Doa Orang Beriman Pancaran Air Hidup 6 April 2022

6 April 2022

Bacaan: Habakuk 3 : 2 – 15 ǀ Pujian: KJ. 63 : 2
Nats:
“Engkau berjalan maju untuk menyelamatkan umat-Mu, untuk menyelamatkan orang yang Kau urapi. Engkau meremukkan bagian atas rumah orang-orang fasik dan Kau buka dasarnya sampai batu penghabisan.” (Ayat 13).

Doa merupakan nafas hidup orang beriman, ungkapan ini seringkali kita dengar dalam kehidupan kita. Karena digambarkan sebagai nafas hidup, maka setiap saat kita melakukan komunikasi dengan Tuhan melalui doa. Di dalam doa yang kita lakukan ada banyak ungkapan yang kita sampaikan, seperti halnya ketika kita berkomunikasi dengan sesama. Mulai dari ungkapan syukur, kesedihan, ratapan, hingga keinginan dan harapan.

Nabi Habakuk selalu berkomunikasi dengan Tuhan setiap saat, terlebih ketika ia melihat bangsa Babel yang melakukan ketidakadilan kepada bangsa Yehuda. Dalam doanya Nabi Habakuk mengadu kepada Tuhan atas kondisi penindasan yang sedang terjadi. Di saat bersamaan dalam doanya, ia juga mengingat akan karya dan kuasa Tuhan yang pernah terjadi di tengah kehidupan bangsa Yehuda. Untuk itu, Nabi Habakuk tidak hanya sekedar meminta permohonan agar bangsa Yehuda diselamatkan dari penindasan bangsa Babel, namun dalam doanya ia juga mengalami kekuatan iman, karena ia meyakini bahwa Tuhan pasti akan menyatakan kuasa-Nya kepada bangsa Yehuda seperti yang dulu pernah terjadi atas bangsa Israel. Seperti yang tertulis dalam ayat 3, Engkau berjalan maju untuk menyelamatkan umat-Mu …”

Sikap hidup yang dilakukan Nabi Habakuk adalah contoh nyata bahwa doa yang kita lakukan kepada Tuhan harus seperti nafas hidup kita, artinya dilakukan setiap saat. Di saat kita berkomunikasi dalam doa, pokok doa kita tidaklah hanya berisi permohonan dan keluhan semata, namun juga berisi pujian dan ungkapan syukur kepada Tuhan, sembari kita mengingat karya dan kuasa-Nya yang pernah terjadi dalam hidup kita. Dengan demikian doa tidak hanya sekedar menaikkan permohonan, namun doa juga menjadi sarana pertumbuhan iman bagi kita. Amin. [Ry].

 “Kita bisa karena terbiasa maka terbiasalah berdoa agar bisa menjadi orang beriman.”

Renungan Harian

Renungan Harian Anak