Saya Siap Pancaran Air Hidup 2 Februari 2022

2 February 2022

Bacaan: Yeremia 1 : 11 – 19 | Pujian: KJ. 432
Nats:
“Lalu firman TUHAN kepadaku: “Baik penglihatanmu, sebab Aku siap sedia untuk melaksanakan firman-Ku.” (Ayat 12).

Seorang prajurit hanya mengatakan siap apabila komandannya menyampaikan perintah. Meskipun perintah tersebut beresiko tinggi sang prajurit akan siap sedia melakukannya. Kesediaan diri untuk melakukan perintah dengan berbagai kondisi dan resiko tersebut tidak serta merta muncul dalam diri prajurit. Sikap siap sedia para prajurit untuk melakukan perintah tentunya sangat didasari oleh pemahaman bahwa perintah tersebut benar dan memang harus dilakukan. Seperti sikap siap sedia anggota TNI yang bertugas di Kongo dalam misi perdamaian dunia dan anggota TNI yang ditugaskan ke pedalaman Papua untuk memburu KKB yang meresahkan.

Sebelum Yeremia siap sedia melakukan tugas, ada pernyataan yang meyakinkan dirinya bahwasanya tugas yang akan dilakukan adalah benar dari TUHAN sendiri. Kesedian diri untuk melakukan perintah Tuhan dapat kita perhatikan di ayat 12,Lalu firman TUHAN kepadaku: “Baik penglihatanmu, sebab Aku siap sedia untuk melaksanakan firman-Ku. Ayat ini secara implisit menunjukkan bahwa Yeremia menyediakan diri untuk melakukan tugas. Kata “Baik penglihatanmu” menunjukkan bahwa yang disampaikan oleh Yeremia adalah yang sejujur-jujurnya. Oleh karena itu, TUHAN melanjutkan untuk menyampaikan firmanNya, yang merupakan tugas Yeremia agar disampaikan kepada umatNya. Tentunya tugas yang dilakukan Yeremia tidak mudah dan sangat beresiko. Dia harus menyatakan penghukuman TUHAN terhadap bangsa Yehuda karena sudah berbuat dosa. Meskipun demikian Yeremia tetap siap sedia karena dia sudah paham siapa yang memerintah dan tujuan atas perintah yang diterimanya.

Ada banyak cara bagi kita untuk melakukan hal baik, seperti menegur seseorang yang membuang sampah sembarangan, mengingatkan seseorang untuk merawat alam. Namun kenyataanya tidak sedikit orang yang tidak dapat menerima ketika kita tegur. Mungkin karena mereka sudah terbiasa membuang sampah sembarangan, mungkin mereka sudah sering mengeksploitasi alam. Seperti halnya prajurit dan Yeremia yang harus melalui berbagai proses, yang pada akhirnya mereka menyediakan diri untuk melakukan perintah. Maka proses hidup kita adalah memampukan diri untuk siap sedia mewartakan Firman Tuhan, meskipun selalu ada tantangan dan resiko. Mari kita selalu siap menjadi rekan kerja Allah dalam merawat alam ini. Amin. [gfc].

 “Berbuat baiklah sampai Tuhan mengatakan cukup!

Renungan Harian

Renungan Harian Anak