Dikuduskan oleh Allah Pancaran Air Hidup 4 April 2022

4 April 2022

Bacaan: Keluaran 40 : 1 – 16 ǀ Pujian : KJ. 2 : 1, 2
Nats:
“Kemudian kauambillah minyak urapan dan kauurapilah Kemah Suci dengan segala yang ada di dalamnya; demikianlah harus engkau menguduskannya, dengan segala perabotannya, sehingga menjadi kudus.” (Ayat 9).

Di GKJW setiap kali ada jemaat baru yang didewasakan maka sebelum jemaat tersebut diresmikan menjadi sebuah jemaat dewasa, selalu ada proses yang dilaluinya. Mulai dari persiapan sarana dan prasarana bangunan gereja dan kapanditan, pembekalan bagi calon penatua dan diaken jemaat, penyiapan administrasi dan pembukuan jemaat, penelitian oleh Majelis Daerah dan Majelis Agung hingga pada akhirnya diputuskan dalam persidangan Majelis Agung sebagai jemaat yang dewasa dan mandiri. Begitu pula pada saat pendewasaan selalu ditandai dengan ibadah pendewasaan jemaat. Pendeta yang melayani mendoakan dan memberkati penatua dan diaken yang dilantik sekaligus warga jemaatnya agar jemaat tersebut benar-benar mampu mewujudkan karya Allah di dunia serta ikut bertanggung jawab dalam melayani dan membangun GKJW sebagai gereja yang mandiri dan menjadi berkat.

Kisah yang sama juga diceritakan pada perikop bacaan kita saat ini. Tuhan Allah memerintahkan Musa untuk mengurapi Kemah Suci dan perabotannya sebelum dipergunakan. Musa juga diperintahkan Tuhan Allah untuk mengurapi Harun dan anak-anaknya sebagai imam bagi bangsa Israel. Kemah Suci dan perabotannya dikuduskan sebab benda tersebut akan dipergunakan dalam ibadah dan ritual kudus. Begitu pula Harun dan anak-anaknya dikuduskan dalam jabatan imam untuk menandai bahwa merekalah yang dikhususkan menjadi perantara antara umat dengan Tuhan Allah. Merekalah yang akan memimpin bangsa Israel dalam beribadah dan menyembah Tuhan. Dari sini kita melihat bahwa Tuhan Allah menghendaki umat-Nya hidup kudus dan layak dihadapan-Nya.

Hidup kita sebagai umat Allah sudah selayaknya hidup dalam kekudusan dan kebenaran. Sejak kecil kita telah dikuduskan melalui tanda baptis anak, yang artinya kita telah ditebus dan menjadi miliki Kristus. Demikian pula saat kita mengaku percaya/ sidi, kita didoakan dan dimohonkan berkat Tuhan agar hidup kita berkenan dan setia kepada-Nya. Terlebih saat kita terpilih menjadi anggota Majelis Jemaat, kita didoakan dan dikuduskan agar pelayanan kita berkenan di hadapan Allah dan menjadi berkat bagi jemaat. Karena itu, marilah kita menjaga kekudusan diri kita masing-masing dengan melakukan perintah dan kehendak Allah. Dengan hidup kudus, kita senantiasa merasakan penyertaan dan kasih Allah dalam hidup kita. Amin. [AR].

“Menjaga hidup kudus dan benar adalah panggilan setiap orang beriman.”

Renungan Harian

Renungan Harian Anak