Batas Pancaran Air Hidup 30 September 2021

30 September 2021

Bacaan: Galatia 3 : 23 – 29 | Pujian: KJ. 252 : 1, 2
Nats:
“Dalam hal ini tidak ada orang Yahudi atau orang Yunani, tidak ada hamba atau orang merdeka, tidak ada laki-laki atau perempuan, karena kamu semua adalah satu di dalam Kristus Yesus.” (Ayat 28).

Di tengah masa pandemi Covid-19, pemerintah memberlakukan berbagai upaya pencegahan dengan memberlakukan pembatasan. Pembatasan tersebut dibuat guna menghindarkan penduduk dari penularan virus. Pembatasan dan batasan mampu membuat orang terhindari dari masalah dan bahaya. Tetapi tidak jarang pula pembatasan dan batasan malah membuat kesenjangan karena perilaku yang membeda-bedakan, mengkotak-kotak, yang pada akhirnya menimbulkan paham bahwa “kotak”-nyalah yang terbaik. Hal ini terjadi, bila tidak bijak dalam memberlakukan pembatas.

Dalam tuntunan Roh Kudus, Paulus bersurat pada jemaat Galatia mengatasi ajaran “kotak” Yahudi-Kristen. Paulus menyampaikan bahwa mereka telah dipersekutukan dan diselamatkan di dalam Yesus Kristus yang telah menembus batas-batas suku bangsa melalui ajaran Kasih-Nya. Dalam Yesus Kristus, keselamatan ditujukan pada dunia jauh melampaui batasan kesukuan dan gender. Ini berbeda dengan para pengajar Yahudi-Kristen yang beranggapan bahwa jika ingin menjadi orang Kristen haruslah menjadi Yahudi dan mentaati segala peraturannya yang cenderung patriakal. Hal ini berbeda dengan Yesus Kristus yang adalah perwujudan kasih Allah yang besar pada dunia, dalam Yesus bukan lagi, soal berkat atas satu suku bangsa tertentu saja.

Maka kita pun diajak untuk menembus batas-batas duniawi dalam mewartakan kasih. Kita hidup bersama di tengah-tengah dunia yang juga ditinggali oleh berbagai suku bangsa, denominasi gereja bahkan agama yang berlainan. Tetapi itu tak membatasi kita untuk menyatakan kepedulian, tanpa harus kehilangan iman pada Yesus Sang Sumber Kasih. Melalui Perjamuan Kudus, kita selalu diajak untuk mengenang bahwa Yesus lahir, mati, dan bangkit bagi dunia, bahkan Ia berjanji akan kembali ke dunia. Lihat, betapa besar kasih-Nya pada dunia! Sembari mengingat betapa besar kasih-Nya, kita bersama-sama mewartakan kasih dan kepedulian di tengah dunia ini melalui tutur kata dan perbuatan kita. (jarwi).

 “Sebab begitu besar kasih-Nya akan dunia ini, mari turut menyatakan kasih di tengah dunia.”

Renungan Harian

Renungan Harian Anak