Bacaan: Ulangan 1 : 1 – 18 | Pujian: KJ. 249
Nats: “Tetapi bagaimana seorang dhiri aku dapat memikul tanggung jawab atas kesusahanmu, atas bebanmu dan perkaramu? Kemukakanlah dari suku-sukumu orang-orang yang bijaksana, berakal budi dan berpengalaman, maka aku akan mengangkat mereka menjadi kepala atas kamu.” (Ayat 12-13).
Musa mengalami kemenangan bertubi-tubi. Setelah menang atas orang Amori, dia menang lagi mengalahkan orang Basan. Banyak orang yang telah meraih berbagai keberhasilan biasanya akan merasa jemawa, angkuh, seolah bisa melakukan semua hal sendhiri. Lalu kadang lupa mengakui bahwa ada orang-orang lain di sekitarnya yang juga luar biasa. Beruntung Yitro, mertuanya mengingatkan dia, bahwa dia tak akan bisa melakukan semuanya sendhiri. Dia membutuhkan orang lain untuk menolongnya melakukan tugas mulia dari Tuhan. Dan Musa cukup bijaksana untuk mendengarkan nasihat sang mertua, dia membuka dhiri dengan rendah hati kepada orang-orang bijaksana di tengah kaumnya itu. Dia mengangkat mereka sebagai hakim bagi kelompok mereka masing-masing. Musa tidak bersikap seperti tuan atas mereka, tetapi sebagai rekan sekerja, rekan yang berbagi pelayanan, berbagi panggilan Tuhan.
Keterbukaan kepada yang lain dibutuhkan, ketika kita kuat ataupun lemah. Untuk menjadi terbuka kepada yang lain, kita perlu belajar percaya, belajar menerima perbedaan, belajar mengerti dengan rendah hati. Terbuka dan saling berbagi panggilan bukan berarti njagakne yang lain dan kita ongkang-ongkang duduk tenang. Tetapi kita pun berjuang bersama mereka. Terbuka dan saling berbagi panggilan bukan berarti memerintah yang lain sesuai keinginan kita, seolah kita paling tahu dan paling benar, tetapi kita mengapresiasi kerja mereka yang bersama kita, mengijinkan mereka melakukan panggilan mereka dengan cara mereka. Kerja bersama bukan berarti kita rendah dhiri, seolah-olah kita tidak mampu apa-apa, supaya orang lain yang lebih hebat saja yang melakukannya. Kerja bersama dalam Tuhan adalah kerja penuh nuansa persahabatan dan kepercayaan.
Kerja bersama berbagi panggilan Tuhan tidak sekadar terkait masalah gereja, tetapi juga tentang menjadikan dunia ini tempat yang nyaman bagi semua, sehingga semua orang merasakan bahwa mereka dikasihi oleh Allah, diperhatikan, dan hidup mereka penuh makna. Dan untuk tugas demikian kita tidak pernah bisa sendhiri. Sekali lagi, tidak akan pernah bisa sendhiri. Maka mari membuka keterbukaan kepada yang lain. Jika dunia ini baik, dunia ini baik untuk semuanya. (gide).
“Saya kerja, saya kerja, saya kerja di ladangnya Tuhan.”