Bacaan: 1 Samuel 8 : 1 – 18 | Pujian: KJ. 455
Nats: “Tuhan berfirman kepada Samuel: “Dengarkanlah perkataan bangsa itu dalam segala hal yang dikatakan mereka kepadamu, sebab bukan engkau yang mereka tolak, tetapi Akulah yang mereka tolak, supaya jangan Aku menjadi raja atas mereka.” (Ayat 7).
“Kuberi satu permintaan.” Tentu kita sudah tidak asing dengan kata-kata tersebut. Suatu bentuk tawaran yang disampaikan Jin baik hati dalam iklan salah satu produk rokok. Terkadang ada yang meminta lebih dari satu, meminta hal yang tidak masuk akal sehingga terkadang membuat Jin itu kesal.
Bangsa Israel juga memiliki permintaan kepada TUHAN. Mereka meminta kehadiran seorang raja yang diharapkan mampu memerintah dan memimpin kehidupan mereka sama seperti bangsa-bangsa lain. Meskipun sebenarnya TUHAN sendiri selalu memimpin dan memerintah mereka (pemerintahan teokrasi). Menindaklanjuti permintaan itu, secara sepihak Samuel mengangkat kedua orang anaknya yakni Yoel dan Abia menjadi hakim atas umat Israel. Namun keduanya ditolak oleh karena mereka tidak hidup seperti Samuel, mereka mengejar laba, menerima suap, dan memutarbalikkan keadilan (ayat 3). Tentu hal ini membuat Samuel kesal, sehingga ia datang kepada TUHAN dalam doa. TUHAN memerintahkan agar Samuel bersedia mendengarkan perkataan atau permintaan bangsa Israel itu. Akan tetapi, sebelum permintaan itu diwujudkan, TUHAN juga memperingatkan dengan sungguh-sungguh terkait hak seorang raja yang harus dipenuhi oleh umat Israel. Seorang raja mempunyai hak atas anak laki-laki, anak perempuan, hak atas pertanian, hak atas budak dan ternak (ayat 10-18). Tentu saja umat Israel juga mempunyai kewajiban untuk memenuhi hak tersebut.
Di tahun 2021 ini, salah satu wujud nyata kewajiban kita sebagai warga GKJW adalah memilih dan dipilih menjadi Penatua dan Diaken. Memilih para pemimpin dan sekaligus pelayan gerejawi. Belajar dari pengalaman bangsa Israel ini marilah kita juga menggunakan hak dan kewajiban kita secara bijaksana. Memilih pelayan yang hidupnya seturut kehendak TUHAN, yang tidak mengejar laba atau keuntungan bagi dirinya sendiri maupun kelompoknya, tidak menerima suap, tidak memutarbalikkan kebenaran dan keadilan. Seorang pemimpin dan pelayan yang memiliki integritas (satunya pikiran, perkataan dan perbuatan). Amin. [Gimbul].
“Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu.” (Matius 7:7)