Pembawa Berita Baik Pancaran Air Hidup 20 Januari 2022

20 January 2022

Bacaan: Yesaya 61: 1 7 ǀ Pujian: KJ. 432: 1
Nats:
“Roh Tuhan ALLAH ada padaku, oleh karena TUHAN telah mengurapi aku; Ia telah mengutus aku untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang sengsara …” (Ayat 1a)

Tindakan kekerasan, persekusi atau bullying belakangan ini menjadi perhatian dunia, karena kekerasan verbal maupun non verbal memiliki dampak yang serius bagi manusia. Dunia kesehatan mental saat ini sedang berfokus mengedukasi masyarakat, betapa bahayanya perkataan negatif yang keluar dari lidah kita terhadap kondisi kejiwaan seseorang. Bagaimana tidak, ucapan celaan fisik (body shaming), minimnya apresiasi, dan bentuk kekerasan verbal lain bisa membuat mental seseorang tidak stabil. Seseorang akan merasa inferior, dihantui rasa bersalah, cemas, takut, tidak aman (insecure), hingga depresi. Kita bisa membayangkan betapa beratnya menjalani kehidupan dengan dihantui perasaan-perasaan negatif itu.

Yesaya 40 66 merupakan nubuatan pembebasan bangsa Israel ketika mereka dibuang ke Babel. Pembebasan ini dilakukan oleh Koresy, raja Persia. Bangsa Israel yang mengalami penahanan, pengekangan, dan penindasan oleh Babel, akan dibebaskan dan diperbolehkan kembali ke Yerusalem, menjalani hidup mereka sebagaimana sebelumnya. Pada bacaan kita, Yesaya 61 memberikan gambaran bangsa Israel yang sedang berada dalam kesesakan itu, mendapat kabar baik, yaitu pembebasan. Mereka akan terbebas dari penjajahan, terbebas dari penindasan, terbebas dari tekanan fisik dan mental oleh Babel. Mereka akan terbebas dari rasa sakit dan dukacita. Mereka akan merasakan sukacita yang melimpah. Dan mereka juga akan menyadari kasih karunia dan kedaulatan Allah ada dalam hidup mereka.

Saat ini dunia sedang dilanda banyak krisis: krisis kepercayaan, krisis ekonomi, krisis sosial, krisis kesehatan fisik dan mental. Belajar dari pembawa kabar baik untuk bangsa Israel dalam bacaan saat ini, kita bisa melihat betapa berharganya berita baik di saat-saat krisis. Betapa menyegarkan dan menyejukkannya berita baik saat keadaan keruh. Betapa ucapan baik mampu membebaskan orang dari perasaan-perasaan negatif. Betapa berita baik bisa menyembuhkan banyak luka, terutama luka yang tak kasat mata. Maka dari itu, marilah kita dengan hikmat dari Roh Kudus turut mendatangkan damai sejahtera kepada sesama kita. Kita dapat mulainya dari hal-hal kecil, seperti memperbanyak ucapan-ucapan positif yang membangun dan penuh kasih untuk sesama. Tuhan Yesus memampukan kita menjadi pembawa berita baik bagi sesama kita. Amin. [FG].

“Hati-hati gunakan mulutmu.

Renungan Harian

Renungan Harian Anak