Bacaan: Yehezkiel 30 : 20 – 26 | Pamuji: KJ. 64
Nats: “Ya, Aku akan menguatkan tangan raja Babel, tetapi tangan raja Firaun akan jatuh terkulai. Dan mereka akan mengetahui bahwa Akulah TUHAN, pada saat Aku memberikan pedang-Ku dalam tangan raja Babel …” (Ayat 25).
Pernahkah saudara mendengar nama Juliari Batubara? Ya, dia adalah mantan menteri sosial Republik Indonesia yang ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam kasus korupsi bantuan dana sosial bagi masyarakat pada masa pandemi Covid-19. Yang sangat disayangkan, dia yang seharusnya menjadi garam dan terang dunia tetapi malah menjadi batu sandungan. Seringkali seseorang yang mempunyai kekuasaan menyebabkan dia menjadi pribadi yang sombang, sewenang-wenang, dan menyalahgunakan kekuasaannya itu untuk kepentingan diri dan kelompoknya sendiri. Oleh karena itu, bagi kita yang memiliki kekuasaan, kita harus menggunakan kekuasaan kita itu dengan bijaksana, untuk membangun dan menyejahterakan masyarakat.
Firman Tuhan hari ini berbicara tentang nubuat nabi Yehezkiel akan kejatuhan Firaun raja Mesir di tangan Nebukadnezer raja Babel. Pada masa jayanya, Firaun adalah seorang yang congkak, sehingga Allah turun tangan mematahkan kekuatan dan kekuasaan Firaun ini. Melalui Nebukadneser, Allah meruntuhkan kejayaan dan kekuasaan Mesir. Yehezkiel menyebutkan bahwa Tuhan mematahkan tangan Firaun. Dan Firaun merintih seperti orang yang mendapat luka berat. Disinilah Allah menyatakan kuasa-Nya, tidak ada seorang pun di muka bumi ini yang dapat memegahkan dirinya di hadapan Tuhan, sebab Tuhan akan menentang dan menjatuhkan mereka yang congkak itu.
Saat ini, kita diingatkan agar kita tidak sombong dengan apa yang kita miliki. Jika kita dipercaya sebagai pejabat pemerintah, pejabat gereja atau pejabat yang lain yang memiliki kekuasaan, mari kita pergunakan kekuasaan dan wewenang kita dengan bijaksana. Terlebih kita mampu mempergunakan kekuasaan tersebut untuk membantu dan menolong sesama kita. Ingatlah selalu bahwa Tuhan Allah-lah yang Maha Kuasa, yang empunya segala kuasa di bumi dan di sorga. Tidak semestinya kita menyombongkan diri dengan jabatan atau kekuasaan yang kita miliki, melainkan mari kita melayani Tuhan dan menggunakan kekuasaan itu secara baik dan bijaksana agar menjadi berkat bagi sesama kita. Amin. [AR].
“Gunakanlah apa yang engkau miliki untuk menjadi berkat bagi orang lain!”