Tuhan Hadir di Tengah Keluarga Pancaran Air Hidup 26 Desember 2021

26 December 2021

Bacaan: Lukas 2 : 41 – 52 ǀ Pujian: KJ. 99 : 1, 2
Nats:
“Dan Yesus makin bertambah besar dan bertambah hikmat-Nya dan besar-Nya, dan makin dikasihi oleh Allah dan manusia.” (Ayat 52).

Setiap Natal tiba, pastinya akan kita sambut dan rayakan dengan meriah dan penuh sukacita. Namun sudah 2 tahun ini, di tengah pandemi Covid-19, kita merayakan Natal dengan sederhana dan penuh keterbatasan karena penerapan prokotol kesehatan dan pembatasan sosial yang ketat. Di tengah situasi dan kondisi yang terbatas itu, kita patut bersyukur masih dapat merasakan sukacita bersama keluarga kita. Natal pada hakikatnya adalah kehadiran Allah di dalam Tuhan Yesus Kristus di tengah-tengah kehidupan kita. Tuhan Yesus yang sungguh hadir di tengah-tengah keluarga kita, memberikan kedamaian dan kesukacitaan bagi siapa saja yang menyambut-Nya.

Bacaan kita pada saat ini menceritakan tentang Yesus berada di Bait Allah. Dikisahkan, pada umur 12 tahun, Yesus bersama Yusuf dan Maria pergi ke Yerusalem untuk merayakan hari raya Paskah. Setelah mereka berdoa dan beribadah di Bait Allah, kembalilah mereka pulang ke Nasaret. Beberapa saat kemudian, Yusuf dan Maria menyadari bahwa Yesus tidak bersama mereka. Mereka mencari Yesus, tetapi tidak menemukan-Nya, lalu mereka kembali ke Yerusalem dan menemukan Yesus di sana sedang bertanya jawab dengan alim ulama di dalam Bait Allah. Maria yang mencemaskan Yesus, berkata kepada-Nya,”Nak, mengapakah Engkau berbuat demikian terhadap kami? Bapa-Mu dan aku dengan cemas mencari Engkau.” Yesus menjawab, ”Mengapa kamu mencari Aku? Tidakkah kamu tahu, bahwa Aku harus berada di dalam rumah Bapa-Ku?” Setelah itu kembalilah Yesus bersama orang tua-Nya. 

Maria dan Yusuf merasakan cemas dan kuatir saat Yesus tidak bersama mereka. Sebagai orang tua, mereka takut kehilangan Yesus. Maka setelah mereka menemukan Yesus bersama alim ulama di Bait Allah, mereka merasa lega dan sukacita. Kehadiran Yesus di tengah keluarga adalah hal yang berarti bagi Yusuf dan Maria. Demikian pula kehadiran-Nya di tengah-tengah keluarga dan hidup kita, sungguh membawa pengharapan dan kesukacitaan bagi kita. Saat ini dalam suasana natal, marilah kita senantiasa menyadari dan merasakan Yesus yang hadir di dalam hidup dan keluarga kita. Ia yang telah datang, Ia yang memberikan damai sejahtera dan kedamaian dalam hidup dan keluarga kita. Bersukacitalah, bergembiralah sebab Yesus ada menyertai kita senantiasa. Amin. [AR].

“Natal adalah anugerah Allah bagi setiap kita yang senantiasa berharap kepada-Nya.”

Renungan Harian

Renungan Harian Anak