Bacaan: Kejadian 33:1-20
Nats: Tetapi Esau berlari mendapatkan dia, didekapnya dia, dipeluk lehernya dan diciumnya dia, lalu bertangis-tangisanlah mereka (Kejadian 33:4)
Ternyata…..Yakub kecele. Esau bukannya ingin membunuhnya, malah sebaliknya ia berlari mendekati Yakub, didekapnya, dipeluknya dan diciumnya, Yakub. Esau sudah melupakan kesalahan yang dilakukan Yakub, karena bagi Esau yang penting adalah kembali rekatnya hubungan saudara yang telah rusak dua puluh tahun lamanya. Dan usaha Yakub untuk mendapatkan pengampunan Esau juga tidak sia-sia. Esau mengampuninya.
Teman-teman……bertengkar dengan saudara itu biasa sebab kita dan saudara mempunyai sifat yang berbeda, tetapi yang penting sebagai saudara adalah kita harus mempunyai sifat saling mengampuni agar hubungan dengan kakak atau adik atau keluarga dapat kembali rukun. Jangan menyimpan kesalahan saudara sampai berlarut-larut sehingga hubungan kita dengannya menjadi rusak. Hubungan yang rusak dengan saudara membuat kita tidak bisa bahagia dan ceria. Pokoknya nggak enak jika kita bertengkar dengan saudara dan tidak bertegur sapa. Yuk…..kita saling memaafkan karena kita juga pernah melakukan kesalahan.
Teman-teman….apakah di keluargamu punya kebiasaan saling berpelukan dan saling mencium untuk menunjukkan rasa kasih di antara anggota keluarga. Jika belum, yuk kita biasakan untuk menunjukkan bahwa kita menyayangi mereka. Jika sudah….sekarang coba hitung dalam seminggu ini :

- Berapa kali ayah memelukmu ? ______________________
- Berapa kali ibu menciummu ? ________________________
- Berapa kali kamu mengucapkan maaf pada kakak atau adikmu ? ____________
- Berapa kali kakak atau adikmu memelukmu ? __________________
- Berapa kali kamu memeluk kakak atau adikmu ? ________________
Yuk….kita nyanyi : RUKUN CINTA
Rukun cinta satu sama lain. Itulah maunya Tuhan
Rendah hati serta ramah tamah. Itulah maunya Tuhan.
Tunjukkan….saksikan…..Tuhan minta buktinya…..
Tunjukkan….saksikan…..Tuhan minta buktinya…..
Doaku: “Tuhan Yesus, aku ingin mempunyai hati yang memafkan agar hubungan dengan anggota keluarga menjadi rukun dan tentram, Amin.”