dalam hubungannya dengan manusia, merupakan semangat bertahan yang mampu menerima penghinaan maupun luka hati tanpa rasa pedih atau keluh. Semangat itu adalah semangat yang mampu menghadapi siapa saja dengan penuh kesabaran, kemantapan diri tanpa sakit hati.
  4. Menjaga atau merawat kesatuan dalam persekutuan. Rasul Paulus mengingatkan kepada jemaat pada waktu itu untuk terus berusaha dengan sungguh-sungguh menjaga persatuan Roh di antara mereka dengan damai sejahtra. Kata damai sejahtera (Yunani ειρηνη/ EIRÊNÊ) ini secara konseptual bermakna suatu keadaan tenang, misalnya tanpa huru-hara atau perang, keharmonisan antar individu, keamanan, keselamatan dan kemakmuran. Dengan demikian Paulus mengingatkan kepada jemaat di Efesus untuk senantiasa menggunakan kasih dan damai sebagai pengikat kesatuan dalam persekutuan bukan kepentingan orang atau kelompok.

Ayat 7 16 Tanggungjawab sebagai Umat Milik Allah
Setelah memaparkan nasehatnya kepada jemaat untuk hidup berpadanan dengan panggilan Allah, kini rasul Paulus menyadarkan jemaat bahwa setiap orang atau pribadi memperoleh kasih karunia (charisma) menurut ukuran pemberian Kristus. Pada ayat 8 10 dituliskan bahwa Tuhan yang telah naik itulah yang menganugerahkan karuniaNya yang tertinggi. Hal ini didasarkan pada peristiwa dimana Tuhan Yesus diangkat ke surga setelah 40 hari dibangkitkan dari kematian3. Selain memberikan karunia kepada setiap orang secara pribadi, Tuhan juga mengaruniakan pelayan-pelayan dasar dalam gereja, yaitu: para rasul, nabi, pemberita Injil, gembala, dan pengajar. Tugas mereka adalah memperlengkapi jemaat untuk melayani. Dalam konteks jemaat Efesus ini, tujuan atau fokus pelayanan diarahkan pada kesatuan iman, pengetahuan yang benar tentang Anak Allah, kedewasaan dan pertumbuhan iman. Untuk mencapai tujuan tersebut warga jemaat Efesus tidak boleh lagi seperti seorang anak yang mudah terpengaruh ajaran sesat. Mereka harus memiliki pendirian dan berpegang teguh kepada kebenaran Kristus. Pada ayat 15 16 rasul Paulus menegaskan bahwa Kristus adalah Kepala Gereja, dimana setiap orang atau pribadi menjadi bagian tubuhNya yang tersusun rapi, terikat dalam satu pelayanan, menerima pertumbuhan, dan membangun diri dengan dasar kasih.

Bahan Diskusi

  1. Hal-hal apa saja yang harus kita lakukan agar dapat hidup sesuai dengan panggilan Allah?
  2. Apakah saudara sudah mempergunakan karunia (baik itu berupa pengetahuan, kemampuan, ketrampilan, harta kekayaan) yang telah Tuhan berikan untuk bersaksi dan melayani di gereja saudara?
  3. Menurut pengamatan maupun pengalaman hidup saudara, bagaimana kesatuan dan persatuan dalam persekutuan di jemaat saudara saat ini? [gimbul].

1  Ensiklopedi Alkitab Masa Kini A-L, hlm 267.

2  Willi Marxsen, Pengantar Perjanjian Baru; Pendekatan Kritis terhadap masalah-masalahnya, hlm 237

3   Alkitab Edisi Studi, hlm. 1921

 

Renungan Harian

Renungan Harian Anak