Bacaan: Lukas 5 : 1 – 11 ǀ Pujian: KJ. 365B
Nats: “Setelah selesai berbicara, Ia berkata kepada Simon: Bertolaklah ke tempat yang dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan.” (Ayat 4)
Ada banyak cara Tuhan memanggil kita menjadi umat-Nya. Ada yang menjadi Kristen karena didikan dan teladan dari orang tua. Ada yang menjadi percaya kepada Tuhan karena melihat sikap hidup orang Kristen yang diwarnai cinta kasih. Ada juga yang karena mendengarkan kesaksian tentang Yesus Kristus. Bahkan ada yang menjadi Kristen karena berjumpa secara pribadi dengan Tuhan Yesus. Tentu pengalaman setiap orang ketika Tuhan memanggil tidak sama, namun semua pengalaman itu mengarahkan setiap orang untuk mengimani bahwa Yesuslah Tuhan dan Juru Selamatnya.
Perikop yang kita bacaan saat ini, berkisah tentang Yesus yang memanggil murid-Nya yang pertama. Pada saat itu, Yesus sedang berada di pantai danau Genesaret, kemudian naiklah Dia di atas perahu Simon. Dia meminta Simon untuk menolakkan perahunya sedikit jauh dari pantai untuk mengajar orang banyak saat itu. Setelah selesai, Yesus meminta Simon untuk bertolak ke tempat yang dalam dan menebarkan jalanya guna menangkap ikan. Semula Simon tampak ragu-ragu dengan perintah Yesus itu, sebab semalam-malaman dia bekerja menangkap ikan tidak membuahkan hasil, namun pada akhirnya dia melakukan perintah Yesus itu. Saat jala itu ditarik penuhlah jala itu dengan ikan. Kemudian Simon sujud tersungkur di depan Yesus menyadari kelemahan dan keberdosaan dirinya. Yesus lalu menjadikan Simon beserta Yakobus dan Yohanes anak Zebedeus menjadi murid-Nya yang pertama. Mereka dijadikan sebagai “penjala manusia.”
Kisah Tuhan Yesus memanggil murid-Nya yang pertama ini menunjukkan kepada kita bahwa Tuhanlah yang berkenan memanggil dan memilih kita sebagai umat-Nya. Dengan bersedia melakukan perintah Tuhan berarti ada pertolongan dan berkat yang Tuhan nyatakan dalam hidup kita. Mari kita melihat seberapa besar iman percaya kita kepada Tuhan? Sudahkah kita melakukan firman dan kehendak Tuhan dalam hidup kita? Saat ini, kita diingatkan bahwa Tuhan telah memanggil dan memilih kita sebagai umat-Nya. Karena itu, janganlah ada keragu-raguan dalam menjalani hidup ini. Selalu yakin dan lakukanlah perintah Tuhan, maka kita akan melihat dan merasakan karya penyertaanTuhan Allah dalam hidup kita. Sebab tanpa Tuhan semua tiada berarti, hanya bersama dengan Tuhan, kita memiliki hidup yang penuh arti. Mari terus menjadi pengikut Kristus yang setia dan menjadi murid Kristus yang sungguh. Amin. [AR].
“Hidupku bukannya aku lagi tapi Kristus di dalamku.”