Menjaga dan Meneruskan Keselamatan Tuhan Pancaran Air Hidup 16 Desember 2021

16 December 2021

Bacaan: Ibrani 10 : 10 – 18 ǀ Pujian: KJ. 344 : 1, 2
Nats:
“Tetapi Ia, setelah mempersembahkan hanya satu korban saja karena dosa, Ia duduk untuk selama-lamanya di sebelah kanan Allah, …” (Ayat 12)

Karya keselamatan Allah telah dinyatakan kepada setiap umat percaya. Demi mewujudkan keselamatan dan penebusan dosa manusia, Allah berkenan menjadi manusia dalam diri Yesus. Ia rela menderita sengsara untuk menyatakan penggenapan janji keselamatan-Nya. Jikalau pada saat itu banyak orang percaya mengusahakan berbagai macam cara untuk memperoleh keselamatan dengan mengorbankan binatang sebagai korban penghapusan dosa mereka, kini mereka menerima penebusan itu dari Allah sendiri. Apa yang dilakukan umat saat itu hanyalah untuk memperoleh pendamaian sesaat atas dosa-dosa mereka, namun apa yang dilakukan Yesus adalah sekali untuk selamanya. Pengorbanan-Nya adalah untuk semua orang percaya.

Yesus melakukan itu semua dengan dasar ketulusan dan ketaatan kepada Bapa yang mengutus-Nya. Tentu ini adalah sebuah gambaran cinta yang sejati, yang senantiasa berkorban bagi siapa yang dikasihi. Demi keberlangsungan kehidupan semua orang percaya, Yesus mengorbankan hidup-Nya. Mereka yang menyandarkan diri kepada Hukum Taurat untuk keselamatannya, akan mendapatkan diri terus-menerus dituntut untuk melakukan segala perintah Taurat itu sebagai jaminan keselamatannya. Akibatnya, keselamatan tergantung pada usaha manusia. Orang seperti ini tidak mungkin memiliki sukacita dan damai sejahtera. Sebaliknya, ia hidup dalam ketakutan akan kehilangan keselamatan dan akhirnya binasa. Ketakutan ini wajar karena mereka bergantung kepada kemampuan diri sendiri untuk setia kepada semua perintah Taurat dan juga kepada kesetiaan para imam mempersembahkan kurban. Kalau para imam berhenti mempersembahkan kurban berarti mereka tidak akan mengalami pengampunan. Namun yang telah Tuhan Yesus lakukan adalah pemberian keselamatan untuk selamanya.

Jikalau Tuhan sudah mau berkorban demi keberlangsungan hidup setiap orang bahkan harus mengalami kesengsaraan. Mengapa kita yang telah menerima anugerah keselamatan itu terkadang masih abai? Hiduplah dalam kebenaran Tuhan dan jagalah keselamatan pemberian Tuhan. Amin. [GRA].

“Pengorbanan Tuhan telah dinyatakan dan kini hidup orang percaya menerima keselamatan. Tetaplah tinggal dalam keselamatan-Nya, maka kita pun akan aman.”

Renungan Harian

Renungan Harian Anak